
" dok dia sadar "
" Alhamdulillah.. "
" ini di mana? "
perlahan lahan melihat ke sekitar dan kembali terpejam, kondisi membaik dan di pindahkan keruangan lain. kini ruangan itu telah berisi dengan balon balon di langit langit, wanita itu ialah maira membuka matanya lalu kembali melihat ke sekitar .
" maira.. " ucap bunda menangis memegangi tangan maira.
" kenapa semuanya disini? apakah ini surga? kok mirib rumah sakit " ujar maira dengan pelan.
dokter pun datang memeriksa kondisi maira, maira melihat Alif yg masih kecil, kembar yg masih remaja, dan bunda serta ayah yg tidak berubah sama sekali begitu juga dengan Abi.
" apa aku mengulangi waktu, atau hanya bermimpi? " batin maira sama sekali tidak mengerti kondisi yg ia alami sekarang.
" siapa nama? " tanya Bu dokter.
" Syahnaz Humaira "
" apa status sekarang? " tanya kembali Bu dokter.
" saya sudah menikah, memiliki seorang suami, dan satu anak " jawab maira membuat ayah tersedak.
" anak siapa? " tanya ayah terkejut.
" lah, cucu ayah, ikhsya, dia.. dia meninggal di usia 20 tahun " jawab maira dengan nada sedih.
" dok, kakak ku kenak sawan bab*, biaya rumah sakit jiwa perbulan berapa, kakak ku mau masuk kesana " ucap Akbar dengan serius.
" woi woi, enak aja aku masih waras, dan lagi kenapa makeup yg kau pakai seperti berumur 14 tahun, di mana istri mu, kelima anak mu juga mana? " tanya maira membuat Ikbal memeriksa suhu tubuh maira.
" ah, gila udah ni orang " ucap Ikbal.
__ADS_1
" loh, kau kok bisa menyentuh kakak, kita kok bisa berkomunikasi " ujar maira kaget baru menyadari.
" berapa umur maira? " tanya dokter juga ikut bingung.
" hhmm maira meninggal di usia 18 tahun, terus jadi hantu menemani ikhsya sampai dia besar.. jadi 18+25\= 43 " jawab maira membuat ayah lemas.
" apa yg sebenarnya kau lalui, umur kau masih 16 tahun, ih mimpi lah ni anaak " kata ayah jadi kesel.
" assalamualaikum.. " ujar Ikhsan masuk kedalam ruangan.
" waalaikumsalam.. "
" nah ini orang nya, mas kita punya anak kan? laki laki, namanya ikhsya mas ingat kan? " tanya maira membuat Ikhsan terkejut.
" kita belum memiliki anak " jawab Ikhsan dan maira langsung melemparnya dengan buah jeruk.
" astagfirullahhal'azim mas tega ya.. kalian semua kenapa sih, maira dan mas Ikhsan itu udah punya anak namanya ikhsya, selesai maira melahirkan maira meninggal dan di bawa ke Indonesia lalu ketika di kafani maira hidup kembali, dan mas juga masuk rumah sakit karna syok dan karna mas punya Kelainan jantung sejak lahir mas pun meninggal, mas Ikhsan dan maira meninggal di hari yg sama " ujar maira membuat mereka pusing.
" maira tidak segaja mendengar pembicaraan mas dan kak Aisyah sebelum kita meninggal " jawab maira dengan polosnya.
" maira, kita baru saja menikah, selesai acara malam hari kita tidur di satu kamar dan satu ranjang, tidak ngapa ngapain bahkan mas tidak menyentuh mu, ketika malam hari mas ingin membangunkan sholat tahajjud maira kejang kejang dan langsung di bawa kerumah sakit lalu masuk ICU lalu koma selama sebulan lamanya, " kata Ikhsan membuat maira mengambilkan hp dan mengecek tanggal dan hari lalu kembali pingsan.
maira melakukan banyak tes untuk memastikan apa yg sebenarnya terjadi, dan ketika sadar maira terus menatap tajam ikhsan membuat nya salting.
" mas kita belum malam pertama? " tanya maira membuat wajah ikhsan memerah dan yg lainnya malah terkejut karna maira sangat berani menanyakan hal itu di depan anggota keluarga.
" belum.. " jawab Ikhsan pelan dan melanjutkan memotong buah.
" coba buka celana, mau cek warnanya berubah nggak? " tanya maira kembali membuat mereka hanya geleng² kepala.
" maira.. nggak sopan seperti itu sama suami mu nak " tegur bunda.
" bukan gitu bunda.. bukan maira lancang dan nggak sopan, tapi masa ia mas masih perjaka jelas jelas udah nggak perjaka lagi, dan lagi masa kalian semua lupa sama ikhsya " ujar maira bersikeras.
__ADS_1
" kakak pasti bermimpi masa depan lagi kan? " tanya Ikbal membuat maira berpikir seperti dia hanya bermimpi, tapi kenapa rasanya masih membekas.
" mas... ke kamar mandi yuk, biar maira periksa mas masih perjaka atau nggak " ajakan maira membuat Ikhsan frustasi.
" maira.. kita baru sebulan menikah, dan maira menghabiskan waktu di rumah sakit dan koma. jadi singkat cerita kalok seandainya maira nggak koma ini pasti hari pertama memulai pagi dengan status berbeda, " tolak Ikhsan membahas topik lainnya.
" mas, aku lumpuh selama 9 bulan, sambil mengandung anak kita, masa mas lupa, dan maira mau jujur, semenjak umur maira 12 tahun maira mengidap penyakit kangker dan sekarang sudah stadium 3 " ucap maira.
" apa yg kau maksud nak? cukup bercandaannya " tegas ayah mulai kesal.
" ayah maira memiliki penyakit kangker stadium 3, dan penyakit hemofilia kelas C, dan dokter tidak mengijinkan maira hamil karna 98% ketika maira melahirkan maka maira akan meninggal, penyakit ini turun temurun dan anak perempuan berisiko lebih tinggi untuk meneruskan penyakit ini, ayah ibu meninggal karna pendarahan hebat kan selama 3 hari berturut-turut, itu hemofilia ayah, sangat sulit terdeteksi kalok tidak teliti " ucap maira sambil menghapus air matanya.
semua orang di sana seketika hening, pemeriksaan akan keluar 2 hari lagi, malam hari mereka semua pulang kecuali ikhsan yg menemani maira, ikhsan sedang bersiap siap untuk tidur di sofa tapi maira memanggilnya.
" mas tidur di sini, di samping maira, nggak boleh nolak " pinta maira membuat Ikhsan terkejut tapi dia menurutinya, Ikhsan berbaring di samping maira dan dengan cepat maira memeluk Ikhsan dengan erat hingga tubuh mereka menempel dengan sempurna, dan itu membuat wajah Ikhsan memerah, maira sengaja menggoda Ikhsan habis habisan malam ini.
maira terus bercerita fulgar membuat Ikhsan tersiksa semalaman tapi Ikhsan tidak marah, dia mencoba menjadi pendengar yg baik dan selalu mendukung istri kecil nya itu, Tampa di sadari sang yg tak diinginkan berjadi pun bangun membuat maira merasakan ada sesuatu yg menusuknya.
" mas, malam ini yuk " ajak maira membuat batin Ikhsan menangis.
" nanti aja ya... kalok udah sembuh nanti baru mas kasi " tolak Ikhsan sambil tersenyum dengan wajah memerah.
" tapi maira mau nya sekarang sayang... " ujar maira membuat Ikhsan kewalahan.
" kalok udah pulang malam nya mas langsung kasi, udah sekarang tidur " kata Ikhsan merapikan selimut mereka berdua, tapi maira masih tidak percaya bahwa ini hanya sebuah mimpi.
" mas, coba buka celana deh "
" astagfirullahhal'azim... udah tidur " kata Ikhsan benar benar kewalahan.
" mas nggak ingat anak kita, kita udah mati mas, terus bahkan malam pertama kita aja maira ingat semuanya dengan jelas lah " kata maira bersikeras.
" udah tidur, udah malam "
__ADS_1