Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
calon baby sister


__ADS_3

tepat jam 2.45 Ikhsan sudah bangun dan mengisi bathtub dengan air hangat, ia juga memberikan susu formula kenapa anak nya itu lalu mereka tertidur kembali. Ikhsan melihat maira yg tertidur sangat nyaman hingga tidak tega untuk membangunkan.


" bangun kan aja lah.. "


" sayang.. umma.. assalamualaikum umma.. " panggil Ikhsan dan maira langsung masuk kedalam selimut lagi " nanti baba minta lagi loh.. " seketika maira langsung duduk mengusap usap wajahnya.


" gendong.. " ucap manja maira dan Ikhsan menggendong maira masuk kedalam kamar mandi.


mereka pun sholat tahajjud bersama. pagi pun tiba, mereka kedatangan tamu yaitu Abi, kakek serta Aisyah membawa kotak besar yg berisi hadiah.


" wah... apa ni.. " ujar maira sangat gembira karna ukurannya sangat besar.


Ikhsan terlihat bingung merakitnya dan akhirnya di bantu oleh sang Abi.



" Stoller kembar, kasur.. nah yg kek gini mas.. ini bisa di taruh di koper terus ini bisa di bawa kemana mana ini juga bisa jadi sofa loh.., pas di pesawat nanti adek punya kasur sendiri, mas tidur kan berantakan, yg ini juga di bawa ke Mesir mas.. biar bisa di goyang goyang kek gini " ujar maira kesenangan karna sebelumnya Stoller kembar yg ia inginkan sudah kehabisan dan tahun depan baru ada barang.


" mas kan mau belikan tapi maira bilang nggak usah.. "


" mas itu nggak peka, maira mau tapi harus dua dua nya di hadapan maira, maira nggak mau yg satu di atas yg satu di bawah.. kan kasian.. mas juga sih "


" uuu tak peka.. " ujar Alif di ajari oleh Aisyah.


terdengar suara bel berbunyi maira langsung membuka kan pintu melihat seorang wanita berpakaian rapi dengan tampil ragu ragu.


" hallo dek, eh mbak, eh maira, eh... " ujar wanita itu grogi dengan tubuh gemetar " saya datang untuk melakukan lamaran kerja! " ujar nya dengan panik tapi maira hanya tersenyum membuat wanita itu tenang.


ia di persilahkan masuk dan melihat ada beberapa anggota keluarga di sana, kakek sebagai satu satunya pria yg memiliki istri dengan gelar tertinggi MD (Doctor of Medicine) ahli bedah tentu saja kakek handal membaca dokumen membuat wanita itu semakin tegang.

__ADS_1


" namanya intan lestari? "


" iya pak, "


" siapa dulu dosen yg ngajar? " tanya kakek memegangi hp nya itu.


" master, Isa Al Mansur? "


" OOO... assalamualaikum Isa " ujar kakek dan satu rumah terkejut karna langsung di telpon.


" bapak ustadz.. eh waalaikumsalam kenapa bapak nggak nelpon.. masih di mana sekarang? sesekali datang lah ke rumah saya, saya datang lah kerumah bapak.. " ujar nya dan intan hampir pingsan di sana.


kakek langsung menyampaikan maksudnya membuat sang dosen akhirnya mengingat anak didiknya itu.


" OOO intan.. dia anak yg pemalu, tapi gitu gitu dia pintar pak, buktinya laboratorium semalam ke bakar, gara gara dia grogi di pandangi terus menerus saat lagi praktek, umur nya baru 23, 17 tahun ia kuliah 20 ia tamat, lalu sambung S2, dia bermimpi jadi dokter keliling dunia tapi jadi baby sitter, akhirnya dia saya hukum deh " ujar sang dosen membuat intan gemetar.


" nggak papa lah kek? dia juga S2 dokter umum, pasti bisa lah nanganin begini doang, nanti jumpai dokter spesialis anak di alamat ini, jumpai dokter nya, kalau di bilang sibuk, gunakan saja nama saya? " ujar maira dengan santai menyerahkan alamat rumah sakit dan kartu nama.


" tapi.. ijin dari keluarga nya mbak.. " ucap nya dengan nada gemetar.


" ya coba dulu aja ke rumah sakit itu.. " ujar Ikhsan memangku putra nya itu.


" nggak papa kok mbak intan, ini bukan pertama kalinya, udah ada 300 orang yg melamar tapi sampai di sana langsung di tolak " ujar maira membuat intan lemas keluar dari rumah.


*


*


*

__ADS_1


*


intan datang ke rumah sakit yg menunjukkan berkas berkas nya pada dokter spesialis anak yg gajinya 2,3M perbulan. intan benar benar gemetar ketakutan.


" santai saja, anda orang yg 301, doa kan saja anda lulus " ujar sang dokter membuka lettopnya melihat data data intan melalui kampus.


" kamu tau berapa jam kamu bekerja? "


" 24 jam "


" benar, 24 jam, kamu harus memenuhi berbagai kebutuhan maira karna maira itu masih terlalu kecil untuk menjadi ibu. pokoknya harus on time every time mau itu jam 12 malam jam 3 malam 2 siang pokoknya harus tepat waktu.. "


*


*


*


*


seminggu kemudian, mama dan papa datang kerumah membawa Rizwan yg kini semakin tinggi mengalami tingginya mama, sayangnya kakek sudah pulang ke Yaman di temani oleh Abi, Aisyah juga pergi keluar negeri untuk mengecek urusannya.


" ini anak mu?.. kenapa menikah terlalu cepat? " tanya Rizwan menatap maira yg mencoba menghindar.


" Abang nya kapan nikah? "


" pertanyaan di balas pertanyaan " ujar rizwan dan di sisi lain ada Ikhsan yg sepertinya terbakar api cemburu.


ketika makan bahkan maira menerima suapan dari Rizwan membuat Ikhsan semakin cemburu. ketika di ruangan keluarga Ikhsan sedang membaca buku yg lainnya malah fokus bermain dengan Khodijah yg biasanya doyan sekali tertidur.

__ADS_1


" Ikhsan papa harap kamu tidak cemburu dengan Rizwan.. " ujar papa dan Ikhsan memandangi papa mertua nya itu dengan tatapan terkejut " dari tadi kamu terlihat aneh tidak seperti biasanya " sambung papa kembali dan Ikhsan menunduk.


" kamu tau kan nak.. kami tidak bisa memiliki anak kandung kami sendiri, akhirnya mama sebelum Rizwan lahir ia mengambil pengobatan agar bisa memiliki asi tanpa kehamilan, tepat nya itu 5 bulan baru memiliki ASI itupun dalam keadaan yg sangat sedikit, dari situlah Rizwan sudah kami Anggap darah daging sendiri, begitu juga maira, umurnya 2 bulan sampai 3 bulan dia meminum asi mama dan mama mencoba mengambil pengobatan lagi tapi ia tidak di ijin kan dokter karna sebentar lagi mama akan melakukan operasi pengangkatan rahim nya " ucap papa dan sekarang Ikhsan mengerti kenapa Rizwan terlihat begitu menyayangi maira.


__ADS_2