
kini tepat jam 12 Ikhsan pulang demi putra nya yg menangis padahal pekerjaan nya sangat banyak dan menumpuk, Ikhsan terlihat kini sedang Vidio call dengan beberapa anggota perusahaan, kamera di matikan begitu juga dengan suaranya Ikhsan tidak duduk tapi ia berdiri bahkan ia masih mengunakan pakaian setelan jas dengan kemeja dan rompi.
" baik lah kita sudahi rapat hari ini, besok kita akan sambung kembali, ada yg ingin di pertanyaan? " ....... " sepertinya semua nya sudah mengerti, baiklah saya akhiri meeting ini wassalamu'alaikum " ucap Ikhsan mencoba duduk tapi ikhsya langsung menangis.
" kenapa anak baba ni.. ada yg nggak nyaman nak.. jam dua nanti baba sama umma harus ke pengadilan, Ikhsya baik baik ya di rumah " ucap Ikhsan dan malah ikhsya menangis.
" ayah kan sebelumnya sudah bilang, tunggu sama sama siap! maira umur 20 tahun itu sudah bisa jaga anak sendiri, sekarang jadi begini kan, Ikhsan harus juga jadi nggak fokus kerja dan maira juga harus belajar.. " ucap ayah membuat anak dan menantunya itu menunduk.
" maira.. ayah harap kamu nggak berbelas kasihan sama mereka, dengan alasan sang pelaku memiliki orang ibu, lihat sekarang kan, kalau seandainya dia berpikir pakai otak nya mungkin kalian tidak akan kehilangan ketiga bayi kalian " ucap ayah sebenarnya ingin sekali membunuh orang yg melukai putri kesayangannya itu tapi dia tau itu sebuah perbuatan yg salah.
*
*
*
*
siang itu maira dan keluarga pergi ke kantor pengadilan, menunggu sebentar untuk berbicara dengan sang pengacara, di sisi lain ada yg seorang ibu yg menangis memohon untuk tidak memenjarakan anak semata wayangnya.
" maira... saya mohon!! saya mohon!!!!! tolong lah nak.. tolong saya jangan penjarakan anak saya.. tolong jangan penjarakan anak saya.. "
tangis sang ibu bersujud di kaki maira, maira yg panik langsung mengangkat tubuh ibu itu lalu memeluk nya, ia tau seorang ibu mana yg tega melihat anak nya di penjara tapi karna perbuatannya anak nya maira harus merasakan tidak bisa hamil lagi seumur hidupnya, ia tidak bisa menjadi ibu lagi dan dia juga harus menahan sakit yg begitu berat kehilangan putra putra nya.
" ibu dengar saya.. ibu dengar dulu.. "
" tolong nak.. jangan penjarakan anak saya.. siapa yg akan mengurusi saya yg sudah ingin meninggal selain anak saya itu nak.. " ujar sang ibu menangis, wartawan di sana langsung foto Vidio sana sini untuk membuat berita.
" nenek kalau mau masuk panti jompo ya nek, maira tanggung, maira yg tanggung jawab semua biaya nya.. nenek nggak perlu takut lagi kelaparan atau apapun itu, tenang saja semua nya akan baik baik saja kalau nenek nggak mau saya bisa panggil suster untuk mengurus keperluan nenek setiap harinya ya.. " ujar maira meyakinkan tapi nenek itu terus memohon.
beberapa dari mereka menarik ibu itu yg menangis memohon dengan nada suara yg sangat besar, hati maira bergetar ingin sekali mencabut tuntunan ini tapi keluarganya memilih untuk tidak memperdulikannya. hukum adalah hukum, maira harus menerima kenyataan tentang rahim nya.
__ADS_1
" setiap perbuatan pasti akan di pertanggungjawabkan " ujar ayah masuk kedalam ruangan sidang begitu juga yg lainnya.
*
*
*
*
di sisi lain bila tinggal bersama mbak intan yg kini tertidur di ruangan keluarga sambil menjaga kembar.
" kasian mbak intan.. gaji nya pun besar " batin bila menghela nafas pergi ke dapur dan terkejut melihat Eyza makan di meja makan dengan sangat tenang.
" ELO!!! JOMBLO!!! " ujar bila membuat Eyza terkejut.
" eh pesek! hampir tersedak aku makan, mana adap mu.. " balas Eyza meminum segelas air secara perlahan lahan.
" eh pesek, kau tau cara menghormati tamu nggak? aku di sini mau makan, udah ijin kok " ketus Eyza menyambung makan dengan tenang.
" eh pesek ambilin air dong.. " perintah Eyza dan bila langsung mengambilnya dengan terpaksa lalu menghempaskan kuat ke meja makan " yg ikhlas yg ikhlas " ucap Eyza kembali mereka tidak bersalah.
" Gus Eyza " sapa mbak intan karna Eyza selalu keluar masuk rumah dengan bebas.
" iya mbak " .... " eh pesek aku mau pesan buket ya.. yg besar bentuk love bunga nya itu mawar, warna merah kotak nya warna putih, sebelum malam raya idul adha udah siap ya.. "
" wah kembaran Fir'aun ni orang, nggak bisa aku banyak pekerjaan ada seribu buket untuk para santri dan itu baru setengah tau nggak, terus buket untuk para guru belum juga, aku nggak punya karyawan di sini.. " keluh bila yg harus menyiapkan buket yg di pesan oleh Abi,
" udah ku bantuin nanti, pokoknya harus siap lah punya ku.. " ucap Eyza dengan percaya diri hingga akhirnya ia melihat kamar bila yg sangat berantakan.
di mana mana ada jilbab hitam jumbo dan sebotol kaca kosong, di sudut ruangan ada sarung yg masih menumpuk begitu banyak.
__ADS_1
" nak yg ini kau masuk kan kedalam sini, harus rapi cantik nggak boleh salah! " tegas bila dan Eyza membantunya walaupun sekarang sudah jam 9 malam, Eyza hanya pergi untuk sholat saja lalu kembali lagi membantu bila demi buket nya
" eh kau pesan buket untuk apa.. kau pacaran ya.. " goda bila yg kini sedang memasukkan hadiah yg telah siap kedalam box kayu super besar.
" ini pertama kalinya aku jumpa dengan nya... ini masih pembicaraan bukan tunangan " ucap Eyza dan Aminah yg ikut membantu menatap kakak nya itu.
" biasa.. jomblo.. "
Seketika bila tersenyum, Eyza merasakan sesuatu yg aneh di dirinya dan memandangi kakak nya itu, Aminah langsung memasukkan sepotong kue kedalam mulut Eyza.
" nggak sopan bang!! kakak bila itu udah punya tunangan mereka akan menikah bulan depan.. jangan aneh aneh " ketus Aminah.
" maaf.. khilaf! " syok Eyza tapi rasa hatinya terluka.
" pernikahan itu tidak akan terjadi Aminah.. aku sudah membatalkannya.. ia sudah punya istri dan anak berumur 2 tahun.. aku tak siap di madu.. "
*
*
*
*
maira kini berdiri karna kasus sudah selesai, wanita itu akan terkena sangsi 12 tahun penjara atas meninggalnya ketiga anak maira dan Ikhsan serta rahim maira dengan tuduhan kasus pembunuhan.
" Santi.. saya dan suami saya telah memaafkan semua yg terjadi, saya ikhlas walaupun ini berat, kita sama sama perempuan kamu pasti tau apa yg di rasakan setiap perempuan ketika benda berharganya telah hancur, saya.. "
PLAKKK
tamparan keras dari sang suami pelaku di pipi maira karna ia berlari dengan kencang, Ikhsan yg ada di samping maira langsung membalas sebuah tamparan dengan pukulan yang sangat kuat, hidung pria itu berdarah 6 gigi nya patah membuat ia menyemburkan darah yg begitu banyak.
__ADS_1