Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
pulang kerumah


__ADS_3

pagi hari maira memutuskan untuk pulang kerumah, maira berjalan pelan menuju kamar mandi di bantu oleh ikhsan. maira membuka bajunya dengan santai lalu mandi untuk membersihkan dirinya, dia juga mengembalikan warna rambutnya aslinya. setelah selesai langsung mengeringkan rambutnya dan kembali mengunakan baju yg lengkap.


kini ketika semua sudah di urus, para wartawan yg sudah berkumpul untuk di wawancarai, maira duduk di kursi roda karna terlalu lemas untuk berjalan. sesampainya di rumah maira langsung ke kamar untuk melanjutkan istirahat nya, ketika sore melanjutkan prosedur sebelum malam pertama, maira sudah bersiap siap dengan begitu cantik bahkan dia sudah makan banyak agar menambah tenaga.


" sudah jam 9 ternyata " ujar maira langsung mengambil pakaian dan menggantinya lalu berjalan menuju kasur, terlihat Ikhsan sedang membawa buku dengan terlihat serius.


" mas... " panggil maira dengan suara manjanya dan peluh dengan gemulai.


" iya .. " Ikhsan terdiam melihat penampilan maira yg benar benar sangat menggoda " memang berbeda, Antara bunga yg dirawat dengan baik dan bunga liar " batin Ikhsan menutup bukunya dan masuk kedalam selimut.


" loh mas kok tidur, tapi udah janji..


" rengek maira menuju tempat tidur, membuka selimut dan memeluk Ikhsan " mas ni.. " rengek maira membuat Ikhsan sesak nafas.


" semangat banget sih, tapi mas capek maira.... lain kali aja ya " pinta Ikhsan membuat maira kesel dan membelakangi Ikhsan.


" suka hati lah, sia-sia capek dandan seharian " ujar maira menarik selimut dan tanpa ia sadari dia tertidur. Ikhsan merasa sangat bersalah karna merasa tidak menghargai apa yg maira lakukan.


ketika Ikhsan ingin memintanya maira malah sudah tertidur, ikhsya mengelus rambut maira dengan lembut lalu memeluknya dari belakang, maira yg merasakan pelukan Ikhsan berbalik dan membalas pelukannya.


" tapi tadi udah tidur? " tanya Ikhsan dengan lembut.


" mas nya bising( ribut ) sekali, " jawab maira.


ikhsan baru tau, kalok maira yg tegas, disiplin, ini ternyata manjanya luar biasa, Ikhsan merasa semakin jatuh hati pada maira.


...****************...


di pagi hari tepat jam 4.30 pagi maira sedang mandi di kamar mandi, sedangkan Ikhsan sedang mengganti seprai yg baru, noda bercak darah di kasur membuat iklan tersenyum mengingat tadi malam, permainan mereka yg sangat panas. Ikhsan mengambil air dan tisu mencoba membersihkannya agar tidak ketahuan oleh keluarga.


" ya Allah, kok susah banget hilang nya " batin Ikhsan mencoba tenang.


" mas ngapain? " tanya maira melihat suami nya itu.

__ADS_1


" ini.. noda darah nya nggak hilang " jawab Ikhsan membuat maira berpikir cara menghilangkannya.


maira membantu ikhsan hingga bisa darah nya Hinga.


" nah nanti kalok kembar nyuci nggak ketahuan " ucap maira dengan santai membuat Ikhsan terkejut.


" kembar yg cuci baju? " tanya Ikhsan sambil menatap maira.


" iya mas... kembar bagian mencuci, cuci piring, cuci baju, bersihkan kolam, banyak lah, maira kan sekolah, jam 6 sore baru pulang, soalnya banyak kegiatan, sedangkan si kembar jam 2 udah pulang " jawab maira dengan santai.


" maira.. baju mas biar mas sendiri yg cuci ya, termaksud baju maira biar mas yang cuci, jangan kembar, kasian.. " kata Ikhsan membuat maira tersenyum.


" nanti baju mas, biar maira yg cuci, oiya mas kapan ke Kairo, seharusnya mas udah belajar di sana kan? " tanya maira membuat Ikhsan terkejut


" loh, maira tau dari mana, mas nggak pernah cerita, dan satu lagi mas ini ca... "


maira memasukkan sepotong kue kedalam mulut Ikhsan agar berhenti berbicara.


" maira telah mengenal mas dari mimpi, hampir 2 tahun menikah, susah senang bersama, berjuang bersama sampai maut memisahkan, 25 tahun melihat langsung anak kita, tidak bisa memeluk, tidak bisa mencium, hanya bisa melihat, dan.. mematikan yg mengenaskan.. " ujar maira dan air matang mengalir.


...***************...


maira dan Ikhsan sedang duduk di ayunan di depan kolam ikan, sambil memakan nastar yg sangat enak, Ikhsan duduk dengan rapi dan sopan tapi tidak dengan maira, dia duduk dengan posisi kaki di atas kenapa di bawah.


di sisi lain ada di kembar yg sedang memvidiokan keduanya.


" ginini kalok kucing bangsawan nikah sama ana lutong,(monyet). " ucap Akbar.


di sisi lain karna di sudah lelah maira berbaring menjadikan paha ikhsan sebagai bantal nya, Ikhsan mengelus wajah maira dengan lembut, pernikahan ini memang belum sah di mata negara tapi mereka sudah menjalani prosedur yg tepat, walaupun sidang hukum tetap berjalan untuk mereka.


" mas... mas kasar banget tadi malam, masih sakit ini " ucap maira dengan mudahnya sedangkan wajah Ikhsan sudah memerah.


" maaf... ini pertama kalinya untuk mas.. lain kali mas akan lebih lembut... " ujar Ikhsan dengan lembut.

__ADS_1


" mas, maira mau ke Singapura, maira mau operasi pengangkatan kangker di sana, boleh kan mas.. mas pergi aja ke Kairo "


" mas ikut kemanapun maira pergi... lagian hasil nya belum keluar kan? " kata Ikhsan sambil tersenyum.


mobil ayah masuk kedalam rumah, bunda dan ayah keluar, terlihat bunda habis belanja tapi dia memegangi balon love dan sekotak bunga. ayah dengan kode kodenya meminta Ikhsan dan maira masuk kedalam.


...****************...


mereka semua berkumpul di sana kecuali keluarga ikhsan yg sudah pulang ke Jakarta. ikbal seperti biasa membongkar belanjaan bundanya itu.



" Ada apa ni... kok ada balon dan bunga... " goda Ikbal terkejut melihat susu ibu hamil.


" sejak kapan maira? " tanya ayah serius pada putri nya itu karna sudah membaca hasil pemeriksaan dari rumah sakit.


" saat umur 12 tahun ayah " jawab maira menunduk.


ayah memijit kepalanya sendiri karna tidak menyangka ini semua benar.


" hari Senin ayah sudah buat janji dengan dokter kangker untuk kemoterapi, dan ikhsan, ayah mohon padamu, jangan membuat maira hamil dulu sampai umur nya 20 tahun, apa bisa ikhsan? " pinta ayah membuat ikhsan terkejut.


" insya Allah ayah, ikhsan akan berusaha " kata ikhsan menyetujuinya.


" nggak bisa gitu dong ayah, waktu maira cuman 2 tahun.. "


" maira. ayah tau kau itu spesial, tidak semua mimpi itu jadi kenyataan nak, waktu kematian hanya Allah yg tau " kata ayah memotong pembicaraan maira.


" ini kenapa maira tak mau jujur, sebelum menikah dengan mas ikhsan, maira pernah bilang kan dengan ayah, bahwa maira akan di bawa pergi oleh seorang ustadz yg menjadi suami maira memang nggak tau siapa dia yah, dan ternyata dia mas ikhsan, biasanya maira hanya bermimpi tentang masa depan itu sangat sulit, dan Maira melihat 25 tahun ke depan, bahkan kematian ayah " ujar maira menangis.


maira memeluk Ikhsan, menangis di dalam pelukannya, dia tak tau harus berbuat apa, tapi dia tidak ingin membuat anak seperti yg ia lihat.


" maira.. tenang ya.. " ucap Ikhsan dengan lembut.

__ADS_1


" Abang ni... udah janji di mobil tadi nggak buat maira nangis " marah bunda pada ayah membuat ayah menghela nafas kasar


__ADS_2