Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
ikhsya


__ADS_3

karna kondisi kesehatan sudah membaik maira di perbolehkan pulang kerumahnya, di malam hari para laki laki harus menerima nasip tidur di ruang keluarga, sedangkan mamah dan kak Aisyah tidur bersama maira di kamar. Ikhsan mengambil 2 buah kasur angin lalu memompanya hingga keras, Ikbal mengambil seprai dan memasangnya.


" Abi enak banget ya.. tidur sendirian di kamar " cemburu Akbar karna Abi tidur di apartemen sebelah sendiri di kamar nya sedangkan Eza dan dalil tidur sekamar.


" Abi dari dulu suka tidur sendiri " jawab Ikhsan mengingat kebiasaan Abi nya itu.


akhirnya mereka tertidur dengan lelap, jam 12 malam maira terbangun karna lapar yg menghantuinya, pelan pelan maira turun dari kasur Tampa di sadari oleh kakak dan mama nya itu, naik ke atas kursi roda lalu keluar kamar membangunkan Ikhsan.


" mas.. mas.. " panggil maira sambil menepuk pelan pipi Ikhsan yg tidur di pinggir.


" hhhmm sayang.. lapar? " tanya Ikhsan tau kebiasaan maira yg suka lapar tengah malam


" hhmm.. " jawab maira sambil tersenyum.


Ikhsan selalu masak di tengah malam karna maira selalu kelaparan malam, setelah selesai Ikhsan membawanya di dapan hadapan maira dan memakannya dengan lahap nya bahkan mereka suap suapan bersama.


" jangan iri jangan iri.. jangan iri dengki " lagu tiktok yg di setel kecil dari hp Ikbal memvidiokan suami istri yg sedang romantis itu dan maira masih mengunakan hijab nya itu.


" ginini kalok jomblo melihat pasangan halal "


tidak terasa waktu terus berlalu kini maira sudah bersiap siap siap untuk melahirkan, bahkan maira sekarang sudah bisa berjalan sendiri walaupun tidak bisa lama lama tapi dia kini sedang di rumah sakit bersiap siap untuk melahirkan.


" lama banget sih lahirannya " kesel maira yg kini sedang makan buah dengan yogurt nya itu.

__ADS_1


" alahmak tak sadar diri, situ yg melahirkan, situ pula yg kesal " ujar Akbar melihat kakak nya itu seperti bukan mau persalinan tapi lagi tes bulanan kehamilan.


" iya, dedek nya lama banget keluar nya, umma udah nggak sabar ini " ucap maira mengelus perutnya itu.


" masih buka 6, sedikit lagi ini " ujar Bu bidan di sana " anak anak keluar dulu ya.. bapak bapak ibu ibu juga, cukup suami yg nemenin nya " ujar Bu bidan memakai sarung tangan nya dan mereka keluar.


Akbar meletakan kamera agar bisa melihat dari dalam untuk para fans yg telah menanti bahkan dia sekarang live di Instagram dan sudah 6 juta orang yg melihat nya. kini di dalam maira tiba tiba merasakan begitu sakit hingga dia menggenggam tangan Ikhsan dengan sangat kuat.


" tarik nafas... buang.. tenang jangan gelisah, semua nya akan baik baik saja " ujar Bu bidan dan maira terus berzikir menikmati rasa sakit nya itu.


dia sudah belajar dari suaminya agar persalinan lancar dan selamat, menikmati rasa sakit dengan berzikir, terus berpikir positif, keringat terus bercucuran dari tubuh, tubuh maira pun mulai dingin seketika wajahnya berubah menjadi pucat. rasa seluruh tulang di patahkan secara bersamaan, benar benar sangat sakit.


" ayo kuat, demi kita semua.. ingat pesan mas kan, terus berdoa " ujar Ikhsan mencium kening maira memberikannya semangat agar maira kuat menjalaninya.


1 jam telah berjuang, tubuh maira semakin dingin, detak jantungnya perlahan lahan melemah terlihat dari alat itu, bayi yg telah di nanti keluar tapi tidak menangis, berjenis kelamin laki laki berambut pirang, bayi itu di letakkan di atas perut maira, Ikhsan mencium kening maira karna bahagia tapi maira tidak membuka matanya, alat yg mengukur detak jantung maira berbunyi, bayi yg tadinya diam sekarang menangis begitu kuat, Ikhsan terdiam mematung.


ikhsan pingsan di ruangan, bayi yg menangis begitu keras begitu sudah di hentikan, bidan keluar sambil menghapus air matanya, dia tau perjuangan maira demi mempertahankan sang bayinya


" kami telah berusaha keras, bayi lahir dengan selamat tapi Allah berkehendak lain, maira Kini sudah tenang " ujar Bu bidan dan semua menangis di sana.


ayah dan bunda mendengar nya melalu Vidio call pun menangis. bayi di masukkan kedalam ranjang nya terus menangis hingga sampai di ruangan bayi, dia masih menangis, para perawat telah melakukan banyak hal tapi tetap tidak berhenti menangis. Ikhsan yg baru sadar dari pingsannya berdiri di depan jenazah istrinya itu.


Ikhsan mencium seluruh wajah maira, yg telah pucat, tapi dia tersenyum manis.

__ADS_1


" terimakasih sayang terimakasih telah mewarnai hidupku, menemani ku, melayaniku, memberikan ku keturunan, hingga berkorban nyawa demi anak kita, terimakasih, " ujar Ikhsan menghapus air matanya.


tiba tiba perawat datang bersama dengan anak mereka yg masih menangis, Bu bidan memindahkan si bayi tepat di samping maira dan bayi itu berhenti menangis.


" seperti nya dia marah, dia marah kami terlalu cepat membawanya pergi " ujar Bu bidan pada Ikhsan.


Ikhsan mengambil hp nya memfoto anak dan istrinya untuk terakhir kalinya, agar kelak anak nya besar dia bisa melihatnya dengan bangga, ibunya telah berkorban untuk melahirkan nya di dunia ini.Ikhsan menggendong anak nya itu, keluarga masuk kedalam ruangan, mama memeluk maira dan menangis.


" sudah adzani nak? " tanya Abi dengan lembut tau kondisi Ikhsan.


" belum Abi.. " jawab Ikhsan melihat anak nya itu tertidur di dalam pelukannya.


" dia benar benar mirip seperti mu.. tapi rambutnya pirang? " ujar Abi.


" rambut maira pirang Abi.. rambut ibu maira juga pirang " kata Ikhsan mencium anak nya itu yg tertidur.


Akbar mengambil Vidio Ikhsan mengadzani anak nya itu dengan lembut, suaranya sangat lembut membuat suasana menjadi tenang. Ikhsan mengembalikan anak nya itu keruangan bayi tapi ketika di tinggal dia malah menangis jadi kemanapun Ikhsan pergi anak nya itu selalu bersama dengan dirinya.


" Muhammad ikhsya khoirullah " ucap Ikhsan mengingat nama yg di berikan oleh maira.


selama 2 hari mereka mengurus pemakaman maira yg akan di lakukan di Indonesia, begitu banyak berkas berkas yg harus di urus hingga membuat kepala pusing, Ikhsya yg tidak bisa jauh dari ikhsan karna dia akan menangis dengan kuat dan tidak berhenti.


__ADS_1


di bandara ikhsya memakai baju putih dengan bedung nya juga putih, selimut putih yg menyelimuti tubuhnya, di dalam Stoller ada juga tempat tidur yg menghangatkan tubuh ikhsya karna ini musim dingin, ikhsya lahir tepat tanggal 1januari jam 1 malam.


" pakai dulu penutup telinga nya nak.. " ucap Ikhsan memakaikan penutup telinga bayi.


__ADS_2