TUGAS DARI NERAKA

TUGAS DARI NERAKA
Kekuatan Eko


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Vesper dan lainnya menempuh penerbangan sangat lama untuk tiba di Oman. Mereka melintasi beberapa wilayah dengan kondisi beragam. Beberapa negara yang dulu berjaya pada masanya kini telah menjadi distrik. Sebagian wilayah tenggelam ke dasar laut dan yang masih selamat menjadi kota mati ditinggalkan atau kawasan baru dengan keunikan tersendiri.


Hanya saja, dengan ikutnya Eko, perjalanan mereka tak semulus yang dibayangkan. Beberapa kali pria itu meminta berhenti karena mendapati arwah gentayangan berkeliaran. Vesper dan anggota timnya yang awalnya cuek, kini mengikuti Eko. Mereka sengaja menjaga jarak agar tak mengganggu tugasnya. Para mantan mafia itu penasaran dengan cara kerja Eko.


"Lihatlah. Dia sangat berbeda tak seperti Eko yang kukenal dulu. Bagaimana menurutmu, Vesper?" tanya Boleslav berbisik.


"Ya. Aku ... jadi sedikit canggung berada di dekatnya. Maksudku ... dulu dia sangat jenaka dan bicara sembarangan. Namun, dia kini berbeda. Masih lucu, hanya saja ... santun," jawabnya menilai.


"Pemetaan dunia yang baru membuatku bingung. Di negara mana kita sekarang?" tanya Joel seraya melihat sekitar. Mereka kini berada di sebuah kawasan kota terbengkalai entah di mana.


"Setelah meninggalkan sebuah pulau yang masih dalam kawasan Indonesia, kita bergerak ke arah barat laut. Selain itu, bukannya Eko ingin membuktikan ucapan kita tentang adanya sekumpulan orang yang berniat merusak perdamaian dunia?" ucap Vesper mengingatkan.


"Sejauh ini pria itu tak mengatakan apa pun tentang temuannya. Dia sengaja merahasiakannya atau memang belum ada petunjuk?" tanya Erik curiga.


"Tunggu, ada yang aneh di sini. Kita ini tergolong roh jahat atau baik, ya?" tanya Axton bertolak pinggang.


"Entahlah. Urusan itu, biar Tuhan saja yang menilai. Fokus saja pada tujuan dan tugas kita," ucap Antony yang diangguki kawan-kawan rohnya.


Mata mereka kembali terfokus pada Eko yang kini sedang berbincang kepada seorang arwah wanita. Hanya saja, Vesper tak bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh dua makhluk itu, tetapi tampak serius. Hingga tiba-tiba, saat roh wanita itu mengangguk pelan, cahaya putih terang menyilaukan mata kembali muncul. Erik dan lainnya langsung memejamkan mata karena tak sanggup menandingi cahaya tersebut. Ketika mata terbuka, Eko dan roh wanita menghilang entah ke mana.


"Apa yang terjadi?" tanya Joel bingung.


"Cahaya itu. Sangat mirip dengan yang kita lihat di kota mati. Jadi, benar jika Eko berada di sana kala itu, Joel," ucap Vesper. Joel mengangguk sependapat.


Saat para roh mantan mafia itu kembali dipusingkan karena hilangnya Eko, tiba-tiba pria bersayap besar putih itu kembali. Sosoknya yang tampak mempesona dengan tubuh bercahaya dan wajah samar membuat para roh terpana. Akan tetapi, hal tersebut tak berlangsung lama, ketika wajah jenaka pria Jawa itu kembali muncul dan membuyarkan kharismanya.


"Seharusnya, wajah Eko diganti saja," ucap Antony yang disambut tawa semua orang.


"Eko, apa yang kau bicarakan dengan roh wanita itu?" tanya Vesper penasaran.


"Dilarang menginterogasi Eko. Itu rahasia," jawabnya tegas.


"Pelit."


"Yo ben."


Vesper cemberut karena bodyguard-nya kali ini lebih berkuasa darinya. Vesper memalingkan wajah karena kesal, tetapi hal itu membuat Eko mendekat dengan senyum terkembang. Kali ini, giginya terlihat putih dan rapi, tak kuning berantakan seperti dulu.

__ADS_1


"Eko dapat informasi dari wanita tadi," ucapnya dengan wajah berbinar. Namun, Vesper masih merajuk. "Mbak Vesper bener. Katanya, dia mati karena dibunuh oleh sekumpulan pria. Dia diperkosa, lalu setelahnya dibunuh. Sadis emang. Sayangnya, saat kejadian itu terjadi, kita gak ada di lokasi. Padahal gak jauh lho," ucapnya yang membuat Vesper tertegun.


"Benarkah? Sial. Harusnya kita bisa merasakan hawa jahat dari para manusia itu," ucap Erik merasa kecolongan.


"Oh, gitu? Keren dong kalau bisa ngerasain aura jahat. Kenapa gak dikeluarin sekarang aja jurusnya? Siapa tau mereka masih di deket sini," ucap Eko.


"Kami harus mengumpulkan kebencian dalam jiwa agar bisa merasakan aura jahat manusia yang dihinggapi roh jahat," ucap Boleslav menjelaskan.


"Itu gampang to? Kalian 'kan master bikin petaka kehidupan seseorang. Mudah itu, cepet, cepet!" ucap Eko menyemangati.


Para roh menatap Eko dengan wajah kesal, tetapi pria bersayap itu malah tersenyum lebar.


"Aku benar-benar membencimu," ujar Joel dengan wajah bengis. Akan tetapi, hal tersebut membuat pria Filipina itu langsung merasakan aura jahat. "Di sana! Ayo!" ajak Joel langsung menunjuk sebuah lokasi.


"Bagus!" puji Vesper yang langsung terbang mengikuti Joel.


Eko dengan wajah polosnya ikut bergabung bersama kumpulan mantan mafia itu. Benar saja, terlihat sekumpulan pria berbaju hitam memasuki sebuah mobil layaknya truk usai keluar dari sebuah gedung terbengkalai.


"Kalian selidiki pria-pria itu. Erik, ikut aku," pinta Vesper dan diangguki pria asal Colombia tersebut.


Erik memasuki gedung yang ditinggalkan bersama mantan istrinya. Saat mereka sedang menyusuri sekitar untuk mencari tahu apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar jeritan dari sebuah ruangan. Praktis, keduanya dengan sigap menembus tembok untuk mencari tahu.


Roh-roh bagaikan asap itu muncul dari bawah tanah, dinding dan juga atap.


"Pergi!" teriak roh pria itu panik di samping jasadnya.


"Axton!" panggil Vesper lantang saat para roh penuh kejahatan itu menyadari keberadaan mereka.


"GARRR!" raung para roh jahat yang kini siap menyerang Vesper dan Erik.


Mata mantan sepasang suami istri itu melebar, tetapi mereka siap melakukan perlawanan. Roh pria malang itu kini diserang seperti ingin dirasuki. Tubuh rohnya dicabik-cabik yang membuatnya mengerang kesakitan. Ketika kepanikan melanda, tiba-tiba, Eko terbang melesat menembus raga Vesper dan Erik.


"HARRGHHH!"


"Oh!" kejut Vesper ketika tubuh Eko bersinar terang hingga membuat para roh jahat menjerit dan melarikan diri.


Axton yang mendengar panggilan Vesper bergegas datang bersama Joel dan Antony. Mereka sampai memalingkan wajah ketika menyaksikan kemampuan luar biasa Eko saat mengusir para roh jahat. Sayap putih besar itu terkembang sangat lebar. Saat mengepak, tubuh para roh jahat langsung terhempas.


"Hebat!" puji Axton saat para roh jahat hilang dari pandangan.

__ADS_1


Cahaya yang menerangi sosok Eko perlahan meredup, tetapi wajahnya kembali samar seperti sengaja agar tak terlihat. Eko berhasil menggagalkan usaha para roh jahat yang ingin mengubah roh pria malang itu menjadi seperti mereka. Vesper berkerut kening melihat Eko kembali menghilang lalu muncul lagi usai menyelesaikan tugasnya mengantarkan roh malang ke alam selanjutnya.


"Eko," panggil Vesper seraya mendekat.


"Ya, gimana, Mbak Vesper?" tanya Eko yang wajahnya kembali terlihat.


"Kenapa saat kau melakukan penjemputan, sosokmu disamarkan? Sedangkan dengan kami tidak?" tanya wanita cantik itu heran.


"Awalnya pas kita ketemu juga gitu. Ingatan Eko dihapus sama Yang Maha Kuasa. Terus Eko dikasih toleransi buat inget kejadian silam sampai akhirnya wasalam. Kata sang Kematian, itu karena roh-roh yang bakal Eko temui kenal sama diriku ini dan mereka gak bakal selesai memberondong dengan pertanyaan bertubi-tubi sampai puas dengan jawabannya," ucap Eko yang membuat para pendengar mengerutkan wajah.


"Aku tak mau berkomentar tentang hal ini," ucap Axton seraya mengangkat kedua tangan lalu berpaling.


Vesper masih menatap Eko lekat seperti memikirkan sesuatu. "Eko. Seingatku, Asep Kordova saat itu telah dirasuki oleh roh-roh iblis. Aku melihatnya berubah hitam dan menjadi seperti mereka. Kenapa kau bisa membawanya?"


"Asep Kordova masih memberontak, Mbak. Jiwanya menolak untuk menjadi roh jahat. Saat detik-detik krisis itu terjadi, Eko datang dan berhasil ngusir roh jahat yang ingin membelenggu jiwa Asep. Nah, Asep rohnya jadi polos lagi dan bisa Eko ajak ke alam kematian. Hampir mirip kaya roh cowok tadi," jawab Eko menjelaskan.


"Kalau begitu, kau jangan dekat-dekat kami, Eko. Kau bisa membuat roh jahat kabur dan kami gagal untuk menangkapnya," ucap Axton yang membuat Eko mengedipkan mata.


"Eko diusir nih?" tanyanya cemberut.


"No, no, no. Kau tetap ikut dengan kami," sahut Vesper cepat seperti tak rela berpisah dengan salah satu bodyguard-nya.


"Kenapa dia tak boleh pergi?" tanya Erik curiga.


Vesper tampak gugup karena ditatap tajam. "Bukankah ... kita belum bertemu King D? Aku hanya ingin tahu, apakah ucapan Eko bisa dipercaya atau tidak. Kita harus membuktikan jika King D benar masih hidup dan berada di Oman."


"Woo, Eko jujur, ya. Mbak Vesper meragukan perkataan Eko 'kah? Eko liat King D pulang ke rumahnya setelah berkunjung dari kediaman Presiden Morlan. D naik kapal selam warisan Ahmed yang dibeli Javier zaman itu," ucap Eko mantap.


"Oh, mungkinkah karena hal itu King D tak terdeteksi satelit? Heh, pintar," puji Axton.


"Mungkin saja. Oh, aku penasaran dan ingin segera bertemu cucuku itu. Jadi, ayo. Perjalan kita masih sangat jauh, Saudara-saudara," ucap Vesper.


"Hem, ayo!" sahut Boleslav dan diikuti semuanya.


***



wah makasih tips koinnya Jeng Manda😍 lele padamu 💋

__ADS_1


__ADS_2