Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
jujur


__ADS_3

3 wanita itu pergi dan perempuan yg memvidiokan nya itu seolah olah ingin pergi tapi ketika mereka ber3 sudah pergi dia menaruh kameranya di satu tempat yg bisa mengambil video di seluruh ruangan dengan jelas.


" Ya Allah nak.. " ujar ibu itu membantu maira duduk dengan pelan " mau saya panggilkan suami mu nak? " Tanya khawatir ibu itu sampai hampir menangis melihat kondisi maira sudah begitu lemas.


" Saya.. tidak apa apa Bu.. terimakasih sudah membantu saya " ucap maira sambil tersenyum.


Maira di bantu berdiri lalu mengeluarkan beberapa alat makeup nya menebalkan riasan wajahnya hingga tidak terlihat bekas tamparan sama sekali


" Nak kau yakin kau tidak apa apa? " Tanya ibu itu kembali " apa perlu kita kerumah sakit? " Khawatir ibu itu melihat maira.


" Lihat lah saya ini kuat, masa gini doang masuk rumah sakit, lihat saja bahkan bisa meloncat loncat, ibu tidak perlu khawatir, saya bukan wanita yg lemah, kalok gitu saya pergi dulu ya Bu, suami saya sedang menunggu.. assalamualaikum "


Maira menyalami ibu itu lalu keluar dari toilet dengan jalan yg pelan pelan, ia meloncat tadi begitu sakit tapi dia mencoba bertahan. Ibu itu menggaploat Vidio itu lalu membuat Vidio dirinya sedang marah marah dan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.


malam hari


Maira masak sub daging sapi.



" Harum nya.. pinter banget istri kecil ku ini masak " puji Ikhsan memeluk maira dari belakang.


" Manis nya mulut om satu ini " jawab ku tak mau kalah.


" Kok om sih... Mas kan masih muda " ngambek Ikhsan dengan wajah cemberut nya.


" Makanya jangan manggil maira istri kecil ku, maira ini udah besar bukan anak kecil " ujar ku mencium pipinya lalu melanjutkan mengambil nasi di piring lalu Ikhsan menyuapiku seperti biasanya.


" Ooo istri ku ini sudah besar ternyata, maira.. seandainya kau hamil apa tidak apa apa " tanya Ikhsan mencuci tangannya di mangkuk yg berisi air karna kami makan cukup cepat.

__ADS_1


" Maira kan sekarang sudah menjadi seorang istri, bagi maira mengandung anak mu itu adalah sebuah keajaiban dan kewajiban " ucap ku menatapnya dan Ikhsan tersenyum manis


" Tapi mas, seandainya maira tidak bisa hamil, mas mau nikah lagi kan? Maira siap di madu asal mas bisa mempunyai seorang anak, atau mas boleh mencerai... "


" Stop maira, aku tidak akan menikah lagi apapun kondisinya, kalok kau tidak bisa hamil kita masih bisa lakukan bayi tabung, pemijatan kesuburan, dan masih banyak lagi, dan ketika semua cara itu tidak berhasil, maka cuman kita berdua saja itu sudah cukup " ucap Ikhsan memeluk maira.


Pelukan hangat dari seorang laki laki yg datang kehidupan yg akan menemaninya seumur hidupnya, cinta keduanya setelah ayahnya, pria yg akan menjadi ayah bagi anak anaknya, yg sanggup menerima nya apa adanya.


" Mas.. ketika kau tau penyakit ku apa kau akan meninggalkan ku.. atau bertahan.. mas penyakit ku melarang ku untuk hamil.. tapi aku ingin tetap hamil untuk melanjutkan keturunanmu... Ku harap ketika kita berpisah nanti.. ku harap kau mendidik anak kita denhan baik.. aku tidak akan melakukan pengobatan apapun agar aku bisa hamil " batin maira.


tengah malam


' huekk'


Maira muntah muntah di malam itu, bukan di kamar mandi tapi di selimut karena tidak ada waktu untuk ke kamar mandi. Ikhsan memberikan maira minum.


" Maira apa kau sakit.. atau.. " tebak ikhsan berharap.


" Baiklah, pakai baju dulu, mas akan bersihkan ini di kamar mandi " kata Ikhsan ingin mencucinya.


" Tidak perlu mas.. biar maira aja yg mencucinya " ucapku.


" Istirahat lah, apa masih sakit? Lain kali mas janji akan melakukan dengan pelan " kata Ikhsan


" Sudah tidak lagi " jawab ku karena tadi sempat merasakan sakit.


pagi hari


Maira sedang memasak di dapur, dan Ikhsan sedang mengganti seprai yg kotor karna olah raga mereka yg ekstrim. Ikhsan merasa aneh kenapa maira kesakitan tadi malam seharusnya itu terjadi ketika mereka melakukannya pertama kalinya.

__ADS_1


" Aneh, nanti ku tanya deh " ujar Ikhsan sudah selesai dan hp nya berdering.


Ikhsan melihat Rendi menelpon di pagi hari bahkan ini baru jam 6 pagi, Ikhsan memutuskan untuk mengangkat panggilan video call itu.


" Ikhsan!! Bukan kau berjanji menjaga putri saya!!! " Bentak Rendi marah marah.


" Mas.. mas udah janji kan nggak marah marah sama bunda " marah bunda pada Rendi.


" Ayah, saya menjaga maira dengan baik di sini kok " ujar Ikhsan.


" Dengan baik!! Bahkan istri mu dipukuli dan di tendang kau pun tidak tau!! " Marah Rendi semakin menjadi.


" Mas.. ih tenang dulu lah jangan marah marah, Abang, ambil hp nya bawa jauh jauh, bicara baik baik sama Abang Ikhsan baik baik, jangan masuk kamar sampai bunda keluar dari kamar " perintah bunda di si kembar keluar menutup pintu dan bunda menguncinya lalu berjalan mendekati Rendi dan ( sensor woi!! )


Kini si kembar sedang di kamar nya Akbar, Ikbal meminta Ikhsan untuk menonton Vidio yg mereka kirim ke Ikhsan. Sontak Ikhsan terkejut


" Kembar, nanti abang telpon lagi ya assalamualaikum " ucap Ikhsan mematikan panggilan.


" Semoga kakak baik baik saja " ujar mereka berdua.


Ikhsan langsung kedapur dan melihat maira, Ikhsan menyingkap baju maira hingga perutnya yg rata kelihatan, perutnya kini sudah memar kebiruan.


" Mas, nggak sopan banget sih, kan udah loh selesai subuh tadi.. " kata ku dengan cepat menurunkan pakai ku.


" Tau nggak, mas gagal jadi suami yg melindungi istri kecil nya ini, mas gagal, kenapa mas tidak memperhatikannya malam itu, kenapa maira tidak menceritakannya, apa mas masih begitu asing untuk maira, bahkan ketika istri mas di pukuli mas nggak ada di sana untuk melindungi " ucap Ikhsan memeluk maira dan air matanya mengalir.


Maira tidak pernah menceritakan setiap masalahnya pada siapapun, walaupun dia sering dipukuli di luar sana dia tidak pernah mengadu pada ayah nya yg seorang ketua anggota kepolisian di daerahnya dan bundanya seorang guru kepala sekolah SMA.


" Maaf " ujar ku seketika menangis di pelukannya .

__ADS_1


Maira menangis di dalam pelukan Ikhsan, menceritakan apa yg sebenarnya terjadi. Setelah itu mereka langsung kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi perut maira yg ini sebenarnya sangat berbahaya.


__ADS_2