
di sana ada Dewi, bila, mama, grandma, bunda serta kembar juga ikut berbelanja kebutuhan baby, maira di sana menggoda habis habisan Dewi hingga wajahnya memerah. mereka semua makan di sebuah restoran untuk makan terlebih dahulu.
selesai makan mereka pergi ke toko bayi yg pertama kali di jumpai,
" banyak banget yg nanya, lima bulan kok belanja keperluan bayi, jadi begini aku itu melahirkan di usia kandungan ku 7 bulan ges, jadi aku nggak mau nanti di situ mau lahiran di situ siap siap semua nya, tanggal nya juga udah di tentukan, tinggal nama aja " ujar maira di depan kamera.
" ini barang sisa ya? tinggal sedikit sekali? padahal toko nya besar? " tanya grandma.
" benar Bu.. rencananya toko ini akan di bangun ulang jadi kami menghabiskan barang dulu, ibu bisa datang ke jalan malam bintang di sana kami baru saja akan membuka toko, barangnya masih banyak yg premium dan branded juga ada, kami di sini hanya menyediakan barang besar saja kalau untuk pakaian sudah habis terjual " ujar karyawan itu dengan sangat sopan .
" mbak kami cari bak mandi bayi, pembatas tempat tidur itu biar nggak jatuh, terus pompa asi, botol susu yg untuk bersihin botol nya itu, tong sampah... "
ketika melihat lihat maira sangat bingung, katanya tokonya mau habis barang tapi kelihatan banyak sekali macam nya.
" yg ada takaran suhu aja, " ucap mama pada maira yg memasukkan pembatas tempat tidur kedalam troli sebanyak 4.
" hhmm betul kata mama, Ikhsan juga kalau mandikan anak kalian nggak kerepotan banget " balas bunda.
" rencana maira beli bathtub aja biar besar tahan sampai puluhan tahun "
" tenggelam anak mu! " serentak mereka semua membuat maira termenung.
" emang bahaya kalau maira jadi seorang ibu " batin bila dan Dewi
" botol susu nya kok 1, bila ambil 5 lagi biar nanti nggak kerepotan, ini juga lima ya " ujar grandma dan bila langsung mengambilkannya.
selesai membayar mereka semua pergi ke toko kasur, maira nggak mau beli kasur, terlihat Ikhsan sudah menunggu di sana dan sedang memilih kasur berwarna putih karna maira menginginkan dekorasi berwarna putih.
" yg ini bagus, 180x200 " ujar Ikhsan pada kasur setinggi lututnya.
" nggak mau.. mau yg tinggi mas, jadi nanti aku kan operasi nggak perlu nunduk nunduk lagi tinggal angkat aja gitu, " balas maira melihat kasur paling besar di sana dan langsung menghampirinya " yang ini mas!! " teriak maira kesenangan karna tingginya sudah pas sepinggang maira bahkan lebih tinggi. ketika maira ingin naik Ikhsan mengangkat tubuh maira
" apa nggak ketinggian? " tanya bunda melihat maira berdiri di kasur itu.
" nggak bunda, biar aja tinggi nggak papa, pak sama latex nya juga ya.. yg paling bagus, bawa kemari coba lapis " pinta maira dan mereka langsung membawakan latex yg terbaik lalu di taruh di atas kasur itu.
" kalau pakai busa, nanti dia tengelam mas, kalau ini nggak " ucap maira terlihat sangat senang.
" tinggi sekali ini maira.. "
__ADS_1
" mas kan bisa gendong maira "
" latex nggak di sarankan untuk yg punya alergi, kami mau lihat bedcover nya, ini kita ambil sama latex nya ya.. tolong di catat "
grandma terlihat memilih begitu banyak tapi cuman 2 yg di ambil karna bahan nya yg di pilih bahan paling bagus harganya pun sangat bagus.
" lima juta untuk bedcover saja, mana dua lagi, tapi nggak papa lah " batin Ikhsan ingin membayarnya tapi maira sudah mengesekan kartu ATM nya.
" nanti mas transfer " ujar Ikhsan dan maira menggelengkan kepalanya.
" uang maira ada kok, mas tenang aja "
*
*
*
*
mereka lanjut ke toko perabotan, maira lemari tapi yg dia suka semua nya yg paling besar, mereka mengambil 2 buah lemari dan kasur untuk ganti popok sebanyak 10 agar bisa di ganti ganti.
" ini tempat ganti popok bisa ditaruh di kamar bayi atau di kamar kalian " ucap mama dan Ikhsan lemas melihat harganya yg melambung tinggi
di sisi lain ada Eyza yg menjomblo, ia berbaring di kasur nya dan hanya memakai celana pendek telanjang dada.
" ya Allah.. hamba kapan menikah sih.. kedua sahabat ana udah nikah masa ana nggak nikah? mereka di peluk sama istri mereka masa ana di peluk sama guling " curhat Eyza membuat Abah nya tertawa di balik pintu karna pintunya lupa di kunci.
" nggak enak tau nggak! nggak adil, ayah pun cuman cari jodoh Aminah aja jodoh ku nggak? masa aku kalah sama kembar, Ikbal aja yg gaya nya seperti itu udah punya calon istri lah aku!! "
ayah Eyza membuka pintu kamar membuat Eyza terkejut
" mau nikah? " tanya ayah Eyza.
" maulah Abah " jawab Eyza bersemangat berpikir Abah akan mencarikannya jodoh juga
" boro boro nikah? ****** sendiri aja masih di belikan ummi " ketus Aminah yg muncul tiba tiba.
" tidur aja masih sama boneka " ketus Abah membuat Eyza sakit mental.
" makan aja masih di suapin! "
__ADS_1
" kaus kaki aja masih di cariin! "
" pakai dasi aja masih di pakaikan ummi! "
" baju aja masih di cuciin! "
Aminah dan Abah melakukan tos bersama lalu pergi meninggalkan Eyza yg termenung mendengar kenyataan itu.
" kini banget punya Abah sama Adek kelakukan sama aja " sedih Eyza yg mendalam.
*
*
*
*
di rumah maira ada beberapa orang sedang memasang lemari dan memasang pintu nya yg terbuat dari kaca, kasur nya di taruh di tengah tengah ruangan itu, setelah selesai maira membersihkan semua nya dan menjamu mereka yg sudah berkerja keras membantu.
" kakek.. kakek bakalan pulang ke Tarim? " sedih maira karna cuman kakek yg sering di pesantren sedangkan Abi selalu bepergian mengurus perusahaan dan dakwahnya.
" insyaallah selesai urusan ini kakek akan kembali ke Indonesia, kita sahur pertama di sini ya.. mau nitip oleh oleh "
" buah zaitun sama buah tin, yg banyak ya kakek "
" Alip pun mau.. " ujar Alif memeluk kaki kakek
kakek memeluk cucu kesayangannya itu yg memiliki kulit berwarna putih dan wajah kemerah-merahan, wajah Alif benar benar sangat imut. setelah pulang maira membawa Alif ke mall untuk berbelanja kebutuhan nya Alif yg di titipkan oleh Aisyah
" sabunnya... 10 aja deh "
" banyak banget sayang? "
" Alif mau kan? "
" mau.. " jawab Alif yg sangat manja pada maira.
10 kotak tisu, 10 kotak sabun satu set, 5 pasta gigi, 5 sikat gigi, 10 kotak minyak angin 20 bungkus popok. sesampainya di pesantren Aisyah termenung melihat nya.
" ammah beli! " ujar Alif memberikan kue di tangannya.
__ADS_1
" kacau ni.. maira terlalu boros " batin Aisyah melihat maira yg tertidur di kasur nya.