
di sebuah hotel yg begitu mewah, di adakan acara syukuran sebelum menikah, tangisan di sana juga terlihat ketika Dewi memeluk ayah nya yg sudah pulang dari bertugas.
" Dewi.. tatap bunda nak.. " ucap bunda dan Dewi melihat bunda " Dewi sekarang sudah besar.. udah bisa membedakan mana yg baik mana yg tidak, jadilah istri yg baik nak.. " ujar bunda tidak kuasa menahan tangis nya karna sejak berumur 6 tahun bunda mengasuh Dewi bersama dengan sang nenek karna sang mamak Dewi meninggal dalam keadaan berperang, mamak Dewi seorang tentara.
ketika acara selesai mereka semua berpelukan sebagai keluarga, bunda lah yg akan menggantikan posisi mamak nya Dewi karna uwak memutuskan untuk tidak pernah menikah lagi.
" ayah.. kalau kak Dewi sudah menikah, aku tidur sama siapa dong? bila kan udah terbiasa tidur sama kak Dewi dan maira, bentar lagi suami mereka pulang, kak Dewi juga akan di bawa suami nya ke Mesir.. nasib bila bagaimana dong? "
" sekolah asrama mau? atau pesantren? " tanya uwak( Randi ) pada anak nya itu.
" hhmm nanti bila pikirin ayah "
di sisi lain Ikhsan sedang di mall berbelanja oleh oleh pesanan istrinya kecil nya itu.
" ini 20 bungkus, banyak banget sayang.. " ucap Ikhsan sedang bervidio call dengan maira yg masih mengunakan baju syukuran sebelum pernikahan.
" itu kesukaannya aku mas... mas.. dokter bilang kan aku harus operasi nanti kalau melahirkan.. pinggul ku kecil "
" nggak masalah kok.. kan keadaannya terpaksa, kecuali.. sayang sanggup tapi sayang nggak mau, dokter bilang kapan operasi nya? "
" umur kandungan 28 Minggu, pas masuk 7 bulan mas, jadi kita masih bisa.. "
" bisa kok, sebelum operasi kan bisa "
hari ini Dewi akan melakukan siraman adat Sunda sesuai dengan suku sang suami yg bersuku Sunda, Dewi terlihat benar benar sangat cantik di sana, Dewi memiliki kulit khas Indonesia dan wajahnya yg sangat manis, hidung nya memang tidak terlalu mancung tapi sifat nya sangat kalem berbeda dengan maira yg super bar-bar.
" sekarang giliran adik dari Dewi, Syahnaz Humaira yg kerap kita sapa dengan sebutan maira di persilahkan untuk menyirami sang kakak "
maira tersenyum manis membuat semua pria di sana akan terpesona melihat kecantikan maira dengan balutan gamis pesta berwarna Milo,
" nanti ku kasi tau cara goda suami saat malam pertama " bisik maira membuat wajah Dewi memerah ketika maira menyiraminya.
ketika acara selesai Dewi kembali ke kamar hotel yg telah di sewa itu untuk beristirahat, tapi tiba tiba Randi masuk kedalam kamar Dewi, karna malam
" ayah.. "
" Dewi.. kalau ijab kabul nya di lakukan siang hari boleh nggak? "
__ADS_1
" bukannya malam ya ayah... undangannya sudah tersebar "
" pesawat calon suami mu itu mengalami kerusakan jadi mereka harus menunggu lebih lama... tapi calon suami sudah bilang dia akan usahakan tetap ijab kabul malam esok, mungkin jam 9 malam, apa kau tidak keberatan nak? "
" tidak apa apa kok ayah.. "
tiba tiba Randi memeluk putrinya, air matanya mengalir membuat Dewi terkejut tapi ia membalas pelukan ayah nya itu " kenapa ayah menangis sekarang sih? "mahyaiiauihgkhhuhg
" ayah rasa kamu masih terlalu kecil untuk menikah nak.. kau terlalu cepat meninggalkan ayah mu ini.. jadilah istri yg baik nak.. dukung suami mu apapun itu selagi ia di jalan yg benar "
" tentu saja ayah, kalau ayah pulang bertugas nanti Dewi pulang jumpa ayah kok.. nanti.. ayah mau cucu perempuan atau laki laki? " tanya Dewi mencoba mengubah pembicaraan membuat Randi menatap anaknya itu dengan tatapan aneh.
" wah... putri ayah tertular penyakit maira nih.. "
seketika mereka tertawa bersama.
di bandara Ikhsan sedang berada di Jakarta, ia melihat dalil yg sedang patah hati walaupun ia nggak tau bahwa siapa yg wanita di sukai dalil begitu juga dengan Eyza tapi kini dalil harus menahan sakit, hari pernikahan juga hari pernikahan wanita yg merenggut cinta pertamanya.
ketika masuk bandara, dalil melakukan beberapa skincareran yg Aminah adik dari Eyza sebagai MUA dadakan.
" Aminah.. banyak lagi kah? " tanya dalil dengan pelan dan Aminah memasang wajah cemberut.
" A'a bisa diam nggak sih? gerak sana gerak sini, sabar sedikit, ini belum selesai, kalau udah siap langsung pakai baju nya aja ya.. soal nya kita di jemput pakai helikopter nantinya, soal nya kalau pakai mobil jam 11 malam sampai ke gedung " ucap Aminah yg sedang mencatok rambut dalil agar lebih rapi walaupun dia pakai sorban nantinya.
" cie.. nikah.. "
" kau kapan nikah? "
seketika Eyza mematung mendengar ucapan dalil yg menusuk hati.
" udah lah kurus! banyak makan! boros! jelek lagi! emang ada yg mau sama kau? " lanjut dalil membuat Aminah tertawa lepas di sana.
" benar tu.. mana ada yg mau sama Abang.. "
" pasti ada.. "
" nih ya.. Aminah aja sebaya kak maira udah punya calon suami di Yaman, kakak nggak punya sama sekali "
__ADS_1
" biarin.. nanti aku punya calon istri lebih cantik dari kau lihat saja nanti "
Ikhsan hanya bisa tersenyum melihat Eyza yg masih berstatus melajang, dalil mengganti baju nya di kamar mandi bergantian dengan mereka satu persatu, ketika sampai mereka langsung turun dari pesawat dan pindah ke helikopter, perjalanan selama 20 menit, Untung saja mereka sudah sholat isya di pesawat.
sesampainya di di hotel terlihat Abi dan ummi telah menjemput mereka.
" ummi.. " panggil dalil dengan suara ingin menangis.. ia benar benar tidak siap untuk pernikahan ini.
" sudah nak.. ini yg terbaik, pakai jas mu.. sorbannya miring " kata ummi memakaikan dalil sorban dan peci nya, di balik helikopter ada maira yg sedang berpelukan dengan Ikhsan.
" mas.. maira kangen.. "
" mas juga kangen sama kamu "
" siapa yg kangen sama mas, orang aku kangen sama cokelat yg di Mesir sudah lama aku tidak memakannya " mendengar itu Ikhsan memberikan cokelat nya membuat maira sangat senang.
di depan pintu dalil bergandengan dengan orang tua nya memasuki ruangan tempat ijab kabul, ia duduk di depan hadapan calon ayah nya, dalil merasa tidak asing dengan wajah itu. mereka semua mendengar ceramah singkat dari sang penghulu hingga akhirnya ijab kabul pun di mulai.
" Muhammad dalil Al Rahman, saya nikah kan engkau dengan putri kandung saya yg bernama khanzani hairul Deswita binti Randi Sebastian dengan mahar berupa emas 200gr uang tunai 500 juta, 1 set perhiasan dan seperangkat alat sholat di bayar tunai! "
" saya terima nikahnya khanzani hairul Deswita binti bapak Randi Sebastian dengan mahar tersebut di bayar tunai!"
" bagaimana para saksi? "
" sah...!!!!! "
air mata dalil mengalir tidak bisa menerima pernikahan ini, tapi di mata para tamu air mata itu adalah air mata kebahagiaan.
" lihat nak.. suami mu menangis saking mencintaimu "
semua berkas di tanda tangani oleh dalil tapi ia heran kenapa foto istrinya di tutupi. kini calon istri dalil masuk bergandengan dengan bila dan maira, gaun nya benar benar sangat cantik tapi seluruh wajahnya di tutupi kain putih tebal membuat tidak bisa terlihat sama sekali
di depan pelaminan sang istri sedikit menunduk membiarkan dalil membuka kain penutup wajahnya, dalil membuka dengan wajah yg datar tapi mencoba tersenyum ketika membukanya dalil terkejut melihat wajah istrinya yg ternyata adalah Dewi, wanita yg membuat nya jatuh cinta ketika mereka berjumpa pertama kali.
__ADS_1
dalil berjalan mundur beberapa langkah menjauh dari Dewi, pandanganya mulai gelap tanpa sadar dia terjatuh tidak sadarkan diri di lantai.