
mama seharusnya sudah pulang ke Inggris tapi ia menetap karna maira sedang demam, Ikhsan berada di Kalimantan, bunda juga jatuh demam bersama dengan aura sedangkan mertua dan kakak ipar belum kembali dari di tambah papa dan Rizwan sudah kembali ke Inggris 2 hari yg lalu.
" jadi kamu baby sister nya kembar " ujar mama menatap intan yg kini sudah lebih percaya diri semenjak 2 Minggu berlatih dengan dokter Maiza, dokter anak yg menangani anak mereka.
" iya.. " jawab intan sebenarnya tidak yakin bakalan di terima di keluarga Walaupun dokter sudah mengijinkannya.
" jam kerja mulai dari jam 5 pagi atau selesai subuh sampai jam 4 atau selesai ashar, jangan rebut hak orang tua untuk melepas rindu dengan anak nya, kalau tengah malam kau boleh datang kalau di panggil atau dalam keadaan mendesak saja, tidak boleh masuk kedalam kamar tanpa seijin pemilik kamar, cuman itu sih, yg lainnya akan di kasi tau oleh ikhsan sendiri tapi dia keluar kota " ucap mama dan intan mengangguk.
mama memperhatikan cara intan menjaga kembar udah sangat rapi jadi rasanya jadi tenang juga.
" sayang.. jangan makan sambel aja.. nanti asi merah dan pedas loh? "
" loh emang bisa? " ujar maira panik langsung meminum satu 1 kotak susu siap saji karna takut asi nya pedas.
akhirnya setelah seminggu mama pulang ke Inggris, maira juga tidak merasakan kesepian karna mertua nya sudah pulang kecuali.
" alah mak.... segini banyak nya belanja untuk pesantren Abi? " ujar maira sambil memegangi kartu ATM di tangannya melihat daftar belanjaan yg harus ia beli bersama dengan ustazah dan ustadz lainnya " ku pikir belanja itu enak, jadi begini rasanya jadi kak Aisyah, minyak aja sampai 200 kilo coba.. " protes maira di dalam hati.
" Abi.. ini beneran 200 kilo? " tanya maira dengan lembut pada Abi dan Abi langsung terkejut.
" kok 200, seharusnya itu 300 kilo, Harna satu hari 5 kilo untuk santri dan santriwati karna minyak hanya di pakai 3 kali sehari jadi kalau lebih minyak akan di bekukan dan di buang, " jawab Abi melihat tangan Khodijah terpakai gelang emas bertulis namanya hadiah pemberian dari dirinya.
intan menjaga si kembar di rumah karna dengan jumlah yg sangat banyak pasti membutuhkan waktu yg sangat lama, tapi ketika pulang Ikhsan langsung masuk tanpa mengetuk pintu karna ingin membuat kejutan pada istrinya setelah 2 Minggu berpisah.
" assalamualaikum pak.. "
" wa'alaikumussalam, maira mana? "
" mbak maira lagi pergi belanja kebutuhan pesantren, " jawab intan dan Ikhsan melihat ke dua anak nya sepertinya bersiap siap untuk tidur,
" bawa kembar ke kamar saya ya.. taruh saja mereka di kasur, saya ingin ke dapur.. Andre.. Ikhsan bawa martabak ni.. " ujar Ikhsan memanggil Haikal suami naura kameramen.
" mantan men! "
intan menaruh si kembar ke kasur lalu keluar dari kamar, ia melihat kamar itu penuh dengan balon dan ada kue dua tingkat di sana rasa cokelat seperti maira suka, Ikhsan memangku anak nya selama 30 menit sekali bergantian walaupun sudah tidur karna Ikhsan membacakan ayat Alqur'an takut si dedek terkena penyakit ain.
" sayang baba.. lagi belajar angkat kepala ya? " ujar Ikhsan melihat ikhsya sangat aktif dari pada Khodijah.
__ADS_1
Khodijah masih tidur dalam keadaan di bedung, kalau nggak di bedung dia menangis, mudah kedinginan dan jarang menangis, bahkan Khodijah baru bisa menggerakkan tangannya kanan nya saja secara acak bahkan posisi kepala nya harus di atur terlebih dahulu. bahkan Khodijah harus kemoterapi 3 hari sekali untuk mencapai perkembangan sesuai umur nya.
maira masuk ingin masuk kedalam kamar tapi di kunci dari dalam " wah wah salah pergaulan ni pintu " batin maira yg sudah kecapean berbelanja selama 3 jam akhirnya mengambil obeng dan melepas pegangan pintunya,
ia berhitung terkejut mendengar suara lantunan musik anak anak di pandu dengan dekorasi ulang tahun di tambah Ikhsan yg terkejut sehabis mandi hanya mengunakan handuk di pinggulnya, dada kekar dan tubuh yg berisi.
maira langsung menutup pintu takut Nurul atau intan melihat nya.
" selamat hari jadi.. " ujar Ikhsan dan maira berlari memeluk Ikhsan dengan erat " sayang.. aku merindukan mu.. " sambung Ikhsan mencium tepat di atas ubun ubun maira
" mas.. "
" eh... jangan maira.. mas baru mandi.. " panik Ikhsan memegangi handuknya mempertahankan kehormatannya.
" ayolah mas.. udah dua Minggu.. "
" iya sayang..!!! nanti malam.. " pekik Ikhsan dengan wajah memerah.
" nggak mau.. dosa loh nolak ajakan istri yg benar ini..!!!! "
" nggak mau sayang... mas baru selesai mandi.. nanti malam............!!!!!!! "
" astagfirullahhal'azim..!!!! aku nggak liat nggak liat sumpah dah.. " jerit Haikal menutup matanya karna pintunya terbuka, posisi maira menarik handuk Ikhsan dan Ikhsan mempertahankan handuknya
" ab! " Nurul yg datang Haikal langsung menutup matanya dan membawanya pergi.
" tuh kan!!! " ujar Ikhsan langsung lari ke kamar mandi dengan wajah memerah tapi maira malah tertawa melihat suami nya yg benar benar sangat pemalu.
di subuh hari Ikhsan baru pulang dari mesjid melihat maira berjalan dengan pelan pelan, maira menatap tajam suaminya sambil menyalami tangan Ikhsan lalu Ikhsan mencium kening maira dengan lembut.
" kan sudah mas bilang, malam.. malam.. maksa sih.. " ucap Ikhsan dengan bangga lalu menaruh kue di atas tempat tidur " makan ya sayang.. jam 6 mau kasi kembar ASI.. " ujar Ikhsan dan maira membuka mulutnya, ikhsan menyuapi maira dengan sangat lembut.
" mas.. hari ni kembar posyandu " ujar maira dengan mulut penuh kue.
" benarkah? bagus dong.. jam 8 kan, sama pergi nya nanti dengan mbak Aisyah, tapi dia bilang hari ini nggak bisa pergi karna dia kecapean, jadi dia titip Alif "
" bagus, Alif bisa jaga kembar "
__ADS_1
" dasar maira " batin Ikhsan geleng geleng kepala.
di posyandu maira langsung akrab dengan emak emak rempong di sana, bahkan sudah seperti seumuran, ketika giliran maira, Alif maju terlebih dahulu yg mendapatkan sebungkus roti yg menurutnya tidak enak.
" ummi, tuk ummi " ucap Alif memasukkan roti ke dalam tas nya.
ketika di suntik Khodijah menangis dengan kuat untuk pertama kalinya, Ikhsan terlihat memeluk putri nya itu ingin menangis karna tangisan Khodijah lebih kuat dari pada Ikhsan biasanya.
" kasian anak baba ya.. ibu nya jahat ya.. " ujar Ikhsan terbawa suasana dan maira termenung melihat tingkah suaminya padahal kameramen mengarah pada nya.
" lain kali lebih baik gus Ikhsan nggak usah di bawa ya mbak " ujar ibu itu, menusuk jarum di paha ikhsya, Ikhsya membuka lebar matanya memelototi ibu itu membuat maira menahan tawa karna ikhsya nggak nangis tapi sepertinya ia terkejut.
" mata nya.. " ujar Haikal tidak bisa menahan tawa
" anak umma kuat ya nak.. kuat kan.. nggak nangis kok.. " ucap maira membuat posisi ikhsya berdiri.
tiba tiba wajah Ikhsya mengerut lalu menangis pelan padahal sudah 10 menit yg lalu baru menangis.
" cup cup.. "
di perjalanan
" jadi ges.. Alif dan si kembar udah tidur, sekarang kita mau ke rumah sakit untuk kemoterapi Khodijah tapi kemoterapi Khodijah itu sama mas Ikhsan sedangkan aku kemoterapi tapi di ruangan berbeda.. " ujar maira di depan kemera sambil menyusui Khodijah dengan kain sebagai menutupnya.
" ini anak sama bapak tidur nya kok bisa gitu ya.. kita juga mau beli obat tapi aku nggak bisa kasi sembarangan obat harus resep dari dokter, habis ini kita langsung aja ke rumah sakit... "
maira terlihat duduk dengan tangan di infus cairan, sedangkan Alif sedang makan sosis panggang yg di dalamnya terdapat keju yg lumer.
" Alif.. minta boleh.. " ujar Nurul menggoda Alif makan karna sosisnya tinggal 1.
__ADS_1
" nah.. " ucap Alif memberikan nya pada Nurul, ya dengan senang hati karena dia juga sudah kenyang