Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
takut kehilangannya


__ADS_3

" maira.. mas tau apa yg kamu rasakan maira, mas juga nggak mau kehilangan anak mas, tapi kalau kehamilan ini terus terjadi kamu bisa dalam kondisi yg berbahaya, mas nggak mau kamu kenapa Napa, tolong mengerti sayang.. " ucap Ikhsan dan maira terlihat benar benar marah.


" Mas!!! sampai kapan pun aku tidak ingin kuret! aku yg mengandung anak ini!! aku yg merasakan sakitnya!! bukan mas!! aku berhak atas anak ini!!! karna aku ibu kandungnya!! " ayoteriak maira sambil menangis memarahi Ikhsan karna dia sudah membawa surat itu pulang bersama mereka


" sayang.. mas juga ayah dari anak kita, coba.. "


" STOP!!! mas tidak menginginkan anak ini kan!!! kalau begitu kenapa mas MENGHAMILIKU!!!! DAN SEKARANG KAU TIDAK MENGINGINKAN ANAK INI!!! " marah maira berteriak dengan air mata yg bercucuran, Ikhsan memeluk maira tapi maira langsung mendorong Ikhsan sampai ke luar kamar dan mengunci pintu


" sayang... buka pintunya! sayang.. mas minta maaf, mas salah.. ayo bicarakan baik baik "


" TERLAMBAT... "


semalaman Ikhsan mengetuk pintu kamar dan maira yg menangis tanpa sadar ia tertidur dengan lelap nya.


" sayang.. istriku yg cantik mengalahkan bidadari, buka dong pintunya " goda Ikhsan tapi maira menutup telinganya hingga tidak terdengar apapun.


*


*


*


pagi hari, mata hari menyinari bumi, sepasang pengantin baru itu baru saja keluar bersama dari kamar mandi, sepertinya Dewi terlalu malu untuk mendekati dalil karna semalam mereka telah melakukannya. dalil mengerti kondisi Dewi jadi dia memberi waktu sedikit. Dewi sedang memakai pakaiannya tapi hp nya berdering.


" a'a.. tolong angkat telponnya ya.. "


" iya.. " seru dalil mengangkat telfon


" assalamualaikum.. Dewi.. " ucap bunda dengan begitu cepat.


" wa'alaikumussalam, Tante.. Dewi sedang ganti pakaian, ada yg mau di sampaikan nanti dalil bilang... "


" dalil, apa Ikhsan dan maira tidur satu kamar sama kalian? " tanya cepat bunda membuat dalil terkejut.

__ADS_1


" tidak Tante, mana mungkin mereka berdua tidur sekamar dengan kami "


" oo.. yaudah lah ya.. " bunda mematikan nya dengan cepat.


mereka mencari maira kecuali sang pengantin baru, setelah mendapat kabar bahwa maira berada di rumah nenek, mama dan papa serta kakek Abi bahkan Aisyah ikut karna bosan di hotel saja menyusul karna mereka pergi tanpa berpamitan. mama langsung masuk saja karna pintunya tidak terkunci, mereka melihat Ikhsan tertidur di depan pintu sambil.


" Ikhsan.. Ikhsan bangun nak.. kenapa kamu tidur di depan pintu, maira mana? " ucap mama masuk kedalam kamar dan melihat maira duduk di tempat tidur, pandangannya kosong.


" maira.. " panggil mama dan maira menoleh, air matanya kembali mengalir


" mama... " tangis maira pecah dan mama langsung memeluknya, semua tidak tau apa yg terjadi.


" Ikhsan.. maira kenapa? kenapa dia bisa menangis sekencang itu? " tanya kakek menatap tajam cucu laki laki semata wayangnya itu.


" ini semua salah Ikhsan.. ihsan.. " Ikhsan jatuh tidak sadarkan diri, Abi langsung menangkap tubuh Ikhsan, mereka bertiga membawa Ikhsan berbaring di sofa, di dalam pangkuan Aisyah Ikhsan tersadar tabung oksigen telah terpasang di hidungnya " ummi.. " gumam Ikhsan karna Aisyah memiliki wajah yg persis dengan wajah ummi nya di sisi lain maira sedang menangis.


" mas Ikhsan jahat ma.. mas Ikhsan jahat.. dia benar benar kejam.. "


" apa dia memukulmu, dia memukulmu, apa yg dia pukul nak, bilang sama papa " marah papa mendengar ucapan itu dari mulut putri nya.


" apa yg dia bawa pulang, perempuan? Ikhsan.. kau berencana untuk memadu anak ku? " marah papa dan mama langsung menarik baju nya dengan kuat.


" jangan memperkeruh suasana pa.. "


" Ikhsan.. Abi tidak pernah mengajarimu untuk melakukan poligami " ucap Abi pada Ikhsan yg duduk bersandar pada Aisyah.


" bukan itu permasalahannya.. Ikhsan tidak ingin kehilangan anak Ikhsan untuk kedua kalinya, tapi di sisi lain Ikhsan juga tidak mau kehilangan maira bi.. " ucap Ikhsan dengan air mata yg mengalir.


tiba tiba sekeluarga langsung datang yg perempuan melihat kondisi maira sedangkan yg laki laki sedang fokus pada Ikhsan yg menceritakan semua yg terjadi. mereka semua hanya bisa menerima keputusan yg maira ambil bagaimanapun maira yg menjalani ini semua, tapi maira harus menerima akibat karna telah mempertahankan anak yg di dalam kandungannya.


malam itu maira memeluk suami nya, aroma tubuh Ikhsan selalu menjadi penenang untuk dirinya sendiri.


" mas.. maafkan maira, maira bentak bentak mas semalam, habis nya mas jahat.. "

__ADS_1


" mas juga salah.. tidak perlu di permasalahkan lagi itu, mas di Indonesia juga 4 bulan, sayang santai saja ya.. sayang tidur gih.. tapi kita mau bawa kakek sama Abi besok pagi ke tempat wisata "


selama seminggu sebelum di adakan syukuran maira beserta keluarga Ikhsan maira juga melakukan pemotretan, hingga hari terakhir Abi dan kakek di Medan mereka ber4 berendam belerang di sebuah pegunungan, sedangkan maira harus memakai 2 lapis masker agar tidak terlalu menghirup bau belerang di sana.


kakek malah terlihat sangat menikmati sensasi itu, setelah selesai ketika mereka di perjalanan pulang semua nya tertidur kecuali sang supir yg mengemudikan mobil.


" mas.. " erang maira yg tertidur karna terlalu kecapekan, Ikhsan menutup tirai di mobil itu dan membuka jilbab maira untuk membuatnya tidur lebih nyaman, bagaimanapun perjalanan ini memakan waktu beberapa jam sampai mereka langsung ke bandara.


ketika sampai mereka memutuskan untuk menginap di hotel terlebih dahulu, maira akhir akhir mengalami kontraksi karna rahim nya sangat lemah, ini lah yg di rasakan maira kalau ia tidak mengugurkan kandungannya.


*


*


*


*


maira begitu fokus ke pemandangan awan sambil mengelus perutnya.


" mas.. seandainya aku mati dalam keadaan tertusuk dan meninggalkan anak kita, apa mas akan menikah lagi? " tanya maira menatap perutnya lalu menatap Ikhsan yg terkejut mendengar pertanyaan itu.


" kamu dapat mimpi lagi? itu hanya sebuah mimpi, gambaran masa depan yg di berikan oleh jin dan setan, kamu jangan terlalu mempercayai nya "


" nama anak ku nanti, ikhsya, nama anak pertama ku yg lahir kedunia.. mas harus ingat itu baik baik ya mas.. "


" kenapa namanya ikhsya "


" karna ketika lahir anak ini akan menjadi piatu, kuat kuat ya nak.. bahkan kau tidak bisa merasakan kasi sayang kami berdua.. seandainya nanti lebih dari satu yg lahir, umma mau ikhsya anak pertama umma melindungi adik adik nya ya.. " ucap maira begitu antusias seakan akan benar benar terjadi.


maira sedikit menunduk ingin mencium perutnya tapi nggak bisa.


" nggak bisa mas.. " rengek maira dan Ikhsan berlutut sambil mencium perut maira lalu kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


" jangan ulangi ini lagi.. atau mas akan marah.. "


__ADS_2