
Ikhsan menatap Abi nya itu yg kini fokus ke lettopnya sambil memakan buah buahan potong yg telah di bawakan istrinya, kakek juga pulang ke pesantren untuk istirahat. sepertinya Abi tidak nyaman di pandangi seperti itu oleh anak kandungnya sendiri.
" Ikhsan.. kenapa Ikhsan pandangi Abi seperti itu? apa ada sesuatu di wajah Abi? "
" Abi pengantin baru tapi kok nginap di rumah sakit? nggak pernah pulang ke rumah? kapan Ikhsan punya adik lagi kalau begini " ketus Ikhsan membuat Abi terdiam memandangi anak nya itu.
" kau ingin punya adik lagi? tapi kau sudah memiliki anak, nanti anak mu menganggap om nya sebagai sepupunya.. " balas Abi tak mau kalah dari anak nya itu.
" assalamualaikum.. " ujar maira masuk seenaknya saja membuat mereka terkejut, maira berjanji akan pulang besok tapi kenapa bisa hari ini...
" wa'alaikumussalam.. " jawab mereka berdua sambil tersenyum.
maira menyalami Abi lalu Ikhsan, Ikhsan menciumi wajah kedua anak nya itu secara bergantian melepaskan rindu nya.
" anak baba mau pamer ya.. udah bisa telungkup ya sayang.. " ujar Ikhsan sangat senang ikhsya sudah bisa telungkup sedangkan Khodijah baru bisa mengangkat kepala nya saja.
" Abi.. maaf kan menantu mu ini.. Abi itu belum malam pertama dengan ibu... pulang!! " tegas maira pada Abi.
Abi menggeleng geleng kan kepalanya melihat tingkah menantunya itu yg memang rada bar bar, di balik pintu ibu yg ingin membawa baju bersih serta pakaian sholat baru terhenti.
" dia benar.. kita belum malam pertama!!! tapi aku kan sudah 39 tahun, apa masih bisa hamil.. " gumam ibu ketakutan ingin masuk kedalam, ketika mencoba memberanikan diri maira udah berada di depan nya.
" tuh kan Abi... ibu udah jemput, apa lagi.. " ujar maira membuat mereka yg ada di sana ingi. tertawa.
" gih sana Husain.. malam pertama tu.. " goda Abah pada Abi.. bahkan ia menyebutkan nama Abi..
" bagaimana kabar putra mu itu? " tanya Abi bangkit dari duduk nya sambil merapikan meja.
" dia bilang dia sedang di Mesir, anak itu terkadang gila juga sih.. tapi tiba tiba hp nya mati dan nggak bisa di hubungi sampai sekarang.. "
" loh kok gitu.. "
" hp ku jatuh dari genggaman jadi pecah, nomer nya lama nggak bisa di pakai lagi.. eh.. jangan mengalihkan pembicaraan.. "
Abi langsung pergi ke kamar mandi melarikan diri walaupun ia di paksa pulang juga oleh mereka semua.
*
*
*
*
__ADS_1
di sisi lain Eyza terbaring tanpa sadarkan diri meja operasi, tak seorang keluarga pun menemani Eyza kecuali Ahmat, teman nya di Afrika, berkulit hitam tinggi dan bertubuh besar. 2 hari Eyza terus melakukan operasi Ahmat lah yg mengurus semua nya, pihak kampus juga belum mengetahuinya. kini ia sedang di kampus untuk melaporkan yg terjadi.
" innalilahi.. apa itu Eyza, mahasiswi dari Indonesia? "
" benar pak.. dia orang nya.. "
" sejak kecil dia sudah terkenal karna suara yg bagus, banyak kompetisi ajang internasional dia ikuti.. saya harus menghubungi keluarganya.. " ujar dosen itu langsung melaporkan pada atasannya.
akhirnya berita ini sampai ke keluarga Eyza yg berada di pesawat, ummi pingsan sedangkan Abah sepertinya tak kuasa menahan tangisnya.
*
*
*
*
di Indonesia kini sudah pagi, kebiasaan Abi adalah sarapan dengan segelas kopi dan roti bakar dengan berbagai selai yg beraneka ragam di buat sendiri oleh Aisyah.
" dia cukup kasar tadi malam.. mungkin karena dia telah menahannya selama bertahun-tahun.. " batin ibu yg kini telah menyerahkan mahkota nya pada suami nya.
" Abi.. apa Abi sudah dengar berita tentang Eyza? " tanya Aisyah memberikan segelas susu pada Alif
" Eyza kecelakaan Abi... "
" innalilahi.. " ujar mereka berdua terkejut
" tengkorak kepala nya retak, kedua tulang kering Kaki patah, tulang tangannya mengalami retakan yg cukup serius, hari ini dia operasi implan tulang belakang Abi.. dia mengalami kecelakaan "
" ya Allah... bagaimana bisa mendapatkan luka seserius itu.. "
" sekarang dia sedang di rencanakan untuk di kirim ke Singapore untuk melakukan beberapa pengobatan di sana... " ujar Aisyah juga tidak menyangka ini semua akan terjadi.
*
*
*
*
di lain sisi, bila menangis di hadapan paman nya. terlihat raut wajah Rendi tidak suka akan semua ini.
__ADS_1
" lalu kau mau bagaimana bila, ini semua sudah terjadi.. "
" aku akan menikahinya sebagai pertanggungjawaban ku paman " ujar bila di sela sela tangisannya.
" kau pikir itu mudah, paman tidak mengijinkan mu, bahkan paman tidak Sudi menjadi wali nikah mu apa bila kau menikah dengannya " ujar Rendi membuat bila terkejut, bunda hanya bisa menghela nafas kasar.
" kenapa Paman, aku tidak pandang hartanya, fisik nya, dia sem... "
" DIA CACAT BILA!!! " bentak Rendi hilang kesabarannya, bila yg awal nya berdiri kini terduduk menangis " kau ingin menikahi pria yg cacat, aku berjanji pada ayah mu agar mencarikan ku pria yg sempurna, bukan pria yg cacat!! tolong fahami paman mu ini.. kalau kau memang ingin menikah dengan nya.. tunggu ayah mu pulang.. " tegas Rendi mengambil tas kerjanya lalu pergi.
bunda memeluk bila yg menangis di sana, " bunda yakin, paman ingin yg terbaik untuk bila.. itu kenapa dia bisa berkata sekasar itu.. maaf kan paman ya.. paman pasti bingung untuk memberikan restu, tunggu saja ayah mu pulang.. kita bicarakan sama sama, untuk pernikahan bulan depan kita batal kan saja atau tunda dulu? " tanya bunda dengan lembut.
" batal kan bunda.. "
" baik lah bunda akan bicarakan sama paman nantinya.. "
*
*
*
*
Ikhsan melihat Eyza dari jendela kaca itu, seluruh tubuhnya di balut dengan perban bahkan wajahnya, sudah 2 Minggu Eyza terbaring koma, satu orang pun tidak boleh masuk kedalam ruangan itu.
" Eyza.. kapan kau bangun? kami merindukan sosok mu.. " batin Ikhsan lalu melihat jam tangannya dan pergi, waktu kunjungan telah habis.
**
Ikhsan pulang ke rumah dan ia akan bermain main dengan kedua anak nya. sampai larut malam.
" mas... si Eyza kek mana? apa dia nggak jadi di juruk ke RS di Singapura ,"
" dokter bilang dia akan lumpuh sementara.. kalau sudah bangun dari koma dia akan melakukan fisioterapis biar bisa jalan lagi.. "
" seperti itu ya.. aku boleh punya art nggak mas? " tanya maira memeluk Ikhsan.
" kenapa mau punya art, nyapu ngepel udah pakai robot yg bulat itu, ke sana ke kemari bahkan udah ada 5 itu benda di rumah ini.. sayang kenapa? " tanya balik Ikhsan melihat istri kecil nya itu.
" capek mas... mana harus siapin sarapan, bersihin rumah, jaga anak kita, masak lagi siang nanti, belum masak malam, rewelnya ikhsya, mbak intan ceroboh banget, semalam dia hampir kasi susu air panas semua, terus Mbak Nurul juga rebahan aja di rumah.. " keluh maira pada suami nya itu.
" nanti mas bantuin ya.. mas usahakan biar bisa cari art.. "
__ADS_1