Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
nangis


__ADS_3

" assalamualaikum sayang "


" waalaikumsalam mas.. mas maira mau jujur " ujar maira dengan wajah sedih.


" ayang kenapa, ada masalah " ujar Ikhsan dengan lembut.


" Maira nggak tenang tau.. kalok maira jujur sama ayang nanti ayang marah.. kalok maira nggak jujur hati maira nggak tenang " ucap ku sedikit menghapus air mata yg mengalir.


Ikhsan melihat maira sedang bimbang mengucapkan masalahnya.


" udah jangan sedih, apapun kenyataan nya yg terpenting sekarang jujur. mas janji nggak akan marah " kata Ikhsan.


" mas..maira jatuh cinta " ujar ku dan mas Ikhsan tersenyum " dengan dua orang selain mas.. " ucap ku kembali dan Ikhsan termenung.


" ulangi lagi? " pinta ikhsan takut salah dengar.


" maira jatuh cinta dengan dua orang selain mas.. " maira mengulangi ucapannya kembali


" ya robb.. " kata Ikhsan sedikit mengacak acak rambutnya " kok bisa sih yang.. kok bisa.. apa mereka nggak tau kalok maira itu udah menikah, mereka nggak tau kalok maira itu sudah bersuami.. " kata Ikhsan frustasi mendengar nya


" mereka tau mas, mereka berdua tau, tapi.. kedatangan mereka membuat hidup maira lebih berwarna.. " ujar maira sambil menghapus air matanya.


Ikhsan terdiam lalu mengambil toples yg berisi kurma lalu memakannya sedikit agar dia tidak marah.


" udah berapa lama? " tanya Ikhsan dengan nada sedih tapi mencoba tegar.


" ketika maira sampai di Medan, sekitar 1 bulan yg lalu " jawab ku


" ya Allah..dosa apa yg kulakukan hingga rumah tanggaku seperti ini " ujar Ikhsan sambil menghapus air matanya. Ikhsan benar benar terpukul dengan kenyataan ini.


" mas.. " panggil maira dengan lembut.


" mas sekarang nggak tau harus apa, sekarang tergantung maira, pilih antara mas dengan mereka berdua, kalok maira tidak memilih mas, mas ikhlas melepaskan maira " ujar pasrah Ikhsan yg tak mau dimadu.


" mas...maira nggak bisa memilih, maira mencintai mas, begitu juga dengan mereka berdua, maira nggak sanggup kehilangan kalian, maira nggak sanggup mas " tangis maira.


" maira.. jangan egois, tidak mungkin seorang wanita bisa bersuami 3 secara bersamaan kecuali dia bercerai dan menikah dengan pria lain nya " jawab Ikhsan


" tapi mas.. "


" maira pilih lah, apapun itu mas ikhlas, mungkin kalok pernikahan ini tidak terjadi kalian mungkin bisa bersatu " ujar Ikhsan sudah pasrah benar benar pasrah


" mas nggak masalah kalok mas menduda untuk beberapa waktu, kalok mas siap, mas akan menikah lagi kalok nggak mungkin ini pernikahan pertama dan terakhir mas.. " ucap Ikhsan kembali menghapus air matanya.


" maaf mas.. maira... maira nggak bisa kehilangan mereka lagi.. maira benar benar nggak bisa " jawab ku.

__ADS_1


Ikhsan mengacak acak rambut, lalu dia bersandar di kursi memijit kepalanya selama lima menit. maira menangis di sana mereka berdiam diri satu sama lain.


" mas.. " panggil ku dengan lembut dan Ikhsan duduk tegak kembali lalu menghapus air matanya.


" maira.. selama dua bulan kita menikah, mas belajar banyak hal dari semua ini. mas minta maaf kalok mas ada salah, mau itu perbuatan, ucapan, apapun itu mas benar benar minta maaf. dan.. terimakasih udah datang kehidupan mas, udah bahagiakan mas selama ini, udah mau melayani mas dalam bentuk apapun itu. " ujar Ikhsan bersungguh sungguh.


" mas.. "


" cukup maira.. mas ikhlas semua ini terjadi, kita selesai kan semua nya di sini, suami manapun tidak akan menerima kalok istri nya selingkuh dengan dua pria sekaligus. mas ikhlas.. ikhlas.. ikhlas semua ini terjadi.. " tangis ikhsan tidak tertahankan.


" mas..prank.. " ujar ku tidak sanggup melihat suami ku menangis.


" hhmm.. " ucap Ikhsan dengan pelan mengambil tisu menghapus air matanya.


" mas.. ini dua orang yg membuat maira jatuh cinta, mereka datang kedalam kehidupan maira membuat hidup maira lebih berwarna, anak kita, umurnya 1 bulan mas " ucap ku berdiri di depan kamera lalu mengelus perut ku


" Alhamdulillah.. ya Allah, dosa loh suami sendiri di prank sampai nangis gini " tangis yg kecewa berubah menjadi tangisan bahagia.


maira menyambungkan vc nya ke Abi dan Abi langsung mengangkat nya.


" selamat ya nak.. udah mau jadi seorang ayah " ujar Abi.


" terimakasih Abi.. " jawab Ikhsan menghapus air matanya. " jadi usia kandungan udah 1 bulan, mas akan pulang 5 bulan lagi, berarti mas nggak bisa nemenin kamu hamil di sana " sedih Ikhsan mengambil tisu menghapus air matanya.


" bagaimana kalok maira pergi ke Kairo, biar Ikhsan bisa nemenin kamu di awal kehamilan, " ujar Abi memberi solusi.


" mas sih mau aja kalok maira kemari. mas juga ingin melihat perkembangan anak mas secara langsung " kata Ikhsan.


akhirnya mereka sepakat untuk maira pergi ke Kairo Minggu depan. Rendi tidak bisa melarang anak nya itu karna kini dia sudah menjadi tanggung jawab suami nya.


...bandara...



koper maira yg akan ia bawa ke Kairo.


" jaga kesehatan ya nak.. kalok ada apa apa telpon ya? jangan bikin bunda khawatir, syukuran 4 bulan pulang kan nak? " tanya bunda melepas putri pergi jauh.


" mas Ikhsan bilang kami akan pulang di acara 4bulanan, tapi nggak bisa lama bunda, paling seminggu kami di Indonesia " jawab ku.


" bagus lah " ujar bunda


" rajin rajin belajar di sana, dengar kata suami, kalok nggak boleh ya nggak boleh, kemana pun itu harus minta ijin sama suami.. kemana mana harus sama suami, kesasar pula kau disana nanti " ujar ayah nggak ikhlas anak nya di ambil orang.


" iya yah.. " ucap ku memeluk ayah ku itu. lalu beralih pada si kembar.

__ADS_1


" aaaa kakak jauh banget pigi nya sampai ke Mesir sana, kalok kangen bagaimana ". tangis Ikbal memeluk maira.


" ih udah besar kok masih nangis, nanti kita vc bareng lah setiap hari, Akbar jaga adek ya " ucap ku dan Akbar juga ikut memeluk.


" hati hati " ujar Akbar dengan pelan.


walaupun Akbar tidak punya hati selembut Ikbal tapi dia sangat tegar dan tanggung menjalani apapun.


akhirnya maira pergi keluar negeri untuk pertama kalinya, dan naik pesawat membutuhkan waktu yg sangat panjang. di sepanjang perjalanan maira tertidur tapi sering sekali kekamar mandi, ketika mengantarkan makanan oleh para pramugari. maira ingin pramugari itu menemaninya duduk karna kursinya di samping kosong.


" aku ingin pramugari itu duduk di samping dan mengelus perut ku, sekali saja, tapi aku nggak bisa bahasa Arab " batin ku menangis karna ngidam tidak terpenuhi.


" mbak maira, ada yg bisa di bantu, wajahnya terlihat sedih " tanya pramugari itu.


" Alhamdulillah ada yg bisa bahasa Indonesiawi " ujar ku tenang sambil memasukkan cokelat kedalam mulutku.


" ibu saya orang Indonesia asli dan ayah saya orang Mesir asli, jadi saya sudah terbiasa dengan dua bahasa ini. dek kita boleh foto nggak " tanya pramugari itu.


" boleh kok " jawab ku dengan senang akhirnya mereka mengobrol bersama menghabiskan waktu sebentar karna perjalanan begitu panjang.


" anu.. mbak, boleh minta tolong nggak? " tanya ku pada pramugari itu.


" tentu saja " jawab pramugari itu.


" itu.. saya ingin pramugari yg ngantar makanan paling pertama itu.. dia cantik banget.. boleh minta dia elus perut saya sekali saja nggak ya.. sekali saja " ujar ku meminta dengan malu malu.


" owalah ngidam.. tunggu saya panggil kan dulu " ujar pramugari itu pergi dan tak lama kemudian dia datang bersama pramugari yg tepat.


" jadi.. dia ini sedang hamil.. di Indonesia kalau keinginan seorang ibu hamil yg biasa di sebut ngidam, dan kalau keinginan tidak terwujud makan anak nya akan ileran, seperti air liur keluar dari mulut dan itu tidak akan berhenti sampai keinginan sang ibu terwujud " jelas pramugari itu mengunakan bahasa Arab.


" ngidam, bahaya sekali itu.. baiklah saya akan lakukan " ujar pramugari cantik itu duduk di samping maira dan mengelus perutnya dengan lembut.


" emang enak kalok jadi cantik, semoga anak ku ada yg perempuan, nurun cantiknya "


...##############...


...##############...


kini maira hanya duduk di kursi yg ada di sana menunggu Ikhsan datang karna dia harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu baru menjemput istrinya itu.


" jadi gw di sini nunggu mas Ikhsan nggak nongol² dari tadi batang idung nya... lama banget lah.. dan yg paling parah nya aku nggak bisa bahasa Arab " ujar ku di depan kamera.


" sumpah dah di sini dingin banget, lagi musim dingin ternyata dan aku cuman pakai gamis biasa, dingin nya bukan main bah " ucap maira


" assalamualaikum sayang.. " ucap Ikhsan di depan maira.

__ADS_1


maira melihat keatas dan ternyata itu suaminya, maira langsung memeluk Ikhsan dengan erat. setelah satu bulan LDR akhirnya mereka berjumpa.


__ADS_2