Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
melahirkan sang si kecil


__ADS_3

waktu terus berjalan tanpa terasa kini Dewi sedang melakukan persalinan di dalam sana. dalil terlihat terus membaca Alqur'an sambil mengelus perut Dewi hingga ketuban nya pecah dan di bawa ke ruangan persalinan.


" a'a.. " panggil Dewi menangis menahan rasa sakit nya.


" Dewi.. tahan nak.. dikit lagi ini, Tante udah bisa lihat kepalanya.. dorong lebih kuat lagi.. " ucap Bu bidan dan Dewi memegangi tangan dalil hingga tangisan bayi akhirnya keluar.


bayi itu di taruh tepat di atas perut Dewi dengan di balut handuk, Dewi menangis memeluk anak pertamanya sedangkan dalil mencium kening Dewi yg telah berjuang keras.


di depan ruangan ada semua orang kecuali maira dan suami beserta anak nya yg di suruh jaga rumah.


" cepat lah sedikit kau bang.. anak kau udah sekarat di ruangan operasi tu.. kau nggak ingin lihat dia menghembuskan nafas terakhirnya, " ucap ayah sambil membaca teks yg di buat oleh Akbar karna ayah nya Dewi tidak tau kalau Dewi hamil.


" ayah.. pulang lah.. " tangis bila jago akting.


" iya iya ayah pulang bila... 2 jam lagi ayah sampai.. sabar ya nak.. " ujar ayah bila panik.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


di sisi lain ada maira yg merasakan sangat sakit di perut nya tapi Ikhsan malah memberikan obat diare.


" aku nggak diare mas.. " pekik maira melempar suami nya itu dengan bantal yg ada di tempat tidur itu.


" lah.. itu kenapa mas bilang jangan banyak banyak makan sambal, sakit perut kan.. masih aja ngeles.. ikhsya, lihat umma nak.. sakit perut gara gara makan cabai.. "


" baba bam mam.. " oceh ikhsya mencoba berbicara.


" iya.. umma akit pelut nya.. " sambung Ikhsan mengangkat tubuh Khodijah yg tertidur di lantai menaruhnya dalam sedangkan ikhsya sudah lari sana lari sini padahal baru 11 bulan.

__ADS_1


" mas.. sakit banget ini loh.. " ucap maira sampai menangis " jangan jangan mau melahirkan.. " kata maira mengusap perutnya yg buncit, emang buncit tapi nggak pernah periksa.


" umma mau ngelahirin lemak? sayang mungkin lagi mau haid makanya sakit.. " ucap Ikhsan duduk di samping maira mengelus perut maira lalu membaca doa, ikhsya juga ikut tapi dia memeluk perut maira dengan lembut " maka nya pakai celana.. " sambung Ikhsan karna maira hanya pakai handuk melilit di pinggang tanpa pakai Daleman.


maira memegangi tangan Ikhsan dan membuat posisinya seperti melahirkan membuat Ikhsan terkejut, maira mengeden di sana dan Ikhsan semakin panik yg maira keluarkan darah bercampur air.


" ini darah sama air loh.. sayang pipis.. " kata Ikhsan melihat nya tapi maira menggelengkan kepalanya.


" ini melahirkan mas.. " kata maira bersikiras dan Ikhsan duduk di depan maira kembali melihat nya lagi.. tapi emang benar yg terjadi, maira benar benar melahirkan.


Ikhsan yg panik karna anak nya sudah keluar setengah, Ikhsan yg panik mengambil anak nya dan menaruh di atas perut maira lalu langsung menjaga jarak dari maira, nafas maira ngos-ngosan di sana memeluk seorang bayi yg lahir, Ikhsan melihat baju Koko putih nya terkena noda darah dan tangannya lalu ia langsung pingsan jatuh di lantai, maira hanya bisa mendengar tangisan anak nya dan melihat Ikhsan pingsan di lantai.


setelah 10 menit, Ikhsan akhirnya tersadar, ia melihat maira yg masih memeluk bayi kecil mereka, terlihat maira sudah memotong tali pusar bayi nya mengunakan gunting dan kini anak dan istrinya masih di dalam selimut.


" mas.. " panggil maira dan Ikhsan mencoba sadar sambil memegangi masker oksigen nya.


" ya Allah maira.. jadi kau ngelahirin sendiri... " ucap mbak sisi dan maira mengangguk dengan lemas sedangkan Ikhsan masih duduk di sofa karna ia terkejut batin " kenapa nggak di bersihin sih.. "


" takut dia kak.. aku lemas banget nggak bisa gerak rasanya.. " ucap maira dengan suara yg benar benar lemas.


sisi membersihkan bayi nya lalu memasukkannya ke box bayi Khodijah, sedangkan maira sedang di jahit selesai, ikhsan menggantikan seprainya dan pergi ke bawah karna barang yg ia pesan telah datang, yaitu pembalut khusus nifas.


" ini kapan sakit nya Ikhsan? " tanya kak sisi.


" sakit nya udah dari tadi pagi.. dia terus bulak balek ke kamar mandi.. Ikhsan pikir diare karna dia kebanyakan makan pedas, kak.. anak ku prematur ya.. " tanya Ikhsan pada kak sisi.


" hhmm nggak juga sih ini.. prematur lah.. 8 bulan hampir masuk 9 ini.. kok nggak ketahuan hamil nya kek mananya kalian ni.. " omel kak Sisi.

__ADS_1


" hari tu aku udah cek pakai testpack dan hasil nya positif, aku kan nggak bisa hamil lagi, jadi ku kasi sama mas Ikhsan dia nggak percaya dan dia buang.. dia juga jaga banget perasaan ku kak.. dia nggak pernah bahas untuk memiliki keturunan lagi.. jadi perut ku besar, yg tau dia nya lemak doang.. " ucap maira yg sedang memberikan asi untuk sang si kecil.


tiba tiba Ikhsan muncul kembali sambil menyajikan makanan untuk mereka dan ada bubur di sana untuk maira.


" mas.. aku melahirkan ni.. jangan kasi tau siapa siapa dulu, tunggu Abi datang nanti aja, kasian kak Dewi kan, jadi kita kembali ke rumah nenek aja malam ini.. kasian kak Dewi nanti nggak ada yg ngurus.. ini pertama kali nya dia melahirkan, kak sisi jangan bilang bilang siapa siapa ya.. " ucap maira dengan pelan dan ia mengangguk


mereka membereskan semua nya dan pindah ke rumah nenek malam itu juga.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


di sisi lain ada ayah bila yg sedang berlari di lorong rumah sakit dengan pakaian dinas nya.


" eh Jamal!! salah woi.. di sini.. " ucap ayah maira pada Abang nya itu dan ia langsung masuk dan membuka tirai pembatas yg ada di ruangan VIP itu.


" assalamualaikum kakek.. " ucap Dewi sambil menggendong anak pertamanya. " ayah.. ini cucu pertama ayah.. anak Dewi dan suami Dewi dalil.. " ucap Dewi dengan pelan karna baru saja selesai melahirkan.


ayah nya Randi di sana malah menangis mencium kening putrinya lalu melihat cucu pertamanya yg baru saja lahir.


" kenapa wajahnya mirib dalil sih.. " ucap Randi membuat mereka di sana tertawa.


" kan anak saya ayah.. "


" ibu nya anak saya.. " ... " oiya maira mana.. seharusnya dia sudah melahirkan.. sekarang rumah jadi sangat rame kalau mereka berkumpul.. " ucap Randi tidak tau apapun.


di sanalah ayah menceritakan segalanya yg terjadi, Randi yg memangku cucu pertama nya itu sedih mengetahui maira tidak bisa hamil lagi.. tapi ia lebih sedih tau apa yg bila jalani.


" Allah tau nak.. Eyza bukan yg terbaik untuk mu hingga ia menikahi wanita lain.. ayah ingin kau fokus kuliah dulu di sana, menikah lah di saat kau siap.. "

__ADS_1


" iya ayah.. " kata bila dengan pelan dan menangis di dalam pelukan ayah nya itu...


__ADS_2