TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Misi Menyebalkan Hashirama*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


Erik, Joel, Antony dan Axton tampak bersemangat kali ini. Meskipun Hashirama terlihat garang dan tegas, tetapi usai ia mengetahui tentang kisah putrinya Liana, pria itu mulai sedikit melunak terutama kepada Erik. Sayangnya, tidak dengan Joel. Pria asal Filipina itu malah tersiksa karena selalu diminta melakukan banyak hal di mana dulunya ia adalah seorang penguasa dan tukang perintah. Namun, keadaan kini berbalik.


"Apa kau tuli? Haruskah kuingatkan jika kau bodoh? Cari lebih teliti! Susuri wilayah Tenggara! Jika kembali tanpa buruan, kau akan merasakan siksaan sesungguhnya dariku, Ramos," ancam Hashirama menunjukkan kelima jari besarnya yang siap menghukum keturunan Borka itu.


"Fvck!" teriak Joel kesal, tetapi ia tak bisa membantah.


Joel segera terbang ke arah Tenggara di mana kali ini, ia ditugaskan untuk mencari roh jahat. Hashirama secara tak langsung, menjadikan dirinya seperti pemimpin kelompok. Semua roh memilih pasrah karena pria itu memang tak bisa dilawan. Selama Joel mencari keberadaan roh jahat, pria itu mengumpat tanpa henti. Berulang kali ia mencoba kabur, tetapi Hashirama selalu bisa menangkapnya. Axton merinding berada dekat-dekat dengan mantan pemimpin 13 Demon Heads tersebut dan memilih di sisi Boleslav. Sedangkan Erik, merasa momen bersama Hashirama sungguh mengasyikkan.


"Dia benar-benar keji, Tony. Dia psikopat sejati. Dia tahu jika roh tak memiliki lelah, sehingga memaksa kita melakukan dan mempelajari banyak hal dalam waktu singkat. Dia gila!" pekik Axton dengan suara tertahan.


"Aku mendengarmu, Giamoco. Selanjutnya kau jika Ramos gagal," ucap Hashirama memunggungi sang Casanova.


Axton meringis panik. Erik menahan tawa, begitupula Antony.


"Tuan, maaf. Jika boleh kutahu, dari mana Anda mempelajari gerakan-gerakan fantastis itu? Maksudku ... Anda sangat cepat, gesit dan kuat. Latihan seperti apa yang Anda jalani selama hidup?" tanya Erik yang membuat Antony dan Axton langsung fokus pada pria berambut panjang itu.


"Hem," gumam Hashirama seraya membalik tubuhnya perlahan. "Di zamanku, kekuatan adalah yang terpenting. Aku percaya hal itu karena tujuanku adalah menjadi seorang penguasa. Aku pergi ke beberapa tempat, mencari guru untuk mengajarkan ilmu yang kubutuhkan dalam membangun kekuasaan. Beberapa berhasil, beberapa tidak. Saat aku merasa jika guru yang mengajariku adalah seorang penipu, kulenyapkan dia dari muka Bumi dengan ilmu yang dia ajarkan. Aku harus memastikan jika ilmu yang dia berikan ada gunanya, meskipun hanya seujung kuku," jawab Hashirama tenang, tetapi membuat para pendengarnya tegang.


"Oke, jadi ... Anda belajar, lalu mempraktikkan dengan membunuh orang? Begitu?" tanya Axton.


Erik dan Antony melirik Axton dengan wajah malas. Namun, sang Casanova yang penasaran dengan dugaannya menatap Hashirama tajam menunggu jawaban. Hashirama mengembuskan napas pelan.


"Singkatnya demikian."


"Hahaha! Aku pintar 'kan!" ucapnya bangga.


Erik dan Antony memilih diam enggan berkomentar. Beruntung, Axton selamat dari siksaan Hashirama yang gemar menyakiti secara fisik itu. Saat Erik dan lainnya dibuat canggung karena tak ada topik pembicaraan, Joel kembali dengan senyum tengilnya.


"Heh, aku bisa lihat jawaban dari wajah jeleknya itu," ucap Axton bertolak pinggang.


"Aku menemukan pemukiman dan ... tebak! Apa yang kudapatkan!" ucap Joel gembira.


"Mm, sekumpulan roh jahat?" jawab Erik asal.


"Ha! Kau pintar, Benedict! Ayo!" ajak Joel gembira. Erik tak menyangka jika tebakannya tepat.


Saat Axton, Antony dan Erik terbang mendekati Joel, Hashirama malah terdiam. Empat roh mafia muda itu menatap pemimpin mereka yang tampak memikirkan sesuatu.


"Ada apa, Tuan?" tanya Erik bingung.


Hashirama memalingkan wajah seperti kecewa akan sesuatu.


"Aku tak pandai dalam membaca ekspresi wajah seseorang. Apa maksudnya dari gerak-geriknya barusan?" tanya Axton berbisik.


"Well, sepertinya kalian tak menyadari dari hal yang disampaikan oleh Ramos. Kalau begitu, kita ke sana. Kalian akan sadar saat berada di tempat tujuan," ucap Hashirama lalu terbang mendekat.

__ADS_1


Antony dan lainnya saling memandang. Sungguh, apa yang dipikirkan oleh Hashirama di luar nalar mereka. Jalan pikirannya sulit dan tak bisa ditebak.


"Apa ada yang salah dari informasiku?" tanya Joel ikut bingung.


"Entahlah, Joel. Jika Tuan Hashirama mengatakan hal tersebut, pastilah ada hal buruk yang tak terpikirkan oleh kita. Sayangnya, aku tak tahu itu apa," jawab Erik menjadi tegang karena sikap Hashirama.


"Tetap waspada dan fokus," sahut Antony dan diangguki tiga roh lainnya.


Empat roh itu tampak gugup saat mengikuti Hashirama yang terbang lebih dulu di depan dalam posisi berdiri dan dua tangan saling menggenggam di belakang pinggang. Erik dan lainnya dibuat berpikir keras, menduga-duga apa isi pikiran Hashirama selama terbang. Hingga mata para roh itu menajam saat melihat sebuah pemukiman. Joel diminta untuk terbang lebih dulu oleh Hashirama. Pria tersebut dengan cepat menunjukkan lokasi keberadaan sekumpulan roh jahat seperti yang diucapkan tadi.



"Tempat yang indah. Aku tak membayangkan jika pemukiman ini banyak roh-roh jahat berkeliaran," ucap Erik saat melintasi wilayah yang tampak asri dekat sungai.


"Fokus, Erik. Kita belum sampai di tujuan," ujar Antony terlihat serius.


Erik mengangguk pelan dan kembali fokus. Benar saja, saat Joel menghentikan laju terbangnya, ia menunjuk sebuah kawasan yang terlihat berbeda dengan wilayah luar dekat sungai. Mata para roh itu melebar melihat pertarungan di sebuah halaman luas layaknya taman dengan air mancur di tengah-tengah jalanan. Beberapa orang berlari ketakutan menyelamatkan diri karena para laki-laki mengayunkan pedang dan tak segan saling menusuk untuk membunuh.


"Bagaimana? Temuanku bagus bukan?" ucap Joel bangga.


Erik menatap Hashirama yang menyaksikan perseteruan para manusia di bawah sana. Antony dan lainnya memberanikan diri mendekat untuk mencari tahu isi pemikiran sang pemimpin.


"Tuan. Ada yang ingin Anda sampaikan?" tanya Antony gugup.


"Perhatikan kumpulan manusia-manusia bar-bar itu. Apa yang kau lihat, Boleslav?" jawab Hashirama berdiri tegap.


Antony dan tiga roh lainnya mengamati dengan saksama perkelahian tersebut. Orang-orang berteriak, saling tikam, menusuk, memukul dan menendang hingga terluka parah disertai darah. Hingga tiba-tiba ....


"Mereka berpindah-pindah!" pekik Antony karena baru melihat hal tersebut untuk pertama kali.


"Ya, tetapi mereka hanya merasuki di wilayah perkelahian, tak berpindah ke kawasan lain," sahut Joel yang ikut mengamati. "Heh, ini mudah. Kuhitung jika ada lima roh jahat di sana. Kita bisa menangkap mereka sendiri-sendiri!"


Hashirama menatap Joel dengan wajah malas. "Ramos sudah berbicara. Jadi, tunjukkan padaku kemampuan kalian. Masing-masing menangkap satu. Lalu roh yang tersisa anggaplah bonus. Berhasil, aku akan meminta kepada kematian untuk mengembalikanku ke neraka dan digantikan dengan putriku, Liana. Gagal, aku akan tetap di sini menyiksa kalian," ucapnya tenang.


"Sungguh? Kau akan kembali ke neraka dan Vesper menggantikanmu?" tanya Axton dengan mata berbinar.


"Aku tahu kalian tertekan dengan keberadaanku. Namun, aku menikmatinya. Ahh ... rasanya sungguh menyenangkan menyiksa seseorang meskipun itu roh menyedihkan seperti kalian," ucap Hashirama dengan mata terpejam dan senyum di wajah.


Joel dan lainnya langsung mundur menjaga jarak. Mereka sadar jika tangan besar Hashirama masih bisa menangkap jika tak sigap beranjak. Pria berambut panjang itu kembali membuka mata lalu menunjuk ke arah kumpulan roh jahat berpesta.


"Lambat," sindirnya.


"Herghhh!" erang Joel kesal yang langsung terbang dengan cepat ke arah kumpulan manusia di bawah sana.


"Yeah! Aku akan menjerat kalian semua ke neraka! Hahahaha!" tawa Axton gembira yang tak sabar melilitkan rantai emas ke tubuh para roh jahat.


Erik dengan sigap terbang menyusul di mana ia sudah mengincar buruannya. Akan tetapi, Antony malah terdiam dengan wajah serius di samping Hashirama.

__ADS_1


"Tuan! Akhirnya aku mengerti dengan ucapanmu tadi tentang—"


"Terlambat untuk menyadarinya, Boleslav. Pergilah sebelum kawan-kawanmu merasakan kegagalan dengan menyedihkan," ucapnya cepat yang membuat Antony mengepalkan tangan karena baru sadar dengan maksud ucapan mantan ketua 13 Demon Heads tersebut.


"Arg, sial!" geram Antony segera terbang mendatangi kawan-kawannya.


Hashirama tersenyum miring dengan salah satu alis terangkat. Ia berdiri menatap aksi empat mafia muda yang baginya bodoh itu karena tak menyadari kesulitan terbesar dalam misi tersebut.


"Benar-benar kumpulan mafia yang menyedihkan," gumamnya terlihat bersabar.


Benar saja. Di tempat Erik dan tiga roh lainnya berada.


"Arg, sial! Kita tak bisa menangkapnya, Erik! Mereka sangat cepat!" pekik Axton kesal karena roh-roh jahat itu tahu jika sedang diincar. Mereka berusaha kabur dari kepungan empat mafia tersebut yang ingin menjebloskan ke neraka.


"Aku ingat! Aku ingat tentang pesan sang Kematian tentang roh jahat!" pekik Erik yang ikut kebingungan karena roh-roh jahat itu seperti mengejek mereka.


"Shitt! Aku baru sadar tentang hal itu juga. Bagaimana sekarang?" sahut Joel melirik Hashirama sadis yang memicingkan mata ke arahnya. "Aku tak suka tatapan mengejek itu. Kita harus berhasil! Aku ingin Vesper yang di sini, bukan dia!" teriak Joel marah menunjuk Hashirama, tetapi pria itu tampak tak peduli dengan ucapan Joel padanya.


"Tony! Apa yang harus kita lakukan?" tanya Axton geram karena tangkapannya selalu lolos.


Para roh jahat itu sangat pintar menutup diri saat akan ditarik keluar dari raga. Mereka menyembunyikan tanduk dan tangan-tangan itu agar tak ditangkap oleh para mafia. Antony mengamati sekitar di mana perkelahian masih terjadi. Beberapa manusia itu tewas dan sebagian masih berambisi untuk bertempur.


"Erik! Masuk ke raga orang mati! Kau dan aku akan menahan badan salah satu roh jahat bidikan kita. Jangan naif, kita tak sekuat Hashirama. Kita tak bisa menarik roh jahat seorang diri. Kita harus melakukannya sebagai tim!" ujar Antony.


"Ucapanmu benar-benar menyakiti telingaku, Boleslav. Kau bilang tim? Aku bisa melakukannya sendiri!" ucap Joel yang enggan bekerjasama.


"Joel! Keparatt tengik, kemari kau!" teriak Axton marah.


Hashirama tertawa di atas sana. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Ia yang sudah memahami karakter empat mafia itu bersenang-senang dengan menonton kebingungan mereka. Hashirama tampak bersabar menunggu hasil akhir yang sudah ia prediksi akan gagal total.


"Axton, biarkan! Anggap saja Joel sudah memilih target. Fokus membantunya menarik roh jahat! Kami akan memegangi raga pria itu!" teriak Antony yang sudah memilih jasad.


"Oke!" jawab Axton dengan anggukan mantap.


Erik merasuki seorang mayat yang tergeletak dengan pedang menancap di dadanya. Antony bangun dengan raga seorang pria yang tewas karena sebuah pisau tertancap di perutnya. Siapa sangka, kebangkitan dua orang yang seharusnya sudah mati itu, membuat orang-orang yang masih bernafsu untuk saling membunuh panik seketika.


"Ma-mayat hidup! Mereka bangkit dari kematian!" teriak salah satu pria yang melihat jasad kawannya berdiri dan berjalan sembari menarik pedang perlahan.


"Harghhh!" teriak pria lainnya saat melihat jasad yang dirasuki Antony menjilat darah dari ujung pisau di tubuhnya.


"Aaaaa!"


Orang-orang itu berlari ketakutan. Joel dan Axton yang telah memilih satu roh jahat dibuat kesal karena manusia itu akan ikut kabur.


"Tony, cepat!" teriak Joel berusaha menahan manusia itu, tetapi tubuhnya tertembus.


Roh jahat enggan keluar dan memilih bersembunyi di dalam tubuh wadahnya, ikut tertawa karena tak bisa ditarik keluar dari raga.

__ADS_1


***


ILUSTRASI. SOURCE : GOOGLE


__ADS_2