Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
keluarga yg sakit.


__ADS_3

" yah hari ini aku pulang ke Indonesia, setelah sebulan lama nya di Kairo, rasanya nggak sanggup berpisah dengan suami ku ini, tapi mau bagaimana lagi, karna kami sama sama berjuang, di sini dia berjuang demi pendidikan, begitu juga dengan ku, walaupun sudah menikah kami tetap mengutamakan pendidikan hingga harus menelan rasa pahitnya yg di namakan LDR "


di sana ku peluk Ikhsan sebelum jam keberangkatan " semuanya baik baik saja, kalok maira dapat nilai bagus ujian semester ini mas pulang ketika liburan tiba, sekitar 3 bulan lah di Indonesia "ujar Ikhsan membuat ku begitu senang.


" terus usaha mas nanti? " tanya ku karna setiap bulan Ramadan Ikhsan menjual baju abaya khas Arab bahkan dia mengambil langsung dari Arab.


" mas akan pesan bulan ini, kemungkinan 2 Minggu lagi mas ambil cuti sebentar ke Arabiya untuk melihat barang yg akan di kirim ke Indonesia, lalu setelah itu mas akan ke Turki juga ambil barang, " jawab nya sambil tersenyum.


" hhmm.. cepat pulang ya... "


akhirnya kami berpisah, aku melakukan penerbangan cukup lama hingga akhirnya sampai, ayah sedang di luar kota tepatnya di Sulawesi bersama dengan bila karna dia ikut olimpiade tingkat provinsi jurusan sains, yah dia sangat ahli dalam bidang itu, sedangkan kak bila, dia sekarang lagi di pesantren, dia kuliah di sana.


ketika sampai kulihat kembar menungguku di sana, terlihat jelas Naura sedang menangis di sana " assalamualaikum, loh Naura kenapa nangis, bunda mana? " tanya ku dan kembar memasang wajah cemberut.


" bunda demam di RS, ayah nggak kasi bunda dekat dekat si dedek soalnya bunda terkena demam berdarah, dan flu burung, ayah tidak mengijinkan kita pulang ke rumah, jadi kita tinggal di rumah nenek dulu " ujar Ikbal hampir menangis karna tidak bisa membuat Naura diam.


ku ambil Naura dan menggendongnya dengan kain gendongan tradisional, tak buruh waktu lama Naura pun kembali tertidur " sayang kakak ni... baik budinya ni... Ikbal, cara menggendong mu salah, makannya dedek nya tak nyaman, ayah bilang kalian terkena campak kan? kenapa keluar rumah, gendong adek lagi, bagaimana kalau menular! " marah ku pada mereka.


" kami pakai baju udah 3 lapis kak, sarung tangan ini di lapis dengan sarung tangan medis, mau bagaimana lagi, kak bila nggak bisa pulang dari pesantren karna dia sedang ujian di sana bulan satu nanti baru pulang, " jawab Akbar dengan suara lemas karna demamnya cukup tinggi.

__ADS_1


akhirnya mereka memesan grab untuk pulang, setelah sampai kembar langsung ke kamar mandi mencuci tangan dan kakinya lalu kembali ke kamar, aku memeriksa dapur apa ada makanan dan ternyata hasilnya nggak ada sama sekali, aku putuskan untuk membeli nya saja melalui online, begitu juga dengan barang barang Naura yg baru, sebenarnya nama nya memang Naura tapi biasa di panggil aura, kalau di panggil Naura dia nggak tau siapa dirinya.


" astagfirullah.... kalian kalau terkena sakit campak jangan hidup kipas angin, AC, buka jendela ni, buka baju kalian pakai dalaman saja, kalian mau sakit nya tambah parah, ini lagi kamar atau gudang, berantakan sekali... " omel ku mematikan kipas angin dan AC lalu meminta mereka untuk keluar dari kamar karna akan ku bersihkan.


ketika semua nya bersih tak lupa menyemprotkan desinfektan keseluruhan ruangan dan mengganti seprai lalu melihat aura sebentar yg tidur di ruang tamu di awasi oleh kembar dari jarak jauh.


" paket.... "


Ikbal keluar dari rumah melihat paket yg dipesan maira sangat banyak. Ikbal dan Akbar membawanya masuk ke dapur lalu kembali duduk mengawasi sang dedek.


" udah selesai, kalian buka baju nya, jangan pakai baju tertutup seperti itu, nanti panas dari demam kalian itu nggak keluar " omel ku pada mereka.


" kak ka... "


" iya kak... "


aku membuka semua paket ku itu, paket nya aura khusus barang barang dia saja, aku mengambil tali di gudang memanjat dan memasang ayunan aura dan menaruhnya di sana


__ADS_1


dengan begini memudahkan ku untuk berkerja di rumah ini. menyusun semua sayuran dan buah buahan di dalam kulkas, aku tak ingin membeli ikan atau daging karna setiap pagi ada tukang ikan lewat di depan rumah. ketika selesai memasak terdengar lah suara aura yg bangun karna kehausan.


sambil memberikan aura susu sambil video call dengan bunda dan mendengarkan semua urutan kegiatan aura sehari hari, " maaf kan bunda maira, pergi untuk mengurus suami yg sakit eh pulang ngurus keluarga yg sakit " ujar bunda dengan pelan.


" nggak papa bunda... bunda jangan cemas, istirahat yg cukup biar cepat baik... " ucap ku mencoba memahami kondisi bunda.


kedua orang tua bunda sudah meninggal, bunda cuman memilki seorang Kakak laki laki yg 10 tahun lebih tua darinya yg sekarang berkerja di London bersama dengan anak dan istrinya. ketika jam 12 siang saat nya untuk bersiap siap sholat, aura tak mau di tinggalkan sebenar, dia terus mau di gendong tapi tak mau gendong dengan gaya yg normal.


" ya Allah... " gumam ku karna aura maunya gendong di perut, aku terpaksa menaruh guling sebagai pengganti dada ku karna aku takut aura akan mengalami sakit di bagian tulang belakang.



" kembar, ayo bangun, sakit ya sakit tapi tetap sholat, " ujar ku membangunkan mereka berdua.


bintik² di tubuh mereka sudah banyak, cukup sulit untuk Sujud dan rukuk dengan keadaan ku sekarang tapi dari pada aura menangis lebih baik ku turutin saja. selesai sholat ke taruh aura di kasur nya yg ada di kamar nya si kembar ku pasang juga kelambu dan beberapa mainan agar tidak bosan. kembar ku suapi makan dengan lembut walaupun makannya cuman bubur.


" kak... wajahku jelek banget.. tumbuh merah merah begini.. " tangis Ikbal sedangkan Akbar biasa saja karna dia tidak terlalu mementingkan wajahnya.


" nanti kita beli krim penghilang bekas luka, kakak juga dulu hilang " jawab ku menabur bedak cair di tubuh Ikbal dan Akbar agar tidak merasakan ke gatalan, mereka juga harus meminum obat yg cukup banyak demi kesembuhan.

__ADS_1


maira benar benar sibuk hari ini, dia harus menjaga ketika keluarga itu secara bersamaan walaupun dia baru pulang dari Kairo, maira juga masih sempat membuat Vidio bahkan Vidio call dengan suaminya itu sambil menceritakan apa yg terjadi.


" aura... comel nya aura ni... " ujar Ikhsan yg sangat suka dengan namanya anak bayi, aura tersenyum manis melihat wajah Ikhsan bahkan tertawa sesekali, aku mencoba mengecek kembar ke kamar nya.


__ADS_2