
ketika sampai mereka turun tapi di sana udaranya sangat dingin, maira menelpon Abi untuk mengetahuinya dan Abi menunggu di depan tempat para penumpang sampai ke bandara.
" assalamualaikum Abi " ucap maira dengan suara gemetar kedinginan.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatu... ke kamar mandi dulu ganti baju, udaranya sangat dingin " ucap Abi mencemaskan maira yg baru kuret 2 Minggu yg lalu.
" iya Abi " kata maira pergi ke kamar mandi dan melapis gamis nya dengan gamis yg lebih tebal lalu memakai sepatu musim dingin di tambah dengan jaket musim dingin.
ketika maira merasa tubuhnya sudah hangat maira membelikan makanan untuk dirinya dan Abi, sebuah roti cokelat yg begitu lumer menggugah selera " Abi... maira belikan roti cokelat, ini bagian Abi ini bagian maira " ujar maira memberikan langsung pada Abi.
" Abi puasa nak, hari Senin ini, maira saja yg makan, kan baru habis kuret, makan yg banyak biar ada tenaga mana tau sampai sana Abi bisa punya cucu lagi " ucap Abi sambil tersenyum.
" kalok untuk hamil lagi??.... maira harus punya persiapan Abi, apa lagi maira kan udah pernah kuret jadi, maira takut kalok sampai hamil lagi nanti kuret lagi " ujar maira memegangi perutnya.
" dulu umma nya ikhsan juga gitu, kalok hamil selalu hamil anggur, setelah 4 kali hamil anggur dalam setahun datang lah Aisyah di kehidupan kami, lalu umma ikhsan hamil lagi di usia Aisyah 2 bulan, dan hamil itu juga hamil anggur, dalam setahun 5 kali hamil anggur, 2 bulan umur kandungan pasti kuret, akhirnya Setelah umur Aisyah 4 tahun umma hamil dan nggak hamil anggur lagi, intinya jangan menyerah " ucap Abi memberikan semangat pada maira.
akhirnya mereka melanjutkan penerbangan kembali, di sana juga ada orang tua nya dalil dan Eyza, ternyata mereka ketabrak dengan truk pembawa barang karena supir mengantuk dan mereka bertiga juga mengantuk karna lembur bekerja semalaman. ketika sampai di Mesir semua laki laki di sana melihat maira dengan tatapan spesial, beberapa pria di sana menjaga pandangannya, ummi dalil menyadarinya lalu mengambil satu niqobnya.
" nak maira, pakai ini, nggak enak di lihatin dengan tatapan seperti itu " ujar ummi dalil.
" terimakasih buk " kata maira langsung memakainya niqob ( cadar ).
ketika sampai di rumah sakit terlihat kaki kanan dalil yg di gantung tangan kiri Eyza juga patah. " Abi mana kue yg Eyza pesan? " tanya Eyza langsung mendapat jeweran dari Abi nya.
__ADS_1
" kue kue, kau nggak pikirkan ini tangan udah patah kue juga di pikirannya " omel Abi menepuk tangan Eyza yg patah
" aduh.. sakit bi... ummi.. " rengek Eyza karna cuman ummi nya yg sangat memanjakan dirinya itu.
" mas... "
" lindungi terus lindungi, " ketus Abi Eyza melihat anak semata wayangnya itu begitu manja.
" paman, Ikhsan di ruang ICU lantai 3 tapi sekarang udah sadar, katanya hari ini akan pindah ruangan lain " ucap dalil dengan lemas karna baru bangun dari tidurnya.
" terimakasih dalil, kami akan segera ke sana " ujar Abi lalu mereka berdua ke lantai 3, ketika berjalan mencari ruangan Ikhsan, terdapat dinding kaca dengan tirai tertutup tiba tiba terbuka dan terlihat Ikhsan berbaring dengan beberapa alat yg di pasang di dadanya dan juga masker oksigen.
" Abi... ini ruangan mas Ikhsan " seru maira benar benar takut kehilangan Ikhsan karena kecelakaan ini membuat dia terkena serangan jantung untuk pertama kalinya jadi masih bisa di tangani. maira mengambil foto agar keluarga bisa melihatnya.
" assalamualaikum anak Abi... " ujar Abi pada Ikhsan yg sedang terbaring lemas.
" wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatu Abi.. dia siapa bi? " tanya Ikhsan dengan lemas tidak mengetahui itu adalah istrinya sendiri.
" bi maira pulang lah ke Indonesia, suami sendiri nggak ingat bini " keluh maira membelakangi Ikhsan lalu duduk di sofa yg ada di sana.
" bujuk gih, Abi mau antar keluarga dalil dan Eyza ke apartemen, ibu mereka akan merawat, " ucap Abi lalu pergi dengan cepat membuat Ikhsan harus membujuk maira secara total.
" sayang... mas minta maaf, abis nya sayang pakai cadar, jadi tambah cantik "
" jadi selama ini maira nggak cantik? " potong maira membuat Ikhsan harus berpikir lagi.
__ADS_1
Ikhsan bukan pria yg romantis, dan peka, jadi Ikhsan tidak terlalu mengerti dengan namanya perempuan.
" aduh.. maira... dada mas sakit.. " ujar Ikhsan membuat maira bangkit dan langsung mendekatinya.
" apa nya yg sakit?! maira panggil do... "
Ikhsan menarik tubuh maira dan mencium keningnya lalu menggenggam tangan maira " hati mas yg sakit kalok melihat istri kecil mas ini ngambek, maaf... " ucap Ikhsan membuat air mata maira mengalir dan Ikhsan melihat itu.
maira menangis sambil duduk kursi di samping Ikhsan, Ikhsan tak tau harus apa jadi dia mengelus tangan maira dengan perlahan lahan " apa ini masih ada kaitannya dengan kuret? " tanya pelan Ikhsan dan maira menganggukkan kepalanya " baring di sini dulu sama mas... mas kangen bangettt.. sama istri yg cantik mas ini " kata Ikhsan dan maira berbaring di samping Ikhsan lalu Ikhsan memeluk tubuh maira yg mungil itu.
" sayang... mungkin belum rejeki kita untuk sekarang memiliki anak, tapi suatu saat, insyaallah kalau Allah menghendaki kita pasti bisa punya anak kembali, tapi tak harus kembar Lima lagi, " ucap Ikhsan sambil tersenyum menenangkan pikiran maira hingga akhirnya mereka berdua tertidur dalam keadaan berpelukan.
ketika siang hari suster masuk membawakan makanan dan obat lalu melihat sepasang suami istri yg masih tidur. " kok ngenes kali aku kerja hari ini " batin suster itu dengan wajah datar menaruh makanan dan obat di meja lalu pergi. ketika jam 2 datang dokter untuk mengecek kondisi Ikhsan bersama dengan seorang suster tapi mereka melihat pemandangan yg begitu mesra itu.
" apa kita ke ruangan lain saja? " tanya dokter itu tidak enak hati untuk membangun mereka berdua.
" makanannya masih belum di makan? bangunin lah "
" kau saja "
" aku belum menikah, Abang kan sudah "
" maka dari itu ku minta ka... "
" ASSALAMUALAIKUM IKSA DOMPET KU HILANG!!! " teriak Eyza membangunkan mereka berdua
__ADS_1