Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB

Ustadz Jatuh Cinta Sama SELEB
rencana


__ADS_3

" di larang masuk, tidak terima tamu, mohon kembali kerumah " ujar ku sambil memperlihatkan papan tulis itu lalu ku banting pintu karna benar benar mengantuk.


" ada apa ini? " tanya Rendi yg baru datang melihat anak nya membanting pintu dengan kuat.


mereka sekeluarga baru saja pulang dari ibadah haji semalam, maira memutuskan untuk langsung pulang kerumah nya tidak tidur di rumah ayah nya itu karna terlalu rindu dengan semua kucingnya itu.


" loh, ustadz Ikhsan kan? kenapa ada di sini? " tanya Rendi terkejut.


" iya pak, kami kemari dengan niat baik melamar Humaira, seharusnya 3 Minggu yg lalu tapi anak saya ini pergi ke Kairo dadakan karna ada urusan penting di sana " jawab Abi dengan ramah bersalaman dengan Rendi


" saya ayah kandung Humaira, tapi maira nggak ada bicara apapun tentang lamaran, begini saja kita bicara di dalam biar enak " ajak Randi dan tiba tiba maira membuka pintu kembali.


" kalian bisa jangan di depan rumah ora.. " maira melihat ayah nya itu menatap tajam dirinya langsung kembali membanting pintu " ih! ya Allah!! ayah!!! " terkejut ku lalu melihat rumah ku benar benar berantakan dan berdebu " cing, bertempur kita hari ini " perintah ku langsung mengambil sapu membersihkan rumah.


seluruh kucing di rumah membersihkan barang barang yg berserakan dan berdebu dengan bulu mereka sebagai kemoceng. ku ambil tempat kue dan mengisinya dengan kismis, kurma, yupi love karna nggak ada lagi stok makanan di rumah dan jangan lupa pengharum ruangan wangi lemon


" maira buka pintunya nak, di kunci lagi, bunda mana kunci cadangan? " ujar Rendi dan bunda langsung memberikannya pada Rendi lalu Rendi membuka pintunya melihat rumah sudah dalam keadaan rapi dan wangi.


" ayo masuk semuanya "


mereka masuk kedalam rumah yg sudah begitu bersih itu, mereka duduk berhadap-hadapan satu sama lain. tak lama kemudian ada 10 kucing membawa pakaian bersih menuju kamar mandi membuat mereka terheran heran, bunda langsung kedapur untuk membuatkan air minum.


maira pun siap mandi menggunakan baju yg di ambil oleh kucing nya itu.



" kak, bawa air ini ya, bunda mau beli kue dulu " ujar bunda.


" iya Bun " jawab ku mengambil nya dan membawanya ke ruang tamu sekaligus ruang keluarga.


rumah ku tidak seperti SELEBGRAM kebanyakan yg mewah tapi rumah ku terbuat dari kayu dan para tamu masih duduk di alas tikar sederhana karna aku tidak mau mengubah rumah ini, terlalu banyak kenangan di dalamnya. tapi sebaliknya rumah orang tua yg ku bikin untuk ayah dan bunda ku jauh lebih mewah dari ini.

__ADS_1


Rendi telah mendengar cerita singkat dari Abi membuat Rendi marah dengan maira yg begitu tidak sopan.


" maira duduk sini " perintah Rendi dan aku langsung duduk di samping ayah " mereka telah menelfon mu sebulan yg lalu untuk melamar mu? kenapa tidak bicara sama ayah? " kesel Rendi pada anak nya itu.


" nelpon? siapa? yg ngelamar lewat telpon banyak? " tanya ku kembali membuat ikhsan merasa tersaingi.


" aku bukan yg pertama "


mereka bercerita bersama sama rencana akan menikahkan kedua manusia itu.


" anak saya ini baru berusia 14 tahun, tubuh nya aja yg besar, dia tinggal sendiri di rumah ini karna keinginan nya untuk mandiri, dan lagi kalok maira menikah, sekolah nya akan berhenti " ujar Rendi bimbang.


" nggak papa dong, malah bagus " jawab ku sambil memakan bolu yg dibelikan oleh bunda, bolu cokelat.


" apa nya bagus, emang dasar nya malas belajar, lihat nilai nggak ada yg masuk 10 besar " omel Rendi dengan putri nya itu.


" jangan salah kan nilai, sesungguhnya nilai adalah pemberian dari guru " bela ku pada diri ku


" Kakak kan emang dasarnya malas belajar " ujar Akbar dan Ikbal kedua adik maira.


" Kakak hafal 30 jus Al-Qur'an " ujar Akbar.


" jadi kakak akan membacanya 30 jus semuanya? " tanya Ikbal tidak mengerti.


" diam lah, " ucap ku dengan pelan menjewer mereka berdua.


" baiklah, ini Aisyah anak pertama saya, mulai ngajinya sama dia ya " kata Abi dan maira memulai mengaji.


suara maira sangat merdu membuat semua orang di sana merasa ketenangan, 30 kali sambung ayat di ambil dari setiap satu jus dalam Al-Qur'an secara acak dan tidak beraturan. ketika belajar ilmu tauhid, sejarah, bahkan hadis hadis di jawab maira dengan tepat. banyak tetangga mengintip dari jendela, soalnya kepo maira di kamar seorang habib muda.


" bagaimana ikhsan, sesuai dengan harapan? " tanya Abi dan Ikhsan mengangguk " nah karna sudah sampai sini, sekarang kami hanya butuh jawaban, apakah lamaran ini di setujui atau bagaimana sesuai dengan keinginan Humaira " ujar Abi.

__ADS_1


" maira yakin, ayah sekarang lebih tau jawabannya " jawab ku menyerahkannya pada ayah ku itu yg sedang bimbang.


" bagaimana ini, dia calon menantu yg sempurna banget buat anak ku yg luar biasa ini, dia tampan, kaya, berpenghasilan, Hafizh Al-Qur'an, ustadz, pendidikannya tinggi, di tolak sayang, di terima nanti tapi bagaimana pendidikan maira, apa berhenti di tingkat Mts " batin Rendi berpikir keras.


" pak, jangan risau kan soal pendidikan, Humaira bisa sekolah di pesantren kami atau di Kairo karna Ikhsan ingin menyambung pendidikan S2 nya di Kairo selama 3 tahun, S1 sudah di tempuh di tarim selama 2 tahun " ujar Abi tau apa yg di rasakan oleh Rendi karna dia juga pernah kehilangan anak nya itu yg di bawa suaminya ke mesir


" saya harap, nak ikhsan bisa membimbing putri saya yg bar bar ini, tolong jaga dia baik baik di saat dia bersama mu, mungkin di luar sana banyak perempuan yg lebih anggun dan feminim, tapi kamu memilih anak saya yg sifatnya rada belok ke kiri " kata Rendi sambil mengelus rambut maira dari balik jilbabnya.


" jadi lamaran saya di terima " senang Ikhsan keceplosan dan malu dengan tingkahnya itu yg lainnya malah tertawa.


" tanya lah dengan maira, maira lamarannya di terima atau tidak? " tanya Rendi pada maira.


" in sya Allah, saya yakin dan saya percaya, bahwa jalan dan keputusan yg ayah saya buat untuk saya itu adalah yg terbaik untuk hidup saya, kalau ayah menerima lamaran ini maka saya juga menerima lamaran ustadz Ikhsan " jawab ku dan ikhsan langsung mengepal tangannya


" yes.., Afwan semuanya, ana terlalu senang " ujar ikhsan " untuk mahar nya 100.000 dolar, 6 apartemen, 10 batang emas, sebuah bidang tanah seluas 10 hektar, 2 buah mobil sport, emas 100 gram untuk perhiasan, apa ada yg mau di tambahkan lagi? " tanya Ikhsan mengeluarkan sebuah buku kecil catatan nya.


" tamak ( rakus ) nya... " ujar si kembar sambil memakan bolu pisang


" soal itu saya hanya bercanda, saya tidak serius, saya hanya mau surah Ar Rahmah sebagai maharnya selain itu apapun saya terima, dan saya belum mendapatkan KTP jadi pernikahan masih di bawah tangan, saya harap pernikahan tidak di adakan pesta, ijab kabul di adakan setelah sholat isya dan selesai acara jam 10 malam " pinta ku.


" tidak ada acara musik, tidak ada koro koro (dangdutan), daftar acarapun tidak perlu banyak banyak, selesai ijab kabul, mendengar ceramah singkat dari ustadz yg telah di pesan, lalu seluruh tamu akan di hidangkan makanan di depan mereka dan makan bersama sama, lalu acaranya selesai " ujar ku menulis nya di papan tulis dengan santai.


" kenapa begitu singkat acaranya? " tanya Abi heran.


" karna kakak tidak suka pesta dan keramaian " jawab si kembar bersamaan


" kalok kakak berada di keramaian lebih dari 3 jam, dia akan sakit kepala, mual, muntah muntah, lalu pingsan " ujar Akbar seolah olah dia yg pingsan.


" bukan cuman itu, kakak tidak tahan panas, kalau terkena panas panas kulitnya akan memerah " sambung Ikbal kembali.


akhirnya mereka mengerti, sebelum mereka pulang ke Jakarta mereka akan menikah seminggu lagi, emang sih dadakan karna cuman Minggu depan jadwal ikhsan yg kosong dan sampai 3 bulan kedepan sudah pasti sangat padat.

__ADS_1


" hantarannya akan datang 2 hari sebelum pernikahan " ujar Abi sambil meminum kopi yg telah di buatkan oleh bunda.


akhirnya mereka pulang ke hotel mengambil barang mereka dan langsung ke bandara untuk pulang ke Jakarta.


__ADS_2