Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
perselingkuhan


__ADS_3

waktu terus berjalan dan kini maira sudah sudah berumur 20 tahun, ikhsya dan Khodijah juga kini berumur 4 tahun bersiap siap untuk sekolah.


" ya Allah.. ummaaaa!!!!!!! " ucap Khodijah berlari sambil berteriak menggedor ngedor pintu kamar maira dan Ikhsan, tapi yg keluar malah ikhsan nya " baba.. Abang ngompol lagi.. basah kasur baba.." adu Khodijah yg kini tumbuh menjadi gadis cilik yg cantik.


" astagfirullahhal'azim kakak.. ini masih jam 2 pagi.. belum jam 3 nak.. " ucap Ikhsan menutup pintu kamar lalu menggendong putri nya itu yg baru bisa berjalan menuju kamar nya.


Ikhsan melapis tempat tidur yg basah dengan tikar dan kain lalu ikhsya kembali tertidur dengan pulas " kakak.. lain kali jangan teriak teriak ya nak.. umma sedang tidak enak badan.. jadi butuh istirahat " ujar Ikhsan mengelus kepala putri kesayangannya itu


" maaf baba.. kakak janji nggak akan ulangi lagi.. ", ucap nya sambil menunjukkan jari kelingking dan Ikhsan tersenyum.


Ikhsan kembali ke kamar nya, kamar nya benar benar terasa sepi karna maira tidak ada di kamar itu, maira berada di kamar sebelah dan terkadang tidur di kamar anak anak nya.


" ya Allah.. sampai kapan ini terus berlanjut.. " gumam nya lalu memilih menghabiskan malam dengan beribadah.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


di pagi hari, maira menyiapkan makanan untuk keluarga kecil nya dengan sangat cerita membuat Khodijah merasakan ada yg berbeda.


" umma, apa umma sudah sembuh? baba bilang umma sedang tidak enak badan.. " ucap Khodijah memegangi kening maira.


" iya nak.. tapi sekarang umma baik baik saja.. " kata maira sambil tersenyum hangat.


maira dan Ikhsan mengantarkan kedua anak nya itu untuk bersekolah seperti biasanya sedangkan Khoiri biasanya di titipkan pada Aisyah dan Abi karna maira juga berkerja, tapi sayangnya akhir akhir ini maira selalu membawa Khoiri kemanapun ia berada.


" maira.. jam berapa pulang? mas akan jemput " tanya Ikhsan yg mencoba memperbaiki hubungan.


" mungkin larut malam.. ini juga bukan urusan mu.. aku bisa pulang sendirian " jawab maira membanting pintu membuat hati Ikhsan benar benar sedih.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


1 bulan yg lalu.


maira dengan penuh emosi membuka pintu kamar hotel secara paksa, ia melihat sebuah pemandangan yg benar benar menghancurkan hatinya. Ikhsan sedang tidur dengan wanita lain, wanita yg sangat cantik tanpa berbusana

__ADS_1


" maira.. " ucap Ikhsan yg kondisinya kini hanya memakai handuk kimono saja, pakaian berserakan di mana.


" mas.. kau bajing*n " ujar pelan maira dengan air mata yg mengalir.


" sayang... tenang dulu.. ini semua salah paham.. aku nggak tau kenapa tiba tiba ada di sini.. dengan kondisi yg seperti ini.. aku tak mungkin melakukan yg di larang oleh agamaku maira.. "


PLAKK!!


sebuah tamparan mendarat di pipi Ikhsan dengan begitu kuat.


" rendah sekali HARGA DIRIMU YA!!! hingga suami ku saja kau goda... " kata maira dengan lantang tapi Ikhsan mencoba menenangkan maira " apaan sih mas.. lepasin aku... " ucap maira karna ikhsan menahan dirinya.


" sayang sudah sudah.. ini semua salah paham.. benar benar tidak terjadi apa apa "


" bapak tega sekali.. padahal itu pengalaman pertama saya.. " tangis Nisa.


" STOP!!! Nisa kau pakai pakaian mu.. aku tidak pernah menidurimu sama sekali cam kan itu.. sayang.. "


mulai dari sinilah hubungan rumah tangga ini menjadi retak.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


" umma.. " panggil Khoiri dengan lembut yg kini sedang memeluk maira dengan erat.


" iya nak.. umma lagi baca naskah ni.. " ucap maira dan Khoiri hanya bisa tertidur di pelukan maira " ya Allah nak.. hati ummi benar benar sakit sekali.. ummi benar benar sudah tidak tahan dengan rumah tangga ini.. tapi umma takut kalian tidak bisa merasakan hangat nya keluarga " batin maira benar benar tersiksa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


kini Ikhsan berada di sebuah rumah sakit yg sangat terkenal di Jakarta, ia melakukan banyak pengobatan secara diam diam akhir akhir ini.


" ikhsan.. kondisi kesehatan mu terus menurun loh.. ini berbahaya sekali dampaknya pada jantung mu.. " kata dokter itu pada Ikhsan yg sedang berbaring di kasur rumah sakit.


" dok.. apa aku bisa menghadiri acara perpisahan sekolah anak ku 2 bulan lagi? " tanya Ikhsan dengan pelan.

__ADS_1


" sepertinya tidak mungkin? kecuali kau melakukan operasi " jawab sang dokter tapi Ikhsan terus menolak untuk melakukan operasi transplantasi jantung.


" kasihan Khodijah nanti, aku tidak bisa bersanding menjadi wali nikah nya nanti.. "


" kalau Allah berkehendak.. maka kau bisa menjadi wali nikahnya.. "


" 2 bulan lagi aja tidak, bagaimana mungkin bertahun-tahun... " ucap Ikhsan sambil tertawa kecil sedangkan dokter di sana benar benar sangat sedih karna maira tidak mengetahui kondisi ini " dok.. saya harap anda tidak memberitahukan kondisi saya apapun yg terjadi tanpa seijin saya.. "


" iya iya dan.. Ikhsan saya juga berharap 1 bulan ini kamu di rawat di rumah sakit.. kondisi mu benar benar tidak bisa melakukan pengobatan berjalan.. " saran dokter tapi Ikhsan menggelengkan kepalanya menandakan ia tidak setuju.


" bagaimana dengan anak dan istriku? "


" mereka harus tau kondisi mu yg sebenarnya "


" aku tak ingin itu terjadi.. kasihan ikhsya, Khodijah dan Khoiri.. mereka benar benar dekat dengan ku dok.. "


" kalau kau tak ingin memberitahukannya maka aku saja.. "


" jangan.. baik lah baik lah.. beri aku waktu seminggu.. "


" terlalu lama, besok! "


" 3 hari.. cukup 3 hari saja.. " ucap Ikhsan sambil memelas pada sang dokter.


" hhmm.. hanya 3 hari lagi.. lalu kita akan memulai operasi.. tidak ada penolakan sama sekali kali ini.. saya sudah bosan dengan seluruh alasan mu.. " ucap dokter mengirimkan pesan ke Singapore untuk mempersiapkan segala kebutuhan operasi ini " Ikhsan.. Ikhsan.. astaga Ikhsan.. dia ma.. " kata dokter melihat Ikhsan jatuh dari kasur dan tidak sadarkan diri.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


matahari telah tenggelam bulan pun menggantikannya, ayah maira ada di rumah Ikhsan dan maira karna berniat untuk mengunjungi saja tapi kini betapa sakitnya hatinya mendengarkan curhatan anak nya.


" perempuan itu telah hamil ayah.. kehamilannya berumur 3 Minggu.. " tangis maira mencurahkan isi hatinya.


" kamu tak pantas menangisinya.. ayah akan bicara dengan pak Husain tentang ini semua.. "

__ADS_1


__ADS_2