TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Bergabungnya Tobias*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper dan lainnya tertegun karena Joel kini digantikan oleh Tobias. Hanya saja, ada yang berbeda. Tato di tubuh pria itu tak ada. Ia menjadi putih bersih layaknya lelaki normal. Hanya saja, gaya bicara dan sikapnya tidak berubah.


"Toby, apa kau tahu alasan dibangkitkan dan menjadi anggota kelompok kami?" tanya Vesper seraya terbang mendekat.


"Hem. Sang Kematian menjelaskan hal itu padaku," jawabnya serius.


"Tunggu, kalian bilang ... Tobias? Maksudnya ... Tobias Flame putra Joel Ramos?" tanya Erik yang membuat kening Tobias berkerut dan menatap pria Inggris itu lekat.


"Kau. Wajahmu tak asing. Kau mirip dengan Jonathan tengik yang terobsesi dengan putriku Sierra," ucap Tobias yang mengejutkan Erik.


"Weh, Eko baru sadar. Bang Erik sama Bang Dad besanan! Hahai! Benar-benar keluarga bencana!" ucap Eko bangga.


Erik dan Tobias saling bertatapan tajam. Mereka tak berjabat tangan apalagi berpelukan, malah memalingkan wajah. Namun, Axton tertawa senang. Antony diam saja memasang wajah datar.


"Oh, Toby. Ada berita bagus dan buruk dengan kemunculanmu," ucap Vesper tiba-tiba.


"Berita buruk sebagai pembuka," pintanya sigap.


"Toby. Tadi ayahmu di sini bersama kami, menjadi bagian tim. Namun, Borka, kakekmu menghasutnya. Kami tak tahu bagaimana nasibnya. Hanya saja, melihat kau muncul menggantikannya, aku cukup yakin jika ia kini berubah menjadi roh jahat," jawab Vesper yang membuat mata Tobias melebar.


"Katakan berita bagusnya," pintanya dengan napas memburu. Para roh lain ikut tegang mendengarkan.


"King D masih hidup. Kami bermaksud untuk mencarinya. Kami ingin tahu siapa keturunan terakhir dari kita yang masih hidup."


"Kenapa repot-repot mencari mereka?" tanya Tobias ketus.


"Doa, bodoh. Kita bisa selamat dari siksa neraka dengan doa orang-orang yang masih hidup," ujar Axton bertolak pinggang.


Tobias terlihat serius mendengarkan. Ia menatap satu per satu roh di depannya dengan sorot mata tajam. Hingga pandangannya berakhir pada Eko yang memiliki wujud lain.


"Kenapa kau mempunyai sayap? Kenapa kau bersinar? Kenapa kau jadi terlihat tampan? Kenapa kau—"


"Eh, eh, nanya kok nafsu banget lho. Eko tau kalau Nak Tobil punya banyak pertanyaan dalam benak. Sabar, ya. Intinya jangan ngiri karena ini pemberian Yang Maha Kuasa. Dah, cukup tau itu aja," jawab Eko mantap.


Tobias mengerutkan bibir dengan kening berkerut. "Lalu, sekarang apa?" tanya pria itu.


"Tujuan kami sekarang adalah menemui King D. Menurut informasi dari Eko, dia berada di Oman. Ikut kami, itu perintah," tegas Vesper yang mengejutkan Erik dan roh lainnya.


Tobias diam dengan wajah serius. Para roh tegang menunggu keputusan putra Joel. Bagi mereka, sikap Tobias mirip pria asal Filipina tersebut.


"Oke."


"Tumben, hehe," kekeh Eko yang mendapat lirikan sadis dari keturunan Flame tersebut.


"Good. Ayo," ajak Vesper meninggalkan kawasan tersebut.


Erik menatap Tobias saksama seperti memikirkan sesuatu. Keturunan Flame tersebut terbang di samping Vesper. Sedangkan Axton dan Antony berdampingan di belakang Vesper. Namun, Erik memilih terbang bersama Eko di barisan paling belakang.


"Eko, benarkah itu Tobias yang diceritakan jika dia sangat keji bahkan pernah menyiksa Lily?" tanya Erik memastikan dari cerita yang pernah disampaikan oleh Axton, Antony dan Vesper.


"Ya, begitulah, Mas Erik. Cuma seinget Eko saat Bang Dad mau dead, dia sempet insaf dan didampingi King D. Sebenarnya, Eko juga penasaran, apakah Tobil disiksa juga di neraka atau gak? Dulu dia jahatnya gak ketulungan, psikopet!" jawabnya mantap. "Kita-kita sampai kalang kabut buat berantas dia. Eh, tapi namanya takdir, apalagi di tangan Mbak Vesper, banyak yang tadinya musuh berubah jadi kawan."


Wajah Erik berubah tegang seketika. Ia menatap sosok Tobias yang wataknya hampir mirip dengan Joel. Namun, pria itu seperti menurut dengan istrinya, bahkan memanggilnya Mom. Lama mereka melintasi beberapa wilayah dengan hiruk-pikuk keunikan masing-masing distrik. Sampai Tobias terperanjat saat sebuah kendaraan terbang menabrak tubuhnya dari belakang.


"Shitt! Apa itu tadi?" pekiknya langsung menoleh.


"Hehe, selamat datang di Distrik Bengal," ucap Eko memperkenalkan.



"Bengal?" sahut Antony mengulang.


"Iya. Kalau zaman kita dulu Bengal itu Teluk Benggala. Dia terletak di bagian timur laut Lautan Hindia. Benggala berada di barat Kepulauan Andaman dan Nikobar dan timur daratan India," ucap Eko menjelaskan yang membuat para pendengar melongo.


"Kau terdengar pintar berbicara seperti itu, Eko," ucap Axton yang membuat alis pria gundul itu bergerak naik-turun.


"Apakah ini masa depan?" tanya Tobias berkerut kening di mana para roh kini terbang melayang di atas distrik tersebut.

__ADS_1


"Hem. Tahun 2200. Kau percaya itu?" jawab Vesper menatap Tobias dengan senyuman.


Sontak, kabar mengejutkan itu kembali membuat Tobias tertegun. Pria tersebut diam saja sepanjang perjalanan dengan mata memindai sekitar. Hingga tiba-tiba ia berhenti terbang.


BRUKK!


"Agh, shitt! Apa-apaan kau ini!" pekik Axton kesal karena tubuhnya menabrak Tobias.


"Itu apa?" tanya pria itu menunjuk ke sebuah kawasan kota terbengkalai.


"Orang-orang itu lagi! Mereka pasti tersebar di beberapa penjuru di seluruh dunia, Vesper!" pekik Antony.


"Para bedebahh itu benar-benar kurang ajar. Mereka pasti bermaksud untuk melakukan pembunuhan lagi! Kali ini, jangan beri ampun! Ayo!" ajak Axton.


Dengan sigap, para roh itu terbang melesat. Namun, Tobias malah berdiri di samping Eko menonton tak ikut membantu.


"Heh, anak durhakim. Malah ndomblong. Itu bantuin ibu sama besanmu," ucap Eko menatap Tobias keheranan.


"Tidak mau."


"Woo, malah njawab!" pekik Eko langsung melotot.


"Percuma saja. Apa kau tak lihat? Mereka bisa melakukannya tanpaku. Roh-roh jahat itu seperti penjahat kelas rendahan," jawabnya santai.


Eko mengedipkan mata. Ia yang penasaran dengan ucapan Tobias kini menyaksikan Vesper dan anggota timnya sibuk melakukan tugas dari sang Kematian. Namun, siapa sangka jika ucapan Tobias terbukti.


"Heahhh!"


BUAKK!


"GARRR!" raung roh jahat tersebut saat Vesper berkolaborasi dengan Erik berhasil membuat gumpalan asap hitam itu keluar dari raga manusia yang dirasuki akibat terus dipaksa.


"Axton!" panggil Vesper lantang saat sang Casanova bersama Antony melawan satu roh jahat yang merasuki raga pria berpakaian hitam.


Kali ini, jumlah roh jahat yang merasuki raga manusia hanya dua saja sehingga kumpulan penangkap roh jahat mampu melaksanakan tugasnya dengan apik.


"Erik! Gantikan tugas Axton!" titah Vesper seraya menahan tanduk roh jahat yang ingin kabur darinya.


"Heah!"


KRANG! KRANG! KRANG!


"GAARRR!"


Mata Tobias melebar saat melihat rantai emas yang keluar dari tangan Axton dengan sigap melilit gumpalan asap itu. Pemandangan horor yang sangat ingin dilupakan kini muncul di hadapan Tobias. Eko menatap Tobias lekat karena wajah pria itu pucat dan sesekali menelan ludah. Vesper dan Axton yang berhasil membelenggu satu roh jahat segera menghampiri Antony serta Erik di mana dua lelaki itu masih kesulitan mengeluarkan makhluk bertanduk tersebut.


"Argh! Dia keras kepala!" teriak Erik kesal seraya menarik tanduk roh jahat tersebut.


Saat Axton akan membantu, Vesper menahan pergerakannya. Kening Axton berkerut karena bingung dengan yang Vesper lakukan. Sang ratu mafia menatap roh jahat yang meraung karena enggan ditarik keluar.


"Eko!" panggil Vesper lantang dengan sorot mata tertuju pada roh jahat itu.


"Siap, Mbak Vesper!"


Eko terbang melesat memancarkan cahaya putih dari tubuhnya. Sayap besarnya terkembang yang membuat roh jahat tersebut panik dan segera keluar dari raga manusia tersebut.


"GARR!"


"Argh! Dia lepas!" pekik Erik karena tubuhnya terhempas saat roh jahat tersebut menyentak kepalanya yang bertanduk dengan kuat. Antony ikut diseruduk olehnya hingga membuat keturunan Boleslav itu terpental.


"Axton!" panggil Vesper karena Axton malah memejamkan mata akibat tak sanggup menahan silau cahaya yang dipancarkan Eko. Sang ratu kesal karena Axton tak sefrekuensi dengan strateginya. "Egh!" erang Vesper kesal yang dengan sigap terbang karena roh jahat berhasil kabur dari cengkeraman Erik dan Antony.


Namun, tiba-tiba, BUAKK!!


"GARRR!"


"Woh!" pekik Eko terkejut saat melihat Tobias muncul di hadapan roh jahat itu dan meluncurkan kepalan tangan kanannya.


Tobias terus melakukan serangan dengan mengincar kepala roh jahat. Ia memegangi salah satu tangannya dan terus memukul dengan kepalan tangan kanan hingga membuat lawan tak berkutik.

__ADS_1


"Axton, now!" teriak Vesper karena Axton malah terbengong melihat aksi Tobias yang cepat tanggap.


"Rasakan!" seru Axton yang dengan mudah menangkap gumpalan asap itu.


Roh jahat meraung keras saat tubuhnya terlilit rantai emas. Tobias ditarik oleh Axton karena pria itu masih memegangi tangan roh jahat tersebut.


"Kau memegangku, tetapi aku tak ikut dirantai. Kenapa demikian?" tanya Tobias bingung menatap pria Amerika itu lekat.


"Heh, rantaiku hanya berfungsi untuk roh jahat saja. Sedangkan, kau tidak. Kecuali kau berubah seperti mereka. Jadi, kendalikan amarahmu," jawab Axton seraya bertolak pinggang. Membiarkan roh jahat meraung minta dibebaskan.


"Kenapa ketika roh jelek itu masih dalam raga manusia lalu kau memegangnya, rantaimu tidak langsung melilitnya?" tanya Tobias lagi yang seperti memiliki banyak pertanyaan di pikirannya.


"Roh jahat baru bisa dibelenggu ketika ia keluar seutuhnya dari tubuh manusia. Jika sebagian darinya masih bersemayam dalam raga, dia tak bisa dirantai. Begitulah teknis kerjanya," sahut Boleslav seraya membersihkan pakaian rohnya, padahal tidak kotor.


"Hem," jawab Tobias dengan anggukan.


"Dia sedikit lain dengan Joel. Dia sedikit pintar," ucap Erik menunjuk.


"Seperti apa Joel Ramos di matamu?" tanya Tobias yang kini pandangannya terpusat pada Erik.


"Tukang mengumpat, keras kepala, egois, kasar, seenaknya sendiri, dan ... bodoh," ucap Erik seraya menggunakan jarinya untuk menghitung.


BUAKK!!


"Erik!" teriak Vesper panik karena Tobias meluncurkan pukulannya dengan cepat dan tak diduga.


"Heh, kau akan berterima kasih padaku jika mengenalnya, Tobias. Ucapanku tak pernah salah," jawab Erik santai dengan kepala ditekuk ke kanan usai mendapatkan pukulan kuat. Tobias menatap Erik tajam, dan keturunan Benedict itu tak terintimidasi. "Harusnya kau bisa berpikir. Jika sampai ayahmu terhasut, ucapanku adalah tepat tentang dirinya."


BUAKK!


"Erik!" teriak Vesper lagi yang kini mendekati Tobias karena terus memukul.


"Heh, dia masih tak terima," ledek Erik seraya menggoyangkan rahangnya.


"Toby, hentikan!" pekik Vesper melotot.


"Aku hanya tak suka karena dia terlalu banyak bicara," ucapnya kesal lalu berpaling.


Axton memasang wajah malas seraya bertolak pinggang. Kali ini, para roh yang dulunya menaruh dendam pada Tobias seolah sirna. Hanya rasa jengkel yang tersisa. Tampaknya, sang Kematian sengaja menghapus hal tersebut agar tak menghambat misi.


"Dia tak sadar dulunya pria seperti apa," sindir Antony yang membuat Tobias langsung menoleh ke arahnya. "Kau tahu sendiri, pria macam apa kau ini? Apa bedanya kau dengan Joel?" imbuhnya.


"Wes, jian. Ra uwis-uwis ini saling julidnya," ucap Eko menepuk jidat.


"Kita pergi saja," ajak Vesper malas.


"Aku tetap di sini menonton," sahut Axton, tetapi mendapat jeweran di kuping oleh sang ratu.


"Hahaha! Lihat! Vesper memaksaku ikut dengannya. Jangan cemburu, Erik," ledek Axton yang bahkan tak berteriak saat telinganya ditarik kuat hingga kepalanya bergeser.


Antony langsung berpaling dan mengikuti Vesper. Tobias dan Erik saling berpandangan. Keduanya saling diam entah apa yang dipikirkan.


"Mom," panggil Tobias tiba-tiba.


Vesper memejamkan matanya sejenak lalu menghentikan laju terbangnya. "Ada apa?" jawabnya memunggungi.


"Kau bilang ingin mencari doa untuk menyelamatkan kita dari siksa api neraka. Seingatku, Lysa pernah mendoakanmu. Apakah ... doa darinya tak manjur?" tanya Tobias menatap ibu angkatnya lekat.


Vesper membalik badannya dengan wajah serius. "Lysa mendoakanku, tetapi ia ikut diseret dan disiksa dalam neraka. Aku melihat Lysa, Jonathan, Sandara dan Arjuna dihukum dengan sangat keji, Toby. Untuk itulah aku ingin meminta tolong pada King D agar menyelamatkan kita, menyelamatkan keluarganya," ucap Vesper menjelaskan.


Tobias tampak terkejut mendengar penuturan itu. Pandangannya tertunduk seperti memikirkan sesuatu. "Kita cari King D," ucapnya mantap, dan mendapat sambutan senyum semua orang.


"Kita masih jauh dari Oman. Kebanyakan transit sih," celetuk Eko.


"Itu semua juga gara-gara kau yang harus mengantarkan para arwah gentayangan!" pekik Axton.


"Weh, itu tugas mulia, ya! Om Axton juga 'kan mampir buat hajar roh jahat. Sama-sama orang sibuk dilarang saling menyalahkan!" jawab Eko balas memekik.


Vesper, Antony dan Erik mengembuskan napas malas. Mereka memilih menjauh karena enggan mendengarkan perdebatan tak bermutu itu.

__ADS_1


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2