Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
ikhsya dan Khodijah


__ADS_3

setiap hari selalu ada yg mengunjungi maira, mau itu teman sekolah,teman karir, bahkan keluarga maira dari luar negeri, mama papa sudah kembali ke Singapore mendengar berita bahwa putra mereka siuman setelah 10 tahun terbaring koma. kini sudah hampir sebulan maira di rumah sakit, Ikhsan selalu berbuka puasa di sisi maira dan tidak pernah meninggalkannya, bila selalu menemani maira karna bunda harus bekerja tapi bunda selalu menelfon setiap saat.


Rizwan anak angkat dari mama papa sudah sadar tapi dia harus belajar karna kini umur nya sudah 21 tahun, di umur 11 tahun Rizwan sudah selesai SMA karna kepintaran yg sangat gila, kini dia sedang mengulangi seluruh pelajaran nya.


nama anak pertama maira dan Ikhsan adalah Muhammad ikhsya an Nabawi dan putri kecil mereka bernama Khodijah Az-Zahra Humairah. kini maira sangat deg degan karna kedua anak nya itu sedang melakukan pemeriksaan apakah boleh di bawa pulang atau tidak. sebenarnya maira juga tidak menyangka bahwa sang kakak dalam waktu 3 Minggu bisa menaikkan badannya begitu cepat, sedangkan sang adik juga tak kalah nya.


" deg degan banget sih? " goda Ikhsan dan maira langsung menatap suami yg sedang puasa itu.


" kalau Khodijah nggak cukup berat badannya bagaimana mas? " tanya maira bersandar di bahu Ikhsan yg bidang.


" mas yakin mereka akan pulang hari ini "


ketika semua nya sudah memenuhi syarat maira sedikit frustasi karna ia belum bisa mengeluarkan asi nya, tapi maira rasa dada nya terasa berisi hari ini. maira mencoba memberikan asi untuk pertama kalinya pada Khodijah di bantu oleh dokter wanita di sana.


maira merasakan geli tapi ia juga senang karna asi nya keluar, suara hisapan itu pun terdengar karna Khodijah begitu kehausan.


" pelan pelan nak.. baba mu nggak ngerebut kok "


suster di sana ingin tertawa sedangkan wajah Ikhsan sudah memerah, di sisi lain ikhsya dalam pangkuan Ikhsan terlihat menggeliat baru bangun tidur dan melihat sekeliling, ikhsya tersenyum melihat wajah ayah nya itu dan kembali tertidur.


" jadi maira dan dedek kembar di perbolehkan pulang, dengan syarat inkubator sudah ada di rumah, perawat yg akan menjaga kesehatan nya si dedek mereka akan datang setiap 6 jam sekali ya.. " ucap Bu dokter dan mereka mengangguk.


" asik.. si Kakak sama si adek udah bisa pulang" ucap maira di depan kamera.


" oke sekarang kita berada di kamar nya maira, maira bilang tadi pakai baju yang abu abu, tapi yg mana? " bingung Ikhsan di depan kameramen nya karna banyak baju bayi yg abu abu.


" mungkin yg tebal ini.. ini kan cantik? " ucap Nanda sang kameramen.


" iya kek nya ya.. yaudah lah.. "

__ADS_1


" kak? kakak itu nginap di rumah sakit apa nginap di hotel, koper sampai 10 " tanya Nanda heran memperlihatkan koper yg telah di susun rapi


" 1 koper isinya bantal, 3 koper baju maira, 1 koper keperluan mandi, 1 koper perawatan tubuh dan wajah, 3 koper punya ikhsya dan Khodijah, 1 koper Ikhsan. ini car seat mereka, dan ini kita mau susun dulu di mobil "


" assalamualaikum.. " ucap Ikhsan masuk membawa car seat dan baju dedek bayi. serta 1 buah koper



" wa'alaikumussalam.. mas kok bawa koper? " tanya maira.


" ini koper mas, tadi baju mas basah, baju nya yg ini kan? "


" bukan yg ini.. tapi ya sudahlah nggak papa, Abi sama kakek mana? "


" Abi masih jemput kakek di bandara, kak Aisyah nggak bisa ikut karna tugas nya banyak banget, biasalah para santri lusa sudah pulang ke rumah masing masing " ucap Ikhsan melihat anak tertuanya itu sedang di bersihkan.


air mancur membasahi baju maira yg sedang membersihkan Ikhsya, terlihat ikhsya tersenyum.


" wah anak ku ini.. " ujar maira melihat anak nya itu.


" aa~~ "


Seketika Ikhsan dan maira saling pandang pandangan " aaa... anak ku yg ganteng ni.. sayang umma ni.. " gemes maira tiba tiba mendengar suara buang angin Khodijah yg cukup besar membuat mereka tertawa.


kini maira dan Ikhsan berfoto bersama di depan rumah sakit sambil menggendong Khodijah yg tertidur di dalam bedung nya, terlihat ada beberapa wartawan di sana yg sibuk ingin mewawancarai maira. Ikhsan menaruh anak nya di dalam car seat dan memasukkannya kedalam mobil lalu mereka langsung pulang.


" kita nanti jumpa di rumah aja ya.. soalnya kakek dan.. mas anak kita manggil Abi apa? " tanya maira bingung karena Alif memanggil Abi dengan sebutan Abi juga.


" hhmm opah aja opah.. lagian Abi bukan orang Jawa, ummi yg orang Jawa "

__ADS_1


sesampainya di rumah mereka di sambut dengan marhaban para santri santriwati yg begitu merdu, karna hari kepulangan si kembar juga menjadi hari akikah nya. ikhsan sedang memegangi parang yg tajam untuk menyembelih 3 ekor kambing untuk anak nya, setelah selesai daging itu akan di kuliti dan di bagikan kepada orang yg membutuhkan.


kedua bayi itu kini sudah tidak memiliki rambut lagi, rambut mereka di timbang dan berat nya hampir 2 gram, Ikhsan telah menyiapkan uang tunai dan membagikan uang itu pada orang fakir miskin.


maira memegangi hp nya membuat Vidio, terlihat Ikhsan sedang menggendong kedua anak nya yg tidak mengunakan pakaian karna kini mereka sedang berjemur bersama.


" baba.. " panggil maira dengan mesra dan Ikhsan memperlihatkan ekspresi wajah geli mendengarnya


" maira.. mas mau mandiin dedek! " ujar Ikhsan tersenyum berharap di perbolehkan.


" enak aja! tenggelam nanti! " ucap serentak Aisyah dan maira.


" ayolah.. mas udah belajar loh.. "


" nggak, Abi takut kepalanya putus, astagfirullahhal'azim.. " istighfar Abi tiba tiba datang mengingat Ikhsan pernah ambil kelas jadi seorang ayah.


1 bulan yg lalu Ikhsan dengan bersama 20 orang bapak bapak di sana sedang memandikan boneka bayi, Ikhsan melakukannya secara perlahan ketika membasuh kepala bayi kepala boneka itu lepas membuat Abi yg melihatnya merinding


" Abi.. itukan boneka "


" boneka aja nasip nya begitu apa lagi anak mu, biar kak Aisyah aja yg mandikan, maira juga belajar sama kak Aisyah, jangan macam macam Ikhsan, Abi nggak mau cucu Abi kenapa Napa, awas! " ancam Abi meninggalkan mereka berdua.


ketika mandi Aisyah terlihat ikhsya menangis dengan kuat padahal air nya cukup hangat sesuai suhu yg telah di tentukan.


" anak baba nangis ya... ammah nakal ya nak.. " ucap Ikhsan malah ingin menangis menggendong putra nya itu yg sedang memakai handuk.


sedangkan Khodijah masih aja tidur padahal dia sudah basah kuyup, ia perlahan lahan membuka matanya melihat ke sekeliling lalu kembali lagi tidur


" ini dulu seperti Ikhsan, kalau mandi tidur, ini toh yg kalem sejak di kandungan.. " ujar sang kakek melihat Khodijah di mandikan.

__ADS_1


" bukan kek, yg kalem itu aqsa " bantah maira karna dokter yg memberitahukannya.


__ADS_2