Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
hari raya


__ADS_3

hari ini semua santri dan santriwati pulang ke rumah masing masing sebelum kepulangan mereka di adakan acara perpisahan dan pengumuman. acara itu berlanjut dengan gembira sambil menunggu para orang tua mereka berkumpul di lapangan.


" pulas banget tidur nya... " ucap kakek pada Eyza yg tertidur di pangkuan ummi nya itu.


tangisan bayi tiba tiba terdengar, sepertinya ikhsya terbangun dari tidur nya yg sangat panjang, Ikhsan memasang kain penutup agar maira bisa memberikan asi dengan nyaman tapi ikhsya malah terus menangis. ikhsan langsung mengambil alih putra nya yg paling sering menangis itu.


" sambutan kata perpisahan dari Gus Ikhsan, untuk Gus Ikhsan kami persilahkan "


Ikhsan naik ke pentas aula sambil menggendong Ikhsya yg kini sedang mengompeng dengan nyaman nya.


" assa..


" TUT! " Ikhsya buang angin dan suara nya terdengar oleh mereka semua karna Ikhsan sedang memegangi mix


mereka semua Seketika tertawa dan Ikhsan melihat anak nya itu dengan wajah syok.


" bahaya anak ku ni " batin Ikhsan takut ia di sangka buang angin


*


*


*


kini pesantren terlihat sepi, maira dan Aisyah sedang memasak di dapur untuk besok, kakek dan Abi serta Ikhsan mengganti karpet, gorden, bantal serta banyak lagi, mereka juga menyewa jasa bersih bersih karna rumah itu sangat besar. Alif juga mendapatkan tugas untuk menjaga dedek di kamar yg sedang tertidur pulas, tapi dia juga ikut tertidur.


malam itu malam takbiran mereka semua pergi jalan jalan sedangkan maira dan Aisyah tidak bisa ikut, besok raya semuanya harus tersedia dengan cepat.


" ummi... " tangis Alif berbaring di lantai dengan suara yg serak, umur Alif sudah memasuki 2 tahun, Aisyah berencana untuk tidak menyusui lagi karna air susunya juga sering habis.,


" Aisyah.. nggak baik anak sampai menangis seperti itu... " tegur kakek dengan tegas menggendong Alif " Alif kenapa nak.. nangis sampai hilang suara begini " ucap kakek menghapus air mata alif.


" kakek.. umur Alif sudah 2 tahun besok, Aisyah berencana agar tidak menyusui lagi, baru seminggu tapi Alif sudah seperti itu " ujar Aisyah yg kebingungan.

__ADS_1


bagaimana tidak, umur nya baru 23 tahun, kini sudah memiliki anak 1, dan berstatus janda dari suami seorang imam besar dunia.


" Alif.. Alif nggak boleh minum susu ummi lagi ya... Alif kan sudah besar " ucap kakek tapi tangisan Alif semakin kuat membuat Abi yg baru datang terkejut.


" Alif nangis lagi? " ujar Abi memberikan sebuah tas berukuran sedang pada Aisyah dan Aisyah membukanya.


sebuah botol susu berbentuk ******** berserta tempat untuk mencucinya, Aisyah terkejut melihat benda itu.


" dulu kau pun sama seperti alif, nggak bisa lepas dari asi jadi ummi beli seperti ini, Alif kan malam aja nyusunya, anggap aja ini tiruan, nanti lama lama lepas sendiri kok " ujar Abi dan terlihat wajah cemas Aisyah.


Aisyah memiliki paras wajah yg sangat cantik, hidungnya mancung dan kulit eksotis khas Indonesia tapi wajah campuran Arabia perpaduan yg sungguh sempurna.


*


*


*


*



mereka semua para laki laki sedang sholat raya di mesjid pesantren, sedangkan maira dan Aisyah merapikan makanan di meja makan.


" cantiknya keponakan ammah ni.. " ujar Aisyah menggendong Khodijah yg memakai bedung dan topi sebagai pengganti jilbabnya. " satu bulan ya umur Khodijah.. " ujar Khodijah benar benar sangat terharu karna Khodijah sangat sangat imut sedangkan maira Lagi memasukkan duit 50 ribu ke setiap amplop bergambar kartun itu.


maira pikir hanya mereka yg ada di rumah, kenyataannya tidak Keluarga dari Yaman dan Mesir serta Arabia juga datang tapi kini mereka semua pergi ke mesjid, mobil berbaris di halaman.


" kak.. kakak jangan marah ya.. kakak nggak mau nikah lagi? " tanya maira membuat Aisyah berpikir.


" kek nya nggak deh, nanti kalau kakak nikah bakalan viral.. gini gini kakak punya uang tunjangan dari banyak pihak jadi menurut kakak, setia pada suami itu lebih baik.. walaupun sudah meninggal "


" eh? tunjangan? "

__ADS_1


" iya.. setiap bulan kakak dapat 50 juta itu dari pihak keluarga suami Kakak, terus harta warisan suami kakak semuanya atas nama Alif.. mulai dari pesantren perkebunan peternakan, sekarang itu masih di atas nama kakak karna Alif belum berusia 18 tahun, setiap bulan kakek selalu kirim 10 juta untuk Alif, Abi juga kasi 50 juta setiap bulan karna semua di rumah ini kakak yg mengatur, mulai dari dapur, dekorasi, pakaian banyak lah, belum lagi nanti musim panen kakak bisa dapat ratusan juta bahkan meliaran, apa lagi kalau raya idul Adha nanti lebih besar lagi " ucap Aisyah dengan santai dan maira mengangguk mengertilah.


" terus?? kalau kakak nikah lagi uang nya kemana? "


" semuanya akan jatuh pada Alif, uang nya akan di simpan sampai Alif bisa mengelolanya sendiri " ucap Aisyah menaruh kembali Khodijah di dalam kasur nya " itu kenapa kakak cuman ngajar di pesantren, tapi setiap bulan selama seminggu kakak harus meninjau semua nya, perjalan yg sangat panjang, sangat melelahkan


*


*


*


Aisyah melihat jam, ia memasang menutup tirai pembatas di mana lantai pertama semuanya laku laki laki dan lantai kedua semua perempuan, menyajikan piring bersih dan air minum. di sana ada opor ayam, rendah daging, ketupat, sambal kentang, lontong sayur, sate kacang yg terbuat dari daging dan ayam, ada juga beberapa buah potong serta kurma yg begitu banyak.


" sayang.. "


" mas... aku minta maaf atas kesalahan ku selama ini ya.. aku minta ijin mohon maaf lahir dan batin ya mas.. " ujar maira menyalami Ikhsan dan Ikhsan memegangi ubun ubun maira sembari membaca doa lalu menciumnya dengan lembut.


" mas yg seharusnya minta maaf karna kamu melewati banyak rintangan karna pernikahan ini "


Ikhsan mengambil kedua anak nya yg menangis membawanya ke lantai bawah untuk di tahnik oleh yahya, Abang kandungan suaminya Aisyah. Khodijah ketika di tahnik dia santai saja tapi ketika ikhsya, tubuhnya menggeliat menangis dengan kencang, untungnya dia di bedung tapi tangisannya menggelegar, ketika kurma halus itu masuk kedalam mulutnya ia langsung diam merasakan manis nya kurma. Yahya mengembalikan ikhsya pada Ikhsan dan ia kembali menangis.


" astagfirullahhal'azim... " batin Ikhsan membuka bedung Ikhsya dan terlihat tangan dan kakinya langsung melebar kepanasan, Ikhsan sambil makan sambil mengipasi ikhsya yg tertidur.


" siapa namanya? " tanya paman yahya yg sudah selesai makan pada Ikhsan yg baru juga selesai makan.


" ini mamanya Muhammad ikhsya an Nabawi, yg perempuan namanya Khodijah Az-Zahra Humairah. " jawab Ikhsan menggantikan popok Khodijah dengan lembut dan pelan.


" lalu nama ketiga anak mu yg meninggal? "


" anak kedua namanya Muhamad Salman Al Farizi, anak yg ketiga Muhammad Al fath at tin, terus anak ke empat itu Muhamad Al Aqsa. "


" kenapa nama anak ketiga itu at tin "

__ADS_1


" karna saat mengandung, kakek selama membawa buah zaitun dan buah tin, istri Ikhsan kalau sudah makan buah itu dia nggak mau makan yg lain


__ADS_2