
" assalamualaikum semuanya, kembali lagi di Chanel kami keluarga balbarra... ye... " ucap kembar bersama sama di depan kamera yg terpasang di troli belanja karna mereka sedang di mall.
" jadi ini udah masuk hampir 4 jam ya.. sesuai keinginan kalian pakai baju gamis hitam dan peci hitam ya... " ucap Akbar sambil memperlihatkan tampilan mereka yg membuat orang banyak melihat.
" nah kita belanja sambil ngobrol ni ya... yg lagi viral sekarang, tentang Abang dan kaira sang pelaku ini bukan klarifikasi, saya tegaskan ini bukan klarifikasi, di keluarga itu emang kalok soal jodoh di serahkan pada orang tua, karna orang tua pasti memilih yg paling paling paling terbaik untuk kita selaku anak nya. "
" Abang.. mau buah apa? " tanya Ikbal membuat Akbar terdiam karna dia sedang fokus dan Ikbal sedang fokus belanja kebutuhan apartemen
" yg bunda pengen dulu kita cari baru kebutuhan yg lainnya " jawab Akbar karna dia orang yg cukup tenang.
" hhmm ookeeyyy "
" nah lanjut, kalau laki laki biasanya sudah di jodohkan sejak lahir berbeda dengan perempuan yg hanya tinggal menunggu saja, perempuan yg di jodohkan dengan Abang orang nya belum Abang kenal pernah berjumpa sekali karna dia yg mau, tepatnya wasiat sebelum dia meninggal. kalok dari sudut pandang Abang pribadi, tidak masalah jika terjadi perjodohan, Ikbal kalau kau gimana? " tanya Akbar memasukkan susu 3 liter kedalam troli.
" hhmm adek sih nggak masalah ya.. toh kalok kau dia paling maut " jawab Akbar sedang fokus memilih buah.
" dengar sendiri kan.. jadi untuk kaira, dari sini saja kita melihat kamu sering curhat di media sosial tentang segala masalah kamu, seandainya bunda saya menerima perjodohan dan kita menikah mungkin 24 jam kamu akan cerita tentang masalah begini begitu lah. kan bisa berabe.. dan Alhamdulillah sekarang ayah sedang cari orang yg cocok untuk Abang " ucap Akbar sambil tersenyum.
" terus tipe Abang bagaimana? " tanya Ikbal heran dengan saudara kembarnya itu.
" hhmm tak harus cantik, manis pun boleh, tak harus putih, pintar mengaji, dan ilmu agama yg tinggi, soalnya karena dialah sekolah pertama bagi anak anak ku kelak, bukan cewek yg suka joget joget depan kamera mengikut biar viral tapi tidak mempunyai adap rasa malu " ucap Akbar membuat Ikbal heran.
" emangnya cara buat anak itu bagaimana? "
__ADS_1
seketika mereka berdua hening tak berbicara.
" kau nggak tau? "
" nggak "
" bokep "
" bok*p maksudnya bokap? "
" pertahanan "
setelah selesai berbelanja mereka pulang ke apartemen dan langsung menyusun apa yg mereka beli, mereka melihat bunda tertidur di sofa dan berencana untuk memindahkan nya tanpa membuatnya terbangun karna bunda sang kelahan akibat merawat maira 24 jam. setelah berhasil di pindahkan Ikbal menyelimuti bundanya itu dan langsung pergi ke dapur ukurannya cukup kecil.
" Ikbal gue lapar... " ucap Akbar yg tak pandai memasak
ketika sudah selesai makan mereka langsung ke rumah sakit, dan tidak lupa membawa makanan untuk Abi dan Ikhsan.
" Alhamdulillah.. enak sekali makanannya, siapa yg memasak ini? " tanya Abi merasa kepuasan dalam dirinya.
" tentu saja Ikbal pak... dia koki kami di rumah " ucap bunda bangga karna dialah yg mengajari Ikbal memasak hingga bisa sehebat itu.
kini operasi telah selesai, maira di bawa ke ruang ICU khusus karna terjadi pendarahan yg cukup sulit di atasi, setiap setengah jam sekali perawat akan datang mengecek kondisi maira dengan sangat ketat. tak seorang pun di izinkan masuk kedalam ruangan, kini hanya bisa menunggu dari balik ruangan saja.
ketika jam 9 malam, Ikhsan tertidur di kursi yg terletak di depan ruangan ICU, bunda menyelimuti Ikhsan yg tidur dalam keadaan duduk.
__ADS_1
" jadi maira belum sadar? " tanya ayah dari telpon.
" belum bang, kata dokter normal nya maira bangun besok " jawab bunda juga ikut duduk di kursi " bagaimana perjodohannya? " tanya bunda karna sudah tak tau mau membahas apa lagi.
" Abang tidak suka wanita itu, terlalu angkuh, Abang tanya kalok di kasi uang belanja sebanyak 10 ribu sehari mau masak apa? dia jawab makan apa sepuluh ribu, sayuran di mall aja nggak ada yg di bawah 15 ribu, di tes masak eh nggak bisa masak, di suruh nyapu nggak bersih, Abang jadi membatalkan perjodohannya " jawab ayah membuat bunda tak bisa berkata kata lagi.
walaupun mereka juga menikah karna perjodohan tapi mereka sempat bertemu dan saling jatuh hati tanpa sadar perjodohan itu ialah cinta mereka.
...****************...
sudah 6 hari maira di ICU, walaupun dia sudah sadar tapi kondisinya belum boleh di kunjungi karna takut ada kuman yg masuk kedalam ruangan khusus itu. mereka hanya bisa berbicara melalu telpon saja walaupun terdengar suara maira yg benar benar pelan.
maira melambaikan tangannya pada Ikhsan yg melihatnya dari dinding yg terbuat dari kaca itu, hari ini dia sudah bisa di pindahkan ke ruangan biasanya dan ayah akan datang hari ini. ketika di pindahkan maira masih dalam keadaan tidur karna obat, dan tepat jam 2 siang maira terbangun langsung duduk di bantu oleh bunda.
maira memeluk bundanya itu karna begitu juga dengan yg lain tapi dia tidak melihat Ikhsan suami yg telah ia rindukan selama seminggu itu, ketika Ikhsan masuk dengan membawa pizza pesanan keluarga dan matanya langsung tertuju pada maira. maira menyalami tangan Ikhsan tapi Ikhsan tidak mencium keningnya membuat maira sedikit ngambek tapi Ikhsan tidak suka memperlihatkan keromantisan dalam rumah tangganya.
mereka semua merayakan kesadaran maira dengan makan pizza sedangkan maira juga makan pizza tapi buatan Ikbal, pembuatan murni tanpa telur, tapi itu adalah nasi dengan tepung yg di campur satu, topingnya adalah ikan salmon dan sayur sayuran membuat maira tambah kesal
" mas aku mau mandi " pinta maira menatap tajam ikhsan yg sedang asik makan padahal dia tau dia tidak boleh makan pizza terlalu banyak.
" maira mau pakai baju apa? " tanya Ikhsan mengambil tisu membersihkan tangannya dan mulutnya.
" maira mau pakai daster aja sekalian skincare nya ya " pinta maira lalu Ikhsan mengambilnya dan membawanya ke kamar mandi lalu membantu ke kamar mandi.
__ADS_1
Ikhsan membantu maira mandi dengan perlahan lahan walaupun wajahnya sangat merah di karenakan maira menggoda Ikhsan dengan tubuhnya itu.