
di pagi hari yg cerah ikhsan memasukkan beberapa baju nya kedalam tas karna dia akan mengunjungi gurunya, perjalanan dari rumah nya ke rumah guru itu sekitar 2 jam dan maira tidak ikut di karenakan dia sangat malas untuk berpergian, di tambah dengan kehamilannya jadi bawaannya mau rebahan saja. Ikhsan tidak bisa memaksa keinginan istrinya itu untuk tidak ikut pergi dengannya.
" kalau ada apa apa langsung telpon ya.. " ucap Ikhsan mencium kening istrinya itu.
" iya loh om.. Abi juga nggak ikut, jadi aman.. " kata maira dengan santainya.
" Abi... "
" iya nak.. Abi tau, jam 1 siang bawa maira ke rumah sakit untuk cek kandungankan? "
" Abi.. jaga istriku yg nakal ini " pesan Ikhsan tidak sanggup berpisah dengan maira.
" om.. kita cuman pisah beberapa jam doang, bukan mati.. "
akhirnya Ikhsan pergi bersama dalil dan ezya, sedangkan maira langsung berlari kedalam rumah dengan begitu cepat.
" maira.. jangan lari lari nak.. " ujar Abi dan seketika maira muncul kembali dengan tas khas Indonesia untuk berbelanja " nggak pakai jaket? " tanya Abi kembali.
" bajunya tebal Abi.. assalamualaikum teman teman.. jadi hari ini aku mau bawa kalian ke pasar yg ada di Tarim.. karna aku nggak tau jadi kita langsung bersama dengan ahlinya. Ayuk Abi " ajak maira begitu bersemangat.
" perjalanan dari rumah ke pasar itu sekitar 10 menit, jadi kita jalan kaki aja, aku itu rencananya mau bikin band rek susu tapi aku nggak punya rempah rempahnya, terus aku juga mau beli daging sapi, mau beli beberapa sayuran juga.. "
ketika sampai di pasar, keduanya langsung tempat daging di lanjutkan dengan rempah rempah dan sayur sayuran. ketika pulang maira memasak rendang 1 rumah itu mencium begitu harum nya masakan maira membuat perut mereka keroncongan sedangkan para tetangga juga mencium aroma rendang yg menggugah selera, setiap orang yg melewati rumah mencium aroma yg begitu enak.
" Abi... " panggil maira pada Abi yg sedang berbincang dengan beberapa teman nya yg datang " ada tamu ya? maaf.. "
" iya nak.. maira, ada apa? "
" maira.. maira mau aduk rendangnya.. ternyata berat? " keluh maira dengan wajah penuh keringat karna kecapean.
__ADS_1
" saya permisi dulu ya.. nanti saya kembali lagi.. " ucap Abi dengan ramah pada teman temannya dan Abi pergi ke dapur membantu maira mengaduk rendang itu, maira memasak 5 kilo rendah karna di rumah selalu rame dan juga mau di bagi bagikan juga.
" maira.. kalau capek, istirahat saja nak.. biar yg lain yg mengerjakan pekerjaan mu.. bibi amza di mana? " tanya Abi pada maira yg sedang mengelus perutnya.
" bibi amza di mana? " tanya Abi, amza adalah saudara kandung Abi beda ibu.
" kata bibi, dia mau jemput Maryam di pesantren bersama dengan paman Ilyas " jawab maira dan terlihat wajahnya begitu pecat.
" kembali ke kamar maira.. istirahat nak.. wajahmu benar benar sangat pucat, sebentar lagi Ikhsan akan kembali karna di pertengahan jalan dia bertemu dengan gurunya "
" tapi masakannya? "
" tunggu bibi amza kembali saja, Abi nggak mau kamu kelelahan "
maira dengan kaki gemetar menaiki tangga rumah, ketika sampai di lantai 4 di mana kamar ia dan Ikhsan maira duduk di tepi tangga perutnya mengalami kram.
" Abi.. Abi.. " panggil lemas maira bersandar di dinding dan mendengar suara mobil masuk kedalam halaman rumah, maira mengambil pot bunga yg yg terbuat dari keramik itu dengan susah payah.. maira merasakan sesuatu keluar dari tubuhnya dan langsung mengeceknya, ternyata itu adalah darah berwarna pucat kemerahan.
terlihat ikhsan ngos-ngosan akibat mendengar suara pecahan itu " mas.. " panggil maira menangis.
" ikhsan bawa maira ke kamar nya.. "
Ikhsan langsung menggendong maira menuju kamar, Ikhsan menenangkan maira yg sedang mengalami kram saat hamil. " keluar darah atau nggak? " tanya Abi membuat Ikhsan terkejut.
" kram bisa ngeluarin darah? nggak keluar darah kan maira? " tanya Ikhsan panik sedangkan Abi santai saja karna dia sudah berpengalaman.
" keluar tadi sikit.. setetes kayaknya, mas jangan khawatir rasa sakit nya udah berkurang kok "
" kita nggak punya bathub ya? kalau ada maira lebih baik berendam air hangat untuk meredakan rasa sakit, ummi dulu seperti itu saat hamil Ikhsan, tunggu sebentar "
__ADS_1
Abi pergi menuju kamar nya dan tak lama kemudian membawa bak mandi yg bisa di lipat,
" ini.. "
"itu apa Abi? "
" ini bak mandi lipat, dulu pas ummi hamil ikhsan suka banget perut nya kram, jadi dia suka berendam air hangat, Ikhsan, masak air panas gih sana, Abi mau nyambut tamu dulu, nggak baik kalau kita biarin mereka begitu saja "
ikhsan memasak air panas dan mengisi bak mandi nya sedangkan maira main hp sambil mengelus perutnya yg terasa sedikit sakit, ketika maira berendam terlihat ini sebuah kegiatan yg sangat tenang. setelah 10 menit ia keluar dan memakai baju nya pergi ke tempat tidur yg kasurnya telah di ganti.
" anak baba, baik baik di dalam ya nak.. kasian umma nya " ucap Ikhsan mengelus perut maira dalam posisi maira berbaring dan Ikhsan memakaikan gel di perutnya, ini supaya kerutan di perutnya hilang akibat perutnya yg mengembang.
maira tertidur, Ikhsan pergi ke ruang tamu dan menyapa tamu di sana ia melihat gurunya yg tidak lain adalah adalah ayah kandung dari sang ummi.
" wah.. cucu kakek sekarang sudah besar ya.. udah kasi kakek cicit, kakek dengar istri kuret saat hamil pertama, benar nak.. kakek kok tidak di kasi kabarnya langsung sih, malah Abi yg kasi tau kakek " ucap kakek Mustafa.
" yg pertama itu memang kuret karna di usia janinnya 2 bulan, dia nggak berkembang di dalam dan itu kembar nya lima " ucap Ikhsan sambil malu malu
" Masya Allah.. lima? yg benar kamu ikhsan "
para tamu yg lain nya pun terkejut mendengarnya,
" kakek nggak percaya? tunggu ya.. Ikhsan ambil hasil USG "
ketika hasil USG nya di lihat semua orang baru percaya terlihat kakek Mustafa tersenyum " orang lain dapat satu, lah kamu dapat lima? kalah abimu.. " kata kakek Mustafa sambil tertawa geli melihat cucu nya itu
" nah yg sekarang dapat lima lagi.. "
" Masya Allah, cepat banget nak nak.. " kagum kakek melihat wajah cucu yg paling ia sayang itu " sekarang usia kandungannya berapa? kapan mau di adakan syukuran 4 bulan? " tanya kakek begitu antusias melihat
__ADS_1
" insyaallah acara nya selesai Ikhsan ujian kakek, usia kandungannya udah 3 bulan, Ikhsan punya rekaman saat USG... ini kakek dengar baik baik ya.. "
kakek mendengar suara detak jantung, bayi itu terlihat sedang bergerak sangat aktif " hebat cucu kakek.. nanti kalau maira lahiran.. usahakan di rumah Abi mu.. jangan merepotkan ibu mertua mu.. dia juga punya bayi kan? "