
seorang ulama dan habib besar datang ke rumah sakit, mereka bukan orang sembarangan tapi mereka juga tidak di perbolehkan masuk untuk menjenguk Eyza. seorang habib itu memandangi salah satu murid yg paling ia sayang yaitu Eyza, Ikhsan dan dalil.
" saya merindukan dia memanggil saya dengan sebutan baba habib " ujar habib itu memandangi Eyza yg tubuhnya di perban, seluruh alat di pasang di tubuhnya
tiba tiba seluruh alat di sana berbunyi dengan. kuat membuat mereka terkejut, dokter tiba tiba datang dan memakai baju khusus masuk kedalam ruangan.
" apa yg terjadi? "
mereka semua bertanya tanya.
10 menit mereka di dalam dan akhirnya seorang dokter keluar, mereka melihat beberapa alat di cabut dari tubuh Eyza, suara Eyza melantunkan ayat ayat Alqur'an terlihat jelas, mereka sangat bahagia
" maaf kan kami.. kami sudah berjuang sekuat tenaga selama 3 Minggu terakhir, sekarang Eyza sedang mengalami sakaratul maut.. kami minta untuk pihak keluarga menemani nya.. "
hati ummi hancur, ia menangis di dalam pelukan ibu mertua nya, mereka masuk dan melihat Eyza yg tak sadarkan diri, matanya tertutup mulut nya terus melantun ayat Suzi Al-Qur'an, tangan Eyza sangat dingin, wajahnya penuh luka beberapa alat di buka agar rasa sakit itu tidak semakin bertambah.
berjam jam terus berlalu bahkan kini sudah 2 hari kondisi eyza terus begitu saja, para dokter harus memasukkan selang ke tubuh Eyza agar tidak kehausan. ternyata bila ada di balik ruangan itu, ia ingin masuk tapi begitu banyak orang penting.
" bila.. ayo masuk.. kenapa di sini saja.. " ujar Abi yg datang bersama mereka.
" bila malu Abi, ini semua salah nya bila.. " tangis bila pecah membuat Abi, ibu dan Aisyah terkejut, bila yg pergi hanya sendiri karna bunda dan paman dinas secara bersamaan, kembar juga tak bisa ikut karna sedang bersekolah, di sanalah bila menceritakan dengan sejujurnya pada orang tua Eyza.
Abah Eyza terlihat sangat marah tapi ia mencoba mengendalikannya, sedangkan ummi Eyza memeluk bila.
" aku begitu iri nak.. sekarang.. bila doakan saja yg terbaik untuk Eyza ya.. " ucap ummi Eyza dan bila mengangguk " sudah jangan bersedih.. saya tidak menyalahkan mu bila, jangan bersedih "
tiba tiba tubuh Eyza terangkat ke atas mereka terkejut langsung menahan tubuh Eyza, Eyza mengeluarkan lebih banyak keringat dingin semua orang ketakutan tiba tiba Eyza berhenti, detak jantungnya berhenti tubuhnya melemas.
" innalilahi Wainnailaihi rojiun... "
tubuh Ikhsan melemas dan Abi langsung menangkap tubuhnya " Ikhsan.. Ikhsan.. sadar nak.. kendalikan nafas mu.. bernafas dengan teratur " kata Abi membuka tas yg selalu Ikhsan bawa memakaikan masker oksigen nya.
alat yg menghitung detak jantung Eyza kembali mengeluarkan laporan di layar bahwa detak jantung kembali normal, semua orang di sana benar benar sangat bersyukur dengan semua ini..
*
*
__ADS_1
*
*
*
di sisi lain ada maira yg sedang depresi, anak nya baru berusia 3 bulan dan ia sudah hamil lagi.
" bukan kah aku nggak bisa hamil... menyalah nampak nya di benda.. " ucap maira melemparkannya tempat ke arah pintu yg tiba tiba terbuka dan ternyata itu Ikhsan. Ikhsan menangkap testpack itu dan melihat nya dengan jelas.
" assalamualaikum sayang.. punya siapa? " tanya Ikhsan mencium kening maira dan pipinya.
" punyaku.. " jawabnya dengan santai.
" ooo... astagfirullahhal'azim! beneran? bukan kah... rusak ni.. " kata Ikhsan membuang nya ke tempat sampah dengan santai.
" mas... kangen.. kek mana kondisi Eyza.. "
" Alhamdulillah dia sudah baikan sekarang, udah sadar juga tapi dia belum bisa bicara mungkin besok kata dokter, sayang.. " panggil Ikhsan memeluk erat tubuh maira mengelus dari luar.
mereka berdua sedang panas panas nya tiba tiba ikhsya menangis memutarkan tubuhnya hingga ketepi ranjang dan terjatuh, Ikhsan yg melihat itu langsung menangkap tubuh ikhsya dan memeluknya dengan erat.
" sayang umma... " ucap maira langsung mengambil ikhsya dan membantu Ikhsan bangkit.
" lepas aja ini bawah nya membahayakan atau beli pagar bayi itu.. mas lupa nama nya.. " kata Ikhsan memegangi pinggangnya menurunkan semua di atas ranjang.
" dia marah? " batin maira melihat Ikhsan sangat kesal.
*
*
*
*
*
__ADS_1
malam ini angin berhembus sangat lembut dari arah tidur, maira duduk di atas paha Ikhsan dengan sangat manja, Ikhsan menyuapi maira dengan sepotong kue.. benar benar sangat roman. kedua anak mereka sedang tidur di kamar Mbak intan, sebenarnya ini adalah anniversary yg telah terlewati beberapa hari yg lalu tapi baru bisa di rayakan hari ini.
" sayang.. " panggil Ikhsan dengan suara berat penuh nafsu karna melihat cara maira berpakaian dengan warna merah terang memperlihatkan Sampir seluruh tubuhnya yg berwarna putih, Ikhsan menaruh kepalanya di bahu maira mencium aroma khas tubuh nya, wangi mawar sebelum menikah lemon juga.
" mas udah capek nunggu terus.. " kata Ikhsan mengangkat tubuh maira membuat maira tersenyum.
di sisi lain ada mbak intan dan Nurul yg sedang menjaga kembar tepat nya cuman mbak intan karna Nurul sedang tidur dan Khodijah di atas perutnya dalam kondisi telungkup.
" Mbak Nurul doyan banget tidur ya akhir akhir ni.. nah yg ini ni... nggak tidur tidur.. untung diam.. " ucap mbak intan pada ikhsya yg sedang bermain mainan nya.
" kalau dia nggak mau tidur, kamu pura pura tidur aja, terus kalau nggak tidur juga matikan lampu, nyalakan lampu tidur, kalau nggak di gendong aja.. " pesan maira tapi ikhsya nggak tidur tidur juga...
🍀🍀🍀🍀🍀
kini Eyza sudah sadar selama 2 hari.. dan menolak untuk makan maupun minum tidak berbicara tapi air mata nya terus mengalir, bagi ummi ini benar benar menyiksa batin nya dari pada melihat Eyza terbaring koma. seorang habib masuk membawakan makanan untuk Eyza, ia mendekatinya dan menghapus air matanya.
" apa kau berpuasa Eyza? lebih baik kau sahur terlebih dahulu.. " ujar baba habib dan Eyza hanya bisa mengeluarkan air mata saja " nak.. apa kau tidak kasihan pada ummi mu itu? setiap hari dia menangisi mu nak.. " kata habib itu dan Eyza menatap nya lalu menghapus air mata Eyza dengan lembut
" ternyata jatuh cinta itu sangat menyakitkan? " ucap Eyza akhirnya berbicara
" kenapa kau begitu mencintai wanita yg bukan istri mu dengan cinta sebesar ini.. "
" aku tak tau, rasa ini tumbuh tanpa ku sadari, dan sekarang dia akan menikah dengan seorang pria yg kaya raya, Eyza akan menunggunya " .... " aku bingung baba habib, perasaan ini terus menyayat hati ku.. aku ingin melupakannya tapi pikiran ini terus berpikir akan dia.. "
" minta petunjuk dari Allah Eyza... "
" sudah baba habib... sebelum kecelakaan terjadi, "
" nikahi dia? "
" dia akan menikah 1 Minggu lagi... nggak papa, ku tunggu jandanya "
ucap Eyza membuat habib itu geleng geleng kepala saking heran nya dengan Eyza.
" bagaimana kalau ajal mu menjemput terlebih dahulu sebelum ia menjadi janda? "
" kompromi, bisa di bicarakan baik baik dengan malaikat Izrail itu nanti, negosiasi itu penting dalam kehidupan "
__ADS_1
" Eyza... " tegur habib itu dengan lembut.
" siapa yg mau menikah dengan ku? cacat... sekarang hanya bisa terbaring di ranjang ini.. nggak tau sampai kapan.. "