
Eyza ke Singapore bersama dengan Maryam untuk melakukan pengobatan dan bila sudah pergi ke Yaman untuk meneruskan pendidikan, Nurul pulang ke Indonesia karna ia sedang hamil. sedangkan maira muntah muntah di kamar mandi dini hari membuat Ikhsan curiga tapi ia tidak mau membuat hari istrinya sakit jadi lebih memilih untuk memijitinya saja.
" sayang... sayang nggak mau periksa kedokter gitu? " tanya Ikhsan dengan pelan karna maira sudah tidak kemoterapi lagi..
" nggak perlu mas... maira cuman masuk angin aja... mas kalau udah minta berjam jam sekarang.. " jawab maira yg sangat enak di pijitin oleh suaminya " bagian pinggang mas.. nah situ.. " kata maira sudah keenakan di pijitin oleh suaminya.
lalu ia melihat Khodijah yg sudah bisa telungkup, berbeda dengan Ikhsya yg sudah merangkak. ikhsya menatap Khodijah yg mencoba untuk maju tapi malah mundur, karna kecapean Khodijah kembali terlentang dan mencoba tidur ikhsya juga mencoba berbaring di samping saudara kembarnya.
Khodijah menarik rambut ikhsya sambil tertidur membuat ikhsya menangis sedangkan Khodijah sangat damai dalam tidurnya
" kebiasaan adek ya.. " ucap maira melepaskan genggaman Khodijah.
kedua anak mereka berambut pirang sama seperti maira dan sangat lebat seperti rambut Ikhsan, tapi wajah mereka mirib dengan Ikhsan membuat maira kesel.
" sayang... nanti 7 bulanan nya kak Dewi kita pulang kan keindonesiaan? " tanya maira menatap suaminya itu.
" iya.. tapi mas nggak bisa ikut karna mas harus ke Turki selama seminggu.. "
" loh... yaudah deh nggak papa.. "
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
di sisi lain ada Dewi yg kini sedang bermasalah dengan berat badan nya yg meningkat drastis.
" mas.. kalau Dewi selesai melahirkan operasi kek maira boleh nggak? " tanya Dewi pada dalil yg sedang membaca kitab dan langsung berhenti.
" operasi apa? " tanya balik dalil bingung.
" ituloh operasi buat perut rata, jadi nanti perut itu di jahit dari sini sampai ini, rata deh kek semula " ucap Dewi membuat dalil geleng geleng kepala.
" maira kan hamil kembar Lima, otomatis Ikhsan pasti mengijinkan untuk operasi itu.. kamu kan cuman satu sayang.. nanti juga kalau bayi kita udah besar badan Dewi pasti kembali seperti semua " ucap dalil yakin akan hal itu.
" berat badan Dewi sebelum hamil 50 kilo, hari ini udah 70 kilo.. " kesel Dewi sambil menaruh crime pelembab di perutnya dengan santai.
dalil juga sering membantu Dewi mandi untuk membersihkan tubuhnya yg nggak bisa ia capai, terkadang luluran, cukuran pokoknya dalil selalu membantu Dewi dalam segala hal.
" mas... makan mie.. "
" nggak boleh! "
__ADS_1
" belum di bilang juga baru bilang makan mie " kesel Dewi.
" mis instan kan? nggak boleh pokok "
" bikin kesel aja di punya suami.. untung sayang.. "
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
kini kembali ke Indonesia, di tengah malam Abi membawa ibu ke rumah sakit karna ia terus mengeluh kesakitan di bagian rahim.
" ini keguguran, ukuran janin nya sudah masuk 2 bulan ya pak.. kita bisa lakukan kuret agar bersih dengan menyeluruh atau tidak kuret tapi ia harus bersih, nggak boleh ada yg tertinggal " ucap Bu dokter membuat ibu sedih.
malam itu juga kuret di lakukan karna ibu tidak bisa menahan rasa sakitnya, setelah selesai kuret ibu di pindahkan ke ruangan lain nya. ibu terlihat tidur dengan lelap akibat kecapean sedangkan Abi memikirkan perkataan dokter secara pribadi tadi.
" usia nya sudah terlalu banyak, rahim sudah mulai melemah, masih bisa hamil cuman resiko keguguran itu sangat tinggi.. walaupun di bantu dengan proses bayi tabung belum tentu dapat mencegah keguguran terjadi " pesan dokter pada Abi.
" bagaimana ini ya Allah.. istri hamba sangat ingin hamil.. " batin Abi.
pagi hari pun tiba, jam 9 pagi Abi dan ibu pulang ke pesantren, ibu langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
" Abi.. ibu kenapa? " tanya Aisyah yg tadi malam hari pulang dari Yaman.
" ibu mu mengalami keguguran, tadi malam dia baru saja di kuret "
" rahim ibu mu itu sudah melemah... tidak bisa di paksakan, Abi mau ke dapur dulu ya.. "
" iya Abi.. Ais akan masakan bubur nanti untuk ibu.. "
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
" handuk, mainan, baju ganti.. mas.. " ujar maira yg sedang memasukkan keperluan anak nya ke dalam koper tapi ikhsan mengganggunya dengan cara memeluk dan menggoda habis habisan.
" cuman 2 Minggu kan sayang? " tanya Ikhsan.
" iya loh mas.. cuman 2 Minggu, 2 Minggu.. " ucap maira kesel.
" 2 Minggu pun... kan lama itu loh.. " rengek Ikhsan " iya kan sayang.. " ucap Ikhsan mengangguk-angguk kepalanya pada ikhsya yg berdiri di sampingnya memegangi bahunya
seketika mereka berdua kaget karna ikhsya sudah bisa berdiri,
__ADS_1
" mam! " ucap ikhsya dengan nada suara yg nyaring.
" anak ku pinter nya... baru umur nya 6 bulan hari ni udah bisa berdiri.. " kata maira membuka sebungkus biskuit dan memberikannya pada ikhsya dan Khodijah yg sedang terbaring santai
3 hari sebelum keberangkatan Ikhsan pergi ke Turki, maira juga pulang ke Indonesia acara 7 bulananya di adakan di pesantren. setelah sampai mereka 2 hari kemudian acara pun di lakukan dengan cukup sederhana saja dan semua nya serba merah jambu.
" nah ini dia.. " ucap para ustadz di sana melihat Eyza datang yg berjalan mengunakan tongkat nya sebagai alat bantu berjalan, mereka langsung memberikan kursi terbaik untuk Eyza.
" kek mana? "
" apa kek mana? " tanya ustaz di sana.
" sekarang ini Eyza yg dulu kita kenal udah hilang.. sekarang ini Eyza baru, baru kawen.. " goda mereka membuat wajah Eyza memerah karna di goda habis habisan.
" eh Eyza bukan kau berjanji akan menikah di usia 25, sekarang baru 22, 23 kaji ayah lah.. " kata salah satu dari mereka.
" Alhamdulillah.. istri Eyza memang sedang hamil.. "
" Alhamdulillah... " ujar mereka semua yg paling ribut di sana
tiba tiba Alif dengan gaya imut nya itu datang menemui mereka semua yg membuat keributan.
" ssstttt!!!! jangan ribut.. dedek kembar lagi tidur " ucap Alif dan mereka langsung diam, seketika tangisan ikhsya menggelegar di satu acara itu.
" cup cup.. cucu opah ni nangis ya.. " kata Abi membawa ikhsya jalan jalan karna dia memang doyan jalan jalan.
" maira.. Khodijah di bawa kemoterapi di Singapore sajalah.. " ucap mama yg sedang memangku Khodijah yg sedang mencoba tidur.
" iya benar.. kalau bisa perkembangan mereka berdua itu sama, " ucap bunda
" kek mana ya.. sebenarnya udah ada rencana sih tapi harus ada ijin dari dokter dulu, " jawab maira dan mereka setuju.
ketika sore hari tiba, kakek meminta ijin pada maira untuk memandikan ikhsya dan maira memperbolehkan, kakek benar benar sangat lembut dengan Ikhsya tapi ketika ingin di angkat tubuhnya Ikhsya lalu memegangi ember nya itu dengan kuat.
" hhaaa!!!!!! " jerit ikhsya dengan kuat memegangi ember nya, seketika kakek memikirkan sesuatu dengan cepat karna ikhsya tidak ingin keluar dari air nya.
" kita jalan jalan yuk.. naik motor bareng keliling kota.. " bujuk kakek dan ikhsya menatap buyut nya itu, ia mengangkat kedua tangannya ingin cepat cepat jalan jalan.
" bisa kek gitu.. mas Ikhsan kalau mandiin ikhsya, dua dua berendam di bathtub tak mau keluar, bapak sama anak sama sama doyan berendam " omel maira pusing.
__ADS_1
ketika ayah nya mencoba memandikan Khodijah, Khodijah malah takut sama air dan menangis dengan kuat,
" nggak papa yah.. nanti dia diam sendiri itu.. " ucap maira memberikan pakaian ikhsya pada kakek.