
mata maira melihat kesekeliling, dia begitu kehausan, tidak tau yg terjadi, Ikhsan langsung mengambil botol air mineral dan memberikannya dengan cara membuat maira dengan posisi duduk, bunda dan keluarga ikut masuk bunda mengambil kain menutupi tubuh maira.
" kamu.. tolong.. jangan... sentuh.. saya... " ujar maira dengan sangat lemas lalu pingsan.
" bawa kerumah sakit langsung.. " kata ayah dan Ikhsan mengangkat tubuh maira yg tertutupi kain membawanya ke mobil dan pergi kerumah sakit.
*******
sesampainya di rumah sakit Ikhsan menaruhnya di bed hospital dan para tim medis membawanya ke UGD karna ini benar benar darurat, Ikhsan melihat gamis yg ia pakai sudah penuh darah nifas maira yg keluar begitu banyak.
" ya Allah ini kenapa? " tanya Abi.
" darah nifas maira keluar, seperti nya dia pendarahan " ujar Ikhsan dan pinggang, Abi menangkap tubuh ikhsya lalu Ikhsan juga di larikan ke UGD,
di depan UGD mereka semua sedang menunggu, ayah harus mengikuti prosedur karna ingin mengambil ruang VIP rumah sakit untuk 2 pasien. akhirnya kedua suami istri itu di pindahkan keruangan VIP, ketika masuk yg terlihat pertama adalah Ikhsan, kedua tangannya di infus secara bersamaan, tangan kiri yg berisi sekantong darah segar dan tangan kanan dengan 3 botol infus secara bersamaan. alat bantu pernapasan, dan beberapa alat yg di pasang di dada Ikhsan untuk mendeteksi jantung.
Akbar membuka tirai yg memisahkan mereka berdua, maira juga memakai alat bantu pernafasan tapi tidak seperti punya Ikhsan, dia lebih kecil dan itu selang sedangkan Ikhsan berbentuk masker, tangan juga di infus, kondisi sedang tidak sadarkan diri. di lihat bagaimanapun kondisi Ikhsan lebih parah dibandingkan dengan kondisi maira.
sepanjang hari mereka menjaga keduanya, berita maira mati suri, banyak yg menangis bahagia tapi ada juga yg menghina bahwa ini hanya sebuah prank yg biasa di main kan oleh maira.
" jadi guys ini udah 14 jam kak maira dinyatakan hidup kembali, sekarang hanya tinggal kak maira bangun, Abang Ikhsan juga sudah malai pulih tapi, sekarang Abang Ikhsan lagi ganti infus yg baru, dan 1 kantong darah. dan kami juga baru tau kalok sejak lahir Abang Ikhsan punya Kelainan jantung, itu kenapa setiap 1 jam sekali kondisi kesehatan harus di cek "ujar Akbar mengambil Vidio agar yg selalu update tentang kondisi kedua nya.
" ini udah jam 9 malam bentar lagi jam 10, Abi ayah juga udah di sofa, untuk menemani keduanya, kami juga ikut tapi bunda kak Aisyah dan yg lain pulang, menemani ikhsya di rumah, jumpa lagi esok hari" ucap Ikbal yg mengambil kasur angin kecil dan berbaring di atasnya dengan nyaman.
***********
pagi hari bunda datang bersama dengan yg lainnya bahkan membawa ikhsya Karena semalaman dia terus menangis, ikhsya masuk kedalam Stoller nya itu dengan nyamannya dan dia tidak tertidur sama sekali.
baju yg di pakai oleh ikhsya
__ADS_1
******
disisi lain Ikhsan terbangun bersamaan dengan maira, keduanya duduk di tempat tidur yg berbeda, Ikhsan di ganti alat bantu pernafasan dengan yg lebih kecil sedangkan maira di buka dan hanya infus yg terpasang. tirai di buka dan keduanya melihat satu sama lain,
" assalamualaikum.. " ujar maira dengan lembut.
" wa'alaikumsalam.. " jawab Ikhsan menghapus air matanya tidak menyangka ini semua terjadi di dalam kehidupan mereka.
dokter mengambil kursi dan duduk di tengah tengah mereka sambil memegangi sebuah papan tulis yg berisi catatan kesehatan.
" baiklah jawab pertanyaan saya, sebenarnya Ikhsan nggak perlu tapi.. kondisi jantung bisa mengubah segalanya. baiklah, sebutkan nama masing masing? " tanya dokter Asep.
" nama saya Muhammad ikhsan khoirul "
" nama saya Syahnaz Humaira "
" berapa usia kalian saat ini? " tanya dokter kembali.
" umur saya 15 tahun bulan depan 16 tahun " jawab maira membuat semua orang di sana menatapnya.
" baiklah semuanya tenang dulu, kenapa kalian bisa di rumah sakit ini? " tanya dokter kembali menatap mereka berdua
" ketika saya mengantarkan istri saya kerumah sakit, lalu saya pingsan.. " jawab ikhsan.
" kami baru pulang dari haji, pesawat tergelincir dan kepala saya terbentur " jawab maira,
" apa status kalian saat ini? " tanya dokter itu.
" saya sudah menikah, mempunyai seorang istri dan seorang putra yg kini belum berumur seminggu " jawab Ikhsan dengan pelan.
" saya seorang pelajar, belum menikah, tidak mempunyai suami atau anak " jawab maira.
__ADS_1
" dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa maira amnesia, mungkin karna 2 hari meninggal, syaraf dan ingatan masa lalu hilang, ini mungkin saja terjadi, kalian bisa pelan pelan mengingatkannya dengan kenyataan, tapi jangan terlalu di paksa nanti menganggu kesehatan nya " ujar dokter Asep.
akhirnya dokter keluar dan bunda serta yg lainnya, ayah menceritakan yg terjadi, wajah Ikhsan terlihat sedih di sana,
" bunda.. bisa tolong Ikhsan, Ikhsan mau Ikhsya disini " pinta Ikhsan dan bunda melakukannya.
ikhsan melihat anak nya itu tidak mengunakan bedung nya dan hanya baju yg tebal saja, topi dan sarung tangan, " anak baba udah nggak mau di gedung lagi ya.. maunya begini iya? " tanya Ikhsan dan ikhsya tersenyum untuk pertama kalinya.
" maira.. ada yg harus kau tau sayang" ujar bunda dengan lembut duduk di samping maira yg melihat bayi itu, maira menatap bundanya itu keheranan " pria yg di sana, namanya Ikhsan, dia suamimu.. dan yg di pangkuan nya itu anak kalian.. " ujar bunda membuat maira terkejut
" bunda maira masih 15 tahun, nggak mungkin lah maira udah menikah dan melahirkan anak " ucap maira sambil sedikit tertawa.
Ikbal menyerahkan hpnya dan memperlihatkan Vidio pernikahan mereka, maira yg masih tidak percaya melihat tanggalnya, itu sudah satu tahun 6 bulan yg lalu, maira melihat Vidio tentang dirinya dan Ikhsan bersama sama.
" maira sudah menikah, maira melahirkan, meninggal, dan hidup kembali? " tanya maira dan air matanya mengalir, mereka di sana mengangguk secara bersamaan " astagfirullahhal'azim.. " ujar maira menangis dan ikhsya juga ikut menangis.
maira memeluk bundanya itu, dia tak tau harus apa, bagaimana bisa dia menikah dengan laki laki yg tidak ia cintai sama sekali, bahkan kini dia telah melahirkan seorang anak dengan pria itu. bunda mengambil ikhsya dan mengajari maira memangku anaknya itu untuk pertama kalinya, maira mencium anak nya itu dan ikhsya seketika diam.
" maira udah makan, makan dulu nanti bisa kasi ASI langsung" ujar bunda membuat maira terkejut.
maira di pakaikan penghangatan di bagian dadanya lalu memakan makanan sambil memangku anak nya itu dengan lembut, hingga Ikhsya tertidur. Ikhsan juga makan bersama tapi tangannya sangat sulit untuk memegangi sendok jadi dia makan disuapi oleh Aisyah karna Abi pergi sebentar keluar.
" posisinya seperti ini? " tanya maira mencoba menyusui putra itu karna ASI-nya sudah keluar sendiri.
" iya.. benar " ujar bunda dan maira mencoba memasukkan kedalam mulut ikhsya ternyata sangat susah karna dia tidak mau membuka mulutnya tapi setelah berusaha keras akhirnya bisa.
suara hisapan yg deras dari ikhsya yg kehausanpun terdengar, mereka semua di sana sangat senang kecuali maira dan Ikhsan yg memendam perasaan masing masing.
" kalok maira amnesia.. aku harus ngulang dari nol lagi untuk membangkitkan keluarga kecil ku dulu.. apa dia bisa menerima ku, jantung ini pun kenapa kumat sih.. " batin ikhsan.
" bagaimana ini, nifas hanya 40 hari, berarti aku terselamatkan selama 40 hari, bagaimana kalok dia meminta hak nya untuk di layani di ranjang, aduh.. mana gw udah jebol, keperawanan gw berarti di ambil oleh nya dong, sudah lah nggak papa, tapi.. bagaimana ini.. aku tidak mencintainya tapi dia hadir di hidup ku " batin maira.
__ADS_1