
maira terbangun dari tidurnya melonggarkan pelukannya melihat jam.
" astagfirullah, mas ayo bangun mas udah jam 9 mereka pasti udah ninggalin kita " ujar ku dan Ikhsan sontak bangun.
" nggak subuh dong, astagfirullah " ucap ikhsan.
" haduh.. tubuh ku benar benar sakit.. mana punya dia big and long, "
" kita mandi berdua aja biar cepat "
akhirnya mereka langsung mandi dan pergi ke bandara mengunakan mobil mereka berdua, maira tidak tahan naik mobil jadi kaca jendela mobil harus di buka atau dia akan muntah.
bandara.
" mas pelan pelan jalannya, masih sakit ini " ujar ku melihat Ikhsan terburu buru karna sebentar lagi penerbangan mereka.
" maaf, maira duduk di atas koper dulu deh, kita harus cepat " ucap Ikhsan dan aku duduk di atas koper.
akhirnya setelah jumpa keluarga mereka semua malah menggoda Ikhsan dan maira.
" ceria banget itu wajah, udah di kasi makan kayak nya ini " goda Rendi pada Ikhsan yg kini wajahnya memerah.
mata mereka fokus pada leher ikhsan yg terlihat ada dua cap bukti pemilik istri yg di buat oleh maira.
" kenapa pincang kau jalan kak? " tanya Ikbal dan wajah maira memerah
" kau nggak boleh gitu, kakak habis malam pertama " jawab Akbar dan maira langsung mentabok belakang Akbar dengan kuat. " aduh sakit "
" bunda.. malam pertama itu apa? " tanya Ikbal
" nanti kalok udah dewasa pasti mengerti " jawab bunda.
" kalok sudah sampai nanti kabarin ya " ujar Rendi yg sebenarnya belum Ikhlas melepas kepergian putri nya itu, kedunia luar bersama dengan orang lain yaitu suami nya.
akhirnya ini pertama kalinya maira berpisah dengan keluarga nya bahkan walaupun dia sudah jadi miliarder dia tidak pernah berpergian ke rumah seleb yg lain karna dia tidak mau berpisah dengan keluarganya.
di atas pesawat maira melihat apa yg tidak pernah ia lihat, sepanjang perjalanan maira tidur sambil menggenggam tangan Ikhsan. entah apa lagi cobaan yg akan mereka berdua lalui, tapi mereka berdua yakin bahwa mereka pasti bisa melalui setiap masalah yg datang.
Jakarta.
__ADS_1
" ini bandara Sukarno ya... besar banget " ujar maira masih duduk di atas koper besarnya itu.
" mbak mbak, mbak maira kan? " tanya pemuda pemuda itu ingin mendekati maira, sontak maira terkejut dan turun dari koper bersembunyi di balik tubuh Ikhsan.
" kenapa maira? " tanya Ikhsan.
" mas kami boleh foto bareng sama maira tidak? " tanya mereka dan maira langsung melihat Ikhsan menginginkan sebuah jawaban dan izin nya .
" boleh kok tapi jangan Deket deket " jawab ikhsan dan akhirnya mereka berfoto maira di tengah dengan jarak setengah meter dari laki laki lainnya.
" kami juga mau " ujar fans lainnya.
kalok perempuan bahkan mereka memeluk maira dan maira membalas pelukannya dengan sedang hati tapi tidak boleh untuk pria.
" nggak adil tau nggak " batin fans cowok di pojokan.
" ikhsan kami pulang dahulu ya? Abi ada meeting dengan guru di Pesantren jadi harus cepat " ucap Abi pada Ikhsan.
" iya Abi, mau Ikhsan panggilkan maira? " tanya Ikhsan
" tidak perlu biarkan dia bertemu penggemarnya " jawab Abi.
akhirnya mereka pergi ke pesantren sedangkan Ikhsan menungggu selama 1 jam untuk berfoto, setelah selesai mereka langsung ke apartemen mereka di lantai 40.
apartemen
" sadis "
Ikhsan memeluk maira dari belakang yg hanya mengunakan daster yg sangat pendek, ikhsan membawa maira ke kamar.
****
setelah beberapa hari di Jakarta untuk istirahat, di hari yg masih gelap bahkan belum jam 6 mereka langsung pergi ke lokasi syuting, lokasinya di hutan tapi hutan yg masih bisa di bilang tidak seperti hutan sungguhan.
ucapan selamat terdengar di mana mana bahkan banyak yg menggoda mereka berdua, kini Ikhsan sedang membaca naskah sambil di make-up pin tidak terlalu tebal. setelah itu ikhsan langsung syuting bersama dengan artists yg sangat terkenal bahkan di sini Ikhsan adalah tokoh utamanya karna flim ini sedang viral.
" ok jadi kita akan coba alat alat aneh yg ku temukan di shopee " ujar maira di depan kamera.
bukan berarti Ikhsan sedang syuting membuat nya malas malasan untuk bekerja, dia juga berkerja sebagai seleb yg baru 4 tahun ini ia kerjakan yg telah menghasilkan banyak uang.
__ADS_1
ketika tengah hari mereka sholat berjamaah di sana dan maira juga mengikutinya.
" kalok mau main jangan jauh jauh nanti hilang " ucap ikhsan sedang menyuapi maira makan bahkan sendok nya satu.
" selesai ini kita ke mall kan? " tanya ku berharap.
" " iya jadi kok, selesai ini kita langsung ke mall buat belanja, " jawab Ikhsan memberikan maira minum " tapi nanti malam harus ya.. " bisik Ikhsan di telinga maira membuat wajahnya memerah.
" Eh pengantin baru, udah selesai woi waktu istirahat " ucap salah satu pemeran di sana.
Ketika jam 4 kami langsung pulang dari lokasi syuting, sebelum itu sholat terlebih dahulu.
mall
" Akhirnya sampai ke mall, jadi hari ini aku mau beli makanan buat sehari hari di apartemen, soalnya di sana itu cuman ada air putih doang, sampai di Jakarta pun kami makan di luar, soalnya nggak ada makanan sana sekali, pantas kurus " ujar maira melihat Ikhsan di sampingnya itu.
Mereka berbelanja dengan gembira, canda tawa terlihat dari mereka.
" Maira boleh minta foto " ujar fans mendatangani maira
" Tentu saja " senyum maira
" Imut nya... " Batin mereka para fans.
Di sana Ikhsan jadi Korban dan menjadi juru kamera berfoto, setelah selesai maira melanjutkan berbelanja nya.
" Maira, ini pembalut sebanyak ini? " Tanya Ikhsan melihat bungkusan pembalut.
" Iya mas.. untuk stok di rumah, maira sengaja beli banyak karna selalu datang tidak sesuai tanggal " jawab ku tiba tiba ingin pipis.
" Mas maira ke kamar mandi dulu ya.. maira tau kok di mana kamar mandinya " ujar ku langsung meninggalkannya biar ikhsan yg bayar.
" Jangan lama lama "
kamar mandi
Ketika maira sudah selesai maira mencuci tangannya dan ingin keluar tapi seseorang menampar nya dengan kuat hingga pipinya memerah.
Ternyata seseorang masuk dan melihat nya tapi bersembunyi dan memvidiokan nya.
__ADS_1
" Eh dengar ya!! Kau pakai cara kotor apa mendapatkan hati Ikhsan!! Kalok kau nggak ada mungkin dia akan menikahi kami!!! " Bentak perempuan dan salah satu dari mereka kembali menampar maira.
Mereka menarik jilbab maira tapi maira mempertahankan agar ia terus mengunakan jilbabnya, maira berdiri dengan pelan dan perutnya di tendang dengan kuat hingga maira terlentang tapi dia melindungi kepalanya.