
dari siang sampai malam terlihat maira sedang ngambek pada Ikhsan, mereka saling diam ada yg ingin berbicara padahal seluruh keluarga sudah pulang. maira ingat bahwa ruangan ini tidak ada cctv-nya jadi dia bisa melancarkan aksinya ketika melihat Ikhsan sudah mengunakan sarung dan baju kaos untuk tidur.
" mas aku mau nafkah batin ku! " ucap maira tanpa malu membuat Ikhsan yg sedang minum tersedak.
" sekarang? "
" ya iyalah sekarang mas.. tak kan besok "
" dokter bilang puasa dulu selama 1 bulan, ayank yg sabar ya ini demi kebaikan ayank, nanti bekas operasi bisa terbuka, ayank tau kan bagaimana mas bermain " ucap Ikhsan dengan tenang membuat maira tak bisa berkata apa apa lagi.
" udah tadi nggak cium maira... di kamar mandi pun nggak boleh pas minta alasan dokter selama sebulanlah.. jangan kan bibir kening aja nggak di cium, mas jahat " omel maira membuat Ikhsan merasa sangat imut hingga akhirnya Ikhsan berjalan menuju maira dan langsung berbaring di sampingnya tapi maira membelakanginya.
" sayang... aku suami kamu loh.. nggak boleh membelakangi suami " ucap Ikhsan dengan lembut dan berkali kali tapi maira masih ngambek memberikan Ikhsan memeluknya dari belakang dan kepala ikhsan tepat di leher maira " sayang tau nggak kemarin mas mimpi ada yg manggil mas ayah " ucap Ikhsan membuat maira langsung berbalik menatap Ikhsan.
" yg bener mas.. mas nggak bercanda " tanya maira menatap Ikhsan.
" iya... jadi mas bangun tiba² udah di bawah pohon di suatu taman, tiba tiba datang 5 anak 4 laki laki 1 perempuan manggil mas ayah lalu mereka memeluk mas seperti ini " jawab Ikhsan menjelaskan dan memperagakan sambil memeluk maira
" mas tau tau nggak, anak pertama kita itu ada lima tapi keguguran, lalu mencoba bayi tabung berkali kali keguguran berkali kali hingga akhirnya maira mengandung ikhsya... rasanya seneng banget.. walaupun tidak bisa merawatnya hingga dewasa " ucap maira sedikit sedih.
" maira tau nggak, semua itu dari setan atau jin yg memberikan gambaran gambaran masa depan bagaimana yg akan terjadi, mau itu masa depan atau masa lalu, tidak semuanya benar dan tidak semuanya itu salah, nanti kita rukiah ya " ucap Ikhsan membuat maira termenung.
" kalok setan di dalam diri gw bicaranya macan macan bisa bahaya ni " batin maira sedikit gelisah.
...****************...
__ADS_1
kembar datang sebelum subuh dan melihat seprai kasur sudah tidak ada bahkan selimutnya juga terlihat di sofa, lalu Ikhsan dan maira keluar dari kamar mandi bersamaan tapi rambut Ikhsan terlihat basah. Akbar mengerti apa yg terjadi tapi tidak dengan Ikbal.
" kalian habis ngapain? seprai nya kok di lepas? masih jam 4 pagi tapi kalian udah mandi? " tanya Ikbal penasaran sampai ke akar.
Ikhsan dan maira sontak merasa sangat malu hingga mereka tidak menjawab pertanyaan tersebut, akhirnya mereka sholat berjamaah di ruangan sebelahnya lalu Ikbal memasak untuk sarapan mereka ber4. singkat cerita jam 9 laporan kesehatan, semua nya dalam keadaan baik kecuali satu,
" maira hamil dan usianya memasuki seminggu "
" hamil??!! "
dokter itupun menjadi terkejut karna semua di sana bertanya secara bersamaan lalu menatap Ikhsan dengan serius, " benar maira sedang hamil dengan usia memasuki selama seminggu, dokter kandungan akan datang untuk mengeceknya secara langsung sebentar lagi " ujar dokter itu membuat mereka semua diam.
" Alhamdulillah... anak itu rezeki dari Allah, kita seharusnya bersyukur dengan itu " ujar Abi di sana.
" iya... Alhamdulillah.. " ucap mereka semua dan tak lama kemudian dokter kandungan datang untuk mengecek kondisi nya secara langsung.
" bukan kah ayah sudah bilang, maira kalok ingin hamil setidaknya berumur 19 atau 20 tahun? " ucap ayah memulai sidang.
" iya ayah " jawab Ikhsan sambil menunduk.
" terus kenapa maira bisa hamil? " tanya papa menatap Ikhsan.
" Ikhsan nggak tau pa, tapi Ikhsan udah berusaha agar maira tidak hamil " jawab Ikhsan
" usaha apa yg kau lakukan? " tanya grand-père
__ADS_1
" Ikhsan pakai pengaman "
" pengaman itu banyak, jenis apa yg kau pakai, " ujar ojīsan.
" sutra.. " jawab Ikhsan dengan sangat pelan karna malu.
" apa jangan jangan bocor? atau di bocorin " batin mereka ber4 melihat maira secara bersamaan.
" maira heran, yg hamil maira bukan kalian, kenapa maira di larang hamil, lagian maira hamil anak nya mas Ikhsan bukan pria lain, begitu juga dengan mas Ikhsan, dia menghamili maira, itu kan wajar karna maira istrinya, maira hanya menginginkan sebuah anak tapi kalian seolah olah kami sudah melakukan sebuah masalah yg besar " ucap maira dengan air mata yg mengalir.
" maira hanya menginginkan seorang anak dari suami maira, apakah itu salah? apakah salah seorang istri hamil anak dari suaminya sendiri? " ucap maira sambil menangis, keluar darah dari hidungnya seketika, maira merasakan sangat sakit di kepalanya dan sangat sulit bernafas,
" panggil dokter cepat.. "
" maira! maira! sadar nak! "
" kenapa dokternya belum datang, ini kondisi darurat "
" kalian semua keluar dulu dari ruangan, biar dokter yg memeriksa secara langsung " suster.
mereka semua ke luar dari ruangan itu, ayah mengacak acak rambutnya karna terlalu banyak yg dia pikirkan akhir akhir ini, Ikhsan yg merasa sangat bersalah telah menghamili maira, hari ini semuanya benar benar kacau balau.
" Abi.. apa aku salah Abi? " tanya Ikhsan dengan pelan menyandarkan kepalanya di bahu abinya itu.
" Ikhsan tak salah nak.. maira istrimu, kalok dia hamil berarti itu anak mu, maira hanya syok dengan keadaan sekarang itu saja, dia akan baik baik saja, berdoalah nak, minta yg terbaik dari Allah " ucap Abi dengan lembut dan pelan.
__ADS_1
Ikhsan dua Minggu lagi dia akan berangkat karna sudah sebulan menunda kuliah, dosennya sudah mengamuk di sana.