
" Alhamdulillah selesai juga.. " ucap bila, lalu Dewi memeluknya dari belakang, bila yg terkejut tapi mengetahui itu kakaknya hanya bisa membalikkan badan dan membalas pelukan yg telah lama ia rindukan.
" selamat ulang tahun ke 18 tahun.. mau kuliah di mana kau.. " ucap Dewi pada adik semata wayangnya.
" bila mau terbang ke Yaman, "
" loh kapan pendaftaran? udah seleksi? kok nggak bilang kakak... " ngambek Dewi pada adik nya itu.
" nanti kakak khawatir, bila juga bakal pergi sendiri ke sana soal nya bunda sibuk dengan penerimaan murid baru dan paman harus dinas "
" mas... " panggil Dewi menceritakan tentang adik nya itu.
" ooo kampus itu ya.. dulu saya kuliah di sana, yaudah nanti kami antar, penerbangan nya seminggu lagi ya.. semua nya udah di persiapkan? " tanya dalil pada adik ipar nya itu tapi ia menggelengkan kepalanya " 2 hari raya kita belanjanya.. pastikan bawa sabun yg cocok nanti kulit mu bisa kering dan rusak " ucap dalil dan bila mengangguk mengerti.
" Abang dulu kuliah berapa tahun? " tanya bila penasaran.
" saya ambil jurusan Syari’ah & Qonun, Syari’ah, Hadits & Ilmu Hadits itu lima tahun, dari umur 17 sampai 22 tahun, kalau Eyza itu nggak sampai 5 tahun karna mulai kuliah 17 selesai 20 tahun cuman 4 tahun aja, kalau Ikhsan kuliah umur 17 tahun selesai 18 tahun, dia emang gila kalau sudah menghafal, " ucap dalil menatap Ikhsan yg lewat menggendong Ikhsya karna mereka bicara di ruangan tamu.
" jangan liat nak.. menular nanti darah tingginya "
" Ikhsan.. "
" ayo kita pergi nak.. " ujar Ikhsan berlari dan ikhsya malah tertawa gembira di sana
*
*
*
*
bila membawakan bunga yg telah di pesan oleh eyza di sebuah restoran yg tempatnya sudah di ganti, bila terlihat ngos-ngosan karna bunga nya cukup besar dan berat
" loh Anggota keluarga wanita nya mana blo "
" eh pesek, berhenti memanggilku jomblo, aku tanya dan kau harus benar benar jawabny ".
" hhmm.. "
" kau sudah punya laki laki yg akan menjadi suami mu? "
" belum ada sih.. "
" bila.. aku, tunggu aku setahun lagi, setahun saja... "
__ADS_1
" bukan kah kau memiliki tunangan "
" aku membatalkannya "... " bila tunggu aku satu tahun lagi aku akan menjemputmu.. aku akan mengumpulkan uang untuk pernikahan ini.. "
" aku akan kuliah di Yaman selama 4 tahun.. aku mau fokus kuliah dulu baru menikah... aku yakin kalau memang berjodoh kita pasti akan bersatu, assalamualaikum " ujar bila meninggal restoran lalu pergi ke restoran lainnya. Eyza terdiam dia tau dia gila tapi rasa sakit di hatinya rasanya semakin gila
restoran BBQ, mereka di sana makan sepuas nya, terlihat Khodijah jadi banyak berbicara membuat mereka tertawa bersama sama... malam itu malam yg terindah karna semua nya berkumpul kecuali ayah mereka yg sedang menjalankan tugas bahkan kehamilan Dewi belum di ketahui.
" udah cukup, jangan makan pedas terlalu banyak " ucap dalil dan ik melihat Dewi doyan pedas.
" nggak pedas nggak Nikmat " Dewi dan maira dengan tenang padahal maira sedang menyusui ikhsya, tiba tiba kepala ikhsya keluar dan maira langsung menutup dadanya dengan kain.
" AAAAA!!!! " teriak ikhsya pada Ikhsan karna ia melihat Ikhsan
" hahaha... "
" anak mu marah mas, jangan larang umma " ujar maira membuat Ikhsan geleng geleng kepala.
*
*
*
*
" maira... astagfirullahhal'azim ini anak.. " ujar bunda telah pakai mukenah bersiap siap untuk , hari raya menunggu maira.
" iya Bun.. " ujar maira berlari menuruni tangga dan terlihat ikhsya tertidur di gendongan Ikhsan dengan kain gendong.
mereka semua pergi ke mesjid yg 3 lantai itu, benar benar sangat besar, Ikhsan sholat sambil menggendong Ikhsya, ketika sholat di mulai ikhsya menangis karna ia sudah bangun dari awal sholat sampai selesai sholat terus menangis, ketika selesai Ikhsan memberikan susu pada ikhsya hingga akhirnya ia diam.
" ikhsya.. sayang opah ni.. " ujar Abi memangku Ikhsya yg tau nya main saja dan tidur.
selesai sholat mereka semua ke rumah Abi untuk makan bersama sebelum di lakukan nya motong memotong.
" wah.. lontong.. " ujar kembar Akbar ikbal langsung ambil piring dan makan lontong sayur buatan Aisyah yg sangat enak.
" sendawa dulu nak.. " ucap pelan maira pada ikhsya yg baru selesai minum asi, Setelah selesai ikhsya di taruh di kasur nya yg telah di bawa.
" mas... " panggil maira terkejut melihat ikhsya berusaha untuk telungkup, seketika satu rumah memperhatikan ikhsya yg akhirnya bisa telungkup sendiri, satu rumah jadi heboh.
kini waktunya penyembelihan, masing masing Ustaz di mengasah pisau mereka, Abi memotong lembu atas nama dirinya, kakek, Aisyah, mama, papa dan Rizwan, lalu kini saat nya ikhsan yg memotong, ini atas nama dirinya maira, kedua anak nya, Akbar dan Ikbal lalu Alif. lalu ayah memotong lembu yg ketiga atas nama dirinya, bunda, kedua orang tua dalil, bila Dewi dan dalil.
__ADS_1
" huekkk.. " maira yg muntah di parit mencium aroma darah sang binatang sembelih dan tak sanggup melihatnya.
" aaa~~~~ " sedangkan ikhsya sangat suka dengan keramaian
" Ikhsan.. " panggil seorang wanita yg sangat cantik, umur nya 37 tahun badannya sangat bagus mengunakan gamis yg longgar dan dia belum menikah sama sekali.
" iya ustazah Zahra " jawab lembut Ikhsan dan maira sontak memata-matai suami nya itu.
" ini semua tolong di berikan sama pak kiyai ya, daftar hewan kurban atas nama mereka sudah ustazah tulis, ini untuk hari ini karna nggak mungkin bisa siap seluruh hewan dalam satu hari kan "
" iya sih.. nanti Ikhsan serahkan sama Abi.. "
nada bicara Ikhsan sangat lembut membuat maira terbakar api cemburu
*
*
*
*
malam hari Ikhsan baru selesai mandi melihat anak istrinya sudah tidur dengan lelap, ia melihat jam ternyata sudah jam 8.30 Ikhsan pergi ke kamar Abi nya,
" Abi.. " panggil Ikhsan melihat Abi nya menggunakan baju tidur duduk di kasur membaca kitab untuk mengingatnya " Ikhsan boleh masuk? " ujar Ikhsan dan Abi mengangguk.
Ikhsan berbaring di pangkuan Abi nya, Abi mengelus rambut Ikhsan dengan lembut, Ikhsan memang sangat manja dengan Abi nya itu.
" Abi.. 2 tahun lagi umur Ikhsan 22 tahun kan? "
" hanya Allah yg tau.. "
" Ikhsan punya permintaan terakhir sebelum masa itu tiba "
" apa itu nak.. "
" Abi menikah lagi ya.. "
seketika wajah Abi berubah mendengar perkataan anak nya itu.
" nanti kalau Ikhsan pergi, nggak ada yg ngurusin Abi.. walaupun kak Aisyah ada tapi dia perempuan "
" ummi ku sudah membahagiakan Abi nak.. "
" Ikhsan mau Abi bahagia kembali, semenjak ummi meninggal Abi lebih banyak diam, lebih sering di kamar tidak seperti dulu.. "
__ADS_1
" seorang pria dewasa yg telah jantuh cinta dan kehilangan cinta itu dia pasti sedih, rasa kehilangan itu pasti ada nak.. "
" Abi.. seandainya..