
Ikhsan kini di depan kamar maira yg sudah menjadi kamar nya juga, Ikhsan masuk ke dalam kamar dan matanya fokus pada maira dan si kembar sudah tertidur. Ikhsan menghembuskan nafas kasar nya berharap ia punya kesempatan untuk malam ini, bahkan maira masih menutupi seluruh tubuhnya takut di lihat orang
ikhsan tidak tau bahwa ada kamera yg telah di pasang oleh si kembar di setiap sudut ruangan. Ikhsan berkeliling kamar dan menemukan handuk lalu pergi mandi membersihkan dirinya, setelah mengganti baju nya ia pergi ke meja rias untuk bercermin. setelah selesai Ikhsan tak lupa sholat witir.
setelah ia selesai Ikhsan melihat kasurnya cukup besar, tapi ia sedang menguatkan mental untuk tidur di samping istrinya itu.
" bagaimana lah ini, aku tidur di sampingnya atau tidak ya " bingung Ikhsan sambil sambil berjongkok lalu mundar mandir tak tau harus berbuat apa
maira terbangun dari tidurnya tapi masih setengah sadar, maira memegangi tangan Ikhsan Manarik nya dan membuat Ikhsan berbaring, maira mengambil tangan kanan Ikhsan menjadi bantalnya lalu mengambil tangan kiri ikhsan memeluk dirinya laku lalu kembali tertidur.
" ya Allah agresif sekali " batin Ikhsan dengan wajah memerah.
entah kenapa ketika ia memeluk Ikhsan tubuhnya merasa sangat hangat hingga Ikhsan tertidur dengan terbalut kehangatan itu.
2.30 pagi.
maira yg masih tidur menendang Ikhsan hingga Ikhsan terjatuh ke lantai.
" ya Allah " batin Ikhsan terbangun. Ikhsan berdiri secara perlahan melihat 3 bersaudara itu tidur sangat berantakan.
Akbar sudah di ujung kasur tapi tidak jatuh Ikbal memeluk Kuta poninya berwarna putih sedangkan maira sudah lah, jangan di tulis keadaan soalnya benar benar berantakan.
" maira bangun yuk, sholat tahajjud kita, kembar.. dek bangun yuk sholat tahajjud " ajak Ikhsan sambil membangunkan mereka bertiga.
" sebentar lagi bunda... lima menit " ujar mereka bertiga menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuh.
" ayo lah bangun.. "
" iya iya bangun " jawan mereka bertiga berjalan menuju kamar mandi bersiap siap lalu sholat berjamaah ber4 ikhsan jadi imam.
ketika raka'at kedua saat sedang membaca alfatihah maira jatuh pingsan, Ikhsan langsung membatalkan sholat nya karna ini sholat Sunnah bukan wajib.
" maira maira... sadar maira.. maira.... kembar panggil dokter atau ayah.. pokoknya harus cepat " perintah Ikhsan mengangkat tubuh maira ke tempat tidur dan membaringkannya secara perlahan " maira, sebenarnya kondisi kesehatan mu ini seperti apa, kenapa seperti ini.. " sedih ikhsan.
di ruang keluarga.
bapak bapak yg tidak tidur dan begadang sepanjang malam hingga pagi, bermodalkan dengan kopi satu teko.
" ayah....!!!! " teriak si kembar berlari dari tangga dan Ikbal terjatuh, syukur nya Akbar menangkap tubuh Ikbal hingga tidak di cium lantai.
" kalian, jangan lari lari di tangga nanti jatuh " tegur Rendi.
__ADS_1
" ayah, tadi kakak sholat terus pingsan, " ujar si kembar secara bersamaan.
" apa!!! "
mereka memanggil dokter yg sudah biasa menangani maira di malam ini. dokter itu datang dan hanya menggelengkan kepalanya itu, baru kali ini dia dapat pasien cari mati bukan cari kesembuhan.
" udah di bilang jangan kecapean, masih juga, nak Ikhsan kalok kau meminta hak mu sebagai suami, ya nggak papa yg terpenting jangan buat dia terlalu kecapean, " ujar dokter itu terpaksa mengimpuls maira kembali.
" kami tidak melakukannya " jawab Ikhsan.
" lah, jadi dia kok bisa seperti ini? " tanya kembali dokter itu.
" seperti nya dia kecapean, tadi malam kami tidur ber4 mana mungkin kami melakukannya " jawab Ikhsan.
" loh 2 lagi siapa? " tanya mereka semua di sana.
" si kembar "
ketika itu kembar menghilang ditelan bumi dan langit, udah nggak ada di kamar itu lagi.
" dasar mereka " batin semuanya secara bersamaan.
pagi hari
" maira ayo makan dulu, mas udah bikini bubur " ucap Ikhsan duduk di samping maira.
Ikhsan mengukur suhu badan maira dan ternyata masih demam, Ikhsan menyuapi maira makan dan maira menerimanya walaupun mereka berdua masih malu malu soalnya ini kedua kalinya.
" maira apa kau punya riwayat penyakit? " tanya Ikhsan sambil menyuapi maira, maira sontak terkejut mendengar pertanyaan itu.
" tidak " jawab cepat maira.
setelah selesai makan maira memutuskan untuk tidur. Ikhsan memainkan hp nya sebentar membaca komen komen soal live pernikahan mereka semalam.
" kenapa Ikhsan nikah sama dia sih, lihat aku Hafizh 30 jus anak pesantren, bahkan ngajar di pesantren, kenapa dia yg di nikahin "
" lont* kok di jadikan istri sih "
" selera nya murahan banget, menang cantik doang "
__ADS_1
" alah menikah muda, paling 2 tahun lagi cerai "
" liat aja pernikahan pasti nggak lama, di jamin "
Ikhsan membuat Vidio singkat berdorasi 30 detik untuk yg membandingkan istrinya dengan Hafizh di luar sana.
" cukup koreksi diri masing masing, maira yg kalian tau di kamera itu berbeda dengan di dunia nyata, maira Hafizh 30 jus Tampa guru dan kakak saya sendiri yg mengetesnya sebagai bukti, maira juga penghafal hadits dasar belum terlalu jauh soalnya dia tidak memiliki bukunya, in sya Allah Vidio lamaran sudah teraploat kalian bisa nonton langsung saja " ujar Ikhsan dengan lembut di depan kamera masih menyempatkan untuk tersenyum walaupun di hujat.
akhirnya semenjak Vidio lamaran teraploat, banyak yg meminta maaf atas komen jahat nya itu. akhirnya seminggu kemudian maira sedang bersiap siap untuk pergi ke Jakarta 2 hari lagi karna Ikhsan masih ada. kontrak kerja yg selesai 1 bulan lagi.
malam hari
maira bawa 1 koper yg berisi baju nya semua, dan satu koper kecil punya ikhsan. ikhsan melihat perbandingannya hanya geleng geleng kepala.
" banyak banget bawa baju? " ujar Ikhsan bertanya.
" mas bilang kita nggak tinggal di pesantren soalnya jauh dari lokasi syuting kan, jadi ini baju ternyaman nggak boleh tinggal" jawab ku dengan serius
" hhmm maira, kita suami istri kan? " tanya Ikhsan.
" iya " jawab ku menutup koper.
" terus kenapa kau masih begitu tertutup dengan mas, kalok kita cuman berdua ya.. nggak masalah kalok nggak pakai jilbab mas nggak marah kan cuman mas doang yg lihat, dan bahkan ketika kita tidur berdua di ranjang yg sama maira masih mengunakan jilbab " curhat sedih Ikhsan.
" maira cuman malu saja, tapi kalok mas mau nya gitu maira akan lemas dan ganti dengan baju tidur yg biasa maira pakai, tapi mas keluar dulu " ucap ku mendorong nya keluar dan menutup pintu.
akhirnya maira mengganti baju dengan kaos putih longgar dan celana pendek hitam, lalu mengingat rambutnya tinggi di atas. maira keluar dan melihat Ikhsan menatap tubuhnya yg berisi itu.
maira berjalan mendekati Ikhsan lalu berbaring menghadap kanan yg berarti membelakangi ikhsan, Ikhsan juga ikut berbaring memeluk tubuh maira seperti biasanya.
" ayo kita lakukan malam ini "
keesokan harinya.
semua orang sedang sarapan kamera jam 10 mereka akan berangkat ke bandara untuk melakukan penerbangan ke Jakarta. dan kini sudah jam 7 pagi, dari rumah ke bandara itu 2 jam karna memang cukup jauh.
" mana maira dan Ikhsan ini, nanti bisa ketinggalan pesawat lah, 2 jam itu di kira kalok nggak macet loh " ujar Rendi memakan sarapannya itu.
" Aisyah bangunin adik mu nak, "
Aisyah pergi ke kamar Ikhsan dan maira lalu nyelonong masuk aja soalnya dia punya kunci cadangannya. ketika masuk ia melihat kedua adiknya itu berpelukan, baju berserakan di lantai. Aisyah turun kembali dan melanjutkan sarapannya.
__ADS_1
" di mana adik mu " tanya Abi heran.
" hhmm mereka sedang tidur, sepertinya kelelahan, karna tak lama lagi akan ada tangisan bayi di rumah ini