
...pagi hari....
" tu kan sakit.. kan mas udah bilang kita harus berhenti, tapi mau nambah lagi.. " ujar Ikhsan memijit pelan pinggang maira.
" ya mas juga kasi.. " balas ku tak mau kalah.
akhirnya mereka bersiap siap menuju mall karna akan berbelanja.
...mall....
" ini bagus ni yang " ucap Ikhsan melihat sofa model Arab.
" tapi maira mau yg ini " ucap ku melihat sofa berwarna biru dan aku seperti menyukainya.
Ikhsan melihat sofa ukuran besar di pilih oleh maira, Ikhsan tidak bisa menolak nya dan akhirnya Ikhsan memilih apa yg maira inginkan.
setelah selesai mereka akan membeli peralatan yg akan di sediakan untuk di rumah.
" pembersih kaca yg 1 kilo aja jadi tahan lama, terus.. sabun cuci piring juga yg 1 kilo mas, kita kan cuman berdua jadi bisa irit, lalu.. " ujar maira memilihnya dan memasukkannya kedalam keranjang.
semuanya serba 1 kilo untuk perawatan rumah mereka. Ikhsan melihat troli nya sudah penuh karna belanjaan ekonomi yg mereka beli itu ternyata banyak.
" ini belum keperluan dapur, belum lagi handuk, gorden dan lainnya, belum lagi bahan masakan " batin Ikhsan melihat cara maira berbelanja sangat mengerikan.
kalau maira capek, dia akan berhenti sebentar dan duduk di kursi mini lipat yg selalu ia bawa kemana mana. setelah selesai dia melanjutkan berbelanjanya. Ikhsan menitipkan troli yg sudah penuh di kasir.
" mas.. putih atau hijau? " tanya maira memiliki warna 1 set alat memasak yg sudah lengkap, semuanya ada di sana dan anti lengket.
" putih bagus " jawab Ikhsan.
" tapi pink lebih bagus " ujar maira membuat Ikhsan terdiam.
" tadi dia tanya antara putih dan hijau? kok jadi pink? " batin Ikhsan heran.
akhirnya yg masuk kedalam troli berwarna biru, itu membuat Ikhsan semakin bingung. setelah itu mereka lanjut memiliki barang yg di perlukan setelah itu baru belanja makanan.
terlihat maira memasukkan beberapa makanan kaleng dengan jumlah yg banyak. Ikhsan menaruhnya kembali ketempat.
" mas kok di masukin sih.? " kesel ku ingin mengambil nya lagi tapi Ikhsan menghentikannya.
" lagi hamil, nggak baik makan makanan kaleng, yg lain aja ya " ucap Ikhsan dengan lembut.
" hhmm " jawab maira lalu kembali berbelanja.
butuh 3 troli untuk makanan saja. Ikhsan menghitung berapa troli yg sudah di kasir, dan totalnya Adam 8 troli untuk 1 apartemen 2 Manusia.
__ADS_1
...di rumah.....
wallpaper rumah berwarna putih cerah dan mengkilap. barang besar yg di antar kerumah pun sudah sampai, maira mengarahkan posisi yg pas untuk sofa pada mereka, ketika pas lanjut ke barang yg lainnya.
setelah menata barang besar selesai tinggal menghias rumah menjadi lebih rapi dan bersih.
pahami desain rumah biar mudah mengingat dan mengerti.
Ikhsan sedang memasang gorden berwarna biru laut yg sedikit gelap.
" perasaan jendela kita ada enam kan yang? ini kok masih ada sisanya lagi? terus.. mas nggak ingat kita membeli pembatasan dinding? " tanya Ikhsan heran.
" OOO ini, ini.. yg ini di depan pintu mas jadi kalok ada tamu nggak terlalu fokus ke dapur. terus membatas dinding ini... eh tunggu maira nggak beli pembatas dinding " ingat ku sambil terkejut.
" yasudah lah nggak papa, ini kok besar banget gorden nya? " tanya Ikhsan kembali.
" nah yg ini di pasang untuk memisahkan antara ruang keluarga dengan dapur.. jadi kalok ada tamu, maira mau masak nggak fokus banget gitu ke maira " jawab ku dengan bangga
dapur
" oke lah.. " jawab ikhsan memasang nya sedangkan maira memasak makanan sedangkan Ikhsan menata rumah. " sayang.. kamar nya udah selesai " panggil ikhsan dan maira langsung berlari ke kamar.
" maaf sayang.. akhirnya kamar impian ku.. " jawab ke kesenangan.
anggap aja jendelanya satu.
ruang keluar+ ruang tamu.
...tengah malam...
mereka berdua sedang tidur dengan lelap. tapi tiba tiba maira terbangun dan merasakan perutnya sangat sakit, maira terus memegangi perut nya hingga tidak menyangka air matanya keluar.
" mas.. sakit mas sakit... " tangis maira membuat Ikhsan terbangun dari tidur nya.
" apanya yg sakit yang.. " panik Ikhsan melihat maira menangis.
" sakit banget mas.. perutnya " ujar ku.
__ADS_1
" ayo kerumah sakit sekarang.. " panik Ikhsan tapi mencoba tenang.
maira ke kamar mandi terlebih dahulu, yg keluar ialah darah, Ikhsan sangat panik mencium bau darah yg sangat pekat baunya.
...rumah sakit....
maira selesai di periksa dan di beri obat tidur agar istirahat sedangkan Ikhsan bicara dengan dokter yg menangani maira.
" apa dia pernah cedera di bagian perut? " tanya dokter itu pada Ikhsan.
" pernah, saat itu dia sedang mengandung, baru usia 1 Minggu.. dan perutnya di tendang hingga dia keguguran " jawab Ikhsan.
" saya ikut prihatin, jadi begini pak, kandungan di dalam perutnya sudah kosong, kemungkinan ketika pendarahan berjanji, janin nya keluar dengan sendirinya " ujar dokter itu membuat Ikhsan terdiam.
" cedera yg ia alami membuat rahim nya sangat lemah, dan usia kandungan tidak akan bisa sampai 4 bulan "
...pagi hari....
maira terbangun dari tidurnya melihat Ikhsan sedang membaca Alqur'an.
" udah mati nya aku? " tanya maira sambil mengeluarkan suara.
" astagfirullahhal'azim.. doa tak baik.. mas belum siap jadi duda " jawab Ikhsan langsung menghentikan membaca Alqur'an nya.
" ya mana tau kan.. umur kan nggak ada yg tau? " ujar ku sambil mengelus perut ku seperti biasanya.
" maaf maira.. dokter bilang ketika kandungan mu di periksa.. bayi kita udah nggak ada di dalam, kemungkinan ketika kekamar mandi itu, maira mengeluarkan banyak darah.. anak kita keluar.. " ucap Ikhsan dengan pelan sambil menunduk lalu melihat ke wajah maira.
air matanya jatuh pipi, tak lama kemudian ia menangis. Ikhsan memeluk maira lalu maira menangis di sandarannya hingga maira tenang. Ikhsan memberikan air untuk maira agar semakin tenang.
" mas.. udah kasi tau keluarga? " tanya ku dengan pelan.
" belum.. nanti mas bagi tau mereka " jawab Ikhsan.
akhirnya semua keluarga tau aku keguguran, aku meminta pada mereka agar media tidak mengetahuinya. di siang hari mereka berdua pulan ke apartemen, Ikhsan meminta maira untuk istirahat.
walaupun maira sedang tidak hamil, dia memutuskan untuk tetap di Kairo menemani suami nya itu.
...2 kemudian....
maira keluar dari kamar mandi dan melihat Ikhsan sedang bersiap siap untuk ke kampus mu ya, maira langsung memeluk Ikhsan.
" kenapa sayang ku ni.. manja banget sih " ucap Ikhsan membalas pelukan maira dan mencium kening nya.
" mas.. negatif "
__ADS_1
Ikhsan menghela nafas mencoba terus bersabar. maira begitu menginginkan seorang anak darinya tapi sampai sekarang belum juga di beri rezeki, maira begitu berusaha ingin hamil tapi takdir berkata lain.
" kita coba lagi ya.. " ucap Ikhsan menenangkan maira