Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
kecapean


__ADS_3

" dingin mas.. " ujar di dalam pelukannya.


" astagfirullahhal'azim, mas lupa, 2 jam yg lalu mas ingin nelpon tapi mas kepeleset dan hp mas rusak, ini mas belikan jaket nya, di pakai dulu.. kasian anak kita kalok kedinginan " ucap Ikhsan membelikan jaket musim dingin dan aku langsung memakaikannya.



" tau nggak? maira udah nungguin mas dua jam di kursi ini, kedinginan, lapar, terus maira nggak bisa bahasa Arab, susah tau nggak " ujar ku masuk kedalam mobil.


" nanti kita belajar bahasa Arab sama sama, tapi.. untuk sementara kita tinggal di apartemen nya mas dulu, maksudnya kita nggak tinggal berdua dulu karna apartemen sebelah yg kosong punya Abi belum di bersihkan jadi.. paling 2 hari kita baru bisa pindah " ucap Ikhsan lalu melihat maira udah tertidur.


" dahlah " batin Ikhsan.


...apartemen....


" ok guys jadi ini udah di depan apartemen nya mas Ikhsan.. dia lagi buka pintunya, pakai password, susah bah ngingat nya nanti " ujar ku memperlihatkan ke sekitar


ketika sudah di buka maira langsung masuk dan terkejut melihat apartemen penuh dengan sampah berserakan dan debu di mana.


" maaf ya? mas terlalu sibuk jadi nggak bisa bersihin begitu juga yg lainnya, setelah sebulan berkerja lusa kami baru libur lalu mas nggak enak nih bilangnya " ucap Ikhsan sedikit pusing memberikan alasan.


" mas mau lembur kerja? " tanya ku seperti nya benar karena dia mengangguk " yaudah kerja aja lah, maira nggak papa kok sendiri di sini, kanan kiri tetangga " ucap ku sebenarnya ingin kami lebih lama berdua tapi aku harus mengerti kondisi karna dia ingin berkerja.


" terimakasih sayang, mas janji akan pulang secepat mungkin " ujar Ikhsan memeluk maira.


akhirnya maira masuk kedalam apartemen dan ikhsan langsung pergi ke tempat kerjanya di sebuah restoran sebagai juru masak. maira membuka jaket nya dan langsung membersihkan sampah yg ada di sana.


setelah bersih langsung menyapu dan mengepel lantai, baju kotor langsung masuk kedalam keranjang pakaian kotor. di sana tidak ada penghangat ruangan jadi maira juga heran dengan tumpukan kardus di sana.


" owalah di sini semua nya " ujar ku melihat wallpaper dinding penghangat ruangan, karpet bulu, selimut, seprai, alat memasak dan lain lainnya.


pertama Tama yg maira kerjakan wallpaper dinding, lalu memasang gorden di jendela. terdengar suara azan magrib dan maira langsung sholat, setelah shalat maira melanjutkan memasang gorden. karna kelaparan maira mencoba masuk kedalam kamar Ikhsan.


dia tau kamar ikhsan karna ana foto pernikahan dan koper, dan kamar itu lebih berserakan.


" gini ni kalok suami di tinggal istri, lihat kamar kayak hutan Amazon bah " ujar ku menyusun semua nya terlebih dahulu dan memasang seprai yg baru mencari di mana ada makanan dan hasilnya nggak ada sama sekali.


aku kekamar sebelah dan lebih kotor baju berserakan di mana mana, aku mengganti seprai nya membedakan pakaian yg bersih dan tidak lalu pergi ke dapur.

__ADS_1


" jadi lah " batin maira menemukan mie instan dan buah buahan. selesai makan melanjutkan memasang sofa Arab nya yg telah mereka beli.


karna kelelahan maira memutuskan mengambil semua pakaian yg berhamburan tapi masih bersih. maira menyeterika pakaian nya, maira sangat mudah membedakannya karna terdapat nama di sana.


tak lama kemudian dua orang laundry datang mengambil kain kotor tidak lupa menimbang semua pakaiannya. 1 kg laundry di hargai 20 pount dan total semua nya ada 50 kilo, maira tidak heran karna begitu banyak pakaian kotornya. maira meminta cuci setrika yg harganya 25 pount


" 1.250 pount " ujar wanita itu dan maira tidak mengerti.


" sial, aku nggak ngerti. oiya translate.. " batin Maura langsung mengambil hp nya dan menuliskan sesuatu.


" maaf, saya tidak bisa berbahasa Arab, bisa tolong tulis kan berapa yg di butuhkan uang nya " ketik maira dan wanita itu mengerti.


setelah selesai maira langsung melanjutkan nonton tv nya.


" akhirnya selesai juga... ok anak ku sayang, sebelum tidur kita minum susu dulu " ujar ku mengelus perutku dan meminum susu hamil tidak lupa meminumnya semua obatnya.


maira masuk kedalam kamar mengganti baju dengan piyama yg lebih longgar lalu langsung tertidur lelap.


...pagi hari...


" yaelah malah tidur dia, Yasudah lah nggak papa, kasian dia pasti capek " ujar Rendi mematikan vc nya.


...di luar...


" ya Allah ngantuk nya.. " ujar dalil karna dia melayani setiap tamu pesta yg datang begitu juga dengan Eza yg udah hampir tidak sadarkan diri kecapean.


" tangan ku juga sakit memasak semalaman " ucap ikhsan memijit pelan pergelangan tangan nya itu.


Eza membuka pintu lalu masuk dan melihat rak sepatu lalu dia berhenti dan melihat keluar pintu nomor apartemen mereka.


" eh salah apartemen nya kita? " tanya Eza dan keduanya mengerutkan kening heran.


" nggak kok udah ayo masuk.. " ucap Ikhsan masuk dan melihat yg berbeda.



denah apartemen mereka.

__ADS_1


" sejak kapan ada pembatasan tirai di sini? " tanya Ikhsan melihat nya dan ternyata itu dapur yg sudah sangat bersih dan mengkilap.


" iyalah, masyallah lihat bro " pinta dalil melihat ruang tamu yg telah tertata rapi.



" ya Allah maira sampai tidur di sini " ucap Ikhsan khawatir maira kedinginan.


" dia yg lakuin semua ini? dia hamil loh, nggak boleh terlalu kecapean " ucap Eza karna ibu nya seorang bidan.


" iya tapi ruangan ini jadi lebih hangat dan adem.. eh kamar kita udah beda bentuk " kata dalil masuk kedalam kamar nya itu.



" subhanallah, dia benar benar beresin kamar kita? dia pasti sangat kecapean " sedih Eza melihat isi lemari baju nya sudah wangi bersih tertawa rapi bahkan lemari abu abu itu terisi dengan jubah semua dan lemari utama untuk baju biasa saja.


" eh kamar aku juga lah.. maira ini lah, aku jadi khawatir dengan kondisi kandungannya " ucap ikhsan melihat kamar mereka berdua



" Kalian bau banget sih.. kebangun tau nggak saking bau nya, pergi mandi sana, mas juga, gangguin tidur aja lah " ucap maira setengah tidur mencium tangan Ikhsan lalu masuk kekamar membaringkan tubuh nya di kasur dan lanjut tidur.


akhirnya mereka mandi dan ikut tidur di kamar masing masing.


" mas peluk.. " ucap ku ingin di manja.


" sebentar ya.. buka aja hijab nya kalok nggak nyaman, mas kunci kok pintunya " ujar Ikhsan mengunci pintu lalu berbaring di samping maira dan memeluk nya lalu mengelus perut maira yg bisa di bilang masih sebenar buah rambutan tapi terlihat sudah sedikit membuncit.


" anak ayah.. jangan nakal di dalam ya.. cepat besar " kata Ikhsan begitu menyayangi kehamilan kedua maira ini.


" iya ayah, mommy jaga kami kok " ucap maira menirukan suara anak kecil.


Ikhsan merasa istri begitu imut sampai ia lepas kendali, maira tidak menolak dan menerimanya. 10 menit mereka melakukannya hingga terengah-engah.


" nanti malam aja jangan sekarang, mas ingin tidur dulu, lusa mas udah kerja lagi " ucap Ikhsan menahan nawa nafsunya dan maira sedikit kesal.


" yaudah lah nggak papa, tapi harus peluk "

__ADS_1


__ADS_2