
" mas.. kau tau anak kita Ikhsan telah membuat sebuah wasiat yg sangat baik, menikah lah mas.. aku ikhlas, aku ingin melihat mu bahagia walaupun bukan bersama ku lagi, sudah cukup sedih nya.. sudah lima tahun mas.. buka lah hati mu.. "
" astagfirullahhal'azim.. " ujar Abi terbangun dari tidurnya, melihat jam sudah jam 2 malam, Abi memutuskan untuk mandi dan sholat tahajjud saja, dan ia minta petunjuk atas ucapan dari putra nya itu.
tepat jam 6, Aisyah masuk kedalam kamar Abi nya seperti biasa lalu membuka lemari memasukkan pakaian yg telah ia cuci dan setrika.
" abiiiii... berapa kali Ais bilang.. handuk basah jangan di taruh di tempat tidur.. kaus kaki jangan taruh sembarangan.. " omel Aisyah dan Abi nya hanya tersenyum padanya.
" Ais.. kau rasa apa kau letih setiap hari mengurusi Abi? "
" tentu saja tidak.. lagian ngurusin apa aja sih Abi.. makan, pakaian, bersih bersih itu pun di bantu sama pembantu di rumah ini, Abi kenapa tanya seperti itu? " tanya balik Aisyah heran dengan tingkah Abi nya.
" tidak apa apa, Abi hanya bertanya Saja.. " ucap Abi mengambil peci nya ingin keluar dari kamar karna Aisyah akan membersihkan kamar ini. " nak.. kenapa kau tidak menikah lagi? umur mu baru 23 tahun? " tanya Abi membuat Aisyah tau apa yg sebenarnya terjadi.
" jika Ais menikah lagi, Alif akan merasakan kasi sayang seorang ayah yg bukan ayah kandungnya, Ais takut dia tidak bisa menyayangi anak Ais sepenuh hati mereka, Ais perempuan cukup setia sama satu suami berbeda dengan laki laki Abi.. "
di meja makan semuanya telah tersedia, Abi meminum kopi nya sambil mendengarkan hafalan jus ammah nya Alif karna dia baru mulai menghafal.
" Alif.. kok berhen.. " ujar Abi ternyata alif tertidur dengan mulut yg penuh selai kacang.
" Abi.. apa Abi tidak mau menikah lagi.. umur Abi baru 44 tahun, Ais bukan tidak mau berbakti pada Abi tapi Ais perempuan Ais punya batasan terhadap abi.. " ujar Aisyah sambil membersihkan mulut Alif.
" apa yg sebenarnya kalian rencanakan? kenapa bisa satu arah begini? " tanya Abi membuat Aisyah memalingkan wajahnya karna ketahuan.
" niat kami baik Abi.. Abi istikharah lah.. " jawab Aisyah yg tidak tau bahwa abi nya dari semalam telah istikharah ketika mendengar ucapan putra nya.
" entah lah nak.. Abi bingung dengan kalian " ucap Abi menggendong Alif membawanya ke kamar agar tidur lebih nyaman " Carikan saja orang nya, Abi yakin pilihan kalian lah yg paling tepat karna dia ibu sambung kalian " sambung Abi membuat Aisyah terkejut.
*
*
*
*
" sayang... " ujar Ikhsan memeluk dan menciumi wajah maira yg sedang merajuk " mas minta maaf, mas salah.. tapi beritahukan sama mas kalau salah mas itu apa? " sambungnya karna ini telah terjadi seharian.
" Tah!! "
" sayang malam ni mas nggak di rumah ya.. mas pergi ke luar besok kembali "
__ADS_1
" mau kemana? "
" rahasia... "
" OOO gitu, awas kau pulang " ancam maira membuat Ikhsan tersenyum.
" baik lah mas tak akan pulang "
" bagus jangan pulang sekalian selama nya.... "
*
*
*
2 hari kemudian, semenjak pertengkaran mereka itu Ikhsan belum juga kembali dan tak ada kabar, maira benar benar khawatir tapi kedua anak nya jadi baik Budi tidak pernah menangis, menangis pun kaena karna haus saja. malam ini Ikhsya menangis dengan kuat bahkan Khodijah juga sama, maira tidak tega PM membangunkan intan yg tertidur.
" AAAAA!!!!!!!!!! " teriak Khodijah membuat maira benar benar frustasi, asi nya sudah tidak keluar selama 2 hari terakhir karna stres memikirkan Ikhsan yg tak kunjung kembali.
maira menangis melihat kedua anak nya menangis secara bersamaan,
" mas jahat banget.. dia tinggalkan aku... " tangis maira dan tiba tiba pintu kamar di buka.
" mas jahat!! mas tinggalkan aku!!! 2 hari!! " tangis maira melempar seluruh barang ke Ikhsan dan Ikhsan langsung menghindar lalu memeluk maira, maira menangis di dalam pelukan nya Ikhsan sedangkan kedua anak nya juga ikut menangis.
Ikhsan memberikan sebotol susu pada kedua anak nya sambil membawa Al-Qur'an, keduanya tertidur lelap sedangkan maira masih menangis di dalam pelukan nya Ikhsan.
" nggak usah ko pulang.. " tangis maira membuat Ikhsan hanya tersenyum " ko tak tau kan, ASI tak keluar udah 2 hari, udah makan sama makan sini tapi tak juga keluar.. " tangis maira kembali membuat Ikhsan terkejut.
" nggak keluar, udah di pompa, di kompres pakai air hangat sayang, kalau nggak senam itu.. "
" udah.. tapi nggak keluar juga.. "
" sini mas bantu.. Mbah gogel "
*
*
*
__ADS_1
*
berita ikhsan melamar ustazah Zahra gempar di pesantren dan akan mengadakan akad nikah besok hari, saat itu keluar maira sudah pulang ke Medan karna ada urusan sedikit kecuali bila yg kini tinggal bersama kakak nya.maira berjalan cepat menuju kawasan santri Wati untuk mencari ustazah Zahra dan akhirnya ketemu.
" usta.. "
" duduk sini! " tegas maira di dalam kantor guru itu membuat yg ada di sana terkejut karna maira menampar Ustazah Zahra dengan keras karna terlalu kesal " kamu ingin menjadi madu saya atau bagaimana? kalau mau jadi madu saya bilang ke saya nggak perlu goda goda sampai suami saya hilang 2 hari dan ternyata ini semua yg kamu lakukan!!! "
" mbak sabar mbak.. kita dengarkan penjelasan ustazah Zahra dulu jangan main tangan saja " ujar intan panik menenangkan maira tapi ketika melihat wajah maira air matanya mengalir, mata nya memerah karna emosi.
*
*
*
*
seorang santriwati berlari menuju rumah pak kiyai dengan sangat cepat lalu berhenti melihat ikhsan dan Abi ada di sana.
" assalamualaikum oak kiyai Gus Ikhsan " ujar wanita itu menundukkan pandangannya.
" wa'alaikumussalam... ada apa nak? "
" istri Gus sedang bertengkar hebat di kantor para Ustazah.. beliau menampar Ustazah Zahra.. "
seketika Ikhsan langsung berlari menuju kantor para ustazah dan melihat maira menangis duduk di sofa, ustazah Zahra menunduk,
" datang juga orang nya.. duduk kau Ikhsan " ujar maira memanggil nama untuk pertama kalinya membuat hati Ikhsan terluka.
" maira.. "
" cukup!! aku tau aku nggak sempurna, aku cacat, aku tak cantik, aku tak tinggi aku tak dewasa aku sadar aku kurang, hak asuh anak harus ada di tangan ku, Abi.. terimakasih telah jadi mertua yg sangat baik untuk maira.. " ujar maira menghapus air matanya, benar benar sakit padahal ia pernah meminta di madu.
" mas.. talak aku "
seketika yg ada di sana terkejut sedangkan Ikhsan ingin tertawa begitu juga dengan Abi
" aku tak siap di madu.. "
" hahahaha.. " tawa Ikhsan sedangkan abi masih menahan tawa nya walaupun kini ia sedang menggigit bibir bawahnya.
__ADS_1
" mas.. aku serius, talak aku, dan nikahi dia.. " rengek maira menangis.
" bagaimana aku bisa menikahi seseorang yg telah di pinang untuk Abi ku.. "