Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
keterangan tentang kehamilan


__ADS_3

" ASSALAMUALAIKUM IKSA DOMPET KU HILANG!!! "


seketika mereka berdua terbangun, maira langsung bangkit begitu juga dengan Ikhsan yg terbangun, Ikhsan melihat dokter dan perawat beserta Eyza lalu maira yg baru bangun dan langsung ke kamar mandi, wajah mereka berdua benar benar memerah.


" wa'alaikumussalam.. " jawab Ikhsan dengan pelan lalu dokter itu memeriksa kondisi kesehatan Ikhsan dengan cepat.


" di makan ya obat dan makanannya, jangan sampai telat makan ya " kata dokter itu.


" terimakasih dok " ucap Ikhsan sedangkan Eyza udah hampir menangis di sana. sedangkan Ikhsan menghembuskan nafas kasar melihat sahabatnya itu lalu datang lah dalil memeluk Eyza lalu mereka menangis bersama.q


" ini kenapa sih, kelainan berdua kok nangis? " tanya Ikhsan yg makan di suapi oleh maira


" tas kita hilang, dalam nya ada dompet kau, aku dan dia " ucap Eyza membuat Ikhsan berhenti mengunyah makanannya.


" emang nya isi dompet nya apa aja mas? " tanya maira.


" STNK, BPKB, SIM, KTP, surat bukti pernikahan kita, ATM, " ucap ikhsan memijit kepalanya sendiri


ketika malam hari Ikhsan harus meminum obat dan menemani maira membuat Vidio.


" assalamualaikum guys aku maira dan ini suami ku mas Ikhsan.. " ucap maira sambil tersenyum manis dan Ikhsan tetap fokus ke makanan nya.


" jadi di Vidio kali ini kita akan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi, ini jam 9 malam ya, dan kenapa mas ku ini pakai selang oksigen dan infus? jadi 3 hari yg lalu itu mas kecelakaan, hingga mengakibatkan dia terkena serangan jantung, sempat masuk ICU tapi Alhamdulillah kondisinya sekarang itu udah membaik tapi tetap harus di rumah sakit sekitar seminggu lagi " ujar maira dan Ikhsan memegangi hp nya.

__ADS_1


" pertanyaan pertama, bukan kah maira sedang hamil dedek kembar, kok bisa sekolah ya? pernyataan yg menyakitkan hati " ujar maira menatap Ikhsan karna dia tak ingin menjelaskannya.


" jawabannya maira sudah tak hamil lagi, jadi 2 Minggu yg lalu ketika cek rutin kehamilan, Bu bidan nya bilang kalok janinnya membesar sesuai dengan waktunya tapi sayangnya nggak tumbuh seperti umumnya, nggak berbentuk seperti bentuk bayi hanya seperti bola kecil tapi dia membesar, demi kebaikan maira kami ambil langkah untuk kuret, ini juga di saran kan sama bidan nya " jawab Ikhsan sambil menyuapi maira.


" pertanyaan kedua, yang paling banyak di pertanyakan, kalok nggak mau anak yg bawa kemari, banyak di luar sana yg nggak bisa mempunyai anak, jangan buang buang anak, yah terus dia sangkut paut kan dengan status mas Ikhsan yg seorang habib, jawab mas " kata maira dengan santai.


" loh... kok mas yang jawab, tapi tadi gantian jawabannya "


" nggak jadi "


" astagfirullah... yaudah deh, hhmm mau jawab apa ya? saya rasa kami nggak membuang anak, tapi takdir kami yg terpisah dengan anak, dah itu aja " jawab Ikhsan nggak tau harus ngomong apa lagi.


" pertanyaan ketiga,,, kak dengar dengar keluarga nggak setuju kakak hamil tolong penjelasannya "


" iya bagus banget nakal nya ya... tapi rencana kami, maira akan tunda dulu kehamilan, di karenakan sekolah tidak mengijinkan tatap muka dengan guru kalau hamil, jadi dia harus homeschooling, lagian sekarang maira juga hampir memasuki kelas 11 jadinya waktunya cuman sebentar saja " kata Ikhsan memperjelas jawaban.


" ya begitulah ges, soal nya mas pulang itu setahun sekali, dia libur itu dari bulan Juli sampai Agustus kalok nggak salah ya.. dan dia nggak pulang " kesel maira yg paling mendalam.


" mas kan pulang nanti ," kata Ikhsan sambil tersenyum.


" cuti tiga bulan, pulang nya cuman pertengahan bulan puasa, 2 Minggu raya balik lagi " kesel maira.


******************

__ADS_1


tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini maira sudah mengetahui anak adik kecil nya itu yg bernama Naura. kini maira sedang berbaring dan Ikhsan sedang memasang gurita ibu melahirkan di perut maira karna jujur saja maira tidak bisa mengikatnya.


" udah selesai, " ujar Ikhsan berjalan ke dapur.


" makasi sayang "


kini mereka sudah pulang ke apartemen, Abi juga sudah pulang karna ini akhir tahun, Abi pasti sangat sibuk, ya.. aku juga sadar sih aku akan kembali ke Indonesia kalau kondisi suami ku ini membaik, rasanya 2 bulan LDR terlalu menyakitkan ya.


" mas... mas ngapain.. " tanya melihat nya sedang membongkar pakaian ku.


" sayang, sebelum datang ke mari, sayang bawa sarung mas yg ketinggalan nggak? yg warna hitam tu, itu sarung pemberian ummi, mas nggak mau sampai hilang " jawab Ikhsan tidak menemukannya dan merapikan pakaian ku di lemari.


" sarung hitam, yg ada sulaman nama mas itu? " tanya ku dan dia mengangguk " maira cuci tadi sama pakaian kotor mas di rumah sakit, ada di jemuran, coba lah lihat, habisnya mas pergi semua pakaian di bawa nggak ada yg di tinggal untuk istrinya, "ketus maira dan Ikhsan langsung mencium kening maira.


" jangan marah sayang, nifas nya udah berhenti belum,? " tanya Ikhsan dan aku mengangguk " tadi udah minum pil kontrasepsi? " tanya Ikhsan dan aku mengangguk " terimakasih sayang "


sebenarnya maira ingin kembali hamil lagi tapi dia juga harus mengerti kondisi nya Ikhsan, Ikhsan ingin kalau maira hamil, dia harus berada di sisi nya maira sampai melahirkan, bunda ingin maira hamil di rumah mereka karna maira tidak punya pengalaman sama sekali, sedangkan Abi, dia ingin rumah nya terdengar suara bayi, bahkan Abi berharap maira bisa melahirkan di Jakarta.


hari terus berlalu kondisi kesehatan Ikhsan juga sudah pulih 100% selama sebulan penuh ini maira merawat Ikhsan dengan penuh kasi sayang. maira mengambil hp nya memvidiokan Ikhsan sedang menimbang badannya itu, terlihat wajah terkejut lalu kembali turun, dan kembali naik.


" kenapa mas, wajahnya cemberut gitu? " tanya maira sambil tersenyum geli melihat tingkah Ikhsan yg terkadang seperti anak anak.


" naik berat badan mas yank... sebelum nikah 40, setelah nikah 45, mas berangkat ke Kairo coba diet, nggak turun turun, ayank datang 50 timbangan mas jadinya " jawab Ikhsan menuju cermin melihat perutnya yg dulu sispex sekarang rata di bantai lemak " sepertinya gym juga di butuhkan setelah pernikahan " gumam Ikhsan melihat bentuk tubuhnya, dia paling nggak suka perut buncit dan sekarang dia terancam akan hal itu.

__ADS_1


__ADS_2