
maira telah sampai di rumah sakit, terlihat Abi dan kakek juga datang karna mereka ingin melihat cucu + cicit. maira berbaring di bed dan tirai pun di pasang, Bu bidan berada di tengah tengah mereka. terlihat semua janin maira aktif banget kecuali 1 bayi yg berada di posisi paling belakang.
" kayaknya yg itu kalem deh " ucap kakek
" kalau yg ini pasti yg paling aktif di antara yg lain " ucap Abi menunjukan posisi bayi yg paling depan.
" kita dengar suara detak jantungnya ya.. " ucap Bu bidan yg sudah pusing melihat buku kehamilan maira dari Indonesia.
mereka semua mendengar suara detak jantungnya, ini pertama kalinya untuk kakek dan Abi mendengar suara detak jantung sang dedek bayi mereka begitu antusias mendengarnya, ketika pulang menuju rumah kakek terus melihat hasil USG.
" maira.. hadiah apa yg kau inginkan atas kehamilan mu ini? " ucap kakek terus fokus menatap foto cicit nya itu.
" hadiah?... cukup doa saja kakek, do'akan maira bisa melahirkan di usia kandungan 9 bulan.. itu sudah cukup "
" tidak mau yg lainnya? seperti perhiasan, tanah, rumah, kebun, peternakan atau makanan? "
" hhmm cilok goreng, yg dalam nya kopong kek! tapi harus kakek yg bikin, mas bikin cilok keras banget.. "
kakek malah tersenyum geli melihat cucu menantunya itu, padahal maira terlahir dari keluarga kaya raya yg memiliki kehidupan dengan fasilitas yg cukup mewah, tapi maira selalu didik sederhana.
sesampainya di rumah kakek membuat cilok goreng untuk maira, ketika maira memakannya benar benar sangat enak. Ikhsan jadi kepingin melihat maira makan dengan begitu lahap, padahal maira susah makan kalau tidak sesuai keinginannya.
" boleh.. "
" nggak boleh! ini punya maira.. kakek.. om Ikhsan ganggu maira makan... " ujar maira memeluk Mangkuknya.
" Ikhsan.. jangan ganggu cucu kakek makan ya.. "
" tuh dengerin, dia emang suka gitu guys "
*
*
waktu terus di habis kan oleh maira dan Ikhsan selama seminggu di Tarim, kini mereka berdua harus kembali ke negara masing masing, maira harus pulang ke Indonesia karna ia harus ujian kenaikkan kelas.
__ADS_1
" nanti kalau udah sampai langsung bilang ya.. mama papa langsung jemput kan? " tanya maira dan Ikhsan mengangguk.
maira akan terbang ke Inggris di mana mama papa sedang bekerja, ketika sampai di sana mereka akan ke Jakarta lalu terbang ke Medan.. tapi sayangnya mama papa hanya bisa mengantarnya sampai Medan. tiba tiba papa menelpon memberi kabar bahwa kedua orang tua mama meninggal dalam kecelakaan membuat mereka membatalkan penerbangan.
" innalilahi wainnailaihi, jadi kita bagaimana? " tanya Ikhsan di buat khawatir.
" kakek rasa.. maira pulang nya di tunda dulu ya.. lebih baik kalian pergi ke Jepang menghadiri pemakaman "
" Abah.. maira ujian tanggal 10 ini, sedangkan Ikhsan 2 hari lagi juga ujian.. "
" maira.. " panggil mama dengan suara menahan tangis.
" iya ma.. mama jangan sedih dong.. maira jadi sedih ni.. "
" kamu nggak perlu datang nak.. kamu juga mau ujian kan? Ikhsan juga ujian kan.. maira.. kamu jangan terlalu di pikirin ya nak, takut kandungan mu sakit lagi "
akhirnya maira membeli tiket dari Yaman ke Indonesia, selama di perjalanan rasa bersalah maira terus ia rasakan membuat maira kepusingan, wajah maira menjadi lebih pucat. para pramugari terlihat begitu serius mengawasi maira bergantian karna Ikhsan sudah menjelaskan kondisi maira.
ketika saat nya makan maira memberikan makanannya pada pramugari untuk di panaskan kembali, maira makan sambil membuat Vidio untuk menenangkan dirinya sendiri, maira membicarakan banyak hal karna ini bukan akun games nya. ketika sampai maira harus menunggu 3 jam di bandara sebelum melakukan penerbangan lagi, ia tidak ditemani oleh siapapun dan hanya sendiri.
" apa anda tidak apa apa? " tanya salah satu pramugari itu dan maira mengelus perutnya karna ternyata itu sakit.
" sepertinya.. " jawab maira dengan pelan mencoba menahan sakit.
sepanjang perjalanan maira tidur dalam keadaan memegangi perutnya, setiap saat pramugari mengecek keadaan maira. ketika sampai maira sampai keluar langsung menjemput dan membawa pulang, maira terus menciumi aura membuat ia sampai menangis.
" jadi? bagaimana dengan sekolah kalian? mau lanjut ke sekolah internasional atau nasional? "
" ayah bilang sih terserah, kalau sekolah internasional nya kan banyak biaya, belum biaya masuk, SPP, tahunan kan banyak " jawab Ikbal sambil makan nasi goreng.
" selagi kalian mau belajar nggak masalah sih, uang sekolah kakak juga sekarang bukan ayah yg bayar "
" eh? terus yg bayar siapa? " tanya maira syok.
" loh kamu nggak tau? Ikhsan yg bayar semua nya? "
__ADS_1
" alahmak! uang SPP bulanan itu 1M, uang tahunan 120 juta? belum pakain dan beberapa hal harus di bayar? mas punya duit dari mana? "
batin maira mengingat bahwa Ikhsan belum mempunyai kerja tetap.
*
*
malam hari tiba maira duduk di meja rias nya, dia terus memperhatikan kak Dewi yg sekarang tidur di kamarnya kini ia tersenyum tersenyum sendiri melihat cincin di jari manis nya.
" kau kenapa sih kak? heran lah aku dari tadi senyum senyum sendiri, udah kayak orang gila lah "
" is kau ini.. duduk sini ada yg mau ku ceritakan panjang lebar sama kau "
maira duduk di samping Dewi mematikan lampu agar cocok dengan suasana hati.
" AKU DI PINANG!!!!! "
" APA!!!!! "
wajah maira yg terkejut sedangkan Dewi kegirangan memperlihatkan jari nya.
" ada cowok yg mau sama kau! nggak percaya aku bah.. "
" semalam kejadiannya, jadi pemuda ini sedang berkuliah di Mesir, orang tua nya datang lah jauh jauh dari Jakarta ke mari untuk Minang aku, dan aku di panggil lah sama paman, bicara begini begitu, kek mana pekerjaannya, nilai nya latar belakangnya, semua lah pokoknya, akhirnya paman setujuni kan tinggal aku aja ni, ya aku setujui aja, tapi aku ingin pesta pernikahannya itu ayah ku ini harus ada "
" gila! ada juga yg mau sama kau! "
" hhehh kau dengar ya.. gini gini kan aku cantik juga, tapi pernikahan nggak bisa di lakukan tahun ini kemungkinan tahun depan, lama banget sih "
" nggak sabar malam pertama ya.. "
" bukan itu.. kau tau kan umur ku sudah 20 tahun, para tetangga sudah membandingkan ku dengan mu, maira sudah nikah, kau kapan Dewi? sungguh menyayat hati.. "
" sabar ya.. "
__ADS_1