Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
pesta pernikahan


__ADS_3

Ikhsan kini lebih santai karna kuliah S2 telah selesai, maira juga sudah tamat sekolah semalam adalah hari wisudanya dan Lusa adalah hari pesta pernikahan mereka, semua orang kelihatan sibuk tidak terkecuali mereka berdua.


" Abang.. umma nggak suka Abang kek gitu sama Adek khoiri... umma marah nanti.. " kata maira melihat ikhsya benar benar sangat cemburuan berbeda dengan Khodijah yg sangat menyayangi Khoiri.


" maa.. baban.. " ucap ikhsya ingin menangis tapi akhirnya maira memeluknya, maira memasang pagar pembatas di tempat tidur agar Khodijah tidak terjatuh di saat bermain.


" Khodijah.. umma keluar sebentar ya.. panggil baba " ucap maira dengan lembut dan Khodijah melambaikan tangannya " Khodijah memang selalu jadi penenang ku.. " batin maira salut dengan Khodijah yg sudah pandai menjaga adik nya.


tiba tiba ikhsan datang dan ambil alih ikhsya karna sudah waktunya mandi.. " mandi sama ayah ya nak.. umma udah mandi? " tanya Ikhsan dengan pelan karna ia kecapean


" semua nya sudah mandi mas.. ikhsya juga udah mandi.. " jawab maira dan Ikhsan menurunkan ikhsya lalu memeluk maira, maira membalas pelukannya untuk meredakan lelah nya ikhsan.


ikhsan selesai mandi langsung ke mesjid untuk sholat dan pulang ketika isya selesai, tepat jam 9 Ikhsan menjejerkan anak nya di kasur mereka dan membuka Al-Qur'an, satu hari mereka ber4 membaca satu jus agar di dalam ingatan mereka sudah tertanam dengan Al-Qur'an.


🍁🍁🍁🍁🍁


di sisi lain ada maryam yg baru saja selesai melahirkan bayi pertamanya, wajah nya benar benar sangat rupawan dan lahir di kota Madinah tepat di dalam kamar rumah nya, Eyza meng'adzani anak nya sambil menangis ia mencoba kuat tapi hati nya benar benar sangat rapuh.


" terimakasih Maryam.. kau melahirkan putra kita yg benar benar tampan ini.. " ucap Eyza, tapi kini Maryam sudah membujur kaku, ia meninggal di tengah tengah persalinan di saat sang anak baru kepala saja yg keluar.


ummi eyza mengambil anak Eyza karna Eyza yg memberikannya, Eyza benar benar tertekan karna semalam ayah mertua nya baba habib baru saja meninggal dan kini di susul oleh istrinya. pemakaman di lakukan dengan sangat cepat tanpa hambatan sama sekali, kakak laki laki nya Maryam melihat Eyza hanya bisa bersandar di pojokan ruangan.

__ADS_1


" Eyza.. sudahi sedih mu.. " ucap kakak laki laki Maryam, karna mereka cuman 2 bersaudara.


" bagaimana bisa aku menyudahi sedih ku, karna aku akan di tinggal selamanya.. " kata Eyza membuat mereka berdua sangat terasa kehilangan.


" lalu? bagaimana dengan anak kalian? bukan kah kau berencana untuk melanjutkan pendidikan mu? "


" masalah itu akan ku pikirkan nanti, yg pasti nya.. aku tak bisa terus berada di sini.. aku akan kembali ke Indonesia 2 Minggu lagi.. aku akan merawat anak ku di sana.. "


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


di Indonesia semua nya sudah mendapatkan kabar kematian nya Maryam membuat mereka sedih, sore hari itu maira sedang di make-up dengan cantik karna malam nya adalah ijab kabul yg di ulangi seperti 2 tahun yg lalu.


" gerak aja lah dari tadi.. " keluh papa membuat Ikhsan tertawa karna ia jadi juru rias anak nya sendiri.


" sabar pa.. maira makan lah dulu.. " ucap maira membuat mereka geleng geleng kepala melihat cara maira yg makan " mas.. minum ku.. " pinta maira dan Ikhsan membuka tutup botol nya memberikan pada maira.


setelah selesai makan, Ikhsan melihat sudah jam 3 saat nya kedua anak nya tidur. Ikhsan membaringkan mereka dan memberikan botol susu, ia membuka Al-Qur'an dan membacanya hingga putra putrinya tertidur dengan lelap.


" mas.. nggak mau pakai hena? orang Melayu celup je 3 jari " pinta maira dan Ikhsan geleng geleng kepala tidak setuju dan langsung pergi ke mesjid di dekat sana.


" ini jangan buka selagi papa belum kembali.. dengar tu? " kata papa memasang alat di hidung maira agar terlihat lebih mancung " ribet amat sih pa.. " keluh maira membuat papa heran karna sifat maira tidak seperti ibu nya yg pendiam.

__ADS_1


" makanya jangan pesek "


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


malam hari selesai isya, Ikhsan melakukan ijab kabul ulang lalu menandatangani beberapa berkas yg sebelumnya sudah di tandatangani oleh maira. Alif berjalan di karpet merah menabur bunga sambil menarik troli kecil yg di atasnya ada Khodijah yg tertidur terlentang, semua orang segera mengambil foto Khodijah.


" baba baba....!!! " teriak ikhsya mengutip uang seratus ribu dari para tamu, ikhsya berteriak sambil menunjukkan uang yg sudah hampir 5 juta di tangannya. Ikhsan hanya bisa geleng geleng kepala melihat ikhsya mata duitan seperti maira. " baba.. " ucap ikhsya berlari menuju ikhsan yg berada di tengah tengah karna maira akan segera berjalan di jalan yg penuh bunga itu.


ikhsya duduk di samping baba nya menjajarkan duit nya lalu memasukkan kedalam tas, maira yg masuk ruangan itu langsung gagal fokus dengan Ikhsya yg sedang mengira duit, salah satu dari staf di sana menggendong Ikhsya dan memasukkannya kedalam kasur bayi yg telah di sediakan, terlihat Khodijah sedang tertidur di sana.


Ikhsan dan maira kini sedang berada di pelaminan, menyambut para tamu dan menyalaminya dengan sangat ramah serta berfoto bersama. ikhsya terlihat kesal karna ia di cuekin oleh kedua saudaranya yg pulas tertidur di ranjang mereka, Khodijah memeluk Khoiri sedangkan ia tidak di peluk. tiba tiba Khoiri terbangun, Khodijah merangkak membuka tas lalu memberikan Khoiri sebotol susu


" imut nya.. "


" pintar banget Khodijah jaga adik nya.. "


" ini siapa yg ngajarin sih.. "


" aku juga mau anak seperti Khodijah ini.. "


ujar mereka yg melihat ketiga anak maira dan Ikhsan, sang Abang yg sedang merajuk dan Khodijah yg penyayang.

__ADS_1


__ADS_2