Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
persiapan


__ADS_3

Akbar sedang di kamar mandi, dia sedang panik karna perempuan yg akan di jodohkan olehnya akan pulang kepada sang pencipta, bahkan Tampa dia sadari dia memesan buket bunga seharga setengah juta dan barang itu telah sampai.


" deg-degkan, ya Allah... sekalinya tak berjodoh, langsung kau pisahkan dengan alam yg berbeda " gumam Akbar keluar dari kamar mandi berjalan bersama ayah bunda dan Ikbal menuju ruangan sebelah.


terdengar suara wanita sedang mengaji dengan sangat merdu, tapi sebenarnya itu Khodijah yg sudah hampir tak sadarkan diri tapi terus mengulangi hafalan nya. di umur 14 tahun Khodijah belum pernah haid jadi dia masih suci, wajahnya sangat putih dan benar benar sangat cantik seperti boneka yg hidup. ketika Akbar melihat wajah Khodijah Akbar langsung beristighfar takut memandangi lebih dari yg seharusnya.


" as.. as.. assalamualaikum Khodijah " ucap Akbar grogi dan ikbal memegangi kamera " ayah bilang... ayah bilang kau ingin berjumpa dengan ku... aku.. aku membawakan bunga, ku dengar kau suka warna kuning jingga.... aku tau hubungan kita hanya perjodohan sejak di dalam kandungan... ini pertama kalinya kita bertemu... ku harap kau tidak akan melupakan ku.. begitu juga dengan ku, aku akan mengingat mu sampai akhir hidup ku.. " ucap Akbar dengan cepat tapi juga terkadang melambat.


tiba² Khodijah tersenyum lalu berhenti mengaji dan memejamkan matanya untuk selamanya, Akbar terlihat sedih tapi dia juga tak tau harus melakukan apa, Akbar meminta izin untuk mengambil foto Khodijah tapi di larang oleh keluarga. pemakaman di lakukan hari itu juga tepat di sore hari, sebagai mantan calon suami Akbar tetap menghadiri pemakaman begitu juga dengan keluarga mereka


...****************...


maira sedang packing baju untuk pergi ke Singapure karna sudah membuat janji dengan dokter, Ikhsan juga sebenarnya setahun sekali harus ke Singapure untuk mengecek kondisi kesehatan jantungnya. setelah selesai maira langsung berlari dan melompat ke tempat tidur langsung memeluk tubuh Ikhsan.


" sayang... nanti jatuh... " ucap Ikhsan sudah berulang kali menasehati maira.


" mas... nanti kalok tinggal dengan mama papa mas harus berbahasa Inggris " ujar maira mengingatkan.


" iya.. tapi kan? apa nama papa nggak bisa bahasa Indonesia? " tanya Ikhsan merasa aneh.


" nggak bisa, bisa sih tapi dikit dikit " jawab maira dengan santai " opa dan Oma itu menikah beda negara, opa dari Pakistan, Oma dari Prancis, lalu lahir lah papa dan ibu, papa menikah dengan orang Paris ( mama) yg tinggal di Singapore, lalu ibu menikah dengan ayah, maira bukan berdarah Indonesia asli, itu kenapa rambut maira berwarna pirang " kata maira menceritakan.


" OOO... tapi mas merasa nggak enak kalok mas tinggal sama mertua, sama seperti kondisi kita sekarang, bukan berarti mas nggak suka tapi mas kerja nya juga masih kurang, panggilan ceramah banyak di luar provinsi, mas nggak bisa ninggalin maira sendiri, mas merasa nggak enak sama ayah " ucap Ikhsan takut membebani ayah.


" mas kan punya penghasilan walaupun mas cuman rebahan doang " ucap maira tau kalok Ikhsan memiliki banyak cabang restoran.


" ya.. tapikan... "

__ADS_1


" mas bisa bantu papa di butik, oiya mas harus belajar bahasa Prancis karna setiap setengah tahun sekali keluar di Prancis akan kumpul, kalok manggil nenek dari mama, berhubung mama berdarah Jepang juga, Obāsan artinya nenek ojīsan artinya kakek, kalok dari papa Grand-mère artinya nenek grand-père artinya kakek, mas harus ingat tu, yg lain cukup panggil paman bibi saja " kata maira menjelaskan.


" harus belajar bahasa Prancis, Jepang, bahasa Jerman juga harus mas pelajari soalnya " kata maira sambil tersenyum dengan kode kode alam.


********


ketika masih dini hari mereka harus siap siap ke bandara berhubung waktu jam terbang tepat jam 7, sedangkan waktu perjalanan ke bandara itu sekitar 2 jam. jadi mereka menaiki mobil baru yg telah di modifikasi sebagai mobil keluarga. di dalam mobil terdapat dapur kecil dengan sebuah kulkas, kamar mandi, kasur angin, dua buah sofa.



" nah ini mobil baru kami.. kelen lihat lah ni.. ada kamar mandi, kasur angin, sofa, di dalam sofa ini ada bed cover, bantal, guling, selimut tambahan, berhubung kasur angin nya ada 2, dan sekarang ini masih jam 3 pagi, baru selesai sholat tahajjud " ucap Ikbal masih mengantuk.


" bunda... soga nggak ada? " tanya Akbar melihat isi kulkas penuh dengan jajanan.


" kehabisan, jadi bunda nggak beli deh, udah sekarang kalian tidur jam 4.30 nanti bunda bangunin " ucap bunda dan mereka mengangguk.


" Ikhsan juga tidur aja... " kata ayah dengan santai.


" tapi... "


" ada bunda yg temenin ayah, udah tidur aja lah " tegas ayah masuk kedalam mobil lalu memulai perjalanan.


maira memeluk Ikhsan dengan manjanya melupakan bahwa kini di samping ada si kembar.


" sayang.. ada si kembar loh.. jangan seperti itu " bisik Ikhsan takut ketahuan.


" cuman peluk doang, udah tidur.. tangannya di sini " ucap maira dan Ikhsan hanya menuruti.

__ADS_1


tanpa mereka sadari waktu terus berjalan hingga sekarang hampir jam 5. Ikbal mengambil foto Ikhsan memeluk maira sambil tertidur dengan begitu romantisnya.


" nah ini untungnya nikah muda, nikah berasa pacaran " kata Ikbal lalu Ikhsan terbangun langsung membaca doa mengusap usap wajahnya dengan perlahan tapi masih dalam keadaan setengah sadar.


" yank.. sayang... bangun atuh.. udah mau subuh " ucap Ikhsan kelepasan karna dia tidak pernah bersikap romantis di depan siapapun kecuali maira.


" hhhmmm... " ucap maira menutupi tubuhnya dengan selimut.


" maira.. "


" iya mas iya... maira udah bangun ni udah bangun " ucap maira membuat mereka yg ada di sana hanya bisa pasrah karna maira sangat susah untuk dibangunin.


Mereka mandi di mesjid bergantian setelah selesai langsung sholat subuh berjamaah dan melanjutkan perjalanan, Ikbal memasak nasi goreng lalu membagikannya.


" Ayah makan disuapi oleh bunda, kak maira makan disuapi oleh bang Ikhsan lah kita? " Ucap si kembar harus menerima nasip.


" Alah... Tunggu 5 tahun lagi, kawen lah kalian " ucap ayah dengan santai.


" Yah masalahnya calon istri Abang udah di panggil duluan, sekarang Abang harus cari sendiri " ucap Ikbal menggoda Akbar.


" Itulah kalian ketinggalan berita, ayah udah dapat orang yg cocok, cuman tinggal tunggu dia pulang aja soalnya dia anak pesantren di Surabaya " kata maira membuat Akbar tersedak.


" astagfirullah nggak mati " ucap Ikbal dan Akbar langsung menjewer nya.


" jadi ayah pergi ke Surabaya untuk jemput jodohnya Akbar? " tanya Ikhsan dan ayah langsung menjawabnya.


" enggak, ayah cuman mau cek langsung aja, berhubung di sana ayah juga ada kerjaan, ni bunda mu udah tau hamil masih aja susah di bilangin, " ucap ayah mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" nanti kalok nggak datang undangan ke Padang, nanti keluarga di sana marah... tega sekali ya orang tu.. mentang² anak nya udah besar dan jadi orang kaya, kita yg susah di lupain, "


__ADS_2