
Ikhsan kini duduk di kursi roda melihat anak nya dengan tubuh yg masih begitu merah, Ikhsan mengambil foto karna bunda tidak bisa datang, 3 hari lagi bunda datang karna jadwal penerbangan. Ikhsan mengadzani anak nya satu persatu, air matanya keluar membasahi pipi nya.
" bayi pertama berat nya 1kg, kondisinya masih bisa di selamatkan, bayi kedua itu 950g, bayi ketika tiga 900g bayi ke4 ini 800g dan bayi kelima 800g, sepertinya akan sulit bertahan hidup bayi ke4 dan kelima, " ujar dokter itu pada Ikhsan.
" bagaimana kondisi maira? " tanya Ikhsan karna yg lain sudah tau kondisi maira kecuali dirinya yg baru sadar dari pingsan.
" rahim nya tertusuk dan lukanya cukup besar, ini mempengaruhi kesuburan maira, maira tidak bisa hamil selama umur hidupnya karna insiden ini "
hati Ikhsan benar benar sangat sakit mendengar kenyataan itu, apa lagi maira yg menjalaninya, tiba tiba mereka mendengar suara dari salah satu alat di sana, garis yg menentukan kehidupan itu kita telah lurus, air mata Ikhsan mengalir di pipinya, dia kehilangan anak nya untuk selamanya bahkan maira kini masih terbaring koma.
dokter yg ada di sana sudah berusaha tapi sepertinya semua nya sia sia, dokter yg ada di sana membuka alat alat yg di pasang di tubuh anak ke4 Ikhsan itu, mereka meminta Ikhsan membuka sedikit baju di bagian dada dan menaruh nya di dada Ikhsan, Ikhsan memegangi anak nya dengan perlahan air matanya mengalir tanpa terasa, ia mencium anak nya itu secara perlahan lahan, dokter di sana ada yg mengambil Vidio bahkan foto.
bayi itu di bawa ke tempat maira dan di taruh di samping maira untuk terakhir kali nya sebelum di bawa pulang ke pesantren melakukan pemakaman.
" mamanya, Muhammad Al Aqsa anak ke4 kita " ucap Ikhsan menaruh Aqsa di samping maira yg sedang terbaring koma.
pemakaman pun di lakukan, Ikhsan terlihat wajahnya dengan mata yg memerah habis menangis, selesai pemakaman Ikhsan berdiri di depan para wisatawan yg ada di sana
" pokoknya doakan saja yg terbaik, sekarang kondisi maira sedang koma, dan ke4 anak kami juga masih di inkubator, Alhamdulillah pelakunya sudah tertangkap dan sekarang di aman kan di kantor kepolisian " ujar Ikhsan.
" ustaz, ada isu beredar bahwa Humaira tidak bisa hamil? bagaimana pendapat ustadz? "
" sebenarnya itu bukan isu tapi kenyataan, ini akibat rahim maira terkena benda tajam itu yg mempengaruhi tingkat kesuburannya, doakan saja yg terbaik, saya yakin maira pasti bisa hamil lagi "
__ADS_1
*
*
*
*
maira kini sudah sadar setelah 2 hari terbaring koma, ia mengetahui semuanya dari Ikhsan, maira menangis di dalam pelukan Ikhsan, Ikhsan tau ini semua pasti sangat berat untuk maira. tiba tiba dokter dan para perawat masuk kedalam ruangan, membawa anak ke3 maira, maira terkejut apa yg terjadi, maira tau apa yg terjadi. mereka semua ingin menangis di sana
" boleh aku pangku anak ku.. sekali saja " pinta maira dan mereka langsung mengajari posisi yg benar " assalamualaikum anak umma.. kamu gedek banget sih nak.. anak umma mau bobok ya... bobok yg tenang ya nak.. jangan nangis, kakak udah nyusul adek Aqsha ya.. seharusnya umma yg pergi bukan kalian " ujar maira dengan lembut mencium anak nya itu.
" namanya siapa umma? " tanya Ikhsan dan terlihat maira sedang berpikir keras.
kakek menghapus air matanya dengan cepat lalu maira melihat ke arah Nurul sang kameramen setia.
" kak Nurul... ambil kamera dong.. kasian loh para fans yg kepingin lihat anak ku, sekarang dia udah lahir " ucap maira dan Nurul mengambil Vidio nya.
" assalamualaikum teman teman... yah.. setelah beberapa hari nggak bikin Vidio, karna aku melahirkan dan insiden yg tak di inginkan pun terjadi ini anak ke3 ku.. ganteng kan.. hidung nya mirib mas Ikhsan, mancung, hari ini kakek lah yg akan memberikan nama untuk anak ke3 soal nya kakek pernah membuat nama yg bagus banget namanya udah ada loh Abi sama kakek yg membuatnya. " ucap maira menatap sang kakek yg ingin menangis setelah sekian lama karna seorang perempuan yg bukan istri ataupun anak nya tapi cucu nya sendiri
" foto dulu, biar jadi kenang kenangan " ucap maira, meminta Ikhsan duduk di sampingnya lalu Nurul memfoto mereka.
" namanya Muhamad Al fath at tin " ujar kakek membuat maira bingung.
__ADS_1
" kok at tin kek? "
" karna maira sewaktu hamil selalu makan buah tin dan buah zaitun, kalau sudah makan dua buah itu maira selalu menolak untuk makan, panggilan fath " ucap kakek dan maira langsung menyerahkan anaknya itu dalam pangkuan Ikhsan dengan lembut.
" mas.. aku sudah melepaskan rinduku, tidak baik menunda pemakaman, Allah lebih mencintai anak ku " ujar maira membuat air mata Ikhsan mengalir dan maira langsung menghapusnya " sudah cukup tangis nya.. anak kita fath harus istirahat secepat mungkin "
semua laki laki di sana keluar membawa fath pulang, mama memeluk maira dalam pelukannya maira menangis tanpa bersuara, tiba tiba bunda datang bersama dengan bila yg menggendong aura, pelukan bunda bersama mama membuat maira tidak sanggup menangis tanpa suara.
" kami yakin nak.. kau wanita yg kuat.. "
*
*
*
*
kini maira sedang di ruangan di mana anak nya di rawat, kini dia sedang menggendong anak keduanya yg kini terlihat sedang terengah-engah, kesulitan melepaskan nyawa dari tubuhnya, Ikhsan membaca ayat Alqur'an agar putra nya itu melepaskan nyawa nya tanpa rasa sakit. tangisan putra kedua nya yg tanpa suara menyayat hati maira hingga berkeping keping.
" ya Allah.. cabut saja nyawanya dengan kemudahan, jangan siksa anak ku seperti ini " tangis maira mencium kening putra kedua nya itu seketika putra berhenti bergerak dan bernafas, air mata maira jatuh ke wajah putra nya itu, Ikhsan memeluk istri dan anak nya itu secara bersamaan " mas.. apa besok anak pertama atau anak terakhir kita mas? " tanya maira di sela tangis nya.
" hanya Allah yang tau sayang.. mas yakin Salman kini sedang berjumpa dengan kedua saudara kembarnya "
__ADS_1
nama anak kedua mereka adalah Muhammad Salman Al Farizi. grandpa menginginkan cicit nya bernama al sedangkan ayah memberikan nama Salman lalu papa yg menambahkan Farizi. tapi nama itu hanya bisa di kenang saja