
pagi hari bunda dan kembar datang untuk menjaga maira selama seminggu kedepan, kembar heran kemana Ikhsan pergi.
" kak, bang Ikhsan mana? " tanya Ikbal heran.
" mas lagi pergi sama Abi ke dokter jantung, cek kondisi jantungnya.. sepertinya nanti kami akan lain ruangan gitu.. " jawab maira dengan nada sedih kembali melanjutkan membaca Alqur'an nya
papa melihat itu pun jadi merasa sedih lalu bangkit dari duduknya pergi meninggalkan ruangan, 30 menit kemudian papa datang membawakan sebuah boneka kelinci untuk maira, terlihat maira sangat senang.
" padahal ini sudah jam 12 kok dokternya belum datang ya sus? " tanya maira pada suster itu dan dia juga heran kenapa dia tidak di suntik hingga membuat nya tertidur.
" dokter bilang dia akan datang jam 2 siang, ada pasien yg di operasi hari ini, dan dia menyembunyikan penyakit lainnya hingga membuat operasi memakan waktu lebih lama " jawab suster itu dengan sangat ramah lalu masuklah beberapa suster yg membawa bed hospital masuk kedalam ruangan itu membuat mereka terkejut.
ternyata itu ialah Ikhsan yg sedang berbaring dengan masker oksigen, tangan di infus dan beberapa alat yg terpasang di dadanya. maira melihat itu langsung menghapus air matanya, dia kembali mengingat mimpi yg sangat panjang itu.
" Ikhsan kondisi nya kok seperti ini abi? " tanya bunda pada Abi.
" Ikhsan memiliki penyakit jantung bawaan saat lahir, dan dia lahir juga belum usia 7 bulan, saya dan almarhum istri saya berpikir Ikhsan tidak akan hidup tapi ternyata Allah berkehendak lain. setiap 1 tahun sekali kondisi Ikhsan selalu seperti ini karna alat yg terpasang di jantungnya itu yg keluar pertama kali jadi dokter sarankan untuk menggantikannya " jawab Abi sambil memandangi ikhsan yg sedang tertidur.
" subhanallah... jadi Ikhsan harus operasi jantung kembali? " tanya bunda jadi khawatir.
" karna jantung Ikhsan tidak berdetak dengan normal jadi mereka menanamkan sebuah alat di tubuh Ikhsan agar jantung bisa berdetak dengan normal, tapi akhir akhir jantung Ikhsan berdetak lebih lambat, mungkin di karenakan banyak nya yg harus ia pikirkan, operasi tetap akan di lakukan seandainya Ikhsan mau tapi dia terus menolak karna operasi ini ialah operasi transplantasi jantung "
__ADS_1
" APA!!! " terkejut mereka semua secara bersamaan.
" sungguhan Abi? Abi nggak bercanda? " tanya maira yg tidak tau ini sama sekali.
" maaf menyembunyikan dari kalian tapi Ikhsan bilang dia sendirilah yg akan memberitahukan tapi maira sudah mengetahui nya lebih awal " jawab Abi dengan wajahnya yg terlihat sedih.
" papa terimakasih " ucap maira tau ini pasti ulah papanya yg meminta ruangan Ikhsan di pindahkan.
Ikhsan tersadar dari tidurnya, melihat ke kanan ke kiri ternyata dia sudah di ruangan lain tapi dia masih setengah sadar, Ikhsan tersenyum melihat maira sedang mengelus rambutnya dengan lembut " cium? " pinta Ikhsan dengan suara kecil, dan lupa kalok kini di sana banyak orang. maira tanpa ragu ragu mencium kening Ikhsan membuat dia kembali tertidur sambil tersenyum.
" yaelah ni orang " batin mereka semua.
" tau nggak guys, semalam kan aku ada acara pesta pernikahan kakakku, jadi kembar Akbar dan Ikbal itu datang, ituloh adek nya maira yg menikah dengan bang Ikhsan. jadi keluarga mereka itukan punya tradisi turun temurun yaitu anak tidak boleh memilih calon pasangan hidupnya. singkat cerita perjumpaan orang tua, lamar, nikah gitu... jadi Akbar itu telah mempunyai calon istri sejak dia masih kandungan, dan 1 bulan lalu calon istri meninggal. paman ku ini bicara dengan bundanya Akbar tentang perjodohan kami dan bunda nya malah menghina aku tau nggak dia bilang aku nggak sempurna seperti yg dia impikan, dan aku nggak bisa jadi calon istri yg baik dan ibu bagi anak anak kami nanti " tangis kaira lalu mengakhiri vidionya.
" ini kalok sampai ketahuan Abang, bisa gawat ni " batin Ikbal merasa kan akan ada sesuatu di luar nalar.
ketika jam 2, dokter itu datang dan membaca laporan kesehatan maira sambil duduk di kursi, sedangkan maira sedang menyuapi Ikhsan makan karna dia sedang puasa lebih tepatnya diet.
" hhhmm operasi besok jam 8, selama 8 jam, setelah selesai operasi pasti akan terjadi pendarahan karna maira memiliki penyakit hemofilia berat, ini cukup sulit tapi berdoa pada Tuhan akan tidak terjadi pendarahan yg cukup berat ketika operasi di langsung kan ya.. " ucap dokter itu dengan berbahasa Inggris untungnya semua mengerti.
...****************...
__ADS_1
keesokan harinya, maira memotong rambutnya yg panjangnya sampai ke pinggul nya, rambut berwarna pirang keemasan itu harus hilang dan akan tumbuh 6 bulan kedepan atau lebih, maira menghapus air matanya melihat dirinya yg ada di cermin itu, tapi Ikhsan juga mencukur habis rambutnya lalu bergaya di depan cermin untuk menghibur maira.
" ternyata mas tampan ya " ucap Ikhsan dengan gaya nya yg sangat berbeda dari sebelumnya membuat maira tertawa.
" mas ni lebay banget, kenapa mas potong juga rambutnya.. kan sayang loh? " tanya maira sedikit tertawa lalu menghapus air matanya.
" mas sayang maira.. ini kan biar adil.. rambut ayank juga pasti akan tumbuh lagi " jawab Ikhsan memeluk maira dan mencium kedua pipinya.
" benarkah? bagaimana kalok rambut maira tidak pernah tumbuh? maira kan jadi jelek? " tanya maira membalas pelukan Ikhsan.
" bagi mas rambut itu tak penting, karna mas menikah jiwamu bukan tubuh mu, walaupun harus punya tubuh bukan berarti tidak ada rambut berarti tidak cantik, maira sangat cantik " bujuk Ikhsan meyakinkan maira.
ketika keluar semua laki laki yg ada di sana sudah tidak memiliki rambut lagi, maira hanya bisa pasrah dengan keadaan keluarga nya yg begitu mencintainya, dan yg paling mencuri perhatian adalah Ikbal yg menangis di peluk bunda, terlihat kepalanya ada plester kecil berwarna pink.
" ini semua salah Abang" rengek Ikbal menghapus air mata " lecet pala adek.. " tangis Ikbal dan Akbar sama sekali tidak merasakan bersalah
sebelum di operasi maira meminta ijin pada mereka semua agar operasi nya lancar tapi ketika meminta ijin dengan Ikhsan air mata maira mengalir dan langsung memeluknya dengan erat padahal maira sudah dijemput oleh para suster di sana.
" kita doa sama sama, dia yg terbaik, sudah jangan menangis, tak ada yg bisa memisahkan kita kecuali ajal " ucap Ikhsan menutupi wajah mereka berdua dengan buku karna Ikhsan mencium kening maira dengan lembut agar tersembunyi.
akhirnya mereka di pisahkan untuk pertama kalinya, Ikhsan terus menunggu di luar ruangan operasi tapi dia akan pergi ketika sudah waktunya sholat.
__ADS_1