
" ayah tak mau kehilangan orang yg berharga lagi, mengerti lah maira.. jangan keras kepala " ucap ayah membuat maira tidak bisa apa apa.
" maira.. maira punya kenalan dokter di Singapura, maira berencana mau melakukan pengangkatan kangker di sana " ujar maira dengan pelan.
" ayah dukung " ucap ayah mengeluarkan sebungkus rokok nya.
" stop!!! " ujar Ikbal membuat merek terkejut " bunda hamil?! " tanya Ikbal syok sambil berteriak.
" ya Rabb.. tidak perlu teriak teriak kali " kata bunda
" bunda hamil? " tanya mereka semua kecuali ayah.
" iya... "
" alhamdulilah "
" udah berapa bulan bunda? " tanya maira penasaran.
" bunda mu ini, dia yg hamil dia yg nggak tau, usia kandungan udah tujuh bulan baru sadar, sempat dedek tadi nendang dulu " jawab ayah menatap bunda lalu pergi kedapur membuat susu untuk bunda.
" 7 bulan!!!! "
" ya.. begitu lah " jawab bunda sambil tersenyum geli.
...****************...
tadi malam. bunda sedang memakai persiapan sebelum tidur, sedangkan ayah sedang meminum kopi menghadapi lettopnya, pekerjaan sangat banyak membuat dia begitu pusing.
" yank... "panggil ayah dengan lembut.
" bang.. aku gemuk kan, lihat perut ku buncit " ujar bunda mengalihkan pembicaraan membuat ayah tersenyum paksa.
" makanya makan itu jangan kebanyakan " kata ayah.
seketika bunda merasakan sebuah tendangan yg cukup kuat, bunda terdiam berlari menuju ayah mengambil tangan yang menaruh di perut bunda merasakan sebuah tendangan yg cukup kuat.
" astagfirullah " ucap ayah terkejut tapi kembali merasakan tendangan yg kuat " hamil? "
__ADS_1
" nggak tau bang "
" kalok hamil, ini udah bisa nendang loh, berarti udah 7 bulan lebih " ucap ayah membuat bunda berpikir keras " ya Allah dia yg hamil dia yg nggak tau, tapi Alhamdulillah.. nggak sia dia menunggu 13 tahun " ucap ayah begitu senang.
...****************...
" jadi bunda nggak tau kalok bunda hamil? gawat bah " ucap Akbar meminum susu kotak itu dengan santainya.
" walaupun begitu bunda mu ini jadi di marahi Bu bidan nya, dan karna nggak tau bunda hamil, lalu nggak ada persiapan sama sekali, kandungan nya jadi sangat lemah, kemungkinan bulan ini akan lahir, lahir prematur " ucap ayah dengan sedikit sedih.
" jadi bunda hari ini mau beli keperluan bayi, kalian mau ik.. "
Ikbal melempar hasil USG itu, dengan wajah yg marah.
" adek kenapa? " tanya bunda lalu Ikbal menatap bundanya itu.
" nggak mau adek, adek nggak mau adek.. " ujar Ikbal dengan nada tegas tapi mata berkaca.
" enak loh punya bayi kecil? " kata Akbar tapi Ikbal tidak menyukainya.
" pokoknya adek nggak mau punya adek lagi titik, adek nggak mau punya adek.... "rengek Ikbal berlari menuju kamar nya dan itu membuat bunda sedih.
" eh.. bunda mana? " tanya ayah keheranan.
" bunda kembali ke kamar... " maira menceritakan apa yg terjadi membuat ayah duduk sambil memijiti kepalanya yg pusing, maira membantu ayah memijiti kepalanya dengan lembut.
" kondisi bunda mu itu sangat lemah, tidak bisa kecapean atau bayi nya akan keguguran, dan sekarang Ikbal malah bertingkah membuat bunda mu itu sedih.. maira.. bujuk adek ku itu agar minta maaf pada bunda, ayah mau ke kamar dulu " ucap ayah berdiri lalu sangat menginginkan anak setelah si kembar lahir.
Maira berjalan menuju kamar si kembar yg sama, berhubung Ikbal takut tidur sendirian, maira masuk kedalam kamar melihat Ikbal sedang menangis memeluk bonekanya, maira duduk di samping Ikbal mengelus rambutnya lalu Ikbal memeluknya dengan erat sambil menangis.
" Knp nangis? " Tanya maira membuat Ikbal menatapnya.
" Ikbal nggak mau punya adek kak.. nanti bunda nggak sayang Ikbal lagi.. " jawab Ikbal sambil menangis membuat maira tersenyum.
Ikbal adalah anak yg paling di sayang dan paling di manja, jadi Ikbal takut kalok kasi sayang selama ini yg ia dapatkan itu berkurang.
" Kasian bunda loh... Kondisi bunda sekarang itu sedang nggak baik, terus Ikbal seperti ini, bikin bunda jadi tambah sakit... Ikbal nggak kasian sama bunda? Melahirkan itu sangat sakit loh.. banyak darah yg keluar, sakit nya luar biasa... Bunda itu telah berjuang lama demi hamil lagi.. masa Ikbal mengecewakan bunda sih? " Ucap maira dengan lembut menasehati.
__ADS_1
" tapi... "
" minta maaf sama bunda.. kasian bunda nangis di kamar.. bagaimana kalok bunda lahiran ini hari.. bisa gawat kita.. " ucap maira membuat Ikbal terkejut.
Ikbal akhirnya merasa bersalah, berjalan menuju kamar bunda dan membuka pintu, terlihat bunda sedang menangis memeluk ayah.
" bunda.. sudah lah.. Ikbal kan masih anak anak, mungkin dia takut kalok kasi sayang nya terbagi? udah jangan dipikirkan ya.. " ujar ayah mencoba menenangkan bunda..
" bunda.. " panggil Ikbal dengan pelan dan bunda langsung menghapus air matanya, ikbal berlari lalu memeluk bunda nya itu kemudian menangis meminta maaf " maaf kan Ade bunda... Ade salah.. " tangis Ikbal.
akhirnya masalah pun selesai, maira melihat itu tersenyum, lalu teringat suaminya sudah menghilang, maira mencari ke mana mana tapi tidak ketemu.
" suami ku ma... " maira terdiam di depan pintu melihat Ikhsan sedang bersama ikita willa, seorang artis terkenal yg selalu datang tiba tiba untuk mengungkapkan fakta di YouTube nya.
" maira!!!! " teriak kita berlari memeluk maira " ih kupikir kau mati, idup nya kau lagi " ujar kita membuat maira terdiam lalu melepaskan pelukannya dengan menarik suaminya sedikit jauh dari mereka.
" mas.. anak kera kok bisa masuk? "
" astagfirullah.. nggak boleh gitu maira " tegur Ikhsan dengan lembut.
" Tante... ijin habisin isi kulkas ya... " ujar kita berjalan menuju dapur dengan sendirinya dan maira hanya geleng geleng kepala.
" dahlah " batin maira hanya bisa menerima.
kita menjelajahi rumah bersama dengan maira, mereka asik bercerita hingga lupa waktu. kini mereka sedang makan di dapur.
" eh maira.. rencana kau kedepannya apa ni? " tanya kita berbasa-basi sambil memakan buah potong.
" hhmm aku mau sembuh kan penyakit ku dulu.. walaupun resikonya kematian, tapi apa salahnya mencoba " jawab maira dengan santai.
" eh kau sakit apa? "
" aku menderita penyakit kangker stadium 3 "
" APA!!!!! " teriak kita dan para krunya terkejut.
" eh kau serius, jangan bercanda lah... kalok kau mati siapa yg bayar tiket ku pulang " ujar kita sedih karna maira ini sangat cocok dengannya.
__ADS_1
" ia kau ini, sebenarnya aku tu udah tau dari lama, tapi aku diam, yg kupikirkan sebelum aku menikah ya cuman satu, bahagiakan orang tua ku udah itu aja, pencapaian pertama aku berhasil menghapal Al-Qur'an, kedua umroh bareng keluarga, bikin rumah, tapi rumah ini nggak uang ku semua ada ayah dan bunda, pokonya semua udah kulakukan, eh datang lah mas Ikhsan kedalam hidupku, jadi sekarang, bahagiakan suami ku, melahirkan keturunannya lalu pekerjaan ku selesai "