TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Diperkenalkan*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Permintaan Axton berupa doa membuat para keturunan tersebut ber-Oh dengan wajah lugu. Seolah, apa yang sangat diharapkan oleh para roh bukan masalah besar untuk mereka.


"Mm, seberapa banyak? Seberapa sering, dan doa seperti apa yang kalian minta?" tanya seorang wanita berambut hitam panjang.


"Tunggu, dia siapa, D?" tanya Erik seraya menunjuk karena wajah wanita cantik itu tampak tak asing.


"Oh, aku sampai lupa. Maaf, sebelum kalian banyak bertanya dan meminta, tidak sopan jika tak kuperkenalkan," ucap King D yang membuat tiga para manusia muda itu gugup dalam bersikap.


Vesper dan lainnya menatap lelaki dan wanita tampan yang berdiri di hadapan dengan saksama. Keno dan seorang wanita cantik berambut panjang dengan sigap berdiri berdampingan, siap untuk diperkenalkan. Fagan terlihat takut berada dekat-dekat dengan kakek buyutnya. Ia memilih menjaga jarak dengan berkumpul bersama saudara dan saudarinya.



"Dia adalah Oditi Marves Khan. Cucu dari pasangan Rohan dan Nandra. Orang tuanya juga telah meninggal karena memilih untuk tak ditidurkan dan menjadi salah satu agen demi terciptanya perdamaian dunia," ucap King D hati-hati karena takut Axton tersinggung.


"Hai," sapa Oditi seraya melambaikan tangan dengan gugup lalu kembali berdiri tegap dan mencoba untuk tersenyum.


"Hempf, untung cantik. Apa Nandra dan Rohan sudah mati?" tanya Axton ketus menatap wanita cantik di depannya saksama.


"Hem. Oditi masih hidup karena tabung, Tuan Axton. Para generasi muda sengaja kutidurkan selama perdamaian dunia masih belum tercapai. Hal itu bertujuan, untuk menjaga generasi kita. Sehingga, saat mereka bangkit, para penerus siap untuk hidup di Era yang baru tanpa perang," ujar King D yang mendapat senyuman dari tiga manusia muda itu.


"Lalu. Keno-Keno itu, siapa dia? Kenapa nama kalian aneh-aneh?" tanya Axton berusaha untuk tak marah karena pertemuan keluarga yang diluar harapannya.


"Oh, Keno adalah putra dari Ryan dan istri keduanya. Sedangkan Fagan, adalah cucumu dari istri pertama Ryan. Ya, begitulah. Ryan menikah dua kali. Fagan dan Keno adalah cucu-cucumu, Tuan Axton," ujar King D menjelaskan.


"Apa ibumu orang Asia?" tanya Axton berkesan rasis.


"Ya," jawab Keno singkat terlihat tegang.


"Jadi, keturunan dari keluarga Khan dan Giamoco hanya ada 3?" tanya Vesper saat teringat ketika GIGA menunjukkan data dari semua keturunan yang masih hidup.


"Ya, begitulah, Oma," jawab King D gugup.

__ADS_1


"Kalian tadi bertanya soal seberapa sering dan banyak tentang doa yang dipanjatkan, bukan?" sahut Axton menyela sembari bertolak pinggang. Muda mudi itu mengangguk. "Setiap saat, setiap hari, setiap waktu. Entah itu sebelum tidur, sebelum makan, sebelum bercinta, atau melakukan hal lainnya. Doakan kami, terutama aku!" tegas Axton.


"Oke," jawab tiga orang itu mengangguk dengan wajah pucat.


"D akan mengajarkan bagaimana berdoa yang benar bukan doa asal-asalan. Kalian harus bersungguh-sungguh saat berdoa seperti mengemis pada Tuhan. Paham?" bentaknya.


"Ya, ya, paham," jawab tiga orang itu dengan anggukan cepat.


Saat semua orang dan roh tampak canggung di ruangan tersebut, tiba-tiba sistem ruangan kembali memberikan informasi.


"Tuan Fagan. Para tamu mendesak untuk masuk ke dalam," ucap sistem yang membuat Fagan langsung mengetuk dahinya karena panik dengan mata terpejam sementara.


King D berhasil menahan kawan-kawan Fagan dengan memerintahkan GIGA untuk menutup semua pintu akses di rumah mewah tersebut kecuali orang-orang yang masuk dalam jajaran seperti Oditi dan Keno.


"Axton! Cepat keluar dari raga Ryan! Kembalikan dia ke tabung!" titah Vesper tegas.


"Hei, kalian. Aku mengawasi. Awas saja jika aku tak mendapatkan doa dari kalian. Aku tak segan menggentayangi dan menjadi mimpi buruk setiap kalian tidur," ancam Axton menunjuk yang membuat tiga orang itu bergidik ngeri.


"Maaf, aku tak tahu jika kalian akan kemari. Waktunya sungguh tak tepat. Kami akan menyusul begitu acara di sini selesai. Bagaimana?" tanya Fagan seraya melirik ke sembarang tempat karena tahu jika roh para leluhur sedang mengawasinya. Fagan lalu menatap King D lekat.


"Baiklah. Setelah ini, kami akan ke Russ-King, menemui Junior dan lainnya," jawab King D yang diangguki Oditi, Fagan dan Keno.


"Terima kasih, D. Hati-hati dan ... kami akan mendoakan para leluhur," ucap Oditi seraya memberikan salam berupa jabat tangan di lengan yang saling menangkap.


King D mengangguk dan segera pergi melalui lift lain yang tadi digunakan Oditi. Vesper dan lainnya bergegas menyusul. Axton yang akhirnya berhasil keluar dari raga Ryan tanpa disadari, segera mengejar ketinggalan. Hingga mereka menyadari sesuatu.


"Eh? Mana si gundul menyebalkan itu?" tanya Tobias karena tak mendapati sosok Eko.


"Entahlah. Mungkin bertugas. Tak usah dicari, ia akan datang dengan sendirinya," jawab Erik malas yang kini berdiri di samping kapal selam hiu King D.


"Oh, tunggu. Kalian mengatakan jika harus menangkap roh jahat ekstra. Apakah ... kalian sudah tahu di mana mencari mereka?" tanya King D saat akan masuk ke kapal.


"Kau yang harus beritahu kami. Tak mungkin kembali ke Saudi. Terlalu jauh. Tanggungjawabmu untuk mencarikan roh jahat pada kami," ujar Tobias memasang wajah masam.

__ADS_1


King D tersenyum. "Aku tahu tempat yang bagus. Meski aku tak bisa melihat roh jahat, tetapi bisa kurasakan adanya aura menyeramkan di suatu wilayah. Tempat itu juga dijauhi, tak jauh dari sini. Hanya saja, aku harus mengganti kendaraan untuk bisa mengantarkan kalian ke sana," ujar King D menatap para roh yang melayang di depannya.


"Oke," jawab Antony cepat.


King D segera masuk ke kapal dan menutup pintunya rapat. Sistem di ruangan tersebut kembali aktif. Air laut menggenangi ruangan besar tersebut sehingga kapal selam King D tenggelam. Lorong panjang kembali dilalui oleh putra Lysa menuju lautan lepas.


Para roh kembali berenang di mana kali ini, Antony tak sabar bertemu dengan keturunannya yang dipanggil Junior. Kapal berenang mengarungi lautan dalam hingga akhirnya merapat di sebuah kawasan saat matahari mulai tenggelam. King D keluar dari kapal lalu berlari kecil menuju ke sebuah bangunan terbengkalai seperti sebuah gudang penyimpanan peralatan suku cadang kapal. Para roh tampak tak sabar karena mereka belum mendapatkan buruan mengingat hari sebentar lagi gelap.


BREMM!


"Oh!" kejut Axton saat King D mengendarai sebuah motor sport yang memiliki roda.


"Ya, aku menyimpannya sebagai koleksi dan kenang-kenangan. Ini pemberian Baba. Aku sangat beruntung karena benda ini masih berfungsi dengan baik," ujar King D usai menyalakan mesin.


"Heh, kau terlihat keren, D," puji Vesper.


"Sayangnya, kendaraan seperti ini di zaman sekarang termasuk ilegal, dan diburu. Harganya bernilai kiloan emas. Aku berusaha menyembunyikannya dari para pemburu hadiah dan juga patroli robot. Oleh karenanya, kita harus cepat. Bahan bakarku hanya bisa sampai ke titik berikutnya," ucap King D lalu mengenakan helm berwarna hitam yang selaras dengan warna motornya.


"Kalau begitu, ayo!" sahut Erik.


King D dengan sigap melaju kencang meninggalkan kawasan dermaga itu. Kali ini, para roh terbang mengikuti motor King D. Mata mereka sibuk memindai sekitar dan berharap menemukan buruan. Sayangnya, sampai malam datang, tak terlihat satu pun roh jahat selama perjalanan. Praktis, hal tersebut menimbulkan kepanikan para roh tersebut.


"D! Di mana lokasinya! Ini sudah malam dan waktu kami tak banyak!" pekik Axton panik.


King D memberikan isyarat dengan menunjuk ke depan. Pandangan para roh langsung tertuju pada sebuah kawasan kota mati yang diselimuti kegelapan. Gedung-gedung menjulang tinggi dan terlihat tulisan unik seperti ciri khas suatu negara pada zamannya. Antony dan lainnya tahu jika wilayah suram tersebut dulunya Thailand. Vesper dan lainnya mulai fokus mencoba mengumpulkan kebencian agar bisa merasakan hawa-hawa jahat di wilayah tersebut.


"Ada! Aku merasakan ada roh jahat di sana! Ayo!" ajak Tobias.


Segera, para roh terbang melesat menembus kegelapan. King D sampai mendongak melihat kelima roh tersebut terbang dengan cepat mendahuluinya. Putra Javier tersebut yang penasaran dengan cara kerja Vesper dan lainnya, bergegas menyusul agar tak tertinggal aksi penangkapan tersebut.


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE

__ADS_1


__ADS_2