
" bernafas perlahan lahan.. bagus.. perlahan lahan saja.. " ucap Abi pada Ikhsan yg kini mengunakan oksigen portabel berukuran kecil.
tubuh Ikhsan dingin dan mengeluarkan banyak keringat, maira di sana menangis karna grandpa dan grandma yg sedang ziarah di makan ibu nya tiba tiba mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit akibat sesak nafas. sedangkan lusa penerbangan mereka ke Mesir.
" kita nggak bisa gini saja, bawa Ikhsan ke rumah sakit, lalu maira.. nak.. kalau kau ingin melihat pemakaman nenek dan kakek mu kamu boleh pulang tapi Ikhsan tidak bisa ikut.. " ujar kakek dan maira mengangguk mengerti.
Ikhsan malam itu di larikan ke rumah sakit, maira tidak boleh ikut karna kembar tidak bisa jauh dari dirinya, di pagi hari maira dan keluarga kembali ke Medan tepat jam 9 pagi. Ikhsan mengijinkan istrinya pergi tanpa dirinya. ketika sampai di rumah jenazah sedang di mandikan maira ikut memandikan grandma nya untuk terakhir kalinya.
" maira.. " panggil mama melihat maira banyak termenung hari ini dari pada biasanya. " kuat kan nak.. kuat kan.. " ujar mama mengelus tangan maira.
malam hari maira sedang Vidio call dengan suami nya yg kini kondisinya lebih baik dari sebelumnya.
" sayang.. " panggil Ikhsan dan maira tersenyum.
" mas.. boleh tidak maira di sini sampai 40 hari nya grandma dan grandpa? " tanya maira dengan pelan membuat Ikhsan merubah raut wajah nya.
" sayang.. aku tak bisa jauh dari anakku.. " ucap Ikhsan dan maira harus mengerti apa yg suami nya lakukan serta pikirkan.
" mas kapan kemari? " tanya maira sambil tersenyum.
" kata dokter 7 hari lagi kalau sudah bisa jalan, mas terlalu lemas.. "
" baba.. Khodijah sama ikhsya tadi minum susu baru, rasa madu.. " ujar maira memperlihatkan anak nya yg minum susu yg berbeda.
" loh kok beda sayang "
" susu nya nggak ada stok seminggu lagi baru ada.. "
" sayang itu di mana? kok nggak seperti kamar mu? " tanya Ikhsan dengan pelan.
" ini kamar ku mas.. tapi ini di rumah papa mama kamar ku lebih besar di sini.. tu liat.. " ujar maira dan kelihatan Ikhsan sangat senang menghabiskan malam bersama dengan anak istrinya walaupun mereka berjauhan.
*
*
*
*
__ADS_1
di sisi lain bila menjumpai Eyza di depan rumah, tembok besar tempat membedakan kedua rumah Eyza duduk di sana begitu juga dengan bila.
" hal apa yg kau ingin bicarakan? ini sudah jam 12 malam? apa kau tidak tidur? " tanya Eyza dan bila hanya diam saja, ia menghapus air matanya.
" mantan tunangan ku datang kembali.. " ujar bila membuat Eyza terkejut " lalu calon suami yg di pilih kan ayah ku juga datang untuk menikah dengan ku.. dia bilang ketika ayah ku pulang kami akan menikah, biasanya paman selalu bersikap tegas dengan siapapun pria yg datang melamar tapi kali ini.. "
" paman Rendi setuju pernikahan itu? apa kau tidak bisa menunggu ku.. "
" satu tahun terlalu lama.. sedangkan pernikahan akan di lakukan bulan depan... ayah ku tak bisa kembali jadi paman Rendi lah yg akan menjadi wali nikah ku.. "
bagaikan di sambar petir, hati Eyza benar benar sakit air mata nya jatuh membasahi pipi mulut nya..
" aku meminta mu untuk menunggu ku selama 1 tahun saja, tapi kau meminta ku untuk menunggu mu selama 4 tahun, aku menyanggupinya tapi kau malah.. "
" apa kau jamin kau akan hidup 1 tahun lagi" tanya bila yg sebenarnya mencintai Eyza.
" kalau kau tau aku tidak memiliki jaminan hidup selama setahun kedepan, kenapa kau meminta ku menunggumu selama 4 tahun? " tanya balik Eyza dari isakan tangisannya.
" maaf kan aku.. "
" besok aku akan menjumpai paman Rendi dan melamar mu.. saat itu juga kita akan menikah.. "
" aku sadar aku bukan keluarga kaya raya bila.. aku sadar itu.. terimakasih atas segalanya.. " ucap Eyza berjalan masuk kedalam rumah, bila menangis di sana.
" Eyza.. aku mencintaimu.. tapi aku tak ingin mengecewakan ayah ku.. "
Eyza memesan sebuah kendaraan yg akan mengantarkannya ke sebuah dermaga, sampai di sana Eyza tembus ke Batam, 24 jam perjalan Eyza akhirnya memutuskan untuk istirahat di hotel. ia cuman membawa dompet yg penuh dengan paspor luar negeri, ATM, dan baju di badan, ia terbang menuju Singapore karna di sana ada penerbangan menuju Mesir. selama di perjalanan Eyza terus termenung tapi ia masih ingat dengan Tuhan nya.
" ya Allah, kenapa hati ku begitu sakit, kenapa kau patah kan rasa cinta ini.. apa dia bukan wanita yg terbaik untuk ku.. tapi aku mencintainya... " gumam Eyza.
*
*
*
*
di sisi lain ada dalil yg frustasi mencari Eyza selama seharian, seluruh rumah di buat heboh atas kepergian Eyza.. ummi Eyza yg datang di sana menangis bahkan pingsan mengetahui putra nya tidak kembali seharian, barang barangnya masih tersusun rapi sekali.
__ADS_1
" apa yg di pikirkan itu anak... kabur lagi dari rumah.. " marah Abah pada putra nya itu tapi Abah tau kalau Eyza pasti telah mengalami sesuatu hingga ia lari dari rumah.
" berapa jam sudah Eyza menghilang? kita bisa buat laporan? " Ujar ayah mengambil pulpen dan sebuah kertas.
" sudah 2 hari.. " ucap Abah
" 48 jam, ada yg tau kenapa ini bisa terjadi? apa dia mengalami ekonomi sulit? "
" tidak mungkin itu terjadi "
" kekerasan? gangguan mental? pembulyan? "
" sepertinya tidak ada.. dia anak mami? "
" faktor cinta? ini yg paling bahaya.. banyak kasus seperti ini.. ujung ujungnya di temukan dalam keadaan tewas.. "
" Abah.. bukan kan Abang Eyza sedang jatuh cinta Abah! Abah!!! " ujar Aminah membuat semua nya diam.
" .. dia nggak mungkin bunuh diri, iman nya bukan kaleng kaleng.. " sambung maira dan mereka juga setuju akan hal itu.
akhirnya laporan pun di selidiki, bila terus diam dia takut dia akan di salah kan. malam ketujuh hari kematian tiba tiba hp Abah berbunyi, karna nomor yg tidak di kenal Abah mendiami nya saja dan melanjutkan bacaan surah Yasin nya, ketika selesai Abah menelpon orang tersebut.
" assalamualaikum!! "
" wa'alaikumussalam Abah.. ini Eyza.. "
" bagus!!! baru sekarang kau nelfon! di mana kau! pulang!! ummi mendengar nya langsung mengambil hp itu dari tangan suami nya..
" nak kau baik baik saja? udah makan? sehat kan nak? sekarang di mana? kenapa pergi nggak bilang sih nak.. ummi khawatir.. "
" maaf ya ummi.. ada yg harus Eyza selesai kan.. sekarang Eyza di Yaman.. Eyza sekarang tinggal di kos kosan nggak jauh dari tempat kuliah.. Eyza mau beli barang tapi nggak ngerti milih yg mana, itu kenapa Eyza telfon ummi "
" astagfirullahhal'azim nak... kenapa kau nekat sekali.. siapa yg telah membuat mu seperti ini.. "
" tidak seorang pun ummi.... tidak seorang pun.. " jawab Eyza yg kini sedang menyebrang jalan melihat ke samping mobil yg melaju cepat ke arah nya yg hilang kendali... " apa benar ya? umur ku tak sampai 1 tahun lagi? "
BBRUUUKKK!!!!!!
" eyza.. hallo nak.. Eyza.. Eyza!!! "
__ADS_1