
mama kelihatan sangat takut hingga bunda dan grandma memegangi tangan mama yg kedinginan, ia ingin sekali menghentikan ini semua tapi mereka berdua tidak menghentikannya demi kebaikan maira.
5 kali maira memuntahkan belatung hingga benda tajam seperti, jarum pentul, patahan pisau, beling kaca. Abi memasak air dengan beberapa herbal alami yg di satukan kedalamannya lalu menuangkan 2 sendok madu, maira yg terbaring lemas di dudukkan bersandar di dalam pelukan mama yg menangis melihat maira.
" minum dulu nak.. " ucap mama dan maira meminum sedikit.
kakek di sana termenung melihat belatung yg di keluarkan oleh maira serta benda benda tajam lain nya.
" minta maira mandi hajat nanti ya Ikhsan.. lalu biarkan dia tidur, perbanyak istirahat, " ucap kakek membakar belatung itu, bau nya begitu busuk.
maira duduk di depan kakek lalu kakek memijat pelan tengkuk leher maira sambil membaca ayat Alqur'an, maira muntah lendir berulang kali. selesai rukiah maira tertidur lelap karna badannya rasanya lebih ringan setelah mandi, Ikhsan nggak ngerti kenapa maira bisa mengeluarkan belatung dari mulutnya.
ketika malam hari sudah waktunya maira cek kandungannya yg kalau nggak salah memasuki 5 bulan, di rumah sakit maira melihat anak nya lebih aktif dari biasanya.
" wah... kelihatannya kondisi maira sudah membaik ya.. nggak ada komplikasi lain nya, detak jantungnya normal, ukurannya pun normal, tapi lahirannya sesuai jadwal ya.. umur kandungan 7 bulan kita akan lakukan operasi Caesar " ucap Bu bidan yg akan seterusnya bertanggung-jawab atas kondisi kehamilan maira karna maira akan melahirkan di Jakarta.
" apa tidak perlu kuret? bulan lalu maira melakukan pemeriksaan dan di harus kan untuk kuret? cucu saya ini baik baik saja " ucap grandma dengan pedas seperti biasanya.
" grandma.. gerakan nya aja lebih cepat dari biasanya.. pas masih di sana itu gerakan dedek nya memang pelan sekali, detak jantungnya juga tidak sekuat ini "
" grandma tanya dengan Bu bidan "
" kondisi baik baik saja kok, tidak perlu kuret "
" apa bisa maira hamil sampai 9 bulan? "
" nggak bisa Bu.. pinggul maira terlalu kecil untuk melahirkan secara normal ini karna umur nya yg masih terlalu muda, dan kalau kita paksa resiko nya tulang pinggul maira bisa retak serta mengakibatkan lumpuh total, jadi kita ambil jalan terbaik saja " ucap Bu bidan dan mereka setuju.
ketika ingin pulang maira berbisik dengan Bu bidan secara rahasia sekali.
" boleh kok.. tapi jangan terlalu kasar ya.. dasar anak nakal " gemes Bu bidan mencubit pipi maira yg tembem setelah hamil.
*
*
*
__ADS_1
*
mereka semua pergi ke pesantren, di sana di adakan syukuran untuk kehamilan maira serta syukuran rumah baru. Ikhsan tau istrinya itu tidak mau melahirkan di rumah bunda karna pasti akan merepotkan bunda, apa lagi kini bunda sudah punya aura, kalau dia melahirkan di rumah Abi, tidak mungkin Abi mengurusi segala nya karna Abi laki laki, kalau melahirkan di rumah papa mama terlalu jauh kalau di rumah grandma pasti akan sulit keluarga mengunjunginya.
siang hari maira masuk kedalam kamar nya yg sangat mewah itu, maira berbaring tapi dia malah pergi ke kamar mandi, memuntahkan semua yg ia makan seperti biasanya, Ikhsan selalu setia menemani maira. maira mandi membersihkan tubuhnya dan melihat Ikhsan menutup tirai kamar serta mengunci pintu, melihat maira dengan senyuman manis nya itu mendekati lalu memeluk maira.
" Ayuk sayang.. "
*
*
*
*
kini grandma sedang membongkar isi koper cicitnya itu
" apa ni!! kain kasar gini, nggak bisa, cicit grandma kulitnya bisa merah merah, popok ini lagi.. kasar banget.. daya serap juga kurang bagus.. " omel grandma melihat pakaian cicit nya itu, karna keluarga nya cuman maira yg akan meneruskan nya.
" iya yah.. mas Ikhsan kerja di perusahaan, lembur katanya? "
" assalamu'alaikum.. " ujar Ikhsan masuk kedalam rumah dan menyalami keluarganya itu.
" wa'alaikumussalam.... "
" Ikhsan, berapa uang yg kau siapkan untuk persiapan melahirkan dan anak mu nanti? " tanya grandma spontan membuat grandpa geleng geleng kepala.
" Ikhsan masih ngumpulin uang grandma.. "
" uang di tabungan mu berapa? "
" berapa ya... waduh.. aku belum cek sama sekali, biaya rumah ini aja 30M lebih ," batin Ikhsan tidak mengingat jumlah saldonya
" setidaknya kamu harus siapkan 500 juta untuk persiapan kelima anak mu, grandma nggak mau cicit grandma itu kurang gizi, apa lagi mereka lahir secara prematur, semua nya harus serba lembut, sabun nya harus yg ada unsur sensitif nya, popok nya harus di ganti 4 jam sekali, maira juga belum ada pengalaman sama sekali, lebih baik kalian ikut latihan persiapan jadi orang tua deh, grandma ada kenalan di sekitar sini, setidaknya nanti kalau kami semua nggak bisa jaga anak kalian, kalian udah bisa sendiri " ucap grandma dan di belakang grandpa sudah memberikan kode.
" dan 500 juta itu paling sedikit setidaknya 1M karna grandma mau semua nya itu yg paling terbaik "
__ADS_1
" turutin aja... nanti dia mengamuk "
grandpa melakukan gerakan isyarat dan Ikhsan mengangguk.
*
*
di dalam kamar Ikhsan memikirkan uang 1M, bagaimana cara ia mendapatkan dalam waktu 2 bulan, sedangkan gaji nya sebulan itu cuman 100 juta kalau dia nggak syuting film.
" kalau cari tawaran syuting sih ada.. tapi kasian maira... " batin Ikhsan tidak bisa tidur memikirkan uang itu.
" mas.. mas jangan pikirkan soal uang, uang maira ada kok " ujar maira sambil menatap Ikhsan, ia tau kalau Ikhsan tidak memiliki uang sebanyak itu karna dia baru saja selesai membangun rumah.
" mas ini suami mu.. mas bertanggungjawab atas segalanya, mas akan usahakan sampai dapat kamu tenang saja... di tabungan mas mungkin cuman sisa 300 juta lagi, kalau di ATM yg biasa mungkin ada 200 juta, kamu tenang aja ya.. " kata Ikhsan mencium kening maira dengan lembut.
" mas.. mas jangan sakit hati ya.. grandma itu anak konglomerat, begitu juga dengan grandpa kehidupan mereka sudah kaya sejak lahir, wajar saja mereka menginginkan kemewahan, Stoller kembar Lima yg di rancang oleh grandpa untuk anak kita harganya senilai 1,2M "
Seketika Ikhsan sadar diri, maira adalah cucu dari konglomerat, satu satunya yg akan menghasilkan keturunan bagi keluarga nya, semua aset nanti pasti akan diserahkan pada maira. tapi maira akan mendapatkan setengah dari harga waris karna papa dan mama memiliki anak adopsi yg kini sedang terbaring koma karna sebuah kecelakaan, sudah 10 tahun ia koma. mama dan papa mengadopsinya dari umur 1 hari
*
*
*
*
" tulis baik baik, celana pendek juga jangan lupa, terus gurita bayi.. mau pakai atau nggak pun nggak papa tapi maira harus pakai, karna bagus untuk Caesar, terus.. kita juga beli baju nya sikit aja, karna nanti kan banyak di kasi orang.. " ucap bunda dan maira mengangguk menuliskan nya di buku catatan.
" Ikhsan, kau mau kemana nak? " tanya grandpa melihat stelan jas Ikhsan yg sangat rapi.
" mau ke perusahaan grandpa, hari ini perusahaan akan memamerkan barang baru "
" bunda..... Abang! patah kan nya robot Ikbal " tangis Ikbal dan aura juga malah ikut menangis.
" bunda jangan salah faham, nggak sengaja kepijak tadi " bela Akbar
__ADS_1