Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
ngidam tengah malam


__ADS_3

maira tertidur dengan masker oksigen yg kembali dia gunakan, tangan yg di infus membuat Ikhsan dan lainnya juga sedih, Ikhsan terus di samping maira di hanya meninggalkan maira kalok dia pergi ke mesjid yg ada di Singapore saja.


" Ikhsan, makan lah nak.. dari tadi siang sampai malam ni belum ada makan apapun " ucap Abi membawakan makanan yg sudah dia beli.


" Ikhsan tak lapar Abi.. Ikhsan akan makan kalau maira sudah sadar, dia juga harus makan " kata Ikhsan.


" nak kau juga harus makan, obat mu saja belum di minum, makan lah sedikit, sedikit saja, Ikhsan nggak ingat kalok Ikhsan punya lambung, nanti kumat lagi " kata Abi mengingatkan ikhsan dan akhirnya Ikhsan makan baru dua sendok nasi yg masuk kedalam mulut tapi Ikhsan sudah merasa kenyang.


" mas makan lah.. " ucap maira dengan pelan dan Ikhsan menekan tombol agar dokter datang memeriksa secara langsung.


masker oksigen di ganti dengan yg lebih kecil, agar memudahkan maira bernafas, maira duduk sambil bersandar di kasurnya, dia juga ikut makan tapi di suapi oleh ikhsan.


" mas.. maafkan maira? maira yg menusuknya dengan jarum agar maira bisa hamil " ucap maira dan Ikhsan langsung memeluknya dengan erat, maira menangis di dalam pelukan Ikhsan begitu juga dengan Ikhsan.


" sudah sudah jangan menangis lagi ya... calon umma mana boleh nangis ya... " kata Ikhsan menghapus air mata maira lalu masuklah mama papa bunda dan ayah.


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatu "


Ikhsan dan maira menyalami mereka semua, terlihat sedang marah pada mereka, ayah mengusap kepala maira dengan lembut " sudah jangan marah, ayah bukan nggak mau cucu dari kamu tapi tunggu besar sikit, udah anak ayah di ambil cepat kali!! hamil pun cepat kali!, jaga baik baik tu kandungan, Allah udah kasih amanah yg sangat luar biasa, banyak orang di luar sana menginginkan kehamilan tapi tidak mendapatkannya, kalian harus bersyukur " ujar ayah membuat maira kembali menangis dan memeluk ayah nya itu.


***********


Tampa terasa waktu berlalu begitu cepat, hari ini hari di mana Ikhsan pergi meninggalkan maira untuk sementara waktu demi menuntut ilmu, terlihat maira tak ingin lepas dari Ikhsan, bahkan makan rujak khas Singapore saja harus di suapi oleh nya. ketika mendengar pengumuman bahwa pesawat yg akan di naiki oleh ikhsan akan segera berangkat membuat hatinya sedih.


" eh kalian berdua sampai kapan mau gitu terus, Abang Ikhsan harus pergi sebentar lagi ini " ucap Akbar jadi emosi karna mereka itu jomblo.


" mas nanti syukur 4 bulan mas pulang kan? " tanya maira memastikan.


" iya mas pulang, syukuran nya kan di pesantren, kemungkinan besar mas cuman seminggu lebih di sana karna penerbangannya kan 1 hari lebih " ucap Ikhsan membuka hpnya melihat pesan yg sudah sampai di Jakarta.

__ADS_1


" janji ya.. "


" in sya allah "


" mas mah gitu... "


" mas usahakan untuk pulang "


akhirnya pesawat yg di tumpangi oleh ikhsan lepas landas, mereka semua juga di sana akan pulang tapi cuman kembar dan dirinya, ojīsan dan Obāsan akan pulang ke Jepang besok, sedangkan grand-père dan Grand-mère tinggal dengan papa dan mama.


setelah selang 2 jam maira dan kembar naik pesawat dan langsung lepas landas menuju Medan, tempat tinggal mereka.


*********


setelah penerbangan yg memakan waktu hampir 2jam, mereka sampai dan langsung di sambut oleh bila dan kak Dewi.


" bumil... aku kangen...!!!! " teriak bila memeluk maira, ingin sekali mereka meloncat sambil berpelukan tapi di larang oleh ikhsan karna maira sedang hamil " gila kau, umur baru 15 udah hamil, udah nggak papa, kau lihat kak Dewi dia jumpa cowok online yg ngajak nikah " ucap bila menunjukkan kakak nya itu.


" tapi sayangnya pria itu telah mempunyai istri, semalam ku labrak tu laki sama istri sahnya, kerja sama kami dan pria itu sedang selingkuh dengan gadis lain di hotel " ujar bila dan mereka berbicara sambil berjalan menuju parkiran.


*******


karna maira sedang hamil muda, bunda melarangnya tidur sendirian di kamar walaupun biasanya dia tidur berdua dengan bila, maira bangun karna kelaparan dia menginginkan sesuatu dan langsung mengambil jilbabnya pergi menuju kamar Ikbal dan Akbar.


" dek.. dek... ni kakak.. dek.. dekkk dekk... " panggil maira setengah mengantuk tapi dia kelaparan dan terus terusan menggedor pintu kamar itu.


di dalam Akbar terbangun dan membangunkan Ikbal.


" astagfirullahhal'azim... si bumil bangun jam 1 malam, gedor gedor pintu, mana orang masih ngantuk " ucap Ikbal tak tau apa yg terjadi jadi dia menghidupkan kamera takut yg ngedor itu hantu. " aku nggak bohong guys benar benar jam 1 malam, apa sih yg terjadi sama bumil satu ini, ya Allah belek " ucap Ikbal membersihkan dan membuka kan pintu.


" dek Kakak lapar " ujar maira di depan pintu

__ADS_1


" lah terus? tinggal makan apa yg ada kak di dapur "


" kakak mau adek yg masak " pinta maira membuat Ikbal tak bisa apa apa berhubung maira sedang hamil.


" masak apa? jangan aneh aneh ngidamnya, tengah malam ni " kata Ikbal pasrah.


" perkedel ubi, telur kukus tapi harus pakai daun pre, ada bawang merah bawang putihnya di cincang halus, pakai sosis juga pakai cabe dikit tapi cabe rawit, bubur ayam sama pepes telur asin yg pedes " ucap maira membuat Ikbal mengusap wajahnya mendengarkannya.


" tapi nggak ada ubi di dapur "


" di kebun ada "


" Abang!! bangun kau bang!!! " teriak Ikbal dan Akbar langsung melemparnya dengan bantal karna tak mau ikutan tapi akhirnya di seret oleh Ikbal ke kebun belakang rumah.


*********


" nah konten kali ini, adalah nurutin ngidamnya kak maira, yaitu telur kukus, telur asin pepes, bubur ayam, dan perkedel ubi, berhubung nggak ada ubi di dapur jadi kita ambil langsung di tengah malam begini " ucap Ikbal dengan nada tersiksa.


" semangat.... adik adik ku " ujar maira yg sedang gembira.


Ikbal dan Akbar menarik ubi sekuat mungkin hingga akhirnya terlepas dan Akbar membersihkan ubi nya tak lupa mengupasnya juga sedangkan Ikbal memasak makanan yg lainnya. maira mual mual hebat di sana sampai saking lemasnya terduduk di lantai.


" kak, jangan duduk di lantai lah masuk angin nanti... " ucap Akbar membantu maira duduk di kursi meja makan dan memberikan minyak angin serta selimut agar tidak masuk angin.


setelah selesai masak maira memakannya dengan pelan sambil menelpon Ikhsan.


" sayang makan tengah malam, siapa yang masakin? " tanya Ikhsan dengan lembut.


" kembar, enak mas " ucap maira sangat menyukainya


" kalian ngapain tengah mal..... astagfirullahhal'azim ini dapur apa gudang kenapa berserak begini ha!? beresin sekarang, enak loh perkedel nya " ucap bunda memakan nya bahkan dia ikut makan.

__ADS_1


" loh ini sate nasip nya bagaimana? " ujar ayah yg baru pulang melihat istrinya udah asik makan.


" nggak jadi bang ".


__ADS_2