
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Helikopter melaju pesat menuju ke Indonesia. Matahari mulai terik dan hal itu membuat wajah Vesper dan timnya pucat mengingat baru 10 roh jahat yang ditangkap. Mereka khawatir jika gagal dan harus kembali menerima siksa neraka. Para roh itu membayangkan pedihnya siksaan yang tak pernah habis seolah tak memiliki lelah. Tanpa sadar, Vesper meneteskan air mata.
"Kau baik-baik saja, Oma?" tanya King D yang ternyata menyadari ekspresi sang nenek.
"Aku ... tak pernah merasakan takut sebelumnya, D. Hanya saja, siksa neraka sungguh mengerikan. Membayangkannya saja membuat napasku sesak," jawab Vesper dengan napas tersengal sembari menghapus air mata.
King D terlihat iba. Ia dengan sigap mengambil sebuah benda yang disimpan dalam laci di bawah dudukan bangku co-pilot. King D membawa buku kecil itu lalu duduk. Vesper dan para roh yang berada di dalam kabin menatap King D lekat saat ia mulai membuka sampul tersebut lalu membacanya.
"Oh! Dia membacakan ayat suci dari kitabnya untuk kita!" seru Jonathan.
"Ya, ia pernah melakukan hal itu sebelumnya dan ... berhasil. Kami merasakan damai," sahut Boleslav.
Erik dan Tobias yang berada di luar helikopter bergegas masuk ke dalam karena mendengar lantunan tersebut. Para roh berkumpul menatap King D lekat dengan senyuman tipis. Perlahan, mereka memejamkan mata. Mencoba melepaskan semua beban pikiran dan kegelisahan hati. Menggantikan kerisauan itu dengan mendengarkan ayat suci yang King D bacakan.
"Hoo," ucap Junior pelan saat mendengar King D mengaji.
King D menyadari jika Junior melongok dari pintu. Ia terus membaca dan membiarkan para roh melayang di kabin dengan mata terpejam seperti orang tertidur. Junior lalu kembali ke bangku pilot di mana sebentar lagi, mereka sampai di tujuan.
PIP! PIP!
"Oh!" kejut King D saat sistem memberikan tanda jika mereka telah sampai di tujuan.
Pria itu menutup kitabnya lalu mengembalikan ke tempat semula. Seketika, Vesper dan lainnya membuka mata. Mereka seperti orang bingung dan saling memandang.
"Apakah ... kita tertidur atau semacamnya? Nathan cuma inget kalau tadi dengar King D ngaji dan merasa damai, lalu ... gak inget setelahnya," ucap Jonathan dengan mata berkedip dan wajah lugu.
"Kita sudah sampai," ucap King D yang membuat para roh kembali bersiap.
"Ke mana tujuan kita, D?" tanya Erik yang terbang ke luar helikopter. Pintu benda terbang tersebut terbuka dan putra Javier berdiri di sana.
"Dulunya tempat ini dikenal dengan nama pulau Sumatera. Di Indonesia, seharusnya kalian bisa mendapatkan banyak. Wilayah di negara ini dipadati penduduk dan beberapa dari mereka mati mengenaskan karena perang, kelaparan dan penyakit," ucap King D dengan wajah serius.
"Tempat ini terlihat subur dan hijau karena banyak pepohonan," ucap Antony karena pemandangan di bawahnya menyejukkan mata.
"Setelah ini, Anda akan melihat kengerian, Tuan Boleslav," jawab King D yang membuat wajah Antony dan lainnya tegang seketika.
Benar saja, tak lama setelahnya ....
"Lihat! Kelompok itu lagi!" teriak Tobias yang ternyata menyadari pergerakan para pria berseragam hitam yang mengendarai motor sedang mengejar sebuah mobil di kota mati.
"Ayo!" ajak Vesper yang dengan cepat menukik dan disusul lainnya.
"Junior! Kita bantu mereka!" ajak King D dan putra Jordan tersebut mengangguk paham.
Junior yang melihat pergerakan para pria berseragam hitam, sengaja membuat benda terbang tersebut menjadi penghalang layaknya dinding. Sontak, para pria bermotor tertegun karena tiba-tiba saja ada sebuah helikopter terbang rendah usai mobil yang mereka kejar berhasil melewatinya.
"Siapa itu?" tanya seorang wanita dengan napas tersengal dan pakaian compang-camping seperti melalui hari yang berat di dalam mobil bersama seorang wanita tua.
"Kita diselamatkan! Cepat pergi dari sini!" ajak si wanita tua dan wanita cantik itu mengangguk cepat.
__ADS_1
Dua wanita malang berhasil lolos dari kematian. Wanita yang mengemudi dengan sigap mengirimkan laporan begitu ia mendapatkan sinyal usai keluar dari kota mati. Praktis, polisi setempat tertegun dan segera menindaklanjutinya.
Di tempat King D berada. Pria itu berdiri dengan sorot mata tajam. Ia menutup sebagian wajahnya menggunakan kain penutup hidung dan mulut sehingga hanya matanya saja yang terlihat.
"Jatuhkan," ucap King D tanpa membawa benda apapun di tangan.
Seketika, DODODODOOR!!
NGENGG! BRAKK!!
"Arghh!"
"Bagus, D!" seru Jonathan gembira karena hal itu membuat para roh jahat yang merasuki raga para manusia tersebut keluar.
Orang-orang berseragam hitam yang terluka, membuat roh jahat menganggap mereka sudah tak berguna lagi. Sayangnya, para roh jahat itu tak melihat jika mereka sudah dikepung dari lima sisi oleh para petugas penangkap roh. Benar saja, ketika gumpalan asap hitam itu mulai keluar dari raga, tiba-tiba ....
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
Raungan salah satu roh jahat membuat kaumnya terkejut. Mereka tak menduga sergapan itu. Vesper yang telah mengintai dari atas dan mengincarnya, dengan sigap terbang melesat lalu menangkap kepala itu ketika tubuh hitam tersebut telah keluar dari wadah. Para roh jahat panik. Terlebih, saat muncul sekumpulan roh berwarna putih yang datang dengan cepat lalu memegangi mereka. Kali ini, Tobias dan lainnya berhasil memegang satu roh jahat dalam cengkeraman.
"Mama!" panggil Jonathan lalu membenturkan kepalanya ke wajah roh jahat yang belum mengeluarkan tanduk.
"Heahhh!"
KRANG! KRANG! KRANG!
"GARRR!"
Para pria berseragam hitam menggelepar di jalanan dengan luka tembak. Beberapa tewas dan sebagian terluka parah. Mereka mengerang kesakitan saat CamGun di helikopter berhasil menjatuhkan sasaran seperti titah dari King D.
"Junior, daratkan," pinta King D di mana helikopter mereka terbang dalam posisi melintang.
Junior segera mendaratkan benda berbaling-baling besar itu. King D berjalan dengan langkah tegap seraya membawa sebuah gulungan tali berwarna putih dalam genggaman tangan kiri. Saat ia melihat Antony seperti kesulitan karena ia mengerang di dekat seorang pria berseragam hitam yang merangkak, King D dengan cepat beraksi.
TARR!!
"Arghhh!" raung pria itu saat tali berwarna putih tersebut ternyata sebuah cambuk yang mengalirkan listrik.
Pria itu tersengat dan membuat tubuhnya menggelinjang hebat. Mata Vesper melebar karena mengenali benda itu.
"Bukankah ...."
"Itu punya Papa Kai! King D masih menyimpannya, Ma! Itu senjata yang digunakan Papa Kai saat akan mengalahkan Miles!" seru Jonathan. Vesper mengangguk membenarkan.
"Vesper!" panggil seseorang dengan suara besar yang membuat Vesper dan roh lainnya langsung menoleh.
Sontak, mata mereka melotot ketika melihat gumpalan hitam dari seorang roh jahat memadat dan membentuk raga. Vesper, Tobias dan Jonathan yang tahu siapa sosok itu terlihat panik seketika.
"Hahahaha! Vesper!" panggil sosok itu yang menjadi besar setelah roh-roh jahat lain menyatu dengan dirinya.
__ADS_1
"Erghh! Kuhabisi kau!" teriak Tobias kesal.
"Harrghhh!" raung Vesper, Jonathan dan Tobias bersamaan yang kali ini membidik Miles.
Antony dan Erik ikut tertegun. Roh yang berusaha masuk ke raga manusia itu tiba-tiba menghempaskan tubuh mereka lalu ikut menyatu bersama Miles. Antony dan Erik dengan sigap terbang memutari lawan untuk membantu melakukan serangan.
"Pantas saja dunia kembali kacau! Ini semua ulah kalian!" teriak Vesper marah yang berusaha menangkap tubuh besar Miles, tetapi roh jahat yang menyatu dengannya, tiba-tiba keluar lalu mendorong tubuh Vesper sehingga sang Ratu terhempas.
"Mama!" teriak Jonathan karena roh Vesper menjauh dari incaran.
"Hahahaha!" tawa Miles saat para roh jahat di sekitar wilayah itu keluar dari sarang lalu berkumpul dengannya.
"Bahaya! Jangan sampai tertangkap olehnya!" teriak Antony mengingatkan.
Tobias yang melihat dua pergelangan tangan Vesper dipegangi kuat oleh seorang roh jahat, segera datang menolong. Akan tetapi, BUAKK!
"Arghhh!" raung Tobias hingga tubuhnya menembus sebuah dinding bangunan karena tiba-tiba saja diserang dari samping.
"GARRR!"
"Toby! Itu Borka!" teriak Vesper yang membuat Tobias dengan sigap kembali terbang untuk menghajar.
Borka mendatangi roh jahat yang masih memegangi Vesper kuat agar dirinya tak dibelenggu. Borka menyatu dengan roh jahat itu dan membuatnya menjadi berukuran dua kali lipat.
"Harghhh!" raung Vesper yang kini berusaha melepaskan cengkeraman yang membuat tubuhnya terlentang.
Vesper menggunakan kakinya untuk menendang tubuh roh jahat yang menahannya itu. Gumpalan hitam yang kini berwajah Borka mengerang, tetapi tak membuat genggamannya terlepas.
"Kau membunuh putra-putraku!" teriak Borka marah lalu menarik tubuh Vesper.
Sang Ratu melebarkan mata saat tubuhnya dilempar kuat lalu wajahnya dihajar oleh roh jahat lain yang ternyata telah mengincarnya di balik dinding bangunan. Vesper yang tak siap dengan serangan itu jatuh ke permukaan. Beruntung, rasa sakitnya dengan cepat hilang dan rohnya kembali utuh.
BUAKK!
"GARRR!"
Vesper mendongak dan melihat Tobias menghajar roh jahat yang tadi menyerangnya. Vesper dengan sigap bangkit lalu mendatangi Tobias.
"Toby!" panggil Vesper dengan wajah serius meski matanya melirik karena melihat Borka juga terbang ke arahnya.
"Heahhh!" Tobias mendorong roh jahat tangkapannya sehingga ia terlempar ke arah Vesper.
KRANG! KRANG! KRANG!
"GAARRR!"
Satu roh jahat berhasil dibelenggu yang membuat senyum Vesper dan Tobias terkembang. Borka yang melihat hal itu langsung menjauh.
"Kejar dia, Toby! Awas tertangkap!" teriak Vesper lantang saat matanya juga melihat sekumpulan roh jahat muncul dari balik bangunan dan terbang dengan cepat ke arah Borka untuk menyatu.
***
__ADS_1
wah jeng Riana ngetips koin lagi nih😍 makasih ya💋 smg tiponya gak meresahkan krn ngantuk berat uyy😩