
berita maira hidup kembali dan amnesia pun menjadi viral, Abi juga sudah pulang ke Jakarta karna ada masalah yg tidak bisa di selesaikan tanpa dirinya, kak Aisyah selalu sedia menemani Ikhsan di sana.di siang hari ikhsya sedang pulang kerumah hanya ada Aisyah, Ikhsan dan maira, maira tertidur di sana dengan sangat lelap.
" apa kau tidak mau melakukan operasi? " tanya Aisyah pada Ikhsan.
" kalok Ikhsan operasi sekarang, kasihan maira kan, dia harus merawat ikhsya sendirian, uhuk uhuk uhuk " ucap Ikhsan dengan lemas, kondisi Ikhsan ini sudah benar benar menurun drastis dan harus melakukan operasi kembali
" kalau kau seperti ini terus kau akan lebih membebaninya, ikhsya belum berumur seminggu dan ayah nya akan meninggalkan untuk selamanya, apa kau tega melihat maira yg amnesia menjadi seorang janda " kata Aisyah menyuapi Ikhsan makan.
" ha.. kakak ini suka sekali membahas itu, Ikhsan akan operasi jantung lagi kak, " kata Ikhsan dengan pelan.
" Iiss kau ini, kakak pun heran bagaimana ring di tertanam di jantung mu itu bisa rusak, dokter bilang pada kakak kau harus di operasi Minggu ini juga, tidak ada penolakan " ucap Aisyah menatap Ikhsan dengan tajam.
" tidak bisa kak.. biarkan umur ikhsya setahun dulu " ujar Ikhsan sambil tersenyum.
" astagfirullah, di bilang Minggu ini ya Minggu ini atuh..sesah pisan " ucap Aisyah mencubit adik nya itu.
" aduh.. kakak ini... rasanya kalok berpisah sekarang untuk selamanya, nggak papa kok, Ikhsan ikhlas, tapi Ikhsan takut amal Ikhsan kurang kak.. " kata Ikhsan dan air mata mengalir.
" maira... "
alat pendeteksi jantung yg di pasangkan di maira, menandakan jantung semakin melemah Aisyah memanggil dokter tapi belum juga datang.
" mas.. " panggil maira dan Ikhsan bangkit dari kasur dengan pelan berjalan di samping maira menengangi erat tangan maira " kenapa sembunyikan penyakit mas? " tanya maira dengan suara yg sangat pelan.
" aku tak ingin kau khawatir sayang " jawab Ikhsan sambil tersenyum.
maira meminta Ikhsan berbaring di sampingnya dan Ikhsan menurutinya, Ikhsan mencium kening maira lalu memeluknya.
" inikah perpisahan kita? " tanya Ikhsan.
__ADS_1
" seperti begitu mas.. " jawab maira.
" Asyhadu... alla...ila...ha..illallah.. Wa..asyhadu...anna.. muhammadar.. rasul.. ullah.. " ujar keduanya memejamkan mata untuk selamanya.
...****************...
" bunda.. perasaan ku nggak enak " ujar si kembar secara bersamaan membawa bunga untuk kedua kakak nya itu.
" om kembar kenapa? " tanya bunda menirukan suara anak kecil sambil menggendong ikhsya yg terbangun dari tidurnya.
" seperti ada sesuatu yg akan berpisah selamanya " jawab si kembar menatap satu sama lain lalu membuka pintu ruangan dan terlihat sudah banyak perawat dan dokter di sana.
" maaf kan kami.. " ujar dokter di sana begitu juga dengan perawat nya menghapus air mata mereka memperlihatkan keduanya.
ayah syok bersandar di dinding, bunda pingsan tapi Akbar menangkap tubuh bunda dan Ikbal mengambil alih ikhsya, kembar berjalan menuju keduanya. Ikhsan yg mencium kening maira dan maira menggenggam erat tangan Ikhsan. Ikbal menaruh ikhsya tepat di tengah tengah orang tuanya itu, menaruh tangan yg bergandengan tepat di atas tubuh eycal.
" ikhsya, tubuhlah dewasa seperti babamu, lemah lembut dan penyayang, ketika besar nanti, beranilah seperti umma mu, dia selalu melindungi kami, dunia emang keras, takdir yg di atur memang kejam tapi ini semua hanya kau yg bisa melewatinya " ucap kembar secara bersamaan lalu berpelukan menangis lalu mengambil foto sebagai kenangan-kenangan untuk ikhsya.
lanjut memandikan, setelah selesai langsung di kafankan, 3 lapis kain ikhsan dan 5 lapis kain maira, di gotong bersama menuju mesjid yg terdekat. begitu banyak yg mengantarkan mereka ke pemakaman, di saat telah bersatu dengan tanah ikhsya menangis di dalam gendongan Abi tapi hanya sebentar lalu diam kembali.
" dia tau bahwa kini dia akan berpisah untuk selamanya " ujar habib di sana mengelus rambut ikhsya.
beberapa keluarga di wawancarai oleh wartawan, ikhsya kini selalu diam bila di gendong seseorang, keluarga sepakat untuk bunda dan ayah merawatnya, tapi ketika usia ikhsya sudah bisa memasuki usia bersekolah, ikhsya akan tinggal bersama Abi dan Aisyah untuk mendapatkan didikan pesantren dan akan mengirim ikhsya ke Kairo untuk bersekolah di jenjang SMP.
waktu terus berlalu dan kini sudah dua tahun lamanya, ikhsya tumbuh jadi balita yg sangat ceria, dia juga sudah menghapal setengah jus 30. hari ini ulang tahun ikhsya, dia membawakan Juzz ammah kesayangannya itu karna itu adalah peninggalan ikhsan, dulu ketika seusia ikhsya Abi memberikannya pada Ikhsan dan kini sudah berada di tangan anak nya.
" baba, Aci Kakung Adi.. ( Baba dikasi Kakung tadi) " ujar ikhya memamerkan tasbih kesayangan ikhsya yg terbuat dari biji kurma asli yg ia buat sendiri. " antik ( cantik ) " ujar ikhsya sangat senang lalu mencium batu nisan ikhsya " umma antikkan? Aci Kakung Adi.. " kata ikhsya kembali memamerkannya pada maira.
ikhsya mengaji mengulang hafalannya di sana bersama sang abi yg setia menemani, Abi selalu datang seminggu sekali untuk melihat ikhsya. hari ini ikhsya akan ikut Abi ke Jakarta selama seminggu,
__ADS_1
" aki, Nini Isa pigi Asalamualaikum " ujar ikhsya melambaikan tangan padahal dia duduk di atas koper dan Abi yg menarik kopernya.
ikhsya duduk di dekat jendela pesawat, sepanjang perjalan melihat awan hingga dia tertidur.
...****************...
malam ini di adakan sholawat bersama dengan para habib terkenal di Indonesia, mereka berkumpul bersama naik di atas panggung, ikhsya memakai gamis putih sorban mini, tasbih kurma dan ada di leher nya yg berjumlah 100 biji, dan di tangan nya 33 biji yg berubah menjadi gelang. setiap orang di sana ikhsya Salami satu persatu dan setiap yg di Salami oleh ikhsya dia akan kembali mencium tangan ikhsya.
ikhsya duduk di atas paha Abi dan melihat kue yg telah di sajikan di sana membuat iman ikhsya naik turun.
" Kakung, boleh di makan? " tanya ikhsya menunjukan donat yg sudah separuh di dalam mulutnya.
" itu ikhsya makan? " tanya Abi kembali sambil tersenyum menunjukkan donat tinggal setengah.
" nggak boleh di makan, jangan di makan, nggak boleh " jawab ikhsya memakan donat nya lalu kembali mengembalikan donat itu dan duduk dengan rapi di samping Abi.
" ikhsya boleh makan kok, nggak ada yg ngelarang " ujar Abi dan Ikhsya sangat senang memakan donat itu.
ketika selesai bersalawat salah satu dari mereka di sana menanyakan sesuatu pada ikhsya.
" ikhsya sayang sama umma dan baba? " tanya pria itu.
" sayang " jawab ikhsya sambil tersenyum " aki bilang, umma dan baba sayang Isa, sayang umma baba seluas lautan, melebihi eedalaman samudela... akung.. " ucap ikhsya menangis menutup matanya lalu memeluk Abi dengan begitu erat.
" ikhsya kenapa? mata nya kok di tutup? " tanya Abi mengelus tubuh ikhsya dengan pelan.
" meleka, di sana, datang menyelupai(menyerupai) umma dan baba, jahat, jahat " tangis Ikhsan menunjuk kearah depan panggung. Abi melihat dengan teliti tapi tidak ada yg di maksud dengan ikhsya " meleka selalu datang mengganggu Isa.. kata baba, umma Isa dan baba hanya beltemu di mimpi bukan dinyata " tangis ikhsya membuat mereka terharu.
__ADS_1
" ikhsya kau mendidik anak mu dari alam mimpi? " batin Abi menghapus air matanya memeluk ikhsya dengan erat Tampa tersadar ikhsya tertidur.