
" kapan nikah? "
" udah ada calon? "
" kau lihat kedua sahabat mu itu, mereka sudah menikah? "
" mau sampai kapan membujang? "
" nggak mau ya.. nanti anak orang udah besar besar anak mu masih kecil? "
Eyza yg di serbu pertanyaan gila langsung duduk di samping nenek nya agar bisa terhindar dari jutaan pertanyaan yg gila.kini mereka berada di rumah kakek nya itu, ya.. Eyza sedang pulang kampung dan semua paman dan bibinya menanyakan pakan nikah?.
" ayah.. kasian Eyza tu? " ucap Abah Eyza pada ayah nya.
" emang ada yg mau sama dia? " tanya baik sang kakek dan pada anak semata wayangnya itu.
" nah itu masalahnya.. "
" gini aja.. lebih baik... "
Eyza memperhatikan kakek dan Abah nya yg sedang berbisik-bisik itu, mereka berdua tiba tiba menatap Eyza yg makan di suapi oleh sang nenek lalu kembali berbisik bisik kembali dengan sangat teliti.
" mereka mau ngapain sih? " gumam Eyza di dengar sang nenek.
" paling merencanakan hal gila " jawab sang nenek tau sifat anak beranak itu.
tiba tiba mereka memberikan kertas berisi perhiasan dan berang barang lainnya " untuk nenek? " tanya nenek gembira.
" bukan " jawab serentak kedua nya dan nenek langsung mencubit mereka karna kesal, ummi di sana hanya bisa memaklumi tingkah mertua dan suami nya itu.
" kau mau nikah kan za? "
" iya lah kek, siapa yg nggak mau kawin? "
" bagus kau pilih lah ini beberapa barang nanti kita cari orang nya? tipe mu bagaimana? " tanya kakek serius menatap cucu nya dan Aminah tersedak mendengarnya.
" cantik, Sholihah, penyayang, lemah lembut, rajin, kreatif... "
" STOP! " ujar sang kakek menutup mulut cucunya dengan sepotong lontong yg belum di potong " kebanyakan bacot! udah terima aja nanti siapa yg akan jadi istrimu " sambung sang kakek membuat ummi dan nenek di sana geleng geleng kepala sedangkan Aminah tertawa.
" tadi di tanya tipe nya? " gerutu Eyza.
" kek! orang gila di depan itu jomblo tu "
" benar juga " setuju sang Abah.
" Abah... kalian kok tega sih.. "
*
*
*
__ADS_1
*
di sisi lain ada Dewi yg sedang cemberut karna ia nggak suka kalau dalil mendiaminya karna keluarga dalil yg cukup besar.
" sayang... " panggil lembut dalil sambil mengambil lontong untuk Dewi yg belum makan
" apa! "
seketika dalil menelan ludahnya sendiri, ini pertama kalinya dalil merasakan seorang istri merajuk pada sang suami.
" nanti kita borong skincare ya.. "
" terserah "
" baju? "
" terserah"
" sayang mau nya apa? "
" terserah.. "
" makanan? sayang mau rujak? "
" terserah.. "
dalil membawa Dewi ke kamar di rumah nya yg berada di desa, ia memeluk Dewi sambil mencium wajah Dewi dengan lembut membuat wajah Dewi memerah,
" jangan ngambek lagi ya sayang.. mood mu mempengaruhi anak kita.. " ujar dalil dengan lembut membuat hati Dewi luluh seketika.
*
*
*
*
di sisi lain ada bunda dan ayah sedang Vidio call dengan anak nya itu
" aura.. mana sayang kakak ni.. " ujar maira dan aura yg sudah bisa duduk walaupun mengunakan sofa khusus memegangi mainan nya.
" aa~~ " ujar aura pada maira.
" suami dan anak mu mana nak? " tanya bunda.
" mas Ikhsan lagi di bawah sama si dedek, bila mana? "
" apa! masih ingat kau sama aku! mana amplop ku? " tanya bila tiba tiba muncul sambil memakan sate yg berada penuh di tangannya.
" ia kau ni.. "
*
__ADS_1
*
*
*
pagi hari tepat di jam 7 pagi matahari menyinari rumah yg sangat besar, para wanita di sana semua nya di dapur sedang memasak sedangkan Abi dan kakek duduk di luar rumah sambil memangku Khodijah dan Ikhsan untuk berjemur.
" kakek.. cini.. " ujar Alif juga ingin memangku Ikhsya.
" Alif masih kecil.. nanti kalau sudah besar " kata kakek dengan santai.
" Alip udah besal.. " ujar Alif menunjukan dirinya membuat mereka di sana yg mempunyai aktifitas jadi tertawa.
" ya nanti kalau udah lima tahun umur nya.. umur Alif berapa? " tanya kakek dan Alif menunjukan 10 jarinya.
" kakek Abi.. " panggil Ikhsan di sana.
" iya nak.. "
" kakak nya bunda beserta anak laki laki nya dan istrinya meninggal dalam keadaan kecelakaan.. "
" innalilahi wa innalilahi rojiun "
" kapan? "
" semalam.. bunda dan ayah sedang pergi ke Dubai untuk mengurus semua keperluannya? Ikhsan ingin terbang ke Medan tapi penerbangan nya itu besok, dan maira dengan anak anak tidak diijinkan melakukan penerbangan sampai umur anak Ikhsan itu 2 bulan "
" yaudah kamu saja yg terbang ke Medan, kami juga akan ikut.. " ucap Abi dan di setujui oleh kakek.
*
*
malam itu maira melihat bunda menangis untuk pertama kalinya di depan jasat sang kakak, 2 buah truk yg dalam keadaan mengantuk secara bersamaan dan mengakibat 10 mobil mengalami kecelakaan yg sama tapi mobil mereka yg terpelanting cukup jauh sedangkan yg lainnya hancur lebur tidak tersisa. kepala mereka saja lah yg mengalami cedera tapi takdir berkata lain.
" bunda.. " panggil ayah dan bunda memeluk ayah menangis di dalam pelukannya " ini sudah menjadi takdir ilahi.. semua yg bernyawa pasti akan mengalaminya "
tiga hari waktu pengurusannya yg benar benar proses yg sangat panjang, ketiga jenazah di bawa pulang ke Indonesia tidak membutuhkan waktu lama 3 jam kemudian pemakaman langsung di lakukan, mungkin pemakaman ini sangat istimewa karna seluruh keluarga Ikhsan menghadirinya.
Ikhsan masuk ke salah satu liang lahat untuk menerima jasat dari atas. bunda di sana hanya bisa menjatuhkan air mata tapi dia tetap diam, Aisyah selalu di samping bunda karna dia juga pernah kehilangan orang yg ia cintai bahkan kondisinya lebih menghawatirkan.
seminggu telah berlalu semua nya pulang ke rumah masing masing, Ikhsan yg sudah sampai di pesantren tapi tidak menemukan istrinya langsung kembali ke rumah nya, ketika membuka pintu seluruh rumah gelap dan Ikhsan langsung naik ke atas kamar.
ketika masuk Ikhsan merasakan maira memeluknya dari belakang, Ikhsan memutarkan tubuhnya dan membalas pelukannya maira dengan erat menghirup aroma tubuh maira yg selalu ia rindukan ketika ia melihat pakaian maira ia langsung menghindar dan pergi ke box di mana anak nya tidur.
" umma kalian terkadang gila nak.. " batin Ikhsan.
" mas... nifas ku udah selesai loh.. " peluk maira lagi dan Ikhsan terkejut mendengarnya.
" beneran? baru juga 45 hari? terkadang bisa lebih.. "
" mas harus nya bersyukur "
__ADS_1
" yaudah.. Alhamdulillah.. ayo lah.. "