Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
lahiran si dedek


__ADS_3

walaupun usia kandungan bunda sudah 9 bulan, bunda masih bekerja sebagai guru. dan hari ini bunda sedang mengadakan rapat di sekolah lain, berhubung bunda seorang kepala sekolah.


" nah jadi kita akan membangun aktivitas yg ak.... " ucap bunda terdiam memegangi perutnya.


" Ibuk baik baik saja? " tanya salah satu guru di sana.


" boleh saya minta kursi " kata bunda dan mereka langsung mengambilkan kursi agar bunda duduk " ya Allah ini kontraksi palsu kok lebih sakit dari biasanya " batin Bunda memegangi perutnya dan mencoba beristigfar banyak banyak.


" ibu mau melahirkan? kita antar kerumah sakit ya? "


" tak perlu, santai cuman kontraksi palsu " ucap bunda dengan nada ngos-ngosan menahan ;j sadar air ketuban telah pecah di sana membuat rok yg di pakai itu basah. akhirnya bunda di antarkan ke rumah sakit.


...****************...


di sisi lain ada anak beranak yg tak berangkat sekolah dan bekerja di karenakan hujan deras ( malas ).


" siapa sih yg nelpon pagi pagi begini " ujar ayah mengangkat nya dan ternyata temen bunda yg melaporkan bunda sedang di rumah sakit bersiap untuk persalinan " kita siap siap yuk, bunda mu mau melahirkan " ucap ayah dengan santai pergi ke kamar.


" apa!!!!! " teriak mereka berlima di sana.


anak anak dengan cepat mengganti baju sedangkan ayah memasak di dapur membuat Ikbal jadi kesel " ayah bunda mau melahirkan? ayah kok masak?... " ujar Ikbal


" bunda Lia itu kalok nggak makan nggak bisa melahirkan " ucap ayah dengan santai dan terpaksa mereka membantunya, makanan itu sangat banyak, Setelah selesai baru lah mereka pergi ke rumah sakit itu pun ayah mengemudikannya sangat santai.



setelah sampai terlihat bunda sudah di ruang persalinan dengan baju milik rumah sakit, bahkan bidannya menunggu di sebelah " kok belum lahir? " tanya ayah membuat mereka menatap ayah kebingungannya


" salah Abang! " ujar bunda dengan santai sedangkan ayah memberikan nya makanan yg sudah di masak.

__ADS_1


" niat melahirkan nggak sih " batin mereka semua di sana. melihat pasangan suami istri terlalu santai ketika ingin melahirkan


ketika sudah siap melahirkan tirai nya di tutup dan mereka menunggu di luar, tak butuh waktu lama dalam 5 menit terdengar suara bayi yg menangis dengan kencang membuat seisi ruangan persalinan menggema " cepat banget!!! " teriak baten mereka.



bayi perempuan itu di pakaikan baju yg sudah tersedia di dalam tas dan bunda juga sedang mandi di kamar mandi dan mereka sudah di ruangan lain bersama dengan 4 pasien lainnya.


" kalok mau pegang pakai kasurnya, jangan langsung, terkilir nanti " ucap bunda dengan pelan kehabisan tenaga.


bunda di pakaikan baju yg bersih lalu makan kembali menghabiskan semuanya sendirian. wajah bayi itu benar benar mirib dengan ayah sayangnya pesek sekali, wajahnya sangat imut dan berkulit putih, rambut hitam pekat dengan alis seperti terukir.


" imut banget... "


" hidupnya kok tenggelam? " tanya Ikbal karna di Antara mereka nggak ada yg pesek seperti ini.


" itu bukan tengelam, tapi tertanam " jawab Akbar lebih gila.


" bacot " ucap bunda lebih memilih makan makanannya sedangkan anak anak sibuk berfoto² dengan dedek bayi hingga dia terbangun dan menangis dengan kuat.


" Wayo Ikbal, Wayo Ikbal " ujar mereka karna Ikbal mencubit pipinya dan bunda langsung menatapnya dengan tajam.


" maira bawak mari dedek nya " ucap bunda dan maira mengambil dedek bayi lalu memberikannya pada bunda, bunda menepuk nepuk dengan pelan di paha adek bayi itu dan langsung diam, bunda mengunyah kurma hingga halus lalu menaruhnya di bibir si dedek, terlihat dia mengecap ngecap merasakan sesuatu yg masuk kedalam mulut lalu ayah mengadzaninya dengan pelan tapi dedek bayi bangun dan tidak menangis.


setelah satu jam di rumah sakit, bunda minta pulang, dan di ijinkan oleh ayah, ketika di mobil bunda duduk di belakang dengan keadaan kaki yg di biarkan begitu saja. " Ikbal... nanti kalok masak jangan ada ayam, daging, kacang, ikan juga nanti di pilih pilih, nggak semua bunda bisa makan " ujar bunda


" ongeyy "


sesampainya di rumah bunda langsung ke kamar dan ayah memasangkan gurita ibu hamil, dan memakaikan tapel serta pilis di tubuh bunda lalu bunda tertidur di samping dedek bayi yg juga tertidur. sedangkan ayah sedang Ari Ari dan menanamnya setelah selesai langsung kembali ke kamar.

__ADS_1


" nah Dewi, umur mu udah 18 tahun, apa lagi? nggak nikah, ayah mu dulu aja nikah 18 tahun, baru pulang dari abdi negara eh langsung nikah " ucap ayah membuat Dewi menutupi wajahnya dengan buku yg sedang dia baca.


" nggak ada calonnya Wak " seru Dewi.


( uwak : om/ Tante )


***********


kembar pergi ke sekolah begitu juga dengan maira dan bila karna mereka satu sekolah. sekolah kembar adalah sekolah agama ( MTSN ), balajar hari ini adalah tentang tubuh pria.


" nah di desa bapak, ada yg sudah sunat, tapi sunat nya nggak habis, dengan kata lain masih ada yg tersisa kurang dari setengah, karna itu hari ini bapak minta bawa sarung untuk mengecek langsung apa ini terjadi sama kalian atau nggak, soalnya anak kelas 7 ada yg berkasus sama, jadi harus di sunat kembali. anak perempuannya keluar dulu karna ini khusus laki laki "


" sunat lagi... hihihi " ucap mereka ketawa lalu keluar dari kelas.


masing masing laki² di sana memakai sarungnya dan membuka celananya, di sana wajah Ikbal benar benar sangat merah


" eh gila, punya kau pendek "


" dia kan gendut loh, pendek lah "


mereka melihat satu sama lain tapi Ikbal memegangi sarungnya tak mau di buka siapapun. nama mereka satu persatu di panggil sampai lah ke Akbar,


" Akbar, kapan sunat? " tanya bapak itu.


" 7 hari setelah kelahiran saya pak " jawab Akbar kembali memakai sarungnya.


" sunat mu ini gagal, yg kepotong cuman 10 persen, ini harus sunat lagi, telpon ayah mu, bapak mau bicara " ucap bapak itu membuat Akbar termenung lalu kembali ke kursi.


" sunat lagi!!!!! " teriak mereka terkejut dan murid perempuan penasaran.

__ADS_1


" Ikbal kau kemari nak " ujar bapak itu dan mendapatkan hasil yg sama hingga mereka di bawa ke kantor guru lalu ayah pun datang, di dan Ikbal sudah berulang kali menghapus air matanya.


dan akhirnya mereka pulang kerumah lalu menceritakan apa yg terjadi pada diri mereka.


__ADS_2