Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
4 bulanan


__ADS_3

semuadi sisi lain ada pengantin baru yg akan bersiap siap pulang dari bulan madu di Bali, dalil bangkit dari tidurnya ia melihat jam ternyata sudah jam 3 sore, dalil menutupi sebagian tubuhnya yg tidak ada sehelai benang pun di tubuhnya, beberapa bekas bercinta terlihat di dada dan leher dalil yg memerah.


" a'a udah bangun.. mandi dulu gih sana, " ucap Dewi dengan lembut, dalil menarik tangan Dewi dengan lembut membuat Dewi jatuh dalam pangkuannya


dalil mencium pipi Dewi lalu menatapnya sambil tersenyum membuat wajah Dewi memerah. dalil menanyakan sesuatu yg telah ia pendam selama beberapa hari ini.


" sayang.. kapan terakhir haid? " tanya dalil.


" pas selesai pesta pernikahan, saat itu Dewi baru selesai haid langsung mandi, pas isya " jawab Dewi dengan lembut " emang nya kenapa a'a "


" mas ingin ada anak kita di sini " ucap dalil mengelus perut Dewi yg rata sambil menatap mata Dewi.


" sabar ya a' "


*


*


*


*


hari ini hari syukuran 4 bulanan maira di sebuah tempat terbuka di Jakarta, maira kini sedang di memakai riasan tipis dengan wajah cemberut, Ikhsan nggak mau pakai celana, dia mau pakai kain sarung biasa saja, Ikhsan memakai celana putih itu lalu memakai kain sarung lagi karna rasanya tidak nyaman.


" kayak orang mau sunatan! " ketus maira membuat Ikhsan menghela nafas kasar pergi ke kamar mandi membuka sarung dan memakai celana putih yg telah di siapkan ," gitu lah... kan ganteng suami ku ini.. " puji maira membuat Ikhsan tersenyum.


saking lama nya perempuan berdandan Ikhsan tertidur di sofa, maira memvidiokan suami nya itu secara singkat, ini semua karna Ikhsan tidak mau menampilkan kemesraan apapun di depan kamera maupun di depan orang banyak. pengajian pun di lakukan hingga acara nya selesai, waktunya mengetahui jenis kelamin sang dedek bayi.


lima balon berbaris di hadapan nya, Ikhsan benar benar bingung ingin memecahkan yg mana terlebih dahulu, akhirnya mereka memutuskan untuk yg paling tengah terlebih dahulu, balon itu di tusuk dengan jarum dan keluar lah balon balon kecil berwarna biru, pertanda bahwa bayi nya laki laki, maira saking senangnya memeluk Ikhsan di depan orang banyak membuat Ikhsan terkejut.


kali ini giliran mama dan bunda untuk meletuskan balon nya, balon yg meletus berwarna biru, pertanda anak kedua juga laki laki, kini ayah, papa, dan Abi, mereka dapat 1 balon 1 orang, mereka meletuskannya secara bersamaan dan warna hanya biru juga kecuali abi..


" perempuan... "


seketika semua nya sangat senang karna cucu perempuan pertama di keluarga Ikhsan terlahir dari rahim maira, ketika acara selesai saat nya wawancara, terlihat maira dan Ikhsan menjawab semua pertanyaan dengan padat dan singkat membuat siapapun tidak akan salah faham.

__ADS_1


ketika asik asiknya makan Dewi duduk di samping maira lalu mengelus perut maira seperti biasanya tapi kali ini maira menepuk tangan Dewi.


" masa tangan kakak di pukul sih.. " ucap Dewi


" huekk.. kakak bauk kali lah.. Grandpa.. grandpa bawa cokelat tidak.. " ujar maira langsung memeluk grandma nya itu.


" cucu grandma.. maaf ya sayang kami terlambat, habis nya pesawatnya nggak jelas banget terbang nya.. " omel grandma karna penerbangan mereka terhenti 5 jam.


" ini cokelat nya.. cokelat pesanan maira habis, jadi kami belikan yg berbeda " kata grandpa menyerahkan sebuah box cokelat yg besar, terlihat ia sangat senang memakannya.


" ammah.. " panggil Alif menarik pelan gamis Afiz dengan malu malu.


" iya sayang.. grandpa grandma, perkenalkan ini Alif, anak nya kak Aisyah, kakak kandung mas Ikhsan, sayang salam dulu.. "


Alif menyalami mereka lalu maira mendudukkan Alif di atas meja, maira memberikan sebuah cokelat tapi Alif malu malu.


" Alip.. oleh mam ummi? " tanya Alif dengan pelan memegangi cokelat itu sambil meminta ijin pada ummi nya yg sedari tadi menatapnya.


" boleh kok.. tapi cuman 1, cokelat nya punya ammah ya.. " jawab Aisyah dan Alif memasukkan kedalam mulutnya, rasanya benar benar sangat enak, sama seperti harganya yg puluhan juta.


" ini untuk Alif.. jangan kasi tau ummi ya.. " ucap grandpa dan terlihat Alif wajahnya memurung melihat coklat yg begitu banyak di hadapannya, kakek terlihat sedang mengawasi Alif karna Alif adalah cucu nya yg sangat pemalu.


" ummi bilang, mam catu.. Alip tak mau.. nanti baba tak cayang Alip.. " ujar Alip menutup cokelat nya dan malah mengambil buah yg telah di potong potong. cokelat itu tetap di berikan pada Alif.


*


*


*


*


" umma... jangan tinggalkan ikhsya.. "


" nak.. ikhsya.. ini kamu nak ini kamu.. "

__ADS_1


" umma.. ikhsya kangen umma, ikhsya nggak mau tumbuh besar tanpa kasi sayang umma, kalau umma pergi ikhsya juga akan pergi " ucap ikhsya memegangi sebuah pisau lalu menancapkan nya di perut maira


" nak.. apa salah anak yg di kandungan umma.. " tanya maira menangis.


" umma, karna umma ikhsya harus berpisah jauh dengan umma.. lebih baik mereka mati saja umma.. "


" nak... "


*


*


" sayang.. sayang!! maira bangun.. " ucap Ikhsan menggoncang tubuh maira membuatnya terbangun, keadaan maira yg tertidur tapi mata nya mengeluarkan air mata, ketika maira terbangun maira langsung memeluk Ikhsan menceritakan apa yg terjadi, Ikhsan benar benar bingung.


" selesai subuh ayo kita rukiah sama kakek, nggak ada penolakan ini yg terbaik " ujar Ikhsan memutuskan untuk sholat di rumah saja menemani istrinya yg sedang mengingat ramalan masa depan yg hancur.


*


*


*


*


kakek memegangi kepala maira tepat di ubun ubunnya, bacaan ayat Alqur'an pun di mulai, di awal maira baik-baik saja tapi ketika lima menit tubuh maira memanas dan memuntahkan sesuatu di atas tempat tidur tubuhnya melemas seketika.


" astagfirullahhal'azim.. " ujar kakek melihat maira memuntahkan belatung yg sangat banyak.


" aku benci anak ini!! aku benci.. " ucap maira berteriak memukul perutnya, dan seketika Ikhsan langsung menahannya.


" panggil mahram maira kemari, kalau dia kerasukan nanti ada yg menahan tubuh maira, lebih baik kaki laki" ucap kakek melihat maira sedang meminum air yg di berikan oleh nya.


ayah, papa, Abi, granpa serta kembar juga ikut bahkan ada beberapa keluarga di sana. kakek memulai membaca ayat ayat suci lalu maira kembali muntah belatung,


" AKU BENCI ANAK INI!!! AKU BENCI.!!!! " teriak maira memukul perutnya, seketika ayah dan Ikhsan memegangi kedua tangan maira, tapi kaki maira mencoba menekan perut nya dengan cara merapatkan tubuhnya, papa dan granpa memegangi kaki maira, tubuh maira mengeras sambil berteriak-teriak bahwa ia membenci anak di dalam kandungannya.

__ADS_1


" mas! panas!!! " teriak maira dengan tubuh yg di tahan.


__ADS_2